Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    MENINGKATKAN OUTPUT DENGAN MELAKUKAN PERUBAHAN TATA LETAK DI AREA PRODUKSI

    Get PDF
    Studi ini mengkaji penerapan perancangan tata letak sesuai prinsip yang terdapat Toyota Production System ( TPS ) di bagian produksi blister di pabrik busi. Lini produksi blister ini terdiri dari beberapa stasiun proses produksi yang merakit menjadi satu barang jadi. Dimana masing – masing stasiun proses produksi mempunyai waktu proses yang berbeda – beda dan juga jarak antar stasiun yang jaug, sehingga ada beberapa proses yang menunggu stasiun proses sebelumnya. Tujuan utama dari studi ini berfokus pada penerapan prinsip TPS untuk pengaturan tata letak di produksi blister sehingga akan mendapatkan hasil produksi yang lebih tinggi dengan sumber daya manusia tetap. Tata letak stasiun kerja ini bertujuan agar waste movement dan dan waste waiting dapat diminimalkan. Dalam penerapan di area produksi blister ini, perubahan tata letak satsioun kerja dapat meningkatkan output 52% dari sebelumnya. Hal ini sangat significant perubahan yang terjadi di area produksi blister

    PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE CONTINOUS REVIEW SYSTEM DI MOGA TOYS HOME INDUSTRY

    Get PDF
    MOGA TOYS adalah industri yang memproduksi berbagai macam boneka di sentra pembuatan boneka Cikampek, Karawang Jawa Barat. Untuk memproduksi berbagai macam boneka Moga Toys tersebut perlu memperhatikan jumlah persediaan bahan baku yang harus disediakan. Hal ini dikarenakan adanya permintaan tidak tetap, jumlah persediaan tidak berlebihan, penghematan biaya, dan penyesuaian jumlah persediaan dengan kapasitas gudang. Dalam penelitian ini dibahas tentang penerapan pengendalian persediaan bahan baku Moga Toys dengan menggunakan metode “kira-kira”. Dengan kondisi tersebut maka peneliti akan menentukan persediaan dengan Metode Continuous Review System (CRS)  dengan model Q karena pendekatan pada seberapa banyak jumlah dan waktu yang diperlukan dalam pemesanan bahan baku. Selain itu juga berapa jumlah biaya yang harus dikeluarkan agar lebih efisien. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode CRS dengan model Q tersebut dihasilkan bahan baku dengan jumlah pemesanan (q0) sebagai berikut, Rasfur = 236 yard, Safety stock (ss) =44 yard, Reorder point (r) = 6 yard. Jadi total biaya persediaan = Rp.18.018.272,- /tahun. Kemudian untuk jumlah pemesanan (q0) Silikon = 267 Kg, Safety stock (ss) = 57 Kg, Reorder point (r) = 9 kg. Jadi total  biaya persediaan = Rp.14.807.913,- /tahun. Kemudian untuk jumlah pemesanan (q0) Dakron = 267 Kg, Safety stock (ss) = 57 Kg, Reorder point (r) = 9 Kg, Total biaya persediaan = Rp.9.319.913,- /tahun

    KAJIAN KUALITAS LIMBAH CAIR SECARA ANAEROBIK MELALUI COD, BOD5, DAN TDS : STUDI KASUS PADA PT JKLMN

    Get PDF
    Limbah yang dihasilkan perusahaan JKLMN berupa limbah padat dan cair. Penanganan limbah cair diserahkan kepada Unit Pengolahan Limbah Air dan pihak ketiga membantu pemrosesan limbah padat. Fokus penelitian ini adalah pengolahan limbah secara anaerobik dengan menggunakan 3 (tiga) uji berupa BOD5, COD, dan TDS. Penerapan metode tersebut ditujukan untuk mengetahui potensi teknologi terhadap limbah cair yang dihasilkan perusahaan. Data pengamatan menunjukkan bahwa nilai parameter TDS mendekati nilai standar baku mutu pada hasil ulangan ketiga selama 6 (enam) hari. Peningkatan waktu tinggal limbah bukan merupakan solusi. Beban proses disebabkan limbah cair (segi jenis dan jumlah) yang menghasilkan ketidakseragaman produk dalam setiap waktu proses.

