Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
KORELASI PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH DAN KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI KABUPATEN MUKOMUKO: KORELASI PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH DAN KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI KABUPATEN MUKOMUKO
This study examines the relationship between financial management, infrastructure availability, and learning service quality in Mukomuko Vocational High Schools using a quantitative correlational approach. Data from purposively selected teachers were collected via questionnaires and analyzed with multiple linear regression. Findings show that effective financial management enhances learning services through efficient budgeting and better facilities. Adequate infrastructure fosters a conducive learning environment and improves learning effectiveness. Transparent financial management and optimal infrastructure development are key to enhancing vocational education qualityPenelitian ini menganalisis hubungan pengelolaan keuangan sekolah dan ketersediaan sarana prasarana terhadap mutu layanan pembelajaran di SMK Negeri Kabupaten Mukomuko. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan regresi linear berganda, data dikumpulkan dari guru melalui kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dan transparan mendukung peningkatan layanan pembelajaran melalui alokasi dana yang efisien. Ketersediaan sarana prasarana yang memadai menciptakan lingkungan belajar kondusif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Transparansi keuangan dan optimalisasi fasilitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Kata kunci: Mutu Layanan Pembelajaran, Pengelolaan Keuangan, Sarana Prasarana, SM
Transformasi Manajemen Sekolah Melalui Kurikulum Merdeka Di Kabupaten Musi Rawas
This study aims to describe the implementation of Merdeka Curriculum in the transformation of school management. This research approach is descriptive quantitative with a survey method. The subjects of this study were principals and teachers in Musi Rawas Regency. The data collection technique was a questionnaire in the form of a Google form. The result of this study is that in the implementation of Merdeka Curriculum, school management transformation occurs, which includes curriculum and learning management transformation, learner management transformation, educator and education personnel management transformation, facilities and infrastructure management transformation, and school environment management transformation, which varies according to the indicators of each dimension
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Keterampilan Menulis Pantun Nasihat Siswa Kelas VII SMP Negeri 04 Kepahiang
Writing pantun is still a difficult skill to master for students at SMP Negeri 04 Kepahiang, especially in writing sampiran and isi as well as difficulties in using rhyme. One of the learning models that is predicted to affect students' pantun writing skills is the project-based learning model. Therefore, the purpose of this study is to determine the effectiveness of the project-based learning model on students' pantun writing skills. The experimental method is used to implement and determine the effectiveness with a pretest-posttest design with one group. The research sample was 25 Class VII A students of SMP Negeri 04 Kepahiang who were selected by purposive sampling. The test used was a performance test for writing advice pantun. Statistical methods for analyzing data include the Shapiro-Wilk test for normality and the t-test. The study found that between the pretest and posttest, participants' scores increased from 49.12 to 77.32 on average. In the project-based learning model, students go through a series of steps including identifying problems through basic questions, creating project designs, creating work plans, implementing and monitoring projects, presenting results for testing, and reflecting and evaluating the experience. The research findings show that the project-based learning paradigm does have an influence on the capacity to write advice pantun. The results show that there is an impact of the project-based learning model on the capacity to create advice pantun. T-count is greater than t-table, which indicates that Ha is accepted and Ho is rejected.Menulis pantun masih menjadi keterampilan yang sulit dikuasai oleh siswa di SMP Negeri 04 Kepahiang terutama dalam menulis sampiran dan isi serta kesulitan dalam penggunaan rima. Salah satu model pembelajaran yang diprediksi dapat mempengaruhi keterampilan menulis pantun siswa yaitu model pembelajaran berbasis proyek. Untuk itu, tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan menulis pantun siswa. Metode eksperimen digunakan untuk menerapkan dan mengetahui efektivitas dengan desain pretest-posttest dengan satu kelompok. Sampel penelitian yaitu siswa Kelas VII A SMP Negeri 04 Kepahiang dengan jumlah 25 yang dipilih secara purposive sampling. Tes yang digunakan yaitu tes unjuk kerja menulis pantun nasihat. Metode statistik untuk menganalisis data meliputi uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji-t. Penelitian menemukan bahwa antara pretest dan posttest, skor peserta meningkat dari 49,12 menjadi 77,32 rata-rata. Dalam model pembelajaran berbasis proyek, siswa melalui serangkaian langkah yang meliputi pengenalan masalah melalui pertanyaan mendasar, membuat desain proyek, membuat rencana kerja, melaksanakan dan memantau proyek, menyajikan hasil untuk pengujian, dan merefleksikan dan mengevaluasi pengalaman tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paradigma pembelajaran berbasis proyek memang memiliki pengaruh terhadap kapasitas untuk menulis pantun nasihat. Hasil menunjukkan bahwa ada dampak model pembelajaran berbasis proyek terhadap kapasitas untuk membuat pantun nasihat. T-hitung lebih besar dari t-tabel, yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak
