Jurnal Universitas Djuanda (Unida)
Not a member yet
    1912 research outputs found

    PEMETAAN POTENSI KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KOTA BATU

    No full text
    Horticulture is the agricultural subsector that is mostly occupied by farmers, this can be seen from the amount of land use for horticulture which is more dominant than other agricultural subsectors, according to the Department of Agriculture and food security, the horticulture sector has a planting area of ​​6449,758 hectares with a total area of ​​6449,758 hectares. As many as 71 horticultural commodities are cultivated, Batu City is one of the areas in East Java that relies on the agricultural sector for its economic development, but Batu City does not yet have a clear picture of the specifications for leading commodities, especially the horticulture sub-sector. The analytical tool that can be used to determine base and non-base commodities is Location Quotient (LQ) analysis, while the tool used to classify the growth of each commodity can use Shift Share Analysis (SSA), then the results of the two analyzes are combined with the Batu City geographic map using the technique Overlay so as to produce a map of Batu City's leading commodities. With the focus of research on every sub-district in Batu City, this is because the sub-district is an integral part of the city

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Program P2L (Pekarangan Pangan Lestari)

    Full text link
    This study aims to find out the characteristics of the Bogor City Peasant Women's Group (KWT), find out the level of performance of the Bogor City KWT, and find out the factors that affect the performance of the Bogor City KWT. This study was conducted in March - April 2022. This research was carried out in Bogor City, namely at KWT Berkah MBR-Katulampa Bogor Timur, KWT Karya Cilendek Bogor Barat, KWT Sereh Wangi Genteng Bogor Selatan, KWT Nusa Indah Tegal Gundil Bogor Utara, KWT Srikandi Tanah Sereal. The respondents in this study were 35 respondents. Data analysis uses descriptive analysis and multiple linear regression analysis with SPSS. The characteristics of respondents were seen from age, land area, land status, education level, experience, and membership period. The level of performance in this study by looking at the function of the farmer group (a medium / learning vehicle, cooperation vehicle, and business unit) is relatively high (average score is 55,76). Simultaneously or Test F together indicates that there is an influence with the value of F Calculate > F Table which is 121,979 > 2.53. The results of the T-test (Partial) variable X which influences the Variable Y (Performance) are X1 (Experience), X2 (Level of Education), and X4 (Counseling). A multiple linear regression equation is Y = 26,203 + 1,185 X1 + 0.110 X2 + 0.272 X3 + 0.885 X4 + 0.547 X5

    Framework Model Green-Techno Sociopreneur Ternak Maggot untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Panti Sosial DKI Jakarta

    Full text link
    Panti asuhan sosial di wilayah DKI Jakarta perlu ditingkatkan kemandiriannya sehingga bisa bertransformasi dari cost center menjadi sebuah lembaga yang mandiri secara ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan sebuah bisnis dengan konsep bisnis yang ramah lingkungan dan mempunyai dampak positif terhadap masyarakat sekitar (community empowerment). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah framework implementasi bisnis dengan konsep green techno sociopreneur melalui ternak Maggot. Ini merupakan implementasi konsep waste to value, dimana merubah sampah organik menjadi Maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak berprotein tinggi. Hal ini akan mengatasi permasalahan sampah pada panti sosial dan masyarakat sekitar secara signifikan, sehingga akan berdampak terhadap penanggulangan masalah lingkungan secara global. Penelitian ini juga berbasis pemanfaatan teknologi tepat guna dengan melakukan redesign mesin pencacacah sampah dengan sistem knock down. Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa bisnis ternak Maggot ini mempunyai dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi semua pihak (akademisi dan praktisi) untuk mengimplementasikan sebuah framework model bisnis green techno sociopreneur yang mengkombinasikan konsep green business model dengan pengembangan teknologi tepat guna

    THE EFFECT OF SUPPLEMENTATION EXTRACT OIL HABATUSSAUDA (Nigella sativa) ON MALE MICE REPRODUCTION (Mus musculus): PENGARUH SUPLEMENTASI EKSTRAK MINYAK HABATUSSAUDA (Nigella sativa) TERHADAP REPRODUKSI MENCIT JANTAN (Mus musculus)

