E-Journal Universitas Muria Kudus
Not a member yet
4686 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media Flashcard dan Materi dari Situs A Cup of French dalam Pembelajaran Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Perancis
This study aims to: 1) outline the steps for integrating flashcards and materials from the A Cup of French website into teaching students how to write simple French sentences; 2) assess students's proficiency in writing simple French sentences pre and post using these resources; and 3) explore students's feedback on using these resources. The research utilized a pre-experimental approach with a One-Group Pretest and Posttest Design, employing tests and questionnaires as instruments. The sample comprised 24 students from a vocational high school (SMKN) in Bandung. The study identified the following steps for utilizing flashcards and A Cup of French materials: 1) presenting and explaining the learning material; 2) allowing students to pick shuffled flashcards related to the material; 3) having students write simple French sentences based on the flashcards in their notebooks; 4) giving students each turns to write their answers on the board; and 5) correcting any mistakes or inaccuracies. Data analysis revealed that the average pretest score was 81.6%, while the posttest average increased to 93.1%, reflecting an improvement of 11.5%. These results fall into the "excellent" category, with a mastery level between 76% and 99%. Additionally, questionnaire feedback indicated that the use of flashcards encouraged students to practice French writing more frequently. In conclusion, integrating these media significantly enhances students's French writing skills.Tujuan penelitian ini untuk: 1) menguraikan langkah-langkah penggunaan media flashcard dan materi dari situs A Cup of French dalam pembelajaran menulis kalimat sederhana bahasa Perancis; 2) mengidentifikasi kemampuan menulis kalimat sederhana bahasa Perancis siswa sebelum dan setelah penggunaan media tersebut; dan 3) memperoleh informasi mengenai tanggapan siswa tentang media flashcard dan materi dari situs A Cup of French. Peneliti menerapkan metode pre-experimental dengan One-Group Pretest dan Posttest Design serta instrumen penelitian berupa tes dan angket. Sampel penelitian ini yakni 24 orang siswa dari salah satu SMKN di Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, langkah-langkah penggunaan media flashcard dan materi dari situs A Cup of French dalam pembelajaran menulis kalimat sederhana bahasa Perancis, yaitu: 1) Penjelasan dan penyampaian materi yang akan dipelajari; 2) Pemberian kesempatan untuk mengambil salah satu flashcard yang sudah diacak dengan materi yang sudah disampaikan; 3) Penulisan jawaban flashcard dengan kalimat sederhana bahasa Perancis di buku masing-masing; 4) Pemberian giliran untuk menuliskan jawaban di papan tulis; 5) Pengoreksian jawaban yang salah dan kurang tepat. Hasil analisis data tes menunjukkan nilai rata-rata pretest siswa sebesar 81,6% dan nilai rata-rata posttest sebesar 93,1%, sehingga terdapat kenaikan nilai rata-rata tes siswa sebesar 11,5%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori baik, karena tingkat penguasaan siswa berada dalam interval 76% - 99%. Melalui hasil analisis angket, diperoleh informasi bahwa media flashcard dapat membantu memudahkan siswa untuk lebih sering berlatih menulis bahasa Perancis. Dengan demikian, penggunaan media tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis bahasa Perancis siswa
Aku Mampu Bertahan: Peran Dukungan Sosial dan Spiritualitas Meningkatkan Resiliensi pada Dewasa Awal
Resilience is one of the important qualities that individuals in early adulthood need to possess, especially when facing various challenges and uncertainties in life. This study aims to examine the role of spirituality and social support in enhancing resilience among early adults. Using a quantitative approach, involved 292 participants selected through convenience sampling. All participants were Indonesian citizens aged 18-30 years. Data were collected using questionnaires consisting of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS), the Attitudes Related to Spirituality Scale (ARES), and the Adult Resilience Measure-Revised (ARM-R). Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results of the study indicate that spirituality and social support collectively contribute to increased resilience (p < 0.001), with a combined contribution of 75,5%. Furthermore, partial regression analysis shows that both spirituality and social support individually contribute to resilience, with social support contributing 39,9% and spirituality contributing 35,6%. This study confirms that individual resilience is influenced by a combination of internal and external factors, namely spirituality as an internal factor and social support as an external protective factor. This research enriches the study of resilience in early adulthood by highlighting the synergy between psychosocial factors and spirituality within the Indonesian cultural context.
