Institut STIAMI Online Journal System (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia)
Not a member yet
2340 research outputs found
Sort by
Pengembangan Usaha Bandeng Presto Desa Pantai Sederhana Muara Gembong Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Digital Marketing
Usaha budidaya tambak ikan bandeng dilihat secara teoritis dapat memberikan prospek sisi ekonomi yang lebih menjanjikan, karena mengingat ikan bandeng hingga saat ini tetap menjadi komoditas budidaya ikan yang paling banyak diproduksi dan juga dikonsumsi di Indonesia. Berdasarkan data dari KKP, pada tahun 2014 yang lalu, produksi bandeng Indonesia tercatat sebesar 600.000 ton. Sementara pada tahun 2015 ditargetkan produksi bandeng bisa naik menjadi 800.000 ton.dari hasil pelatihan yang sudah dilakukan menghasilkan Teknologi yang telah diterapkan berupa teknologi pengolahan produk olahan ikan bandeng menjadi bandeng presto dan bandeng isi pada kelompok mitra. produk bandeng presto dan bandeng isi yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian, sudah cukup baik dan mempunyai potensi untuk pengembangan usaha produk olahan ikan bandeng , dan mengaktifkan masyarakat untuk mengembangkan penganekaragaman produk olahan ikan bandeng menjadi produk yang bernilai ekonomi dengan memahami teknologi yang telah diberikan dalam penyuluhan, pelatihan serta pendampinga
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SIRUKIM DALAM RANGKA PENINGKATAN PENERIMAAN RETRIBUSI SEWA UNIT HUNIAN DAN UNIT USAHA DI UNIT PENGELOLA RUMAH SUSUN II PERIODE TAHUN 2023 JAKARTA UTARA
Payment of rental levies for residential units and business units was previously done manually. This has the potential to reduce revenue and reduce the quality of service provided to residents. The research method used is qualitative approach. The results showed that the Flat Management Unit II in improving the efficiency and effectiveness of various sectors, including the housing sector. In Indonesia, one of the technological innovations applied to support the flat management is the Sistem Informasi Rumah Susun dan Komersial (SIRUKIM) application
Analisis Evaluasi Penerapan Tarif Efektif Rata-Rata PPh Pasal 21 dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi di KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan
The government has officially released new regulations which serve as guidelines for implementing income tax deductions Article 21 and/or Article 26. These guidelines are contained in Minister of Finance Regulation (PMK) Number 168 of 2023. PMK Number 168 of 2023 replaces PMK Number 252 of 2008 which as well as being a derivative of Government Regulation (PP) Number 58 of 2023. The latest calculation scheme with the Average Effective Rate (AER) is for income received as of January 1, 2024. This research is intended to evaluate the application of calculating WHT Article 21 using the Average Effective Rate (AER) in increasing individual taxpayer compliance at KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, to evaluate the obstacles faced in implementing the calculation of WHT Article 21 using the Average Effective Rate (AER) and to evaluate efforts to overcome obstacles in implementing the calculation of Income Tax Article 21 using the Average Effective Rate (AER). This research uses a qualitative descriptive method by carrying out initial analysis by collecting data which is processed into simpler data. The techniques and data collection in this research are by means of interviews, observation, documentation and determining informants. The results of the research show that in the evaluation of the implementation of WHT Article 21 calculations using the Average Effective Rate (AER) in increasing individual taxpayer compliance at KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, there was a 6.07% decrease in the WPOP compliance level between the period January to June 2023 and the period January to June 2024. The results of research on the obstacles faced in implementing the calculation of WHT Article 21 using the Average Effective Rate (AER) are that there is a new system as of January 1 2024, namely e-Bupot WHT 21 which needs adaptation. Meanwhile, the results of the latest research on efforts to overcome obstacles in implementing the calculation of Income Tax Article 21 using the Average Effective Rate (AER) are by carrying out massive outreach to all levels of society in various ways and through various media
Pengaruh Sikap Wajib Pajak, Pemahaman Wajib Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Non Pegawai Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi baik secara parsial maupun simultan seberapa besar pengaruh sikap wajib pajak, pemahaman wajib pajak dan system administrasi pajak modern terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi non pegawai pada KPP Pratama Serpong. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang bersifat asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada KPP Pratama Serpong. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak reklame berjumlah 8.458 orang dengan rumus slovin diperoleh sample sebanyak 382 orang Adapun Penelitian dilakukan, dari bulan Januari 2023 sampai dengan Juli 2023. Hasil riset menunjukan bahwa Sikap wajib pajak termasuk dalam kategori sangat baik dan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 44,2% secara positif dan signifikan dengan derajat korelasi kuat. Pemahaman wajib pajak termasuk dalam kategori sedang dan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 29% secara positif dan signifikan dengan derajat korelasi sedang. Sistem Administrasi Pajak Modern termasuk dalam kategori baik dan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 42,6% secara positif dan signifikan dengan derajat korelasi kuat. Kepatuhan wajib pajak termasuk dalam kategori baik. Secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dan signifikan sikap wajib pajak, kesadaran wajib pajak dan pemahaman wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dengan kontribusi sebesar 38,5% dengan derajat korelasi kua
