Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
STUDI PENURUNAN KADAR BESI PADA BIJIH FELSPAR ASAL MEDAN DENGAN METODE BIOLEACHING DAN MAGNETIK SEPARATOR
Pada umunya bahan pengotor yang sering dijumpai pada bijih felspar adalah kuarsa, oksida besi dan mika yang dapat mempengaruhi kualitas bahan baku felspar. Untuk memperoleh felspar yang siap pakai dengan kualitas yang baik, bijih felspar harus melalui proses benefisiasi terlebih dahulu. Adanya prospek terkait penggunaan bakteri dalam meningkatkan kualitas bahan baku feldspar yang ramah lingkungan, prosesnya memerlukan investasi dan energi yang relatif lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa variabel bioleaching dan pemisahan magnetik terkait penurunan kadar besi. Proses bioleaching cukup efektif dalam menurunkan kadar Fe, dari 0,63% menjadi 0,0312% dengan persentase penurunan 95.047
PERBAIKAN KUALITAS KAIN SUTERA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANO DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
KM Sutera Opo bergerak dibidang industri pertenunan sutera, kualitas kain sutera sangat mempengaruhi kepuasan pelanggan, Berbagai macam keluhan yang sering muncul baik dalam wawancara langsung dengan pelanggan maupun dari data pengamatan Dinas Perindustrian Kab.Bone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator-indikator kepuasaan pelanggan terutama indikator mana yang paling berpengaruh terhadap kenaikan dan penurunan tingkat kepuasan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua metode, yang pertama metode kano untuk menganalisa dan mengkategorikan atribut-atribut dari kualitas produk, berdasarkan seberapa baik produk tersebut mampu memuaskan pelanggan, selanjutnya metode kedua yaitu metode Quality Function Deployment, untuk merencanakan dan mengembangkan secara terstruktur dan mendefinisikan secara jelas kebutuhan dan harapan pelanggan secara sistematik. Hasil penelitian tersebut adalah Dimensi yang paling diprioritaskan pada metode kano yaitu dimensi One dimensional dan Must be, Kemudian analisa QFD akan dilakukan perbaikan kualitas produk pihak IKM hendaknya melaksanakan respon teknikal dengan skala prioritas yang sesuai dengan urutan tingkat kepentingan absolut dan relatif
USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN MESIN PUFFING GUN DI IKM BIPANG PUTRI SEHATI KABUPATEN GOWA
Pada ruang produksi bagian mesin puffing gun atau disebut mesin palappo oleh masyarakat Kabupaten Gowa, pekerja sering mengeluhkan temperatur yang tinggi. Ruang produksi tersebut juga tidak memiliki ventilasi sehingga sirkulasi udara sangat kurang yang mengakibatkan ruangan panas dan tidak sejuk yang dapat mempengaruhi kondisi pekerja. maka yang menjadi rumusan masalah adalah penerapan ergonomi yaitu lingkungan kerja Industri Kecil Menengah (IKM) Bipang Putri Sehati pada bagian mesin puffing gun belum ergonomis sehingga diperlukan identifikasi terhadap penerapan lingkungan kerja yang ergonomis ditinjau dari aspek- aspek lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki lingkungan kerja pada bagian mesin puffing gun yang memproduksi beras lebih mengembang akibat dari suhu panas yang ditimbulkan oleh mesin sehingga menghasilkan bipang. Faktor- faktor lingkungan kerja fisik yaitu pencahayaan, temperatur, sirkulasi udara, kebisingan, warna, bau-bauan, dan hiburan (musik). Dari hasil penelitian pengukuran waktu kerja dengan metode langsung menunjukkan waktu baku sebesar berturut- turut 17,67 menit, 18,66 menit, dan 17,38 menit pada pukul 08.00, 13.00, dan 15.00. Setelah dilakukan perbaikan lingkungan kerja yaitu dengan memberikan ear plug dan pemasangan kipas angin, sehingga peningkatan efesiensi waktu baku sebesar 16,53%, 17,15%, dan 17,21%. Perbaikan lingkungan kerja fisik adalah adanya ventilasi di sisi kanan tembok atau menanam tanaman di sekitar tempat kerja dan tidak mendengarkan musik pada saat bekerja