Pengembangan LKPD Materi Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Studi Keragaman Jenis Capung di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu
Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran seperti bahan ajar dapat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan, dan gaya belajar peserta didik. Salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis lingkungan sekitar adalah di taman wisata alam (TWA) Pantai Panjang Kota Bengkulu. Keragaman capung di TWA Pantai Panjang ini berpotensi sebagai sumber belajar berbasis lingkungan karena lokasi yang masih alami. Potensi ini diharapkan akan membuat peserta didik dapat melihat bentuk nyata materi yang diajarkan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis capung (odonata) di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu untuk menjadi dasar pembuatan LKPD pada materi keanekaragaman hayati tingkat jenis. Jenis penelitian ini adalah R&D (penelitian dan pengembangan). Hasil penelitian di TWA ditemukan 7 spesies capung yaitu Orthetrum sabina, Diplacodes trivialis, Pantala flavescens, Tholymis tillarga, Lathrecista asiatica dan Orthetrum glaucum. Semua jenis capung ini termasuk ke dalam sub ordo Anisoptera famili Libellulidae. Hasil validasi LKPD oleh validator (ahli media, ahli materi dan guru biologi SMA 1 Kota Bengkulu) diperoleh rata-rata 92,5% dengan kriteria sangat valid sehingga LKPD telah dapat diujicobakan sebagai bahan ajar materi keanekaragaman hayati SMA kelas X (sepuluh)
Minat Belajar Siswa Pada Konteks Integratif: Analisis Kondisi Dan Faktor Yang Mempengaruhinya
Penelitian ini bertujuan menganalisis minat belajar siswa dalam konteks integratif, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode campuran (mixed-methods) diterapkan, dengan data kuantitatif diperoleh melalui angket SMIQ dan data kualitatif dikumpulkan dari wawancara dan angket terbuka. Populasi adalah semua siswa kelas XI dan melalui teknik cluster random sampling diperoleh 61 siswa sebagai sampel. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa minat belajar siswa secara keseluruhan tergolong sedang, dengan minat terhadap biologi lebih tinggi dibandingkan matematika dan integrasi biologi-matematika. Sebagian besar siswa merasa biologi lebih menarik, sedangkan matematika dianggap sulit dan tidak menyenangkan. Hasil kualitatif mengungkapkan bahwa metode pembelajaran kontekstual dan interaktif, serta fasilitas seperti taman dan laboratorium, memiliki dampak positif terhadap minat belajar siswa, terutama dalam biologi. Namun, rendahnya frekuensi eksperimen dan kurangnya relevansi integrasi biologi-matematika menjadi tantangan. Kesimpulannya, minat belajar siswa dalam konteks integratif masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan menarik, khususnya dalam mengaitkan biologi dan matematika. Saran yang diajukan mencakup peningkatan frekuensi kegiatan eksperimen, optimalisasi fasilitas sekolah, serta pengembangan strategi pengajaran yang menghubungkan konsep-konsep biologi dan matematika secara kontekstual.Penelitian ini menganalisis minat belajar siswa dalam konteks integratif antara biologi dan matematika, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-methods), dengan data kuantitatif diperoleh melalui angket SMIQ dan data kualitatif dikumpulkan dari wawancara serta angket terbuka. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa minat belajar siswa secara keseluruhan tergolong sedang, dengan minat terhadap biologi lebih tinggi dibandingkan matematika dan integrasi biologi-matematika. Sebagian besar siswa merasa biologi lebih menarik, sedangkan matematika dianggap sulit dan tidak menyenangkan. Hasil kualitatif mengungkapkan bahwa metode pembelajaran kontekstual dan interaktif, serta fasilitas seperti taman dan laboratorium, memiliki dampak positif terhadap minat belajar siswa, terutama dalam biologi. Namun, rendahnya frekuensi eksperimen dan kurangnya relevansi integrasi biologi-matematika menjadi tantangan. Kesimpulannya, minat belajar siswa dalam konteks integratif masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan menarik, khususnya dalam mengaitkan biologi dan matematika. Saran yang diajukan mencakup peningkatan frekuensi kegiatan eksperimen, optimalisasi fasilitas sekolah, serta pengembangan strategi pengajaran yang menghubungkan konsep-konsep biologi dan matematika secara kontekstual
Hubungan Pengetahuan Pencemaran Lingkungan dengan Kesadaran Berperilaku Zero Waste
