Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Farmers' Understanding of Rice Farming Commercialization in South Bengkulu Regency

    Get PDF
    This study analyzes farmers’ understanding of farm commercialization and identifies the factors influencing it in South Bengkulu Regency, a leading rice-producing area in Bengkulu Province, Indonesia. A total of 88 rice farmers were surveyed using structured questionnaires, and data were analyzed through descriptive statistics and multiple linear regression. The findings reveal that farmers’ understanding of commercialization falls within the understanding category (average score: 3.51). Among the indicators, price understanding achieved the highest score (3.93), followed by market orientation (3.70). Risk (3.31) and institutional aspects (3.08) remained relatively low. Regression analysis indicates that formal education, farming experience, access to extension services, rice field type (irrigated vs. rainfed), and land size significantly influence farmers’ understanding (R² = 0.624). These results indicate that both internal factors (education and experience) and external factors (extension, irrigation systems, and farm size) jointly determine farmers’ capacity to understand and apply commercialization concepts. Strengthening non-formal education, enhancing extension services, and supporting farmer institutions are essential to improve farmers’ market orientation. Strengthened understanding of commercialization is expected to increase household welfare and contribute to sustainable agricultural development in the region

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam, Samu dan Waktu Fermentasi pada Produk Wadi dari Ikan Patin (Pangasius pangasius) Khas Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Wadi merupakan produk fermentasi ikan tradisional khas Kalimantan Tengah yang memiliki cita rasa asam dan asin khas hasil fermentasi spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam, samu (beras sangrai), dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik wadi ikan patin (Pangasius sp.) serta menentukan perlakuan terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah faktorial, dengan empat perlakuan konsentrasi garam (6,25%, 12,25%, 25%, dan 50%), empat kadar samu (5%, 10%, 20%, dan 40%), serta empat waktu fermentasi (3, 4, 6 dan 8 hari) yang dilakukan secara anaerob pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan memilik variasi paling disukai. Dari berbagai kombinasi perlakuan yang diuji, formulasi wadi dengan 50% garam, 10%  samu (beras sangrai) dan fermentasi selama 8 hari menunjukkan hasil terbaik, dengan skor kesukaan tertinggi untuk rasa (8,1), aroma (7,9), warna (7,8), dan tekstur (8,0). Hasil ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kadar garam, sumber karbohidrat (beras), dan waktu fermentasi sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas wadi. Kombinasi tersebut dapat direkomendasikan sebagai formulasi optimal dalam proses pembuatan wadi ikan patin khas Kalimantan Tengah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fermentasi unggulan lokal dengan nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi

    INTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL “KUCING-KUCING” DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: KAJIAN DESKRIPTIF DAN EKSPERIMEN BERBANTUAN TRACKER

    Get PDF
    ABSTRAK   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Kata  kunci—Konsep Fisika, Permainan Kucing-kucing, Tracker, Pembelajaran Fisika   ABSTRACT   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Keywords—Physics Concepts, Kucing-kucing Game, Tracker, Physics LearningABSTRAK   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Kata  kunci—Konsep Fisika, Permainan Kucing-kucing, Tracker, Pembelajaran Fisika   ABSTRACT   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Keywords—Physics Concepts, Kucing-kucing Game, Tracker, Physics Learnin

    ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMPN 11 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    ABSTRAK   Proses pembelajaran merupakan kegiatan mengajar dan belajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik yang direncanakan dan dievaluasi dengan sistematis, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran diperlukan pemahaman konsep agar peserta didik dapat memecahkan permasalahan yang ada. Pemahaman konsep yang kurang baik disebabkan karena siswa tidak memahami konsep yang telah dipelajarinya, sehingga mengalami kesulitan dalam memahami konsep baru. Salah satu materi yang sulit dipahami pada pembelajaran IPA adalah materi getaran dan gelombang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran/profil pemahaman konsep peserta didik pada materi getaran dan gelombang di SMPN 11 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 11 Kota Bengkulu dan Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi instrumen penelitian, analisis instrumen dan analisis hasil tes. Hasil penelitian ini yaitu pemahaman konsep peserta didik siswa kelas IX SMP Negeri 11 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang dengan persentase 33%. Dimana ada 17 siswa dengan persentase 7,6% siswa yang memiliki pemahaman konsep kategori tinggi. Sedangkan pada kategori sedang ada 144 siswa dengan persentase 64,6%. Serta ada 62 siswa yang memperoleh kategori rendah dengan persentase 27,8% artinya ada sebanyak 62 siswa belum memahami konsep getaran dan gelombang.   Kata Kunci : Analisis, Pemahaman Konsep, Getaran dan Gelombang   ABSTRACT   The learning process is a teaching and learning activity carried out by teachers and students which is planned and evaluated systematically, so that learning objectives are achieved effectively and efficiently. In the learning process, it is necessary to understand concepts so that students can solve existing problems. Poor understanding of concepts is caused by students not understanding the concepts they have studied, so they have difficulty understanding new concepts. One of the materials that is difficult to understand in science learning is vibrations and waves. The aim to be achieved in this research is to find out the picture/profile of students' understanding of concepts in vibration and wave material at SMPN 11 Bengkulu City. This research is a type of descriptive research. The population in this study were all students of SMPN 11 Bengkulu City and the sample for this research was all class IX students of SMPN 11 Bengkulu City. Data collection techniques include interviews, tests and documentation. Data analysis techniques include research instruments, instrument analysis and test result analysis. The results of this research are that students' understanding of concepts in class IX of SMP Negeri 11 Bengkulu City is in the medium category with a percentage of 33%. Where there are 17 students with a percentage of 7.6% of students who have a high category of concept understanding. Meanwhile, in the medium category there were 144 students with a percentage of 64.6%. And there were 62 students who received the low category with a percentage of 27.8%, meaning that 62 students did not understand the concept of vibrations and waves.   Keywords: Analysis, Understanding concepts, vibrations and wave

