Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
1097 research outputs found
Sort by
Elemen Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Citra Lembaga
Pemasaran perlu dilakukan lembaga pendidikan untuk memberikan kepuasan terhadap masyarakat. Dalam memasarkan pendidikan, sekolah diharapkan membuat program-program unggulan sehingga masyarakat tertarik untuk memilih sekolah tersebut. Jenis metode penulisan artikel ini adalah kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu studi kepustakaan atau library research. Penulis mencari dan mengumpulkan informasi mengenai gejala konsumerisme, elemen bauran pemasaran, fungsi marketing dan citra atau image pada Lembaga Pendidikan dari sumber-sumber Pustaka yaitu artikel-artikel jurnal Nasional dengan kata kunci “bauran pemasaran, jasa Pendidikan, dan citra lembaga Pendidikan”. Tujuan dalam penulisan artikel ini adalah menjelaskan gejala konsumerisme, elemen bauran pemasaran, fungsi marketing dan citra atau image pada Lembaga Pendidikan. Pentingnya memahami bauran pemasaran jasa Pendidikan dengan baik sehingga dapat berdampak positif pada pertumbuhan dan keberlanjutan Lembaga Pendidikan itu sendiri dalam meningkatkan citra Lembaga, membangun reputasi yang kuat di mata masyarakat ataupun pemangku kepentingan
Efektivitas Konseling Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik assertive training untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran berupa skala pengumpulan data sebagai teknik pengumpulan data. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah. Enam siswa dengan nilai komunikasi interpersonal rendah dijadikan sampel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa menerima treatment konseling kelompok menggunakan teknik assertive training, komunikasi interpersonal mereka meningkat. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji Wilcoxon bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,028. Diketahui bahwa nilai 0,028 lebih kecil dari 0,05 maka dapat diartikan Ha diterima dan H0 ditolak. Dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan komunikasi interpesonal siswa dari hasil pre-test dan post-test, sehingga konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo
OPTIMALISASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Program Pendidikan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh fasilitas Pendidikan yang tersedia dan berfungsi sesuai kebutuhan. Jenis metode penulisan artikel ini adalah kualitatif, pendekatan yang digunakan yaitu studi kepustakaan atau library research. Penulis mencari dan mengumpulkan informasi mengenai manajemen sarana dan prasarana Pendidikan dari sumber-sumber Pustaka meliputi artikel jurnal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian manajemen sarana dan prasarana Pendidikan, tujuan dan prinsip sarana dan prasarana dan ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana Pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan serta factor penghambat dan solusi hambatan tersebut. Keberhasilan program pendidikan baik formal maupun nonformal dipengaruhi oleh manajemen sarana dan prasarana yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal
Have MSMEs in Indonesia Focused on Business Sustainability? The Influence of Environmental Orientation, Technology Implementation, Green Marketing, and Innovation Capability
The aim of this study is to determine the factors that impact MSMEs\u27 sustainability practices and the degree to which they concentrate on business sustainability in Indonesia. This study used a quantitative research approach and collected survey data from MSMEs in Indonesia operating in various industries totaling 350 samples. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was used for data analysis to assess the relationship between variables. The study discovered that a focus on the environment, the application of technology, and green marketing greatly improve an organization\u27s capacity for innovation, which in turn has a favorable impact on the sustainability of the firm. MSMEs are more likely to develop and maintain their business practices over time if they invest in green marketing techniques, use cutting-edge technologies, and give priority to environmental issues. In order to attain sustainability, MSMEs should include technology, marketing, and environmental initiatives into their fundamental business operations, according to the research. It is recommended that policymakers provide incentives, subsidies, and training programs to MSMEs in order to encourage the adoption of technology and green marketing. Support like this can encourage sustainable practices throughout the industry and close the digital divide. This study offers insightful information about the combined effects of environmental orientation, technology adoption, and green marketing on MSMEs in Indonesia\u27s capacity for innovation and long-term viability of their businesses. It gives helpful suggestions for boosting MSMEs\u27 sustainability and emphasizes the crucial role that innovation plays in converting these elements into sustainable business practices
Analisis Hak dan Kewajiban Konsumen Penerbangan: Strategi Peningkatan Kepatuhan Hukum Penumpang terhadap Syarat dan Ketentuan Penerbangan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban konsumen dalam industri penerbangan secara menyeluruh dan mendalam dengan fokus pada identifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan penumpang terhadap syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan dan regulasi penerbangan. Melalui analisis yang mendalam terhadap literatur, regulasi penerbangan, serta studi kasus, penelitian ini menyajikan pemahaman yang komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara penumpang dan maskapai penerbangan dalam konteks hak dan kewajiban mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat dan ketentuan penerbangan memainkan peran krusial dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan teratur. Selain itu, strategi-strategi seperti peningkatan edukasi dan sosialisasi, penegakan hukum yang tegas, peningkatan kualitas layanan, pengembangan teknologi informasi, dan kerjasama antara semua pemangku kepentingan diidentifikasi sebagai langkah-langkah penting untuk meningkatkan kepatuhan penumpang. Implikasi dari temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan dan praktik terbaik dalam industri penerbangan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan udara yang lebih aman, nyaman, dan memuaskan bagi semua pihak yang terlibat
Juridical Analysis of The Formation of Government Regulation Number 26 of 2023 Concerning Management of Sedimentation Products in the Sea
