Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    PEMBUATAN KITOSAN DARI CANGKANG KEPITING MENGGUNAKAN MIKROBA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang biokonversi kitosan dari cangkang kepiting dengan menggunakan mikroba Thermofilik. Hasil yang diperoleh bahwa Isolat M-l menghasilkan enzim kitin deasetilase dan kitinase pada hari ke-4 dengan kondisi 55 °C dan pH 7. Kitin dari gkang cankepiting dapat dikonversi menjadi kitosan oleh enzim kitin deasetilasi yang berasal dari isolat M-l dan telah difraksinasi dengan amonium sulfat 40% b/v

    PEMANFAATAN ASAP CAIR DARI BLENDING LIMBAH BIOMASSA CANGKANG SAWIT DAN TEMPURUNG KELAPA DALAM SECARA PIROLISIS MENJADI INSEKTISIDA ORGANIK

    Get PDF
    Pengolahan blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam secara pirolisis menghasilkan produk asap cair sebagai produk utama dan chart, arang sebagai produk samping. Dimana asap cair imi yang memiliki kandungan utama yaitu senyawa fenol, karbonil dan asam. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium pengantar teknik kimia jurusan teknik kimia FTI UMI. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) Mengetahui presentase rendemen asap cair yang dihasilkan setiap gram limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam. (2). Mengetahui karakteristik senyawa yang terdapat dalam asap cair pada limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam.(3). Mengetahui efektifitas asap cair sebagai intektisida organik. Penelitian ini dilakukan dengan cara preparasi sampel cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam kemudian diblending dengan variable rasio (gram) 0 :100; 25:75; 500:500; 750:250;1000:0 kemudian dilanjutkan dengan metode pirolisis dengan variable suhu pirolisis 400 0 C pada waktu 60 menit, Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor, hasil proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, Chart dan arang kemudian asap cair didiamkan selama 1 minggu di dalam di corong pisah, dipisahkan antara asap cair dan chart kemudian asap cair diuji kimia dan fisik selanjutnya diaplikasikan untuk pembasmian serangga. Dari hasil penelitian dan pembahasan pada asap cair dari sampel blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam secara pirolisis dapat diambil kesimpulan bahwa persen rendemen pada asap cair dengan 1000 gram sampel hasilnya terus meningkat secara signifikan di mana semakin banyak komposisi tempurung kelapa maka semakin besar persen rendemennya. Di mana Asap cair ini digolongkan asap cair grade C, yang berwarna coklat pekat dan berbau asap cukup keras. Karakteristik produk asap cair (viskositas, pH, massa jenis dan kadar asam asetat) yang dihasilkan dari blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam dengan rasio massa 0 : 100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0 dimana sampel tersebut telah memenuhi standar mutu asap cair spesifikasi jepang. Produk pada sampel cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam memiliki efektifitas asap cair sebagai intektisida organik sangat baik di mana asap cair ini dapat mematikan serangga/hama dengan waktu yang singkat

    ANALISIS REKLAMASI TAMBANG BATUKAPUR DI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Untuk memanfaatkan lahan bekas tambang dengan baik maka dibutuhkan penerapan reklamasi dengan baik dan benar sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar area tambang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki tahapan proses reklamasi yang dilakukan di Desa Biringere Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian langsung dengan ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian yang digunakan adalah tahapan kegiatan reklamasi dan jenis tanaman yang digunakan. Dari hasil penelitian dapat diketahui tahapan reklamasi yang dilaksanakan adalah mulai persiapan lokasi, revegetasi, pemeliharaan, dan pemantuan kemudian jenis-jenis tanaman yang digunakan adalah pohon bitti, pohon jati dan pohon pule. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan reklamasi adalah banyaknya lahan yang kosong pada area penanaman dan banyaknya tanaman-tanaman yang ditanam secara tidak teratur. Berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulannya yaitu perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan area penanaman dengan cara melakukan pola penanaman yang teratur.

    IDENTIFIKASI SEBARAN NIKEL LATERIT BERDASARKAN HASIL TEST PIT KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Get PDF
    Test pit merupakan salah satu kegiatan eksplorasi yang dilakukan untuk memperoleh gambaran yang representative mengenai bentuk dan letak endapan bahan galian secara garis besar. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran endapan nikel laterit berdasarkan hasil test pit dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran arah sebaran endapan nikel laterit. Data yang diperoleh dari hasil analisis test pit antara lain data collar, data assay dan data litologi. Dari hasil penelitian diketahui pada zona limonite nilai kadar Ni, 1,38 – 1,79 % dengan penyebaran ke arah selatan, barat dan timur laut. Pada zona saprolite nilai kadar Ni, 1,8 – 2,35% dengan penyebaran ke arah timur laut, timur, utara dan barat laut. Sedangkan pada zona bedrock nilai kadar, 0,01-0,07 % dan arah sebarannya merata. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penyebaran endapan nikel laterit relatif mengarah ke timur laut dengan nilai kadar 1,38-2,35%

    PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN PROSES ADSORBSI

    Get PDF
    Pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia. Upaya untuk mengolah minyak jelantah dalam rangka penghematan namun tidak membahayakan kesehatan sangat diperlukan. Salah satunya adalah dengan melakukan regenerasi menggunakan bahan alam yang ramah lingkungan sebagai adsorben. Yang bertujuan mengetahui pengaruh zeolit dan biji kelor sebagai adsorben dalam pemurnian minyak jelantah terhadap kualitas minyak jelantah serta Mengetahui kualitas minyak jelantah yang dihasilkan dari zeolit dan biji kelor dengan metode adsorben. Penelitian ini menggunakan alat kolom kromatografi yang telah di desain untuk proses adsorpsi dan menggunakan bahan baku zeolit dan biji kelor dengan variable tetap 150 ml minyak jelantah dan variable berubah zeolit 5 gr, 10 gr, 15 gr, 20 gr serta biji kelor 5 gr, 10gr, 15 gr, 20 gr. Hasil yang diperoleh dalam penentuan kandungan asam lemak bebas minyak goreng bekas setelah pemurnian sebesar 0,284% dan peroksida 6,4259 kandungan air 0,065%,. Ini menunjukkan bahwa minyak yang telah dimurnikan dengan adsorben zeolit serta adsoben biji kelor hasil yang diperoleh dalam penentuan kandungan peroksida 8,8368 dan bilangan asam 0,584 serta kandungan air 0,094%, mempunyai kemumian cukup baik

    PRARANCANGAN PABRIK GASOLINE DARI CRUDE OIL ASPAL BUTON (ASBUTON) DENGAN KAPASITAS 280.000 TON/TAHUN

    No full text
    Prarancangan pabrik Gasoline dari Crude oil (Asbuton) aspal buton dan bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut kelayakan pabrik untuk didirikan. Pabrik Gasoline ini dirancang dengan kapasitas 280.000 ton/tahun dan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun dan 24 jam/hari. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan kapasitas, dibutuhkan crude oils aspal buton sebanyak 667257,6663 ton/tahun sebagai bahan baku utama dengan kemurnia produk yaitu 77 %. Proses yang dilakukan adalah proses pemisahan berdasarkan titik didih untuk memisahkan produk utama dan produk samping pada menara destilasi. Digunakan tiga menara destilasi tipe Plate Column pada kondisi operasi berbeda pada tiap menara destilasi, untuk destilasi pertama tekanan umpan masuk, tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 5 atm dan suhu umpan masuk 126,11oC Suhu puncak menara 52,31oC suhu dasar menara 175,75 oC. Untuk destilasi kedua tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 185,43oC Suhu puncak menara 179,38oC suhu dasar menara 350,93oC.untuk destilasi ketiga tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 362,27oC Suhu puncak menara 362,68oC suhu dasar menara 472,30oC. Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2020 di kabupaten Kolaka, Sulawesi Tengah, dengan luas tanah 1550 m2 dan mempekerjakan 165 orang karyawan. Kebutuhan energi untuk menjalankan pabrik ini meliputi kebutuhan listrik sebanyak 21.805,344 kWh /tahun dan bahan bakar biodiesel sebanyak 26.848 liter/tahun. Sedangkan kebutuhan air untuk utilitas adalah sebanyak 1443,7046 kg/jam.Untuk menjalankan produksi, dibutuhkan modal tetap sebesar Rp.682.996.907.024 miliar dan modal kerja sebesar Rp.238.479.946.897 miliar dan pengeluaran umum sebesar Rp. 216.419.760.634 miliar, harga penjualan produk sebesar Rp. 887.607.857.603 miliar pertahun dengan keuntungan sebelum dan sesudah pajak berturut-turut yaitu Rp 177.521.571.521 miliar dan Rp. 102. 697.364.356 miliar. Profitabilitas meliputi Rate of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak berturut- turut sebesar11,17 % dan 7,26 % Pay of Time (POT) sebelum dan sesudah pajak4,3 tahun dan 5,4 tahun. Break Event Point (BEP) sebesar 40,98 % Shut Down Point (SDP) sebesar 26,06%dan Interest rate of return (IRR) sebesar 14,25 % Berdasarkan evaluasi ekonomi yang dilakukan, maka pabrik Gasoline 280.000 ton/tahun layak untuk didirikan.

    ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE BISHOP PADA PENABANGAN NIKEL

    Get PDF
    Dalam sistem penambangan terbuka pengambilan ore nikel  erat kaitannya dengan kestabilan lereng atau bench pada area penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan dan memberikan rekomendasi desain bagi lereng yang tidak stabil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bishop dengan dengan standar nilai keamanannya adalah ≥1,3.  Data  yang diperlukan  dalam penelitian ini  adalah data geometri lereng , kohesi,  berat jenis, dan fraction angle. Dari 7 lereng yang analisis yang dilakukan terdapat lereng A, C, D dan F digolongkan stabil dengan nilai faktor keamanan 2,19; 2,51; 2,11 dan 2,45  dan tiga lereng yang  tidak stabil dalam kondisi jenuh yaitu lereng B, E dan G dengan nilai faktor keamanan 0,845; 1,20 dan 1,11. Untuk ketiga lereng tersebut dilakukan desain ulang dengan menambah jarak datar maka diperoleh nilai faktor keamanannya menjadi 1,317; 1,317 dan 1,302. Dari penelitian yang dilakukan semua lereng digolongkan stabil dengan nilai faktor keamanan 1,44-1,89 kecuali lereng B, E dan G tidak stabil  dengan nilai faktor keamanannya 0,804-1,20 dan harus dilakukan perancangan ulang lereng dengan metode cut back yaitu menambah jarak datarnya sehingga nilai faktor keamanannya menjadi 1,309-1,379