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Lingkungan Kerja, dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada Percetakan PT Ardevon Jakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan komunikasi terhadap kinerja karyawan (Studi Kasus Di PT Ardevon Jakarta). Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Teknik random sampling jenis pengambilan sampel probabilitas setiap orang seluruh populasi target yang memiliki kesempatan sama untuk dipilih, pemilihan sampel ini dilakukan secara acak. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji t, dan Uji F. Koefisien Determinasi Parsial, dan Koefisien Determinasi Simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Variabel gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja,dan komunikasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Ardevon, Jakart
Implementasi Kebijakan PMK 172/2023 Tentang Dokumentasi Transfer Pricing dalam Meningkatkan Transparansi Pelaporan Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia
The phenomenon of this research is the realization of economic growth being hindered in terms of tax revenue, one of which is tax evasion through transfer pricing practices. This study analyzes the implementation of transfer pricing documentation regulation in improving transparency and taxpayer compliance in Indonesia. This research method uses a type of qualitative descriptive research. The data source consists of interview results from informants directly involved in transfer pricing documentation. The results of this study indicate (1) the implementation of PMK 172/2023 has successfully improved compliance and the quality of transfer pricing reporting in Indonesia. (2) The response from tax authorities shows a strong commitment to providing in-depth and targeted guidance to taxpayers. (3) Entities as Drivers of the Implementation of PMK 172/2023, there has been a significant increase in the number of transfer pricing reports prepared by taxpayers, and Entities as Barriers to the Implementation of PMK 172/2023 include the complexity of the transfer pricing documentation process that must meet various requirements such as Master File, Local File, and Country-by-Country Report.. The recommendations in this study are to strengthen socialization and guidance, enhance the consistency of supervision, and simplify the process of transfer pricing documentation administration
Tingkat Prosentase Kepatuhan Pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) Non-Usaha dengan diterapkan Sistem e-Filling di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Cakung Tahun 2019-2023
Laporan tugas akhir ini membahas tentang tingkat prosentase kenaikan kepatuhan pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi non usaha dengan diterapkan sistem e filling di KPP Pratama Jakarta Cakung periode tahun 2019-2023, kendala serta solusinya. Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, s.t.d.t.d UU no 6 tahun 2023 dan Per 02/PJ/2019. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode kualitatif dimana penulis melakukan wawancara dengan pejabat KPP Pratama Jakarta Cakung untuk mengumpulkan data. Dari hasil pengamatan penulis bahwa tingkat prosentase kenaikan kepatuhan Lapor SPT Wajib Pajak Orang Pribadi non usaha di KPP Pratama Jakarta Cakung meningkat dengan diterapkan sistem e filling. Hambatannya server DJP Online down pada akhir pelaporan dan masih ada WPOP yang belum memahami e filling dan upaya dengan sosialisasi dan relawan pajak
Business Model Canvas Analysis of the Pexita MSME’s Community in Bekasi: A Case Study in Muslimadani
Muslimadani, a micro, small, and medium enterprise (MSME), specializes in the production and marketing of men’s clothing, including koko shirts, sirwal, robes, and kurtas for children, adolescents, and adults. This study aims to identify and analyze the challenges, constraints, and potential solutions within Muslimadani’s business model canvas. A descriptive qualitative method was employed. The main issues faced by Muslimadani include rapidly shifting fashion trends and intense competition in both local and online markets such as TikTok, Shopee, Lazada, and Tokopedia. The Business Model Canvas framework is applied to examine key business components: customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structure. Muslimadani operates three physical outlets located in Tanah Abang Market (Central Jakarta), Umair Store (Malang), and Goro Assalam Wholesale Center (Solo), and actively markets its products through various online platforms. Through a combined analysis of the Business Model Canvas, STP (Segmentation, Targeting, and Positioning), and SWOT, this study suggests that Muslimadani has the potential to enhance sales and broaden its market share by strategically targeting the right customer segments and positioning its products effectivel
