Institut STIAMI Online Journal System (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia)
Not a member yet
2340 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan Pelayanan Electronic Customs Declaration (E-CD) dalam Upaya Meningkatkan Pengawasan Atas Barang Penumpang di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta
Electronic Customs Declaration (E-CD), adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh DJBC yang menggunakan internet E-CD hadir untuk mengatasi berbagai kelemahan dalam sistem deklarasi manual yang seringkali lambat dan kurang efisien. Namun sering kali ditemukan ada beberapa penumpang yang terlihat bingung dan tidak mengetahui ketentuan yang berlaku hingga membuat proses pengawasan menjadi secara manual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi dan mengevaluasi Efektivitas Implementasi Kebijakan Pelayanan Electronic Customs Declaration (E-CD) Dalam Upaya Meningkatkan Pengawasan Atas Barang Penumpang Di Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Implementasi kebijakan pelayanan electronic customs declaration (E-CD) dalam upaya meningkatkan pengawasan terhadap barang penumpang di Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta belum dapat berjalan dengan baik walaupun pembentukan kebijakan pelayanan electronic customs declaration (E-CD) di rasa sudah tepat karena sistem ini membantu petugas dalam melakukan pengawasan jauh lebih praktis dan cepat jika di bandingkan dengan keadaan sebelumnya adanya kebijakan ini dan dalam ruang lingkup pelayanan baik secara internal maupun eksternal sistem E-CD selalu di dukung untuk di kembangkan karena adanya sistem ini pelayanan pengawasan pemeriksaan barang penumpang jauh lebih efektif, cepat efisien dan tidak memerlukan waktu lama. Namun dalam pelaksanaanya masih ditemukan adanya penumpang yang tidak menginput data ke sistem electronic customs declaration (E-CD) dengan sebenarnya sementara sistem belum sepenuhnya mampu mendeteksi kesalahan dalam jenis data lain yang mungkin terkait dengan penumpang atau barang bawaan kemudian target kebijakan belum tepat karena beberapa penumpang belum mengetahui dan memahami adanya sistem electronic customs declaration (E-CD)
Pengaruh Price Discount Dan Fashion Involvement Terhadap Impluse Buying Pada Pengguna Tiktok Shop Kota Jakarta
This study aimed to find out the tendency of impulse buying among the people of the city of Jakarta and to find out whether there was an influence of impulsive buying on price discounts and fashion involvement. This research employed two independent variables, namely Price Discount (X1), Fashion Involvement (X2), and Impulse Buying as the dependent variable (Y). The formulation of the problem in this research included, among other things, finding out how Discount and Fashion Involvement influenced Impulse Buying and examining how TikTok users viewed impulse buying decisions made by Jakarta city residents. This research used quantitative methods. The data collection was carried out using a questionnaire distributed to 150 respondents in Jakarta. This questionnaire was given to Jakarta city residents who used the TikTok application. This research used data collection techniques, namely Incidental Sampling. The analysis was carried out by processing data using SPSS 26 for Windows. Then, the instrument was tested using validity and reliability testing and continued with classical assumption and hypothesis testing. This research found a significant and positive influence between online promotions (X1) and purchasing decisions (Y) of 0.441 or 44.1%. There was a substantial and positive influence between price perceptions (X2) and buying decisions (Y) of 0.323 or 32.3%. There was a significant and positive influence between online promotions (X1) and price perceptions (X2) on purchasing decisions(Y) of 0.439 or 43.9
Pengaruh Pembiayaan Murabahah Dan Pendampingan Usaha (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) BTPN Syariah Terhadap Perkembangan UMKM Di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi
The purpose of this study was to examine the impact of Murabaha Financing and Business Assistance provided by BTPN Syariah on the development of MSMEs in Sukatani Subdistrict, Bekasi Regency. A quantitative research methodology with a descriptive approach was used, where data were gathered through questionnaires distributed to 97 MSME customers of BTPN Syariah. Data analysis was conducted using multiple linear regression with IBM SPSS version 27. The findings showed that Murabaha Financing (X1) has a positive and significant effect on MSME Development (Y) by 72.4%. Business Assistance (X2) also had a positive and significant impact on MSME Development (Y) by 71.1%. When combined, Murabaha Financing (X1) and Business Assistance (X2) account for 78.0% of the positive and significant influence on MSME Development (Y) in Sukatani Subdistrict, with the remaining 22% being attributed to other factors not explored in this study
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kepercayaan, Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Raca Lele Di Tambun Utara
This study investigated the impact of service quality, trust, and price on customer satisfaction in the culinary enterprise Raca Lele, located in North Tambun. The research was prompted by recent fluctuations in customer volume and profitability observed by the business. A quantitative research design was adopted, employing a survey method with data collected through closed-ended questionnaires administered to 60 customers of Raca Lele. Data analysis was conducted using multiple linear regression, complemented by t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis, with the support of IBM SPSS version 26. The results revealed that, both individually and collectively, service quality, trust, and price exerted a positive and significant influence on customer satisfaction. These findings underscored the importance of enhancing service quality, building customer trust, and implementing competitive pricing strategies as critical components in fostering and maintaining customer satisfaction. The study offered practical implications for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) seeking to develop effective strategies for improving service delivery and customer experience