This research was motivated by the enactment of Government Regulation (PP) Number 26 of 2023 concerning Management of Marine Sedimentation Products where when the PP came into force, its implementation was considered fragile because it did not refer to higher statutory regulations such as Law Number 12 of 2011 concerning Formation of Legislative Regulations (UU No. 12/2011), where many coastal communities were not asked for consideration during the process of drafting the PP. This research aims to find out and analyze first, the formation of Government Regulation Number 26 of 2023 concerning Management of Sedimentation Products in the Sea according to Law No.12/2011. Second, Indonesia\u27s maritime territorial boundaries need to be considered considering the results of sedimentation across national borders. This research uses normative legal research methods with a regulatory and contextual approach. The research results concluded that, first, based on Law no. 12/2011 only fulfills some of the principles of the formation of statutory regulations and does not fulfill meaningful community participation because affected communities were not involved at all in the formation of PP No. 26/2023. Second, Singapore cannot claim the area resulting from the reclamation that it has carried out because based on Article 60 paragraph (8) UNCLOS 1982, artificial islands, installations and buildings do not have island status, so they do not have their own sea area, and even their existence does not affect the boundaries, territorial sea, exclusive economic zone or continental shelf
Polemik Kepailitan dan PKPU yang Terkait dengan Tindak Pidana dalam Perspektif Tujuan Hukum dan Maqasid Syariah
Penyelesaian perkara perdata khususnya kepailitan dan PKPU seringkali dihadapkan dengan banyaknya tantangan yang terjadi di lapangan, khususnya apabila perkara tersebut berhadapan dengan perkara pidana. Tujuan dari kepailitan dan PKPU dalam hal memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada kreditor atas pemenuhan hak-haknya seolah harus dikesampingkan karena sifat dari kepentingan umum dalam hukum pidana yang lebih didahulukan, seperti dalam perkara Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) dan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji bagaimana polemik mengenai perkara kepailitan dan PKPU yang terkait dengan tindak pidana jika ditinjau dari perspektif tujuan hukum menurut Gustav Radbrugh dan maqashid syariah menurut Al-Ghazali. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier sebagai data utama. Adapun metode analisis dan pemaparan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa polemik perkara kepailitan dan PKPU yang terkait dengan tindak pidana baik dari perspektif tujuan hukum menurut Gustav Radbrugh dan maqashid syariah tidak terletak pada aspek putusan pidananya melainkan pada aspek implementasi pelaksanaan putusan pengadilannya yang belum mencerminkan aspek kemanfaatan berdasarkan tujuan hukum dan aspek kemashlahatan berdasarkan aspek maqashid syariah
Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Atas Penggunaan Dan Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan Provinsi Banten Pada Wilayah Kerja Pembangunan (WKP) I
Penelitian ini mengkaji indeks kepuasan masyarakat dalam penggunaan dan pemanfaatan bagian - bagian jalan di wilayah Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi layanan perizinan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten terhadap penggunaan dan pemanfaatan bagian - bagian jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai indeks kepuasan masyarakat pada penggunaan dan pemanfaatan bagian - bagian jalan Provinsi WKP I pada Dinas PUPR Provinsi Banten dengan menggunakan prosedur perizinan online dengan nama Sistem Pelayanan Izin Elektronik Terbuka (SIPEKA) pada tahun 2022 memiliki nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) yaitu sebesar 3,32 atau setara dengan 82,98 dengan kinerja unit pelayanan baik. Hasil indeks tersebut menunjukan bahwa Dinas PUPR Provinsi Banten telah memberikan pelayanan publik yang baik dalam hal penggunaan dan pemanfaatan bagian - bagian jalan di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan
Kata kunci: Kepuasan Masyarakat, Pelayanan Publik, Bagian-Bagian Jala
Reformasi Birokrasi melalui Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Diskominsta Kota Magelang
Optimisme Pemerintah Kota Magelang dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang efektif dan efisien terus dilakukan dengan meningkatkan kinerja organisasi sektor publik. Reformasi Birokrasi dalam Penerapan SPBE menjadi salah satu kunci dari terselenggaranya pemerintahan yang mengutamakan pada partisipasi masyarakat. Diskominsta Kota Magelang selain berfokus pada pemanfaatan SPBE untuk pelayanan publik, juga haru memperhatikan integrasi proses layanan guna mendukung proses administrasi yang transparan, cepat, dan akuntabel. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, seperti persepsi, motivasi, dan perilaku. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Diskominsta Kota Magelang telah memenuhi persyaratan peningkatan Indeks SPBE. Pemeliharaan rutin jaringan, aplikasi, dan keamanan informasi dilakukan untuk menjaga keberlanjutan, keandalan, dan keamanan infrastruktur teknologi. Terdapat kendala yang dihadapi dalam mengelola pelayanan publik digital di Diskominsta Kota Magelang yaitu kurang anggaran yang terbatas, keterbatasan sumber daya manusia, dan peralatan yang tidak mengikuti perkembangan zaman.
Kata kunci: Reformasi Birokrasi; Penerapan SPBE; Diskominsta Kota Magelan
Motif Cerita Rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang: Kajian Sastra Bandingan Model Stith Thompson
Cultural context cannot be separated from society. Today the existence of folklore is growing. Starting from the development of technology, entertainment media and communication media. Each region has an undocumented oral cultural richness. Sometimes folklore develops only in its native area and is less developed in other areas. Thus, the preservation of folklore is necessary to preserve and disseminate the values to the next generation. Many folktales that develop in various regions often bring up similarities, one of which is the similarity of story motifs. The similarity of folklore motifs can be seen in the folklore of Roro Jonggrang with the folklore of Putri Pinang Masak about the rejection of a love story that results in disappointment and anger of the main character. This study aims to find motifs contained in the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang. An element of the story consists of several motives depending on the point of view in considering the motives. This research is a research using qualitative methods. Research methods applied to analyze motifs in the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang. Comparison of folklore motifs using the model of Stith Thompson on the Folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang found 35 motifs. The data consists of: 13 similarity motifs & 7 Putri Pinang Masak folklore motifs and 15 different Roro Jonggrang folklore motifs