Resiliensi merupakan salah satu hal penting yang perlu dimiliki individu di dewasa awal yang tengah mengalami berbagai tantangan serta ketidakpastian dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran spiritualitas dan dukungan sosial dalam meningkatkan resiliensi pada individu dewasa awal. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 282 partisipan yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Seluruh partisipan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan rentang usia 18-30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS), Attitudes Related to Spirituality Scale (ARES), dan Adult Resilience Measure-Revised (ARM-R). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas dan dukungan sosial berkontribusi secara bersama-sama terhadap peningkatan resiliensi (p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 75,5%. Selain itu, analisis regresi secara parsial menunjukkan bahwa spiritualitas dan dukungan sosial juga berkontribusi dalam peningkatan resiliensi, dengan kontribusi sebesar 39,9% untuk dukungan sosial dan 35,6% untuk spiritualitas. Penelitian ini memberikan penegasan bahwa resiliensi individu dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, yaitu spiritualitas sebagai sumber daya psikologis internal dan dukungan sosial sebagai faktor protektif eksternal. Secara ilmiah, penelitian ini memperkaya kajian resiliensi pada dewasa awal dengan menyoroti sinergi antara faktor psikososial dan spiritualitas dalam budaya Indonesia
Peran Parenting Self-efficacy Terhadap Parental Burnout pada Ibu Tunggal Bekerja
This study aims to examine the effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers. Parental burnout is a condition that working single mothers are particularly vulnerable to, as they must simultaneously fulfill dual roles. The pressure from job demands and parenting responsibilities can trigger emotional exhaustion, feelings of detachment, and a decline in effectiveness in their parenting role. Parenting self-efficacy is known to be one of the factors that can help single mothers cope with parenting challenges. This study is a non-experimental quantitative research that involves two variables: Parental Burnout and Parenting Self-Efficacy. A total of 389 participants were involved in this study, with the following criteria: a) working single mothers, b) having children aged 5 to 12 years, and c) living in the same household as the child. Logistic regression analysis showed a significant negative effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers, with an influence of 67.9%. This indicates that the higher the level of parenting self-efficacy in working single mothers, the lower the likelihood of experiencing parental burnout. Practically, the results suggest the importance of interventions and programs aimed at strengthening parenting self-efficacy to reduce parental burnout in working single mothers.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja. Parental burnout merupakan kondisi yang rentan dialami oleh ibu tunggal yang bekerja karena harus menjalankan peran ganda secara bersamaan. Tekanan dari tuntutan pekerjaan serta tanggung jawab pengasuhan anak dapat memicu kelelahan emosional, kejenuhan, dan penurunan efektivitas dalam peran sebagai orang tua. Parenting self-efficacy diketahui dapat menjadi salah satu faktor yang membantu ibu tunggal dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen, dengan menggunakan dua variabel yaitu variabel Parental Burnout dan Parenting Self-efficacy. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 389 partisipan dengan kriteria; a) Ibu tunggal bekerja, b) memiliki anak usia 5 -12 tahun, c) tinggal dirumah yang sama dengan anak. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan terdapat pengaruh negatif dan signifikan parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja sebesar 67,9%. Artinya, semakin tinggi parenting self-efficacy pada ibu tunggal yang bekerja, maka kemungkinan mengalami parental burnout akan semakin rendah. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi dan program penguatan parenting self-efficacy untuk menekan risiko parental burnout pada ibu tunggal bekerja
Pengaruh Pemahaman Perpajakan dan Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Niat Membayar Pajak Sebagai Variabel Mediasi Pada UMKM Dengan Kredit Perbankan di Desa Wisata Kasongan