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP RESPON PSIKOMOTORIK DI PT. SERMANI STEEL
PT. Sermani Steel Makassar adalah suatu perusahaan patungan (joint venture) antara Indonesia dan Jepang. Perusahaan yang bergerak di bidang industri ini didirikan di Makassar, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo Km 7-Tello Baru Kecamatan Panakukang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja (temperatur, kebisingan, dan pencahayaan) terhadap respon psikomotorik pekerja dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.Sampel berjumlah 53 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan jenis data adalah data primer. Teknik skala pengukuran menggunakan skala Likert.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebisingan (X1)nilai koefisien regresi variabel sebesar 0,274, temperatur (X2)nilai koefisien regresi sebesar 0,201 dan Pencahayaan (X3)nilai koefisien regresi variabel sebesar 0,420 berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon psikomotorik.. Dan Lingkungan kerja pada pencahayaan yang paling dominan berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon motorik pekerja sebesar 0,420 pada PT Sermani Steel Makassar
EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL
Kegiatan pembongkaran dan pemindahan overburden, dibutuhkan sejumlah alat berat, berupa alat angkut dan alat muat serta alat support. Kegiatan pembongkaran overburden dilakukan pada front kerja excavator hitachi ex.3600 tepatnya pada pada Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak tercapainya produksi dan dapat mengetahui solusi atau langkah penyelesaian dari faktor-faktor atau masalah tidak tercapainya produktivitas. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati lansung area kerja pada excavator hitachi ex3600.02 shovel dengan cara mencatat segala jenis masalah dan waktu terjadinya masalah yang di alami yaitu berupa masalah-masalah yang dapat mempengaruhi target produksi. Kemudian, data yang diperoleh ini, di sesuaikan dengan data poroduksi yang diperoleh pada dispatch. Berdasarkan dari hasil evaluasi yang dilakukan pada bulan Agustus dan September 2016, produksi overburden selalu mengalami Loss yang cukup besar, yaitu pada bulan Agustus pada shift 1 sebesar 14.485,41 ton, pada shift 2 sebesar 20.764,08 ton, dan pada shift 3, Loss sebesar 29.841,7 ton. Pada bulan September shift 1 diperoleh Loss sebesar 28.786,43 ton, shift 2 sebesar 31.082 ton, dan pada shift 3 diperoleh Loss sebesar 37.663,99 ton. Faktor penyebab tidak tercapainya produksi pada bulan Agustus, dapat diketahui 11 masalah yaitu kondisi front, operator makan dan istrahat, pergantian shift, visibility, fatigue, skill operator, fragmentasi, material keras nonblasting, equipment problem, refuel, dan pindah pit dan juga foreman lebih memperhatikan kondisi front yang merupakan area terdepan dalam hal pengangkutan overburden, sehingga alat dapat bekerja dengan maksimal
ANALISIS NILAI RECOVERY Au DAN Cu TERHADAP KONSUMSI LIME DENGAN VARIASI TITIK PENAMBAHAN PADA PROSES FLOTASI
Peningkatan recovery dalam metode flotasi tidak hanya tergantung dari jenis lime yang digunakan, salah satunya adalah dengan memperhatikan letak titik penambahan lime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi titik penambahan lime terhadap nilai pHdan recovery dari setiap percobaan. Dalam penelitian ini, penambahan lime dilakukan pada saat grinding dengan jumlah lime yang berbeda dan penambah lime sebelum flotasi dengan target pH sembilan, dari setiap data percobaan yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan metode kualitatif untuk mengetahui pengaruh pada setiap variasi lime terhadap nilai