Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN KITOSAN DARI SISIK IKAN KAKAP MERAH
Industri pengolahan ikan banyak menimbulkan hasil samping berupa limbah sisik ikan yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu hanya dijadikan tepung dan dijadikan sebagai kerajinan tangan. Hal itu kurang memiliki nilai ekonomis dibandingkan dengan mengolahnya menjadi kitin dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi operasi optimum proses deasetilasi kitin serta mempelajari pengaruh derajat deasetilasi terhadap kitosan. Proses deproteinisasi dengan larutan NaOH (3.5 % w/v) selama 2 jam pada suhu 65 oC dan proses demineralisasi dalam larutan HCl (1N) selama 30 menit pada suhu kamar. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan kitin dengan larutan NaOH (40%, 50%, 60% w/v) pada suhu 121 oC selama 1 jam. Penentuan derajat deasetilasi dilakukan berdasarkan spektrum IR dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses deasetilasi kitin menjadi kitosan adalah pada konsentrasi NaOH 60% yang memberikan derajat deasetilasi sebesar 73,40%
POTENSI PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN AIR MINERAL DENGAN METODE PIROLISIS MENJADDI MINYAK BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Cadangan minyak bumi semakin menipis karena pemakaian bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat. Diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Limbah plastik kemasan air mineral jenis polypropylene (PP) dengan kandungan kimia utama adalah karbon-hidrogen memungkinkan untuk diproses dicairkan menjadi minyak sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar cair alternatif pengganti BBM Bumi. Makalah ini menguraikan potensi pengolahan limbah plastik kemasan air mineral menjadi bahan bakar cair dengan metode pirolisis. Dari hasil penelitian pendahuluan dengan kondisi pirolisis yaitu suhu 300 oC dan waktu 20 menit diperoleh produk minyak cair dengan yiel mencapai 45%. Konversi ini masih memungkinkan ditingkatkan bila beroperasi pada suhu pirolisis dan waktu optimum. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa minyak yang diperoleh memiliki kemiripan dengan bahan bakar premium (bensin), densitas 0,75 gr/ml, warna cairan kekuningan, sangat mudah terbakar dengan nilai kalor mencapai 11.000 kal/gr. Bila 50% dari total 2 juta ton limbah plastik PP di Indonesia potensi dikonversi menjadi minyak bahan bakar alternatif sebanyak 450 ribu ton/tahun atau setara dengan 434 ton minyak premium (bensin)
ANALISIS PROKSIMAT, SULFUR, DAN NILAI KALOR DALAM PENENTUAN KUALITAS BATUBARA DI DESA PATTAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN
Salah satu parameter utama yang menentukan suatu kegiatan pengolahan dan pemanfaatan bahan galian batubara adalah kualitas batubara. Di Daerah penelitian terdapat singkapan batubara yang perlu dilakukan analisis proksimat, sulfur dan nilai kalor untuk menentukan kualitas batubara menurut Classification of in Seam Coal (UN-ECE 1998) dan Polish Geological Institute (PGI). Sampling dilakukan pada Lapisan batubara dengan kedudukan N 255°E/5° (tebal 83 cm) menggunakan metode channel sampling. Hasil analisis di laboratorium yaitu analisis proksimat dengan nilai rata-rata untuk moisture in air dried 7,98 %, ash content 16,95 %, volatile matter 45,63 % dan fixed carbon 29,49 % dalam basis air dried basis (adb). Selain itu, untuk hasil rata-rata kandungan sulfur dan nilai kalor adalah masing-masing 0,56% dan 4460,89 kkal/gram dalam basis air dried basis (adb). Basis adb pada ash content dikonversi ke dalam basis db, yaitu 18,42 % (db). Nilai kalor dikonversi ke dalam basis daf, yaitu 24,8 Mj/kg (daf). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa batubara yang tersingkap di daerah penelitian termasuk dalam medium grade coal berdasarkan ash content (% db) dan rank batubara tersebut termasuk dalam subbituminous rank (low rank) berdasarkan nilai kalor menurut Classification of In Seam Coal (UN-ECE 1998). Selain itu, berdasarkan kandungan sulfur yang rendah ( 1%) menunjukkan bahwa batubara termasuk dalam steam coal menurut Polish Geological Institute (PGI)