    ANALISIS KUALITAS BIO-BRIKET DARI CAMPURAN BATUBARA DAN SEKAM PADI

    Get PDF
    Bio-briket dari campuran batubara dengan sekam padi dengan menggunakan bahan perekat tepung kanji serta bahan imbuhan berupa kapur dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu menunjukkan bahwa kualitas bio-briket yang dihasilkan masih rendah yaitu emisi gas hasil pembakaran, daya rekat, kandungan abu masih tinggi dan sulit penyalaan pada awal pembakaran. Untuk mengatasi problem ini, maka perlu dilakukan dengan jalan mengoptimasi rasio campuran bahan perekat, kapur dengan batubara-sekam padi. Pada penelitian ini dipelajari beberapa variable pembriketan guna untuk peningkatan kualitas bio-briket yaitu rasio bahan perekat dan rasio bahan imbuhan berupa kapur, dan masing-masing variable tersbut ditentukan nilai optimum yang memberikan daya rekat maksimum dan emisi gas buang yang minimum pembuatan bio-briket yaitu batubara, sekam padi dan perekat dicampur secara merata kemudian dimasukkan pada sebuah alat pengempah (hidrolic press) yang dilengkapi dengan alat cetakan. Dari penelitian ini diperoleh variabel pembriketan yang optimum yaitu: rasio bahan perekat kanji/tapioka dan parafin masing-masing memberikan kekuatan daya rekat terbaik dengan beban tekan 1,59 kg/cm 2 dan 1,16 kg/cm 2 pada rasio campuran 3 : 20 dan 4 : 20, sedangkan pada pemberian bahan imbuhan (kapur) dengan menggunakan perekat kanji menunjukkan bahwa konsentrasi emisi gas buang masing- masimg SO 2 173 ppm, NO x 84 ppm, CO 0,049 % serta nilai kalori 5332 kkal/kg pada rasio kapur 2 : 100, sedangkan emisi gas buang dan nilai kalor untuk perekat paraffin masing-masing SO 2 91 ppm, 79 ppm, 39 ppm dan 6341 kkal/kg pada rasio kapur 2 : 100

    PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENCAIRAN DAN PRODUK MINYAK BATUBARA

    Get PDF
    Pencairan batubara merupakan teknologi pemanfaatan batubara yang dapat menggantikan peran minyak bumi di masa depan. Proses pencairan batubara dipengaruhi oleh faktor- faktor seperti karakteristik batubara, kondisi operasional, pelarut dan katalis. Komposisi kimia batubara, komposisi mineral, zat terbang dan kadar air merupakan komponen karakteristik batubara yang berpengaruh terhadap peningkatan konversi dan perolehan minyak. Fokus penelitian ini adalah pengaruh kadar air terhadap proses dan hasil pencairan yang dilakukan pada otoklaf berkapasitas 5 liter dengan suhu 400ºC. Pengamatan proses pencairan menunjukkan peningkatan tekanan dengan cepat pada pencairan batubara lignit, sebaliknya tekanan reaksi pada pencairan batubara subbituminus dan bituminus cenderung stabil. Data hasil pencairan memperlihatkan bahwa batubara Papua dengan kadar air tinggi menghasilkan konversi tinggi mencapai 88,97 % dan perolehan minyak sebesar 63,34 %, sedangkan batubara Kutai 1 2 yang memiliki kadar air rendah menghasilkan konversi rendah masing-masing sebesar 84,79 % dan 78,67 % serta perolehan minyak masing-masing sebesar 60,98 % dan 62,83 %