pH dan recovery Au dan Cu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahanvariasi lime pada grinding mempengaruhi konsumsi lime dan nilai pH, semakin banyak lime yang ditambahkan saat grinding, semakin sedikit lime yang dibutuhkan sebelum flotasi untuk mencapai pH target. Sedangkan untuk nilai recovery pada setiap percobaan yang dilakukan diperoleh nilai recovery tertinggi 92,29 % untuk Cu dan 84,42% untuk nilai Au dengan menggunakan variasi lime kedua, untuk recovery terendah didapatkan pada variasi lime ketujuh dengan recovery Au 78,92% dan Cu 87,58%. Sehingga dapat diketahui bahwa penambahan lime pada variasi ketujuh menyebabkan peningkatan nilai pH di grinding menjadi lebih tinggi, namun menurunkan nilai recovery. Berbeda halnya dengan variasi lime kedua, dimana pada variasi ini nilai pH di grinding yang ditunjukkan lebih rendah namun nilai recovery yang diperoleh lebih tinggi
ANALISIS PERBANDINGAN SUBSTITUSI SLAG PADA SEMEN DAN PASIR PADA CAMPURAN BETON MUTU K-225 PADA PT IMIP KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Kawasan industri yang dibangun oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan kawasan industri terpadu berbasis pada pengelolaan nikel yang juga berisi industri turunannya yang lain yaitu stainless steel. Beton merupakan bahan bangunan yang banyak digunakan dalam membangun struktur kerja di Indonesia karena banyaknya manfaat yang diberikan seperti bahan penyusunnya mudah didapat, mudah dipasang, mampu membawa beban berat, tahan terhadap suhu tinggi, dan biaya pemeliharaan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat semen. Upaya tersebut dilakukan terhadap persyaratan pemanfaatan slag dari PT Indonesia Morowali Industrial Park. Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui perbandingan kuat tekan pada pengolahan limbah terak (slag) dengan mensubstitusi pada semen dan pasir, pada substitusi ke semen kuat tekan tertinggi berada pada substitusi terak 15% yaitu mencapai kuat tekan 24,295 MPa atau 25,34% lebih tinggi dibanding beton normal dan akan menurun kuat tekannya ketika mendapatkan substitusi lebih dari 15% sedangkan pada substitusi ke pasir akan mendapatkan kuat tekan kuat tekan tertinggi pada substitusi ke 30%, yaitu mencapai 28,956 MPa atau 49,385 lebih tinggi dibandingkan beton normal. Pada penggunaan substitusi slag ke pasir akan bertambah kuat tekannya apabila substitusi yang digunakan lebih tinggi. Jadi penggunaan slag sebagai substitusi semen dan pasir pada beton k-225 sebaiknya digunakan pada substitusi ke pasir sehingga penggunaan limbah slag lebih banyak dan memperoleh kuat tekan yang tinggi
ANALISIS PENERAPAN QUALITY CONTROL CIRCLE UNTUK MEMINIMALKAN BINNING LOSS PADA BAGIAN RECEIVING PT. HADJI KALLA TOYOTA DEPO PART LOGISTIK MAKASSAR
Dalam persaingan industri, bidang layanan juga mengalami pertumbuhan pesat. Setiap perusahaan bersaing untuk memenangkan persaingan untuk mendapatkan pangsa pasar. Tingginya tingkat kesalahan kerja pada area Receiving Depo Hadji Kalla Makassar. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas jenis-jenis kesalahhan kerja yang terjadi dalam proses. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan terus menerus untuk mengurangi tingkat kesalahan yang telah terjadi dalam proses. Penelitian ini telah menerapkan metode QCC (Quality Control Circle) dengan delapan langkah untuk meningkatkan kualitas. Metode QCC menggunakan alat yang disebut tujuh alat. Kami mengusulkan proses rencana perbaikan. Penelitian kami menemukan bahwa sejumlah besar CTQ (Critical To Quality) adalah kurangnya alat bantu kerja. Kami melakukan pencarian akar penyebab masalah melalui proses brainstorming antara tim QCC dan manajemen perusahaan. Kami menemukan bahwa penyebab paling dominan dari kesalahan kerja adalah kurangnya operator ketelitian dan kurangnya alat bantu kerja yang menyebakan KPI Receiving tidak sampai target di Pareto diagram. nampak bahwa persentase kesalahan kerja terbesar, sekitar 4 LI/Bulan. Perbaikan dilakukan pada proses kerja yang banyak melakukan kesalahan melalui alat kerja brainstorming, Setelah perbaikan alat kerja persentase kesalahan kerja dari 4 LI/Bulan menjadi 0 LI/Bulan. penurunan tingkat kesalahan 100