    Pengaruh Penyuluhan Kesehatan P3K Lalu Lintas Terhadap Tingkat Keterampilan Anggota PMR di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda

    Get PDF
    Kejadian gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas sering terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, sehingga diperlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun, kemampuan pertolongan pertama masyarakat, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), masih terbatas terutama dalam penanganan trauma muskuloskeletal seperti fraktur yang membutuhkan tindakan balut bidai untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dampak penyuluhan kesehatan P3K lalu lintas pada tingkat keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda. Metode penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen pada susunan one group pretest-posttest yang mengaitkan 19 partisipan, ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui cara observasi pada tahap pretest dan posttest setelah peserta menerima penyuluhan melalui media PowerPoint, leaflet, demonstrasi, serta simulasi terarah. Analisa data memakai uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan studi memperlihatkan sebelum kegiatan tersebut, sebagian besar responden berada pada tingkat cukup terampil (68,4%), sedangkan sesudahnya meningkat menjadi kategori terampil (73,7%). Hasil uji statistik mengindikasikan terdapat peningkatan dalam keterampilan sesudah diberikan penyuluhan, pada skor p sejumlah 0,000 (<0,05).  Perolehan ini memperkuat bahwasannya penyuluhan kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas serta praktik balut bidai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan anggota palam merah remaja di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda

    Hubungan Self Awareness dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas X

    Get PDF
    Pendahuluan : Mahasiswa keperawatan menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan burnout. Self awareness merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menilai diri sendiri secara baik serta mendalam. Pada mahasiswa keperawatan, rendahnya self awareness dapat berdampak pada kesulitan mengelola stres akademik, menurunnya motivasi belajar sehingga menyebabkan pencapaian akademik yang kurang optimal. Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan dua antara self awareness dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 466 mahasiswa angkatan 2022, 2023 dan 2024 dengan jumlah sampel terdiri dari 215 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data  diperoleh menggunakan kuesioner self-awareness, sedangkan data IPK diperoleh melalui self-report dan data data akademik kampus. Analisis dilakukan menggunakan JASP.  Hasil : self-awareness pada kategori sedang (51,2%), dan mayoritas memiliki IPK dalam kategori cumlaude (82,8%). Uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-awareness dan IPK (r = 0,224; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat self-awareness maka semakin tinggi pula IPK yang diperoleh, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Pembahasan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-awareness berperan dalam pencapaian prestasi akademik mahasiswa keperawatan, namun masih dipengaruhi oleh faktor lain. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk mengembangkan program yang dapat meningkatkan self-awareness mahasisw

    Hubungan Tingkat Kecerdasan Emosional dengan Refusal Skills pada Remaja

    Get PDF
    Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase krusial yang rentan terhadap tekanan sosial dan perilaku berisiko. Pada tahap ini, remaja menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial sehingga kemampuan mengelola emosi dan mengontrol diri menjadi penting untuk mencegah tindakan berisiko. Kecerdasan emosional membantu remaja mengatur emosi dan menghadapi tekanan, sementara kemampuan menolak (refusal skills) diperlukan untuk bersikap tegas terhadap ajakan negatif. Emosi memengaruhi pengambilan keputusan, sehingga pengaturan emosi yang baik berkontribusi pada keputusan yang lebih sehat. Penelitian sebelumnya menunjukkan banyak remaja masih kesulitan mengelola emosi, yang berdampak pada rendahnya kemampuan mereka dalam menolak ajakan negatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecerdasan emosional dan refusal skills. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional serta pendekatan cross-sectional. Sebanyak 268 siswa dipilih secara menggunakan Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala SSEIT untuk mengukur kecerdasan emosional dan Skala STLA-MP untuk mengukur refusal skills. Analisis korelasi menggunakan uji korelasi Spearment’s Rank Correlation Coefficient karena data tidak berdistribusi normal. Penelitian ini juga mematuhi prinsip etika seperti persetujuan sukarela dan kerahasiaan data. Hasil: Analisis uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara kecerdasan emosional dan refusal skills (r=0,258, p<0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan refusal skills pada remaja, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional untuk memperkuat kemampuan remaja dalam menolak perilaku berisiko