UMKM berperan dalam pembangunan ekonomi nasional yang menjadi potensi sumber penerimaan negara dari sektor perpajakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemahaman dan sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM gerabah di Desa Wisata Kasongan, dengan niat membayar pajak sebagai variabel mediasi. Dari 74 UMKM, hanya 8 (10,81%) yang memiliki NPWP, dan 68 pelaku usaha (91,89%) pelaku usaha yang memiliki kredit bank di atas Rp50 juta. Sampel 60 responden dipilih secara purposive sampling. Analisis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi pajak dan niat membayar pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan, sedangkan pemahaman pajak berpengaruh positif namun tidak signifikan. Niat membayar memediasi pengaruh sosialisasi pajak, tetapi niat membayar pajak tidak memediasi pengaruh pemahaman pajak terhadap kepatuhan. Temuan menegaskan pentingnya sosialisasi dan edukasi pajak yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan sukarela UMKM di Kasongan
Students' Speaking Skills Using Digital Story Telling Media At The University Level
The purpose of this study is to describe the speaking skills of third semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program using digital storytelling media. And describe what factors influence the ability of third semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program using digital storytelling media. The method used in this study is a descriptive method. The population in this study were 45 third semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program. The sample in this study was all 45 third semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program. The research method is a descriptive method. Based on the results of the analysis of the abilities of third semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program in this study, the average score was 75.66 in speaking using digital storytelling media. This can be interpreted that third semester students have the category of being able to speak using digital storytelling media
An Analysis of Floating Maxim in “It Ends With Us†Movie: Qualitative Research
An adaptation of Colleen Hoover's novel, "It Ends with Us" centers on domestic violence and the characters Ryle Kincaid and Lily Bloom. Considering the increasing prevalence of domestic violence in society, this research intends to examine how the film violates the maxims of the cooperative principle by using qualitative research techniques to determine the most frequent violations. The data in this analysis comes from dialogue that occurs between characters, which includes interactions that contain violations of maxims, such as the maxims of quantity, quality, relevance, and manner. The data for this study are gathered and analyzed using a qualitative descriptive method. The study examines flouting maxim in a movie using Grice's (1975) approach. It demonstrates how character routinely break the rule of relations by talking about unrelated subjects. Additionally, the maxim of manner is regularly broken, frequently in tandem with maxim of relation. There are 28 findings of flouting the quality maxim and 18 data of violating the quantity maxim
Difficulties Faced Twelfth-grade Students of SMK PGRI 1 Kudus in Speaking English
Speaking is the process of expressing ideas, thoughts, emotions, or information through oral communication, serving as a key tool for exchanging messages between individuals. Speaking can be particularly difficult for English language learners to master because it needs not only the ability to pronounce words correctly, knowledge of vocabulary and grammar (linguistic), but also anxiety, a lack of practice opportunities, and insufficient exposure to actual spoken English can all limit the learning process (non-linguistic). This study aims to investigate the difficulties students have when learning English, particularly focusing on improving their speaking skills, and the techniques they use to overcome those difficulties.The study uses a case study research design and a qualitative approach and focuses on twelfth-grade Beauty and Spa major students at SMK PGRI 1 Kudus during the 2024/2025 academic year. The sample group consists of 27 students from the XII KS 1 class, with data collected through questionnaires and interviews.The findings indicate that students' motivation to learn English speaking improves when they receive positive support from peers, teachers, and family. Common struggles include fluency issues, difficulties in expressing thoughts, using correct tenses, and communicating clearly in English. To address these difficulties, students employ various strategies, such as using language-learning apps, participating in English clubs, watching English media with subtitles, and practicing independent speaking through self-narration and recordings. To further enhance their speaking skills, students can engage in activities like taking courses, joining extracurricular activities, using both school-provided and online English learning apps, and actively practicing speaking