    EFISIENSI PENGGUNAAN DINAMIT PADA MINYAK DAN GAS BUMI DALAM SURVEI SEISMIK 3D KABUPATEN INDRAMAYU

    Get PDF
    Peledakan dari variasi berat dinamit pada minyak dan gas bumi merupakan tahap awal dalam mengetahui kualitas data seismik. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gelombang, frekuensi dan penetrasi yang nantinya sebagai acuan dalam penggunaan dinamit pada daerah X. Berdasarkan hasil penelitian pengisian 3kg rerflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6Hz -19Hz dengan dominan frekuensi 16 Hz pada energy -16dB dengan penetrasi 3800ms, pengisian 2,5kg rerflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6Hz -19Hz dengan dominan frekuensi 15Hz pada energi -16dB dengan penetrasi  3700ms, pengisian 2kg reflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6 Hz - 42Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3400ms, pengisian l,5kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 50Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3400ms, pengisian l,5kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 50Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3100ms, pengisian l kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 44Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3300ms. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa objektif parameter test surveiy seismik dalam domain waktu berada pada sekitar 1200 - 2500ms dan pada daerah X merekomendasikan pengisian 2kg pada kedalaman 30m karena reflektor pada target pencapaian cukup kuat, frekuensi pada shot point tersebut menunjukkan dominan frekuensi yang cukup tinggi yaitu dengan rentang frekuensi 6Hz -42Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dan penetrasi shot point tersebut menunjukan penetrasi yang cukup kuat dengan domain waktu 3400m

    BIAYA PENAMBANGAN NIKEL PADA PT.BINTANG DELAPAN MINERAL KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Get PDF
    Salah satu konsep mengelola industri pertambangan adalah memperoleh keuntungan mengingat pentingnya dalam mengetahui biaya operasi dapat membantu agar lebih mudah mengendalikan penggunaan biaya yang dikeluarkan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui berapa besar biaya penambangan ore per ton. Metode penelitian yang dilakukan adalah menghitung biaya operasional alat pada proses penambangan nikel selama satu bulan. Data yang digunakan adalah perhitungan nilai rata-rata waktu edar alat gali/muat dan alat angkut, perhitungan efisiensi kerja, fill factor; swell factor, density material, perhitungan produksi alat gali/muat dan alat angkut, serta analisis dan perhitungan biaya kepemilikan alat biaya operasi (operation cost) terdiri dari biaya bahan bakar, biaya minyak pelumas dan , biaya penggantian ban baru dan reparasi ban, biaya reparasi dan harga spare parts dan upah operator. Hasil penelitian yang telah dilakukan selama 1 bulan menunjukan bahwa 1 unit excavator Kobelco SK 480"Lc dan 3 unit ADT (articulated dumptruck), dengan produksi tanah penutup sebesar 31.242 per bcm, besar biaya pengupasan tanah penutup adalah Rp 1.544.494.529,98 Sedangkan alat mekanis yang digunakan untuk pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan ore adalah 1 unit excavator Kobelco SK 480-Lc dan 7 unit dumptruck Hino FM260Ti dengan produksi ore sebesar 29.253 ton per bulan, dengan biaya pengangkutan sebesar Rp 1.074.973.169,98 total keseluruhan pengeluaran adalah Rp 2.619.467.699,96.