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJEKTIVE MATRIX (OMAX) PADA CV. BINTANG JAYA
Persaingan pada industri manufaktur saat ini semakin ketat khususnya di makassar. Setiap perusahaan dituntut untuk berusaha menjaga kestabilan kinerjanya agar dapat bertahan dari persaingan yang kompetitif. Bahkan, untuk dapat mengungguli para pesaingnya perusahaan menginginkan adanya peningkatan kinerja pada setiap periode. CV. Bintang Jaya merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pembuatan sirup, tepatnya di Kota makassar yang berdiri sejak tahun 1981. Tujuan produksinya di prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan daerah sulawesi selatan,terutama daerah Makassar. Pada tahun 2016 CV. Karena perusahaan biasanya tidak selalu mencapai terget produksinya maka cv bintang jaya ingin mengukur produktivitas produksi agar mencapai target produksinya dengan catatan kinerja perusahaan dan produktivitas perusahaan meningkat. Dengan menggunakan produktivitas yang merupakan salah satu dari sekian banyak instrument manajemen dalam mengukur kinerja organisasi yang berorientasi pada profit dan non profit, dimana nantinya hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan informasi mengenai kondisi organisasi, yang apabila kondisinya buruk dapat segera diperbaiki dan apabila kondisinya cukup baik maka agar dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, maka model pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas adalah model Objective Matrix (Omax), yang mana kelebihan dari model ini adalah dapat mengukur tingkat produktivitas dari sudut non keuangan. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa indeks produktivitas yang paling rendah adalah pada bulan Februari 2017 yaitu sebesar -82,58% dan indeks produktivitas yang paling tinggi adalah pada bulan Maret 2017 yaitu sebesar 240,74%
STRATEGI PEMASARAN KUE BAGEA SEBAGAI KUE KHAS KOTA PALOPO DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT PADA UKM MULTI KUE KOTA PALOPO
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman jenis kuliner yang dapat dikembangkan menjadi sebuah unit bisnis. UKM Multi Kue merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi kue bagea yang menjadi kue khas Kota Palopo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan pada UKM Multi Kue berdasarkan analisis dari marketing mix (atribut produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, proses, lingkungan fisik) untuk menentukan alternatif strategi pemasaran kue bagea berdasarkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada persamaan regresi linier berganda, didapatkan variabel produk merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan pada UKM Multi Kue. Hasil analisis diagram SWOT pada Matriks IFE, diperoleh skor faktor kekuatan adalah 3,28 dan skor faktor kelemahan adalah 0,10 dengan selisih sebesar 3,18. Sementara itu, berdasarkan Matriks EFE, skor faktor peluang adalah 2,38 dan skor faktor ancaman adalah 0,74 dengan selisih sebesar 1,64. Selisih skor pada matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa UKM Multi Kue berada pada Kuadran I yang berarti bahwa strategi yang digunakan adalah strategi Strengths Opportunities (SO) atau strategi Growth yang menunjukkan bahwa UKM Multi Kue tergolong dalam usaha yang berkembang dan memiliki posisi yang kuat dan berpeluang