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Self Efficacy dalam Pembelajaran Matematika
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen self efficacy dengan menggunakan Rasch Model. Responden pada penelitian ini merupakan siswa SMA berjumlah berjumlah 347 orang. Hasil analisis instrumen self-efficacy menggunakan model Rasch ditinjau berdasarkan aspek-aspek unidimensionalitas, analisis butir item (termasuk tingkat kesulitan dan kesesuaian butir item), serta analisis keseluruhan instrumen. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha mencapai 0,90, yang tergolong dalam kategori sangat baik. Selain itu, nilai person reliability tercatat sebesar 0,88, yang termasuk dalam kategori baik, dan nilai item reliability sebesar 0,98, yang berada pada kategori istimewa. Dengan hasil tersebut dapat dikatakan instrumen self-efficacy dapat digunakan dalam pembelajaran matematika
LITERATURE REVIEW: IOT-BASED GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM FOR MONITORING SOIL CHEMICAL PROPERTIES IN OIL PALM PLANTATIONS
Oil palm has a crucial role in the National economy, where its productivity depends on the soil chemical properties of the soil. In practice, monitoring methods carried out using conventional methods can be time-consuming and expensive. Therefore, a more efficient approach is needed. By reviewing previous research, this study highlights the latest developments, challenges, opportunities, and future directions in utilising the Internet of Things and Geographic Information Systems for monitoring soil chemical properties in oil palm plantations, thereby supporting more productive and sustainable management. The descriptive method was applied in this literature review research to 26 relevant articles selected from various publication databases, covering the time frame from 2020 to 2024. This study examines the development of IoT sensors for monitoring soil parameters, including humidity, pH, and temperature, in real-time, as well as the application of GIS for spatial analysis and data visualization. The results highlight the significant potential of integrating IoT and GIS to provide efficient real-time data and spatial analysis, thereby supporting more precise land management and informed decision-making, particularly concerning soil fertility and fertilizer use
OPTIMASI HYPERPARAMETER PADA XGBOOST UNTUK PREDIKSI KUALITAS UDARA DI KOTA URBAN INDONESIA
Polusi udara di kota-kota urban Indonesia telah menjadi tantangan lingkungan kritis dengan dampak serius terhadap kesehatan publik dan keberlanjutan ekosistem. Maka pengembangan sistem prediksi kualitas udara yang cepat dan akurat (seperti Indeks Standar Pencemar Udara/PSI) sangat esensial sebagai mekanisme peringatan dini dan dasar pengambilan kebijakan mitigasi. Metode ensemble machine learning, khususnya Extreme Gradient Boosting (XGBoost), menunjukkan potensi unggul dalam menangani kompleksitas dan non-linearitas data polutan di lingkungan urban. Kinerja maksimal model XGBoost sangat bergantung pada penentuan hyperparameter optimal. Penelitian prediksi kualitas udara yang berfokus pada wilayah Indonesia sering kali belum mengimplementasikan strategi optimasi yang mendalam, sehingga membatasi akurasi prediktif model terhadap dinamika polusi lokal. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan hyperparameter model XGBoost menggunakan kerangka kerja Bayesian Optimization Optuna untuk meningkatkan performa prediksi kualitas udara. Data historis kualitas udara, termasuk konsentrasi polutan utama dan parameter meteorologi, digunakan untuk melatih dan mengevaluasi model. Optimasi dilakukan dengan membandingkan model XGBoost yang disetel melalui Optuna dengan model XGBoost baseline serta model Random Forest sebagai pembanding. Evaluasi kinerja menggunakan metrik regresi standar, termasuk Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Error (MAE). Hasil penelitian ditemukan optimasi hyperparameter secara substansial meningkatkan robustnes dan akurasi model XGBoost. Model XGBoost yang dioptimalkan oleh Optuna mencapai nilai RMSE terendah dan R-squared tertinggi, yang membuktikan superioritasnya dibandingkan model baseline dan pembanding. Temuan ini menegaskan peran optimasi otomatis dalam menghasilkan sistem prediktif kualitas udara yang presisi. Model XGBoost yang diusulkan dapat diadopsi oleh otoritas lingkungan sebagai alat operasional yang efektif untuk manajemen kualitas udara berbasis data di kota urban Indonesia