    ANALISIS GAYA APUNG (BUOYANCY) PADA SISTEM PERPIPAAN GAS DI AREA FLOWLINE DAN TRUNKLINE

    Get PDF
    Dalam pemasangan sistem perpipaan pada gas banyak hal yang diperhitungkan salah satunya adalah gaya apung pada pipa, akan ditentukan pipa dengan ukuran tertentu yang akan memiliki potensi gaya apung agar dapat diantisipasi dan tidak membahayakan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pipa pada area flowline atau area trunkline yang membutuhkan kontrol anti gaya apung dan cara mengatasi gaya apung pada pipa. Metode yang dilakukan untuk menentukan pipa yang membutuhkan kontrol anti gaya apung ini adalah dengan cara menghitung berdasarkan ukuran pipa pada area flowline dan trunkline. Hasil perhitungan gaya apung didapatkan, bahwa pipa pada area flowline dengan ukuran 8 inchi dengan nilai gaya apung sebesar 226,29 lb, 12 inchi dengan nilai gaya apung sebesar 979,37 lb dan pada area trunkline dengan ukuran pipa 4 inchi dengan nilai gaya apung sebesar -51,16 lb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pipa yang membutuhkan kontrol anti gaya apung adalah pipa pada area flowline dan kontrol anti gaya apung ini dapat dibuat beton yang dibuat berbentuk seperti pelana kuda dan harus mempunyai berat yang lebih berat dari nilai gaya apung pipa 8 inchi dan 12 inchi

    ANALISIS FAKTOR KEAMANAN GEOMETRI LERENG DISPOSAL DAN MENGETAHUI JUMLAH VOLUME DISPOSAL OPTIMAL

    Get PDF
    Kestabilan lereng berkaitan dengan kelongsoran yang merupakan proses perpindahan massa tanah secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jarak muka air tanah, sudut kemiringan lereng, nilai kuat geser tanah dan jenis tanah lapisan penyusunnya yang memiliki nilai kohesi dan sudut geser dalam yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditampilkan dalam bentuk nilai faktor keamanan untuk menentukan batas dumping limit dan mengetahui batas volume disposalyang optimal. Tahapan dari proses analisis kestabilan lereng ini dilakukan dengan menggunakan metode Fellenius, yang dalam proses analisisnya menggunakan software Geoslope/W. Parameter yang digunakan yaitu sudut geser dalam, kohesi, dan berat jenis tanah. Untuk menghitung jumlah volume disposal digunakan metode penampang. Berdasarkan hasil analisis dari kedua section A dan B menggunakan metode Fellenius diperoleh nilai faktor keamanan yang termasuk kedalam lereng stabil yaitu lereng section A-A' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,298, 1,291, 1,285, 1,264, 1,241. Lereng section B-B' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,294, 1,292, 1,263, 1,250, 1,248. Luas yang diperoleh dari penampang A dan B = 897 m2, penampang C dan D = 3.055 m2, dan penampang E dan F = 4.584 m2 dari luas penampang tersebut akan diperoleh jumlah volume disposal yang dapat ditampung disposal. Batas dumping limit yang direkomendasikan dari perhitungan faktor keamanan yang telah dihitung adalah maksimal 15 m dari setiap crest desain lereng disposal dan jumlah volume overburden optimal yang dapat ditampung disposal yaitu 222.834 m3

    ANALISIS PERBANDINGAN KADAR NIKEL BERDASARKAN PERENCANAANTERHADAP REALISASI PENAMBANGAN

    Get PDF
    Dalam kegiatan penambangan sering terjadi adanya ketidak sesuaian antara rencana dengan kondisi aktual di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan kadar Ni antara mine plan dan realisasi penambangan. Pada penelitian ini menggunakan data plan model cadangan dari hasil inpit drill, data Pit design, data pengukuran kemajuan tambang dan data realisasi penambangan . Dari hasil penelitian mine plan yang paling mendekati dengan realisasi adalah plan dengan selisih kadar Ni pada minggu pertama adalah 0,15% dengan persentase sebesar 6,75%, pada minggu kedua selisih kadar Ni sebesar 0,33% dengan persentase sebesar 13,80%, pada minggu ketiga selisih kadar Ni sebesar 0,24% dengan persentase sebesar 9,44% dan pada minggu keempat selisih kadar Ni sebesar 0,19% dengan persentase sebesar 7,66%. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya penyebaran bijih yang bersifat heterogen, posis waste terhadap bijih dan cuaca dan keterampilan operator.

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