    PERBANDINGAN TINGKAT KEBERHASILAN PENYIANGAN TANAMAN PADI BERDASARAN HASIL MODIFIKASI POWER WEEDER TIPE MC1R

    Get PDF
    Padi merupakan tanaman yang berperan penting dalam pasokan pangan karena padi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia. Namun dibalik pentingnya tanaman padi, terdapat hama dan gulma yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman padi tersebut, sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen padi. Dalam hal ini yang menjadi topik permasalahan adalah gulma. Pemberantasan gulma biasanya dilakukan dengan tiga acara, yaitu dengan pencabutan manual, menggunakan herbisida, dan menggunakan alat penyiangan. Alat penyiang sangat efektif dalam memberantas hama gulma, namun kurangnya sosialisasi tentang fungsi dan aplikasi dari alat penyiang membuat para petani lebih memilih menggunakan cara pencabutan manual dan menggunakan herbisida walaupun kurang efektif dan memberikan dampak yang buruk kepada lingkungan. Oleh karena itu penggunaan alat penyiang merupakan solusi yang baik dikarenakan hasil penyiangan yang efektif. Sehingga dilakukannya penelitian untuk menguji fungsional dari alat penyiang gulma tipe MC1R, namun dalam proses uji fungsional yang pertama ditemukan beberapa kendala yaitu gulma tidak tersiangi dengan sempurna dikarenakan mata cakar antar masing-masing cakar memiliki posisi yang sama dan rusaknya tanaman padi ketika dilakukan penyiangan karena masuknya tanaman padi kedalam transmisi gear pada roda penyiang. Berdasarkan hal tersebut dilakukan modifikasi pada cakar dengan membuat bentuk cakar secara selang-seling, dan penambahan alat pelindung pada roda penyiang. Dari hasil modifikasi dapat dilihat perbandingan tingkat keberhasilan penyiangan, dimana sebelum dilakukan modifikasi tingkat keberhasilan penyiangan gulma sebesar 65% dan setelah dilakukan perbaikan dan modifikasi tingkat keberhasilan penyiangan gulma sebesar 78%. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 13% dari hasil penyiangan sebelum dan sesudah perbaikan

    ANALISIS FUNDAMENTAL SAMPLING ERROR TERHADAP QUALITY ASSURANCE DAN QUALITY CONTROL, KAB. LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Pada saat proses preparasi sampel bijih nikel perbandingan antara massa sampel dan massa lot serta sifat keheterogenan material dapat mempengaruhi hasil analisis kadar Ni dan Fe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh fundamental sampling error kadar Ni dan Fe terhadap relative different kadar Ni dan Fe. Metode yang dilakukan yaitu metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh adalah quality assurance yaitu untuk kadar Ni dengan standar deviasi 0,065 dan kadar Fe dengan standar deviasi 0,40, untuk quality control kadar Ni dengan relative different yaitu 15% dan kadar Fe dengan relative different 17% dan persentase fundamental sampling error kadar Ni yaitu ± 1,55% dan kadar Fe yaitu ± 1,77%. Berdasarkan dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pengaruh fundamental sampling error terhadap relative different kadar Ni sebesar ± 1,55% dan kadar Fe ± 1,77%. Pengaruh fundamental sampling error terhadap relative different kecil karena 5%.

    ANALISIS KEMAJUAN PENAMBANGAN BATUBARA MENGGUNAKAN SOFTWARE DAN PRISMOIDAL DI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Pada umumnya pertambangan batubara diindonesia menggunakan metode penambangan tambang terbuka, salah satu penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah pengupasan batuan penutup atau over burden yang berada di atas lapisan batubara itu sendiri. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis kemajuan penambangan pada kegiatan pengupasan over burden. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran cress, toe, dan spot pada pertambangan batubara menggunakan total station, dari hasil pengukuran ini diolah kemudian dibandingkan volume over burden yang terkupas menggunakan surpac dan prismoidal. Hasil volume over burden yang tertambang dengan surpac minggu pertama yaitu 10,643 m3, minggu kedua 54,556 m3, dan pada minggu ketiga 63,596 m3, sedang hasil perhitungan dengan prismoidal pada minggu pertama 11,66 m3, minggu kedua 53,99 m3, dan pada minggu ketiga 64,64 m3. Jadi dari hasil perbandingan penambangan volume pengupasan  over burden antara surpac dan prismoidal pada minggu pertama 1,02, minggu kedua 0,56, dan pada minggu ketiga 1,05. Berdasarkan perbandingan disimpulankan bahwa hasil perhitungan surpac dan prismoidal memiliki perbandingan yang cenderung sama

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