    Pendekatan Inovatif dalam Manajemen Ternak: Analisis Perbandingan Good Farming Practices (GFP) dan Inseminasi Buatan (IB) Berbasis Biologi Molekuler: Innovative Approaches in Livestock Management: A Comparative Analysis of Good FarmingPractices and Molecular Biology Based Artificial Insemination

    Get PDF
    Livestock farming is an important sector in meeting the food needs of the community, especially for animal protein from meat and dairy products. Although livestock farming has great potential, livestock productivity still faces significant challenges, including inadequate husbandry systems, technological limitations, and a lack of understanding of reproductive management. In an effort to improve productivity, two approaches that can be applied are Good Farming Practices (GFP) and Artificial Insemination (AI) based on molecular biology. GFP includes principles of feed management, sanitation, livestock health, and a good environment, which are expected to improve livestock welfare and the quality of production results. On the other hand, IB uses advanced technology to improve the genetic quality of livestock and enhance reproductive efficiency, particularly with the integration of molecular biology techniques. This study aims to compare the effectiveness of both approaches in improving livestock productivity. By applying GFP and IB synergistically, it is hoped that the increasing market demand can be met without neglecting animal welfare aspects

    ASSESSMENT OF INDIGENOUS KNOWLEDGE AND PRACTICES IN PROMOTING CONSERVATION IN OPARA FOREST RESERVE IN IWAJOWA LOCAL GOVERNMENT AREA, OYO STATE, NIGERIA

    Get PDF
    This study assessed indigenous knowledge and practices in promoting forest conservation in the Opara Forest Reserve, Iwajowa Local Government Area, Oyo State, Nigeria. A total of 111 respondents were randomly selected from three purposively chosen communities Itasa, Iwere-Ile, and Ilaji. Data were obtained through structured questionnaires and analysed using descriptive statistics and logistic regression . Findings revealed that the majority of respondents were middle-aged and older individuals, with farmers (44%) and hunters (30%) forming the largest occupational groups. Indigenous practices such as rotational harvesting (56%), sacred groves (14%), controlled fire use (21%), and communal labour (45%) were widely employed in forest management. Knowledge transmission occurred mainly through observation and practice (54%), followed by oral tradition (24%). Respondents affirmed the positive impacts of these practices, with 74% reporting improved soil quality, 12% citing increased biodiversity, and 10% observing reduced tree loss. Furthermore, 92% of respondents considered these practices effective or very effective in conserving forests, and 97% agreed that areas managed under indigenous practices exhibited higher biodiversity. However, challenges included declining interest among younger generations (63%), lack of formal recognition (29%), and external pressures such as government regulations (27%) and industrial logging (23%).Despite these constraints, there was overwhelming support for integrating indigenous knowledge into formal forestry policies, with 90% strongly agreeing and 8% agreeing. Anticipated benefits included improved community participation (55%) and increased forest resilience (24%). Suggested solutions included youth education (36%), government recognition (25%), and training forestry officials on indigenous knowledge (66%).  Logistic regression analysis indicated aged 40–59 had significantly higher odds of reporting strong adherence to indigenous practice.The study concluded that indigenous knowledge significantly contributed to forest conservation and biodiversity in Opara Forest Reserve. Sustaining these practices requires institutional recognition, intergenerational knowledge transfer, and co-management frameworks that empower local communities to participate actively in forest governanc

    KAJIAN EKOLOGI FAMILI ARACEAE DI DESA TAMBANG SAWAH TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (TNKS) SPTN WILAYAH VI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU

    Get PDF
    Famili Araceae tergolong dalam suku talasan, yang mencakup tumbuhan darat (terestrial), tanaman merambat yang mengapung di air (akuatik) dan pepohonan (epifit). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologi dan keanekaragaman jenis famili Araceae di Desa Tambang Sawah, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), SPTN Wilayah VI Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling, menggunakan plot berukuran 4 × 4 m di sepanjang lima jalur transek. Data abiotik yang diamati meliputi suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, pH tanah, dan curah hujan, serta pengambilan sampel tanah untuk analisis kimia dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis Araceae yang tergolong dalam 9 genus, terdiri atas 9 jenis terestrial dan 2 jenis epifit, dengan total 254 individu. Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Homalomena cordata (122 individu) dan Homalomena propinqua (54 individu). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 1,71, menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Kondisi lingkungan tempat tumbuh Araceae di lokasi penelitian memiliki ketinggian lokasi 450–700 mdpl yang termasuk dalam kategori hutan dataran rendah. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan sifat kimia tanah (pH 4,6–5,2, tekstur lempung berpasir, serta kadar hara rendah) berpengaruh terhadap sebaran dan pertumbuhan famili Araceae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dasar dalam pengelolaan dan konservasi tumbuhan famili Araceae di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.   Kata kunci: Araceae, Keanekaragaman Jenis, Ekologi, Taman Nasional Kerinci Sebla

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