Audit Sistem Pos Kafe Batas Menggunakan Framework Cobit 2019
(Audit of the Cafe Boundary System Using the Cobit 2019 Framework)
Sistem Point of Sale (POS) berperan penting dalam mendukung kegiatan operasional bisnis seperti transaksi, manajemen stok, dan pelaporan keuangan. Namun, implementasi sistem POS di Kafe Batas masih menghadapi kendala berupa pemanfaatan fitur yang belum optimal dan tidak adanya evaluasi kinerja secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit tata kelola sistem POS menggunakan framework COBIT 2019 guna mengidentifikasi kesenjangan kapabilitas dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan COBIT 2019 yang mencakup Goals Cascade, Design Factors, serta pengukuran tingkat kapabilitas proses. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan pengguna sistem POS di Kafe Batas. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat kapabilitas saat ini dan kondisi yang diharapkan, terutama pada fitur manajemen stok dan laporan keuangan. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pelatihan pengguna, optimalisasi fitur sistem POS, serta penerapan evaluasi berkala. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan tata kelola teknologi informasi pada usaha kecil dan menengah serta menjadi dasar bagi peningkatan efektivitas sistem informasi di masa depan.
Abstract
The Point of Sale (POS) system plays a vital role in supporting business operations, including transactions, inventory management, and financial reporting. However, the POS system implementation at Kafe Batas still faces challenges such as underutilized features and the absence of regular performance evaluations. This study aims to audit the governance of the POS system using the COBIT 2019 framework to identify capability gaps and provide improvement recommendations. The research employs a COBIT 2019-based approach involving Goals Cascade, Design Factors, and process capability measurements. Data were obtained through questionnaires and interviews with POS users at Kafe Batas. The results indicate a gap between the current capability level and the expected state, especially in inventory management and financial reporting modules. Recommendations include improving user training, optimizing POS features, and conducting periodic evaluations. This research contributes to the practical development of IT governance for small and medium enterprises and serves as a reference for enhancing the effectiveness of information systems in business operations.Sistem Point of Sale (POS) berperan penting dalam mendukung kegiatan operasional bisnis seperti transaksi, manajemen stok, dan pelaporan keuangan. Namun, implementasi sistem POS di Kafe Batas masih menghadapi kendala berupa pemanfaatan fitur yang belum optimal dan tidak adanya evaluasi kinerja secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit tata kelola sistem POS menggunakan framework COBIT 2019 guna mengidentifikasi kesenjangan kapabilitas dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan COBIT 2019 yang mencakup Goals Cascade, Design Factors, serta pengukuran tingkat kapabilitas proses. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan pengguna sistem POS di Kafe Batas. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat kapabilitas saat ini dan kondisi yang diharapkan, terutama pada fitur manajemen stok dan laporan keuangan. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pelatihan pengguna, optimalisasi fitur sistem POS, serta penerapan evaluasi berkala. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan tata kelola teknologi informasi pada usaha kecil dan menengah serta menjadi dasar bagi peningkatan efektivitas sistem informasi di masa depan.
 
Pengaruh Inovasi Layanan, Kompetensi Pegawai dan Komunikasi terhadap Kualitas Pelayanan di Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kelurahan Kayu Manis
This research aims to evaluate the extent to which service innovation, employee competence, and communication influence service quality at the Investment Management and Integrated One-Stop Service Unit of Kayu Manis Urban Village. The research method uses a quantitative approach through a questionnaire distributed to service recipients at the Investment Management and Integrated One-Stop Service Unit of Kayu Manis Urban Village during the period of January - September 2024. The sample determination was formulated using the Taro Yamane formula, resulting in a sample of 90 respondents. The data collected were analyzed using SPSS statistical program. The results indicate that, partially, service innovation and employee competence do not significantly influence service quality, contributing only 8.57% and 8.74%, respectively, with a 5% standard error. However, communication has a significant influence on service quality, contributing 63.70%. Simultaneously, all three variables significantly impact service quality, with an R-square value of 88.6%, indicating that service innovation, employee competence, and communication collectively account for 88.6% of the variation in service quality, while the remaining 11.4% is influenced by other factors outside the research