    No full text
    The increased of free radicals and DNA damage in spermatozoa may effected to male fertility, so we need antioxidant component to prevent the damage. Habbatussauda (Nigella sativa) is a herbal indicated to improved spermatogenesis function. This study was aimed to get information about Habbatussauda suplementation effect on mice testicle function. Thirty six male mice of 4 week aged were divided into four group, each group consists of nine mice. Group I was negative control (received aquadest), group II (received 0.1 ml Habbatussauda oil extract), group III (received 0.2 ml Habbatussauda oil extract), and group IV (received 0.3 ml mixed of Habbatussauda oil extract and honey). This treatment during for two month, and the mice were euthanized and necropsied for collection testis organ as sample. The sample was processed to prepare histology slides with Hematoxylin-Eosin stain. The parameters observed include to count on and differenciate of the spermatogenic cells, Sertoli cell, and Leydig cell using software Image J®. Qualitative data were analyzed with SPSS® software with ANOVA test and followed by Duncan test. The result showed that Habbatussauda caused increasing of spermatogenic cells, Sertoli cell, and Leydig cell on group II, III, and IV which were significant (P<0.05) with the negative control group.Peningkatan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada DNA spermatozoa yang dapat memengaruhi fertilitas pria. Habatussauda (Nigella sativa) merupakan salah satu herbal yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi spermatogenesis melalui pencegahan kerusakan DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai efektivitas pemberian Habatussauda terhadap fungsi organ reproduksi mencit jantan melalui gambaran histologi testis. Sebanyak 36 ekor mencit jantan berusia 4 minggu dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, sehingga dalam setiap kelompok perlakuan terdiri dari 9 ekor mencit. Kelompok I adalah kontrol negatif (diberikan aquadest), kelompok II (diberikan 0,1 ml ekstrak minyak Habatussauda), kelompok III (diberikan 0,2 ml ekstrak minyak Habatussauda), dan kelompok IV (diberikan 0,3 ml campuran ekstrak minyak Habatussauda dan madu). Perlakuan diberikan selama 2 bulan, kemudian mencit dieuthanasi dan dikoleksi organ testisnya. Sampel organ testis dibuat menjadi preparat histologi dan diwarnai menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Parameter yang diobservasi adalah jumlah dan diferensiasi sel-sel spermatogenik, sel Sertoli, dan sel Leydig dengan menggunakan perangkat lunak Image J®. Selanjutnya data kualitatif dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS® versi 20 dengan menggunakan uji ANOVA dan diikuti oleh uji lanjut Duncan. Hasil menunjukan bahwa pemberian ekstrak minyak Habatussauda menyebabkan peningkatan jumlah sel-sel spermatogenik, sel Sertoli, dan Sel Leydig pada kelompok perlakuan II, III, dan IV secara signifikan (P<0,05) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif

    PENGGUNAAN PAKAN NON KONVENSIONAL TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER: THE USE OF FERMENTED NON-CONVENTIONAL FEED IN RATIONS ON THE ORGANOLEPTICAL VALUE OF BROILER MEAT

    Full text link
    This study aims to determine the effect of non-conventional fermented feed substitution in rations on the sensory properties of broiler chicken meat. It was held from May to June 2017 which was located in the poultry pens of the Department of Animal Husbandry, Juanda University, Bogor. Tests for proximate analysis of palm kernel meal, coconut meal, tofu dregs, and cassava were carried out at the Laboratory of the Center for Biological Resources and Biotechnology Research, Bogor Agricultural University, while the sensory test for broiler chicken meat was carried out at the Sartika Laboratory, Djuanda University, Bogor. This study used 24 chickens. The research design used was a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. The feed used consists of R0 = 100% basic feed, R1 = 90% basic feed + 10% fermented non-conventional feed, R2 = 75% basic feed + 25% fermented non-conventional feed, R3 = 60% basic ration + 40% unconventional fermented feed, R4 = 45% basic feed + 55% fermented non-conventional feed, R5 = 30% basic feed + 70% non-conventional feed. Meat samples were taken from the breast to test the sensory quality of the meat. The variables observed were the sensory properties of the meat consisting of aroma, color, tenderness, taste and juiceness. The organoleptic assessment was carried out by hedonic test and hedonic quality, the assessment was carried out by 25 semi-trained panelists. Based on the results of the study that substitution of basic feed with fermented non-conventional feed in rations on consumption acceptability including aroma, taste, tenderness, juiceness and texture can maintain the sensory quality of broiler chicken meat.    Pemanfaatan limbah yang berasal dari pertanian dan perkebunan mempunyai potensi digunakan dan dikembangkan sebagai campuran pakan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sensori daging ayam broiler dengan subtitusi pakan dasar dan pakan non konvensonal terfermentasi dalam ransum. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150 ekor day old chick (DOC) ayam broiler. Kandang yang digunakan pada penelitian ini sistem litter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu R0 = 100%pakan dasar, R1 = 90% pakan dasar + 10% pakan non konvensional terfermentasi, R2 =75% pakan dasar + 25% pakan non konvensional terfermentasi, R3= 60% ransum dasar + 40% pakan non konvensional terfermentasi, R4 = 45% pakan dasar + 55% pakan non konvensional terfermentasi, R5 =30% pakan dasar + 70% pakan non konvensional terfermentasi. Analisis data diuji menggunakan Uji Kruskal-Wallis dengan bantuan aplikasi SPSS. Peubah yang di amati kualitas sensori daging ayam broiler meliputi aroma, warna, keempukan, rasa dan juiceness. Uji sensoris dilakukan dengan uji hedonik dan mutu hedonik, penilaian dilakukan oleh panelis semi terlatih. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian subtitusi pakan dasar dengan pakan non konvensional terfermentasi dalam ransum terhadap daya terima konsumsi meliputi, aroma, rasa, keempukan, juiceness dan tekstur dapat mempertahankan kualitas sensori daging ayam broiler.   &nbsp