Pencemaran lingkungan marak terjadi di sekolah karena sebagian siswa masih sering membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang berpotensi menjadi sampah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang pencemaran lingkungan. Pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku. Salah satu perilaku siswa yang berdampak pada lingkungan adalah perilaku zero waste yaitu perilaku mengurangi bahkan menghilangkan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan pencemaran lingkungan dengan kesadaran berperilaku zero waste. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terpilih 124 orang menggunakan teknik simple random sampling. Uji prasyarat menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal dan homogen. Perhitungan koefisien korelasi menggunakan rumus Pearson Product Moment diperoleh nilai sebesar 0,471 yang artinya korelasi dalam kategori sedang. Pengetahuan pencemaran lingkungan berkontribusi sebesar 22,28% terhadap perilaku zero waste. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan pencemaran lingkungan dengan kesadaran berperilaku zero waste.Pencemaran lingkungan marak terjadi di sekolah karena sebagian siswa masih sering membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang berpotensi menjadi sampah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang pencemaran lingkungan. Pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku. Salah atu prilaku siswa yang berdampak pada lingkungan adalah prilaku zero waste yaitu perilaku mengurangi bahkan menghilangkan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dengan perilaku zero waste. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan studi korelasional. Sampel berjumlah 124 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil perhitungan koefisien korelasi menggunakan rumus Pearson Product Moment diperoleh hasilnya 0,471 yang artinya korelasi tergolong sedang. Pengetahuan pencemaran lingkungan memberikan kontribusi sebesar 22,28% terhadap perilaku zero waste. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dengan perilaku zero waste sisw
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF FLIPBOOK BERBANTUAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI KELAS X
The purpose of this study is to produce a viable product in the form of the development of Canva-assisted Flipbook Interactive learning media to increase students' understanding of concepts in global warming material in class X. This research is also to describe the improvement of students' understanding of concepts in global warming materials after using Canva-assisted Flipbook Interactive learning media. The research method used is Research and Development by applying the ADDIE model. The instruments used in this study are questionnaires, observations, interviews and concept comprehension tests. The results of this study show that an average result of 89.58% was obtained in the very feasible category. Based on the results of the N-gain calculation obtained by the Pretest and Posttest, a result of 0.74 is included in the high category. So that it can be summarized based on research that has been conducted at SMA Negeri 2 Kota Bengkulu class X1, namely Interactive Flipbook media assisted by Canva to increase students' understanding of concepts on global warming materials developed is worthy of testing and increasing high understanding of concepts shows that Interactive Flipbook learning media assisted by Canva can improve students' understanding of concepts
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SONGGO LANGIT KOTA BENGKULU
Rendahnya budaya literasi di Indonesia menjadi tantangan yang harus dihadapi sejak pendidikan anak usia dini. PAUD sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program gerakan literasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Songgo Langit Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gerakan literasi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Kegiatan pembiasaan seperti membaca bersama, mendongeng, dan permainan kata. Hal itu dilakukan secara rutin untuk menumbuhkan minat baca, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang didampingi oleh tutor, sehingga pembelajaran ini dapat membuat anak semangat dalam belajar. Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah keberadaan TBM, dukungan aktif orang tua, dan kreativitas guru. Adapun kendala yang dihadapi berupa keterbatasan sarana dan bahan bacaan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada implementasi literasi berbasis TBM dalam konteks pendidikan anak usia dini yang berhasil menciptakan belajar yang menyenangkan dan inklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga, pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi sejak dini
HUBUNGAN SIFAT KUANTITATIF DAN REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KABUPATEN REMBANG