EVALUASI BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR PRABUMULIH, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Identifikasi suatu batuan menggunakan metode geokimia hidrokarbon merupakan salah satu langkah awal untuk mengetahui apakah batuan tersebut termasuk batuan induk yang dapat berpotensi menghasilkan hidrokarbon atau tidak. Suatu batuan dapat dikatakan sebagai batuan induk apabila mempunyai kuantitas material organik, kualitas untuk menghasilkan hidrokarbon, dan kematangan termal. Pada analisis geokimia ini, data yang digunakan berupa data Rock-Eval Pyrolysis dan Vitrinite Reflectance. Berdasarkan analisis geokimia yang telah dilakukan terhadap sejumlah sampel batuan dari sumur Prabumulih, karakteristik potensi batuan induk memiliki tingkat kekayaan material organik berkisar antara 0.25%-58.05%. Hal ini mengindikasikan batuan induk pada sumur tersebut berkisar antara berpotensi rendah, baik hingga sangat baik. Tipe material organik pada penelitian berupa tipe kerogen II/IIIb-III yang berpotensi menghasilkan gas/minyak dan gas. Batuan sedimen Formasi Lahat pada kedalaman 3050 m – 3055 m berpotensi bagus sebagai pembentuk hidrokarbon, sedangkan awal pembentukan minyak bumi terjadi pada kedalaman 2575 m. Lima sampel batubara Formasi Talang Akar yaitu pada kedalaman 2265 m, 2715 m, 2762 m, 2929 m, dan 3025 m berpotensi besar menjadi batuan sumber hidrokarbon bila telah mencapai kematangan termal. Hasil dari analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa sampel dari Sumur Prabumulih cukup berpotensi hingga berpotensi baik sebagai batuan induk
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT WIRAUSAHA DIKALANGAN INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN TOJO UNA UNA
Keberadaan perusahaan industri baru berimplikasi pada terciptanya lapangan pekerjaan yang membuka kesempatan kepada para pencari kerja. Perusahaan industri di Kabupaten Tojo Una-Una dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori menurut banyaknya tenaga kerja yang digunakan yaitu : industri kerajinan rumah tangga jumlah tenaga kerja 1 s/d 4 orang, industri kecil dengan jumlah tenaga kerja 5 s/d 9 orang, industri sedang dengan jumlah tenaga kerjanya 20 s/d 100 orang, dan industri besar dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode SEM (Structural Equation Modeling) atau model persamaan terstruktur. Data hasil pengamatan dalam penyusunan tugas akhir ini berdistribusi normal, sebagaimana yang disyaratkan dalam metode SEM. Selain data yang berdistribusi normal data dalam pengamatan ini tidak ditemukannya outliers dan juga Multikolinieritas. Setelah syarat-syarat dalam metode SEM terpenuhi langkah selanjutnya yaitu mengistimasi model yang telah dibuat. Nilai uji Goodness of fit yang diperoleh Chi Square = 237,997; Probabilitas = 0,000; RMR = 0,044; GFI = 0,817; AGFI = 0,765; TLI = 0,642; CFI = 0,691; NFI = 0,446; RMSEA = 0,068. Dalam uji hipotesis variabel toleransi akan resiko tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel motivasi wirausaha. Akan tetapi, variabel keberhasilan diri dan variabel kebebasan dalam bekerja berpengaruh signifikan terhadap variabel motivasi wirausaha
STUDI PROSES PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JARAK DENGAN BANTUAN GELOMBANG SUARA
Ketersediaan bahan bakar minyak bumi terbatas dan sifatnya tidak terbarukan, sehingga diprediksikan akan ada kelangkaan bahan bakar minyak.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengembangan bahan bakar alternative dari minyak jarak dengan memanfaatkan gelombang suara pada reaksi transesterifikasi, mengetahui pengaruh penggunaan katalis, mengetahui karakteristik perolehan biodiesel dari minyak jarak menggunakan ultrasonic. Penelitian ini menggunakan perbandingan mol minyak jarak terhadap methanol (1:9), konsentrasi katalis NaOH 0.75%waktu reaksi (5, 15, 30, 45 dan 60 menit) Dalam penelitian ini mempelajari pengaruh waktu reaksi terhadap yield dan kualitas produk biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsentrasi katalis NaOH 0,75 %, waktu reaksi 45 menit menghasilkan yield produk biodiesel terbesar yaitu 98 % dan hasil analisa karakteristik kualitas produk biodiesel telah sesuai dengan standar mutu biodiesel SNI 04-7182-201
PEMETAAN KEMAJUAN PENAMBANGAN PADA PIT X DAERAH MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Pada proses penambangan bijih nikel akan mengalami kemajuan setiap hari yang tentunya akan menyebabkan perubahan bentang alam daerah penelitian. Penelitian kemajuan penambangan ini berada di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemajuan penambangan dan mengetahui tonase bijih nikel yang dihasilkan serta mengetahui penyebab perbedaan bijih nikel hasil eksplorasi dengan hasil kemajuan penambangan. Pengukuran kemajuan kegiatan penambangan dilakukan dengan menggunakan alat total station untuk mendapatkan posisi planimetris berupa easthing, northing, dan elevasi. Pengukuran dilakukan dengan metode poligon sehingga membentuk segi banyak. Dari hasil pengolahan data pengukuran didapatkan besar kemajuan pada minggu pertama 2.994,75m2 dengan volume 7955.83 m3, minggu ke dua 5.511.9 m2 dengan volume 9772.16m3, minggu ke tiga 8.185,09m2 dengan volume 13204.6 m3dan minggu ke empat 11.123,77m2 dengan volume 12076.38m3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besar kemajuan 11.123,77m2 dan tonase bijih yang diperoleh dari data kemajuan tambang yaitu 72.659,63ton sedangkan data tonase bijih hasil eksplorasi denganCOG ≥ 1.5% dan density 1.7 adalah 128.044,2ton. Penyebab perbedaan tonase dari kegiatan penambangan dengan hasil eksplorasi tersebut dikarenakan kegiatan penambangan dan endapan nikel yang bersifat heterogen