    PERFORMA BROILER STRAIN CP 707 DAN STRAIN MANGGIS (AM 888) YANG DIPELIHARA PADA KANDANG POSTAL DOUBLE DECK SISTEM SEMI-CLOSE HOUSE: PERFORMANCE OF BROILER STRAIN CP 707 AND MANGOSTEEN STRAIN (AM 888) MAINTAINED IN POSTAL DOUBLE DECK CAGES OF SEMI-CLOSE HOUSE SYSTEM

    Full text link
    Broiler strains are breeding results produced by breeding farms for certain economical purposes. Each type of broiler strain certainly has different advantages, so it will have an impact on the resulting performance. This study aims to determine the performance of broiler strain CP 707 and mangosteen strain (AM 888) which are kept in postal double deck cages with a semi-close house system. The materials in this study are broiler strain CP 707 and mangosteen strain (AM 888) which are raised in postal double deck cages with a semi-close house system, a population of 22,000 heads / cage and commercial feed types SB 8108 and TOP 8118 P.  This research was carried out for 21 days on the broiler farm of Mr. Rahmatullah Rosidin Galih B and C with a double deck postal cage type in Kidin Village, Kibin District, Serang Regency, Banten. The method used in this study is survey and observation (direct observation in the field) to retrieve data related to broiler performance. The variables observed in this study were feed intake, weight gain, feed conversion ratio (FCR) and depletion. The data obtained are analyzed descriptively. The results showed that the performance of broiler strain CP 707 was better than the mangosteen strain (AM 888). This is because broilers of the CP 707 strain are obtained the amount of feed intake, higher body weight gain, as well as a lower feed conversion ratio (FCR) and depletion rate compared to broilers of the mangosteen strain (AM 888).  Strain broiler merupakan hasil pemuliabiakan yang dihasilkan oleh breeding farm untuk tujuan ekonomis tertentu. Masing-masing jenis strain broiler tentunya memiliki keunggulan yang berbeda, sehingga akan berdampak terhadap performa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa broiler strain CP 707 dan strain manggis (AM 888) yang dipelihara pada kandang postal double deck dengan sistem semi-close house. Bahan dalam penelitian ini yaitu broiler strain CP 707 dan strain manggis (AM 888) yang dipelihara pada kandang postal double deck dengan sistem semi-close house, populasi 22.000 ekor/kandang serta pakan komersial jenis SB 8108 dan TOP 8118 P.  Penelitian ini dilaksanakan selama 21 hari pada peternakan broiler Bapak Rahmatullah Rosidin Galih B dan C dengan tipe kandang postal double deck di Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei dan observasi (pengamatan secara langsung di lapangan) untuk mengambil data yang berkaitan dengan performa broiler. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan (feed intake), pertambahan bobot badan, feed convertion ratio (FCR) dan deplesi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa broiler strain CP 707 lebih baik daripada strain manggis (AM 888). Hal ini karena broiler strain CP 707 diperolah jumlah konsumsi pakan (feed intake), pertambahan bobot badan yang lebih tinggi, serta feed convertion ratio (FCR) dan tingkat deplesi yang lebih rendah dibandingkan broiler strain manggis (AM 888)