This study aimed to analyze the relationship between quantitative traits and reproduction traits of Ongole grade cows in Rembang Regency. This study was done from May to July 2022. The number of samples used was 224 Ongole grade cows that have given birth at least once. Quantitative traits were obtained by measuring body condition scores (BCS), body length (BL), body height (BH) and chest circumference (CC). The class was based on Indonesian National Standards for Ongole grade cow breeding cattle in 2015 (Class I, II, III and Non-Class). The BCS used is the American system for beef cattle (score 1 to 9). The BL and BH were measured with a measurement stick. The CC was measured using the weight body Round-O (WB Round-O). The reproductive traits measured included service per conception (S/C), calving interval (CI), days open (DO) and estrus postpartum (EPP), which were obtained by observing cattle and interviewing breeders and inseminators. The analysis used was descriptive statistical analysis with averages and percentages and non-parametric analysis of Spearman’s correlation test. This research concludes a significant relationship between quantitative traits and S/C with a very weak negative direction and strength of the relationship.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara sifat kuantitatif dengan sifat reproduksi sapi peranakan Ongole di Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2022. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 224 ekor sapi peranakan Ongole yang telah beranak minimal satu kali. Sifat kuantitatif diperoleh dengan mengukur skor kondisi tubuh (SKB), panjang badan (PB), tinggi badan (Tb), dan lingkar dada (KK). Kelas berdasarkan Standar Nasional Indonesia Sapi Peranakan Ongole tahun 2015 (Kelas I, II, III dan Non Kelas). SKB yang digunakan adalah sistem Amerika untuk sapi potong (skor 1 sampai 9). PB dan Tb diukur dengan tongkat ukur. Kb diukur dengan bobot badan Round-O (WB Round-O). Sifat reproduksi yang diukur meliputi service per conceive (S/C), calving interval (CI), days open (DO) dan estrus post partum (EPP) yang diperoleh dengan cara observasi sapi dan wawancara dengan breeder dan inseminator. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan rata-rata dan persentase serta analisis non parametrik uji korelasi Spearman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sifat kuantitatif dengan S/C dengan arah negatif yang sangat lemah dan kekuatan hubungan yang sangat lemah
Identifikasi Miskonsepsi Materi Sistem Tata Surya Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test dengan Certainty Response Index
Misconceptions are a phenomenon that is often experienced in the learning process, that is important to identify so it doesn't occur continuously. However, in the research that has been conducted regarding misconceptions about the solar system, there has been no research conducted in elementary schools. In addition, the research that has been conducted is only based on interviews without diagnostic tests. This study aimed to identify the level of misconceptions about the solar system material of grade VI students at an elementary school in Trenggalek regency. This research was qualitative research using a three-tier Certainly Response Index. The first tier was conceptual understanding, the second tier was the reason for choosing an answer, the third tier was the student's level of confidence in the previous answer. The results of this study indicated that in general 56.875% of students experience misconceptions. If reviewed from each concept, 65.63% of students experienced misconceptions in solar system concepts, 51.65% of students experienced misconceptions in earth's rotation and revolution concepts, while 50% students experienced misconceptions in eclipse concepts. Meanwhile, if reviewed from each question, misconceptions occur in question number 10 about determining the characteristics of the sun with a percentage of 81.25% with a high misconception category. The results of this identification are expected to be used as a reference for designing learning materials on the solar system.Miskonsepsi merupakan fenomena yang sering dialami dalam proses belajar sehingga penting untuk diidentifikasi agar tidak terjadi secara berkelanjutan. Namun, dalam penelitian yang telah dilakukan terkait miskonsepsi sistem tata surya, belum ada penelitian yang dilakukan di sekolah dasar. Selain itu, penelitian yang telah dilakukan hanya berdasarkan wawancara tanpa tes diagnostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat miskonsepsi materi sistem tata surya siswa kelas VI pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa tes diagnostic miskonsepsi berbentuk pilihan ganda 3 tingkatan (three-tier certainly response index). Tingkatan pertama adalah pemahaman konsep, kedua adalah alasan memilih jawaban, ketiga adalah tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum 56,875% siswa mengalami miskonsepsi yang digolongkan pada miskonsepsi sedang. Ditinjau dari masing-masing sub-konsep, 65,63 % siswa mengalami miskonsepsi pada sub-konsep tata surya, 51,65% siswa mengalami miskonsepsi pada sub konsep rotasi dan revolusi bumi, dan 50% mengalami miskonsepsi pada sub-konsep gerhana. Ditinjau dari butir soal, miskonsepsi terjadi pada soal nomor 10 tentang menentukan karakteristik matahari dengan persentase sebesar 81, 25% dengan kategori miskonsepsi tinggi. Hasil identifikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang pembelajaran materi sistem tata surya