ANALISIS PERANAN MOTIVASI KERJA DALAM UPAYA PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI BIDANG PRASARANA PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA BEKASI
This study aims to analyze the role of work motivation in an effort to improve the performance of employees in the Infrastructure Sector at the Bekasi City Transportation Service. This research method is descriptive analysis with a qualitative approach. This research was carried out in the work environment of the Infrastructure Sector at the Bekasi City Transportation Service by selecting 7 (seven) informants who were considered to represent the entire population. Data collection techniques used in this study were direct field observations, interviews and documentation. The results showed that work motivation has an effect on efforts to improve the performance of employees in the Infrastructure Sector at the Bekasi City Transportation Service. The higher the work motivation given by the leadership, the higher the employee\u27s performance will increase
Collaborative Governance dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabuparen Garut
(Collaborative Governance in Efforts to Accelerate Stunting Reduction in Garut Regency)
Tingginya angka stunting di Kabupaten Garut mendorong pemerintah daerah melakukan kolaborasi lintas sektor sebagaimana amanat Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Namun, angka stunting di Kabupaten Garut kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan-tahapan collaborative governance dalam proses kolaborasi penanganan stunting di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara, dengan teknik penentuan informan dilakukakn secara purposive, Teori yang digunakan adalah teori collaborative governance yang dikembangkan oleh Morse dan Stephens (2012) yang terdiri atas empat tahapan: assessment, initiation, deliberation, dan implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi belum berjalan dengan optimal dengan adanya berbagai kendala di setiap tahapannya, seperti ketidaksesuaian pemangku kepentingan, keterbatasan sumber daya, kurangnya aturan dasar kolaborasi, dan hambatan dalam tata kelola serta keberlanjutan program.
Abstract
The high rate of stunting in Garut Regency has prompted the local government to engage in cross-sector collaboration as mandated by Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction. However, the stunting rate in Garut Regency has increased again in 2023. This study aims to analyze the stages of collaborative governance in the process of collaboration in handling stunting in Garut Regency. The method used is qualitative with a case study type, with data collection through documentation and interviews, using purposive informant selection techniques. The theory used is Morse and Stephens\u27 (2012) collaborative governance, which consists of four stages: assessment, initiation, deliberation, and implementation. The results of the study show that the collaboration process has not been optimal, with various obstacles at each stage, such as stakeholder incompatibility, limited resources, lack of basic collaboration rules, and obstacles in governance and program sustainability. These findings provide recommendations for improving collaboration governance so that efforts to reduce stunting can be more effective and sustainable.Tingginya angka stunting di Kabupaten Garut mendorong pemerintah daerah melakukan kolaborasi lintas sektor sebagaimana amanat Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Namun, angka stunting di Kabupaten Garut kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan-tahapan collaborative governance dalam proses kolaborasi penanganan stunting di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara, dengan teknik penentuan informan dilakukan secara purposive, Teori yang digunakan adalah teori collaborative governance yang dikembangkan oleh Morse dan Stephens (2012) yang terdiri atas empat tahapan: assessment, initiation, deliberation, dan implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi belum berjalan dengan optimal dengan adanya berbagai kendala di setiap tahapannya, seperti ketidaksesuaian pemangku kepentingan, keterbatasan sumber daya, kurangnya aturan dasar kolaborasi, dan hambatan dalam tata kelola serta keberlanjutan program
Analisis Kepatuhan Perpajakan untuk Sektor UMKM dengan Jenis Usaha Jasa Penitipan Motor di Stasiun Depok, Citayam, dan Bojong Gede Tahun 2025
(Analysis of Tax Compliance for MSMEs in the Motorcycle Parking Service Sector at Depok, Citayam, and Bojong Gede Stations in 2025)
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) engaged in motorcycle parking services around Depok, Citayam, and Bojong Gede Stations play an important role in supporting commuter mobility. The increasing number of daily transportation users has driven the growth of these businesses, making them a significant source of income for local MSME operators. This study aims to analyze the level of tax compliance among MSMEs in this sector during 2025 and to identify the factors that influence it. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected from 15 business operators through short interviews.