ANALISIS LONGSORAN BIDANG, STUDI KASUS PADA LERENG PIT BAKAM PT KBK DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Secara umum, kestabilan lereng batuan dikontrol oleh kehadiran struktur geologi, demikian halnya di pit Bakam dengan batuan yang ada cenderung keras sehingga potensi longsor busur cukup kecil, namun longsoran bidang dengan volume yang cukup besar terjadi pada daerah tersebut. Hal ini perlu diketahui penyebabnya dan analisis kekuatan bidang lemah perlu untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan analisis balik untuk menentukan faktor yang menyebabkan longsoran terjadi. Pendekatan menggunakan berbagai kriteria seperti kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown dilakukan untuk mendapatkan nilai kekuatan pada bidang lemah saat longsor. Data didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengujian sample pada batuan yang longsor diperlukan untuk menunjang penelitian ini. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis balik menunjukkan bahwa bidang lemah pada lereng pit Bakam mengalami pengurangan kekuatan mekanik berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalamnya. Untuk daerah yang longsor pada lereng SYG, bidang lemah mengalami penurunan kekuatan sampai menjadi 29,2 KPa dan sudut geser dalam 26,80 dengan nilai FK sebesar 0,99. Sedangkan pada Lereng BSW menjadi 30,6 KPa dan sudut geser dalam 33,40 dengan nilai FK sebesar 0,99. Faktor yang menyebabkan penurunan nilai kekuatan parameter ini adalah air karena longsor terjadi pada saat hujan, dan beberapa hari sebelumnya ada peledakan pada daerah yang mengalami longsor
SILICIFIED COAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAMBANGAN DI DAERAH ARAHAN, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN
Pada kegiatan penambangan, silicified coal sangat mempengaruhi kualitas batubara, selain kuantitas dari produksi batubara, kualitas juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam suatu proses penambangan. Salah satu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah upaya untuk pengendalian kualitas batubara dengan cara mengurangi produksi yang melibatkan unsur pengotor salah satunya silicified coal. Daerah penelitian terletak di Desa Arahan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur, pemetaan permukaan baik secara lateral maupun vertikal, analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan XRD. Sampel diambil menggunakan teknik grab sampling dengan jumlah 10 sampel pada lokasi yang kemungkinan mewakili secara keseluruhan. Formasi pada daerah penelitian adalah Formasi Muaraenim yang terendapkan di lingkungan delta plain, Formasi Kasai yang tersedimentasikan di lingkungan darat. Silicified coal merupakan sisa tumbuhan yang membatu akibat penggantian komponen dengan silika. Mineral silika terbentuk dalam rekahan-rekahan, bukaan antar sel tumbuhan, dan pada cairan yang tertinggal dalam sel tumbuhan. Kenampakan fisik silicified coal pada lapisan batubara berupa layered dan lenses dan hampir sama seperti batubara berwarna hitam, tetapi memiliki nilai kekerasan yang lebih tinggi. Pada lapisan batubara daerah penelitian didominasi oleh silicified coal yang berbentuk lenses dengan tebal 10 - 40 cm. Pola sebaran silicified coal dikontrol oleh lapisan batubara. Dari hasil analisa XRD dan Petrografi silicified coal, ditemukan bahwa mineral yang mendominasi adalah mineral silika, sedikit karbon dan oksidabesi. Dari hasil observasi lapangan, pemetaan mengenai silicified coal pada lapidan batubara sangat penting dilakukan untuk menghindari penurunan kualitas produksi batubara
Analisis Penerapan Lean Manufaktur Untuk Mengurangi Pemborosan Di Lantai Produksi PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar
Pemborosan yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan, salah satu contoh kerugian yang dapat ditimbulkan karena adanya pemborosan adalah waktu penyelesaian produk yang lebih lama dibandingkan dengan yang sudah direncanakan tidak memberikan nilai tambah (non value added), maka yang menjadi tujuan untuk menghilangkan pemborosan di lantai produksi, dengan merancang VSM (Future State Map) yang sesuai dengan kondisi perusahaan dengan mengintifikasi weste dengan menggunakan metode 5W- 1H ( what, who, where, when, why dan how) Setelah dilakukan perancangan future valuue stream map sehingga waktu (current state map) menunjukkan bahwa total lead time adalah sebesar 2890.5 menit dan proses pada future stream map lead time sebesar 2.740,5 menit maka dari itu ada pengurangan proses waktu lead time sebesar 150 menit dengan takt time dari 0,10 menit/ unit, kapasitas produksi terpenuhi 359 ton/hari