    Strategi Pengembangan UMKM Sate Kelinci di Lokawisata Baturraden Kabupaten Banyumas: Strategi Pengembangan UMKM Sate Kelinci di Lokawisata Baturraden Kabupaten Banyumas

    No full text
    Processed food from rabbit meat has great potential as a healthy food for people. High protein and low fat is the superiority from rabbit meat, but food from rabbit meat is not familiar as chicken meat. There are several processed food from rabbit meat in Banyumas, one of them which is UMKM Rabbit Satay at the Baturraden Lokawisata. The purpose of this research is to find out strategy for development for UMKM Rabbit Satay. This research was conducted from September to October 2022. The result of this research using SWOT analysis showed that position of the UMKM Rabbit Satay at the Baturraden Lokawisata is in V position (Hold and Maintenance). Meaning is necessary to maintain good performance and fixed some bad performance. The strength and opportunities is the highest score of 3.444. This means that beautiful view can make consumer to enjoy it with some food, high protein content needs to be advertising or make a banners, lots of visitors have a healthy lifestyle make opportunities can be combined with discount prices or can increase the number of ordersOlahan makanan berbahan dasar daging kelinci memiliki potensi besar sebagai makanan sehat masyarakat. Kandungan protein yang tinggi dan kadar lemak yang rendah merupakan keunggulan utama daging kelinci, namun makanan berbahan daging kelinci belum familier layaknya daging ayam. Terdapat beberapa kedai olahan makanan berbahan dasar daging kelinci di Banyumas salah satunya yaitu UMKM Sate Kelinci di lokawisata Baturraden. Tujuan riset ini untuk mengetahui strategi pengembangan UMKM Sate Kelinci di lokawisata Baturraden agar lebih berkembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2022. Hasil olah data menggunakan analisis SWOT menunjukan bahwa posisi usaha sate kelinci di lokawisata Baturraden berada di posisi V (Hold and Maintain) artinya perlu mempertahankan kinerja baik dan memperbaiki beberapa kinerja yang kurang optimal. Strategi Strengths dan Opportunities menjadi strategi dengan nilai paling tinggi yaitu sebesar 3,444. Artinya pemandangan alam yang menarik dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik konsumen, kandungan protein yang tinggi perlu dilakukan iklan atau spanduk, banyak pengunjung dengan gaya hidup sehat sehingga peluang semakin besar dipadukan dengan potongan harga dapat menambah jumlah pesanan

    KUALITAS SENSORIS DAGING PUYUH YANG DIBERI RANSUM SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG MAGGOT (Hermetia illucens): SENSORY QUALITY OF QUAIL MEAT WHICH WERE FED MAGGOT (Hermetia illucens) MEAL AS A SUBSTITUTE FOR FISH MEAL

    Full text link
    Protein plays an important role in growth. The protein source that is often used is fish meal. The difficult availability of fish meal makes the price expensive, so an alternative is needed to replace fish meal, namely maggot meal. This research aimed to test the effect of substituting fish meal for maggot meal in feed on the sensory quality of quail meat. This research was carried out for 30 days in the poultry house of the Djuanda University livestock study program. 60 quail aged 7 days were used in this study. The design used was a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatment is R0 = 0% maggot meal + 16% fish meal in the ration. R1 = 4% maggot meal + 12% fish meal in ration, R2 = 8% maggot meal + 8% fish meal in ration, R3 = 12% maggot meal + 4% fish meal in ration, R4 = 16% maggot meal + 0 % fishmeal in ration. Data were analyzed using Kruskall Wallis. The variables observed are the hedonic test and hedonic quality (aroma, colour, taste, tenderness, juiceness). The results of the research on the hedonic test showed that there were real differences in aroma, colour, and juiciness but not significant differences in tenderness and taste. In the hedonic quality test, the results of the analysis showed that there were significant differences in all variables except the colour of quail meat. This research concludes that the substitution of fish meals with maggot meals from 4 to 16% can increase the panellists' preference for quail meat and can improve the sensory quality, especially the tenderness, taste, and juiciness of quail meat. Keywords:  hedonic, BSF larva, hedonic quality      Protein memegang peranan penting dalam pertumbuhan. Sumber protein yang sering digunakan yaitu tepung ikan. Ketersediaan tepung ikan yang sulit menjadikan harga menjadi mahal sehingga perlu alternatif untuk mengganti tepung ikan yaitu tepung maggot. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh subtitusi tepung ikan dengan tepung maggot pada pakan terhadap kualitas sensoris daging puyuh. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di kandang unggas program studi peternakan universitas Djuanda. 60 ekor puyuh umur 7 hari digunakan pada penelitian ini. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah R0 = 0% tepung maggot  + 16% tepung ikan dalam ransum. R1 = 4% tepung maggot  + 12% tepung ikan dalam ransum, R2 = 8% tepung maggot  + 8% tepung ikan dalam ransum, R3 = 12% tepung maggot  + 4% tepung ikan dalam ransum, R4 = 16% tepung maggot  + 0% tepung ikan dalam ransum. Data dianalisis menggunakan kruskall wallis. Peubah yanng diamati yaitu uji hedonik dan mutu hedonik (aroma, warna, rasa, keempukkan, juiceness). Hasil penelitian pada uji hedonik menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata pada aroma,warna dan juiceness namun tidak berbeda nyata pada keempukkan dan rasa. Pada uji mutu hedonik hasil analisis menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang nyata pada semua peubah kecuali warna daging puyuh. Kesimpulan penelitian ini adalah subtitusi tepung ikan dengan tepung maggot dari taraf  4 hingga 16% dapat meningkatkan kesukaan panelis terhadap daging puyuh dan dapat meningkatkan kualitas sensoris terutama pada keempukkan, rasa dan juiceness daging puyuh.   Kata Kunci : hedonik, kualitas daging, larva BSF , mutu hedonik,     &nbsp

    PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BABY WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK KOMPOS BATANG PISANG KEPOK DAN KCL: Growth and Production of Baby Carrot (Daucus carota L.) on Various Compositions of Kepok Banana Stem Compost and KCl

    Full text link
    Sebagai tanaman umbi, wortel memerlukan unsur kalium (K) lebih banyak dibandingkan dengan unsur lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh aksesi dan komposisi pupuk kompos batang pisang kepok dan KCl terhadap pertumbuhan dan produksi baby wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 di Kebun Percobaan Universitas Djuanda Citeko Bogor. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu aksesi wortel (Citeko dan Brastagi), dan komposisi kompos batang pisang kepok dan pupuk KCl (tanpa pupuk K, 25% K-kompos+75% K-KCl, 50% K- ompos+50% K-KCl, 75% K-kompos+25% K-KCl, 100% K-KCl dan 100% K-kompos). Dosis rekomendasi pupuk KCl untuk tanaman wortel adalah 225 kg/ha KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun 75% K-kompos+25% K-KCl tidak berbeda nyata dengan yang diberi 100% K-KCl. Bobot segar dan diameter umbi tertinggi pada tanaman yang dipupuk 100% K-KCl. Tinggi daun, bobot segar dan diameter umbi Brastagi lebih besar dibandingkan dengan Citeko.Bobot segar berangkasan Brastagi dan panjang umbi Citeko tertinggi pada tanaman yang diberi 100% K-KCl. Pemberian pupuk K nyata meningkatkan kandungan padatan terlarut total. Warna, rasa dan tekstur umbi wortel tidak dipengaruhi oleh aksesi dan komposisi pupuk K

    STRATEGI PEMASARAN SYARIAH PADA UMKM LEBAH MADU DI DESA BOJONG MURNI

    Full text link
    Kegiatan pemasaran syariah dilakukan untuk memberikan kepuasan terhadap pelanggan sehingga dapat mencapai keuntungan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran syariah pada UMKM Lebah Madu KTH Sadar Tani Muda di Desa Bojongmurni. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang telah diterapkan UMKM lebah madu dalam memasarkan produknya yaitu menjual produk yang halal, harga yang ditetapkan sesuai dengan kualitas produk, memiliki tempat usaha sendiri dan promosi yang dilakukan dengan jujur. Selain itu, UMKM lebah madu juga memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen dan menjauhi unsur penipuan yang bertentangan dengan syariat Islam. Strategi pemasaran syariah yang efektif untuk diterapkan pada UMKM lebah madu adalah peningkatkan pelayanan yang berkualitas dengan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen, peningkatan inovasi yang melibatkan olahan herbal lain sebagai pelengkap obat-obatan herbal, memberikan harga terbaik untuk meyakinkan konsumen, melakukan pengenalan brand image produk madu kepada konsumen dan melakukan pemasaran aktif di berbagai wilayah melalui event pameran serta mengoptimalkan promosi melalui semua media online seperti facebook, youtube, whatsapp dan lainny

    1,735

    full texts

    1,912

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Djuanda (Unida)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