The findings indicate that tax compliance levels among respondents vary considerably. A portion of the operators have not yet fulfilled their tax obligations properly. Only those who are already subject to the Final Income Tax (PPh Final) were found to have submitted their Annual Tax Returns, while the remaining respondents still lack understanding of their tax obligations and are unfamiliar with the applicable tax regulations.
Abstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang jasa penitipan motor disekitar stasiun Depok, Citayam, dan Bojong Gede memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas para komuter, meningkatnya jumlah pengguna transportasi harian mendorong berkembangnya usaha tersebut sehingga menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi pelaku UMKM setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepatuhan pajak UMKM pada sektor ini selama tahun 2025 serta mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data dari 15 pelaku usaha melalui wawancara singkat. hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pajak para responden masih bervariasi, sebagian pelaku usaha masih belum memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik, hanya pelaku usaha yang sudah memenuhi syarat pajak penghasilan final saja yang sudah melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan, sisanya masih belum paham kewajiban perpajakan bahkan tidak tau sama sekalitentang aturan yang berlakuABSTRAK
Usaha MIkro, Kecil dan Menengah atau yang Masyarakat lebih mengenal dengan singkatan UMKM sangat berperan penting dalam menunjang perekonomian di Indonesia, di wilayah tergolong Urban dan sub urban dengan aktifitas para pekerja yang sangat tinggi, dimana para pekerja yang bekerja di kota Jakarta namun berdomisili di daerah depok, citayam dan bojong gede sangat lah banyak. Ini terbukti dengan sangat banyaknya jumlah pekerja yang menaiki kereta komuter line dari bogor ke Jakarta, dibalik kesibukan para pekerja yang berdomisili di bogor, citayam dan depok, ada satu jenis usaha yang sangat subur di wilayah tersebut yaitu jasa penitipan motor, yang mana jasa tersebut sangat memudahkan para pekerja untuk mobilitas dari rumah menuju stasiun kereta api dengan cara memarkirkan motor di tempat penitipan motor yang berada di sekitar stasiun, meskipun jasa parkiran motor itu bertumbuh pesat dan berkontribusi dalam perekonomian, sektor usaha ini masih menghadapi permasalahan dan tantangan khususnya dalam hal kepatuhan perpajakan, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis Tingkat kepatuhan perpajakan pada para pelaku UMKM, untuk mengetahui Tingkat kepatuhan tersebut, penulis membagi tiga indicator, Pertama, Pengetahuan para pelaku UMKM tentang cara perhitungan pajak terutang atas UMKM, Kedua, Pengetahuan para pelaku UMKM tentang cara menyetor pajak terutang, Ketiga, pengetahuan para pelaku UMKM tentang tatacara pelaporan SPT secara mandiri
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey membagikan kuesioner secara tersusun, selain itu penulis juga melakukan wawancara langsung kepada 15 pelaku UMKM yang melakukan kegiatan usaha jasa penitipan motor yang tersebar di wilayah sekitar stasiun depok lama, stasiun citayam dan stasiun bojong gede, berdasarkan hasil penelitian menunjukan data bahwa Sebagian besar para pelaku UMKM yang melakukan kegiatan jasa penitipan motor masih belum paham atas kewajiban perpajakannya, pelaku UMKM tidak memahami cara perhitungan pajak terutang atas usaha jasa penitipan motor yang mereka lakukan, selain itu juga para pelaku UMKM banyak merasa kebingungan mengenai tatacara penyetoran pajak melalui e-bangking atau kanal pembayaran pajak lainnya, selain itu para pelaku UMKM tidak memahami dan tidak mengetahui tentang kewajiban pelaporan SPT khusus UMKM, selain kendala- kendala tadi, para pelaku UMKM juga merasa kurangnya sosialisasi dari Kantor Pelayanan Pajak dan ini mejadi indikator utama penyebab rendahnya pemahaman perpajakan untuk para pelaku UMKM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu adanya komunikasi keberlanjutan dari Kantor Pelayanan Pajak
Kata Kunci: Kepatuhan Pajak, UMKM, Pajak Final, Penitipan Motor, Depok Lama, Citayam, Bojong Gede.
 
Pengaruh Motivasi, Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Puskesmas Karangbahagia Di Kabupaten Bekasi
Performance is the qualitative and quantitative work results carried out by an employee in carrying out his work in accordance with the responsibilities given. Performance refers to the services provided or the results of work, both in terms of quality and quantity of work and can be billed according to the role of the employee in an organization or company and the employee\u27s ability to complete his work. This study aims to evaluate the influence of motivation, workload and work environment on employee performance at the KarangBahagia Health Center in Bekasi Regency. The population in this study was conducted on KarangBahagia Health Center employees totaling 32 ASN. The sample studied was 30 ASN employees. The sampling technique used in this study was Saturated Sampling. Data were collected through interviews and questionnaires. This type of research is associative quantitative research or research that asks about the relationship between two or more variables. The relationship used in this study is causal. A causal relationship is a cause and effect relationship consisting of independent variables (variables that influence) and dependent variables (variables that influence). This research process is deductive and the technique used is inferential statistics.The results of the study indicate that motivation and work environment have a positive and significant effect on the performance of employees at the KarangBahagia Health Center. In other words, the better the motivation and work environment, the better the performance of the employees. While at the KarangBahagia Health Center, workload has a negative and significant effect on employee performance. In other words, the more the workload increases, the lower the employee performance will be. Things that need improvement include the need for rewards such as bonuses and promotions for employees who excel to increase employee motivation, the use of effective work standards to reduce the burden on employees in carrying out their work, such as the availability of complete work equipment to support their performance. It is hoped that further research will not only focus on the factors studied in this study, namely motivation, workload and work environment, but also add other factors that may affect employee performance
Pengaruh Ekstensifikasi, Intensifikasi, dan Modernisasi Administrasi Perpajakan Terhadap Tingkat Efektivitas Penerimaan Pajak di KPP Pratama Tenggarong
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstensifikasi pajak, intensifikasi pajak, dan modernisasi administrasi perpajakan terhadap tingkat efektivitas penerimaan pajak di KPP Pratama Tenggarong. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerimaan pajak sebagai sumber utama pendanaan pembangunan di Indonesia, yang dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rendahnya kepatuhan wajib pajak, kurangnya sosialisasi, dan sistem administrasi perpajakan yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, di mana populasi penelitian adalah seluruh pegawai yang terlibat dalam operasional perpajakan di KPP Pratama Tenggarong. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstensifikasi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat efektivitas penerimaan pajak. Upaya memperluas basis pajak melalui pendaftaran wajib pajak baru terbukti meningkatkan potensi penerimaan pajak secara signifikan. Intensifikasi pajak memberikan kontribusi paling dominan terhadap efektivitas penerimaan pajak. Implementasi teknologi informasi, seperti e-filing, e-billing, dan sistem administrasi berbasis digital, memberikan kemudahan bagi wajib pajak sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi perpajakan. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa kombinasi ekstensifikasi, intensifikasi, dan modernisasi administrasi perpajakan secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas penerimaan pajak. Sinergi ketiga strategi ini memungkinkan pencapaian yang lebih optimal dalam pengelolaan perpajakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memberikan rekomendasi strategis bagi KPP Pratama Tenggarong untuk terus memperkuat ekstensifikasi, intensifikasi, dan modernisasi administrasi perpajakan, guna meningkatkan efektivitas penerimaan pajak dan mendukung pembangunan nasional
Pengaruh Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan
Direktorat Prasarana merupakan suatu instansi yang mengelola penyediaan prasarana kereta agar berjalan dengan baik. Untuk dapat melakukan tugas tersebut dibutuhkan kepemimpinan yang baik, pengembangan karir yang jelas, serta komitmen organisasi sehingga kinerja pegawai diperoleh secara maksimal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. Namun demikian hasil observasi menunjukan kepemimpinan pengembangan karir, komitmen oganisasi belum optimal sehingga diduga mengakibatkan kinerja pegawai belum optimal. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh kepemimpinan, pengembangan karir dan komitmen organisasi dan baik parsial masing-masing variabel atau simultan secara bersama- sama terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuatitatif yang bersifat asosiatif. Maksud dari penelitian kuantitatif asosiatif adalah suatu penelitian yang mencari hubungan antara satu variable dengan variable yang lain. Penelitian ini dilakukan di Kantor Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Adapun Penelitian dan pengamatan dilakukan, dari bulan Mei 2024 hingga bulan Agustus 2024. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan 59 responden, dan teknik analisis data menggunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS version 25. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.