Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
Analisis Manfaat Biaya Penerapan Intermediate Stockpile Di Nickel Hill PT Vale Indonesia Tbk
PT Vale Indonesia, Tbk. membuat intermediate stockpile untuk mengatasi pertambahan jarak angkut dari front penambangan ke screening station agar produktivitas alat muat dan alat angkut meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan investasi penerapan intermediate stockpile. Metode analisis yang digunakan adalah analisis manfaat biaya dengan mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang dan analisis sensitivitas untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi. Data yang digunakan adalah target produksi bijih dan lapisan tanah penutup, spesifikasi alat, waktu edar alat, efisiensi kerja, harga nikel, harga alat, biaya sewa alat, biaya operasional alat, dan biaya konstruksi stockpile. Berdasarkan hasil equipment model maka diperlukan penambahan alat angkut tipe Caterpillar 777D sebanyak dua unit dan satu unit Caterpillar 992D. Pengadaan alat dilakukan dengan alternatif pembelian karena memiliki nilai present value biaya yang lebih kecil dibandingkan alternatif sewa. Nilai present value biaya alternatif pembelian sebesar US 25,133,374.28. Nilai rasio manfaat biaya investasi sebesar 1,42 dan nilai sekarang bersih (NSB) sebesar US$5,764,942.74 yang berarti bahwa investasi intermediate stockpile layak untuk diterapkan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan penurunan produksi Ni, penurunan harga Ni, dan kenaikan biaya operasional berpengaruh terhadap kelayakan investasi karena nilai sekarang bersih menjadi negatif (tidak layak)
Optimalisasi Geometri Lereng Tambang Nikel Menggunakan Metode Probabilistik Pada Hill Pit 05 PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan
PT Vale Indonesia Tbk melakukan evaluasi disain lereng awal dalam upaya memastikan lereng dalam kondisi stabil dan tidak berpotensi longsor dengan cara melakukan optimalisasi geometri lereng tunggal dan keseluruhan. Adapun metode yang digunakan mencakup metode uji baik suai untuk mengkarakterisasi data, metode kesetimbangan batas “Bishop Disederhanakan” untuk menentukan nilai faktor keamanan (FK), serta metode Probabilistik dengan menggunakan metode Sampling Monte Carlo untuk memperbanyak data serta menentukan nilai probabilitas kelongsoran (PK). Hasil uji baik suai didapatkan untuk batuan limonit, jenis distribusi yang paling baik untuk bobot isi adalah lognormal, kohesi adalah gamma dan sudut gesek dalam adalah normal. Sedangkan pada batuan saprolit, jenis distribusi yang paling baik untuk bobot isi adalah normal, kohesi adalah gamma dan sudut gesek dalam adalah normal. Hasil optimalisasi geometri lereng tunggal dengan tinggi lereng 10 meter dengan sudut lereng 60°, menghasilkan nilai FK 1.52 dan PK 23.9%. Hasil evaluasi disain awal lereng keseluruhan section I – I’ didapatkan tinggi lereng 58.6 meter dengan sudut lereng 22° menghasilkan nilai FK 1.09 dan PK 52.7%. Setelah dilakukan redisain didapatkan tinggi lereng 57,7 meter dengan sudut lereng 190 menghasilkan nilai FK 1.36 dan PK 14.5%
Tipologi Sistem Akuifer Endapan Gunungapi
Akuifer merupakan lapisan batuan bawah permukaan yang dapat menyimpan dan meloloskan air. Keberadaan air tanah di daerah endapan gunungapi umumnya pada batuan yang sangat berpori dan tidak kompak, berselang-seling dengan lapisan-lapisan aliran lava yang umumnya kedap air. Salah satu metoda yang digunakan dalam mengidentifikasi lapisan akuifer bawah permukaan adalah metoda geolistrik tahanan jenis. Metoda ini menggunakan prinsip aliran arus listrik yang mengalir di dalam tanah melalui batuan–batuan. Pada penyelidikan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner yang dilakukan di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa bertujuan untuk menentukan jenis lapisan, mengidentifikasi posisi sebaran akuifer dan menentukan jenis akuifer. Pada penelitian ini terdapat tiga lintasan pengukuran tahanan jenis mapping dengan panjang setiap lintasan 470 m, jumlah elektroda sebanyak 48 dan spasi tiap elektroda 10 m. Pada daerah penelitian terdapat dua jenis lapisan yaitu lapisan tufa (12.47 – 75 Ωm) diinterpretasikan sebagai lapisan akuifer dan lapisan breksi berselingan lava (76 – 2.203,19 Ωm). Posisi akuifer pada daerah penyelidikan tersebar di setiap lintasan. Jenis akuifer yang ada pada daerah tersebut yaitu akuifer bebas dan akuifer menggantung
INTEGRASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA PT. SEMEN TONASA
Perusahaan yang bergerak dibidang industri semen yang menerapkan Total Quality Management (TQM) dan Supply Chain Management (SCM) dapat menghasilkan kebutuhan sesuai dengan permintaan pelanggan. Penerapan kedua sistem tersebut berlaku bagi industry semen agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan, dan Supply Chain Management (SCM) terhadap keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan, serta pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja perusahaan pada PT Semen Tonasa Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia. Variabel TQM diukur dari 10 indikator, variabel SCM di ukur dari 6 indikator, variabel keunggulan bersaing di ukur dari 5 indikator dan variabel kinerja perusahaan di ukur dari 4 indikator yaitu balanced score card. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner. Unit analisis penelitian adalah seluruh manajer menengah yang ada di setiap bagian/unit di PT Semen Tonasa. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 122 orang. Metode analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Total Quality Management (TQM) terhadap Keunggulan Bersaing ,Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Perusahaan, Supply Chain Management (SCM) terhadap Keunggulan Bersaing, Supply Chain Management (SCM) terhadap Kinerja Perusahaan, dan Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja Perusahaan serta Pengaruh tidak langsung TQM dan SCM terhadap Kinerja Perusahaan melalui Keunggulan Bersaing
Pengaruh Rasio Berat Asidfikasi Dan Persen Berat Adsorben Terhadap Kemurnian Gliserol Dengan Metode Asidikasi Dan Adsorpsi
Meningkatnya produksi biodisel sebagai bahan bakar mengakibatkan meningkatnya jumlah crude gliserol sebagai hasil samping. Untuk itu diperlukan beberapa perlakuan untuk memanfatkan gliserol tersebut dengan cara memurnikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio berat asam fosfat yang terbaik pada proses asidifikasi dan persen berat adsorben limbah cangkang telur ayam pada proses adsorpsi untuk menghasilkan kemurnian gliserol dengan kadar yang tertinggi. Percobaan diawali dengan pretreatment gliserol dengan asam fosfat dengan variabel uji rasio b e r a t (b/b) asam yang ditambahkan (1:0,2; 1:0,4; 1:0,6; 1:0,8 dan 1:1), dilanjutkan dengan adsorpsi menggunakan limbah cangkang telur ayam yang sudah diaktivasi secara termal dengan variabel uji persen berat adsorben (%b/b) 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dengan kondisi reaksi kecepatan pengadukan 250 rpm dan waktu adsorpsi 120 menit. Hasil kemurnian terbaik didapatkan pada rasio berat (b/b) asidifikasi 1:0,6, persen berat adsorben (%b/b) 15% dengan kadar gliserol sebesar 67,22%, densitas 1,171 g/cm3, kadar air 2,796%, kadar abu13,852% dan kadar MONG 16,130%. Hasil analisa gliserol yang sudah dimurnikan belum memenuhi standard gliserol komersial berdasarkan British Standard 2621:1979 dimana kadar gliserol harus 80%, densitas 1,2671 g/cm3, kadar air 10%, kadar abu 10% dan kadar MONG 2,5%
Kajian Sistem Penyaliran Tambang Batubara Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur
Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah penyaliran tambang. Tujuan penelitian ini mengetahui debit air limpasan yang masuk Sump, mengetahui luasan catchment area dan mengetahui debit outlet pompa. Metode penelitian yang dilakukan observasi langsung ke lapangan yang meliputi luas paritan dan diameter pipa. Air masuk terkumpul di sump harus dapat dikeluarkan dari tambang hingga kering. Hasil debit pompa aktual 227 Liter/detik atau 0,227 m3/detik, 817,2 m3/jam dengan volume sump 4.269.344 m3. Luas paritan 3,99 m2, pompa yang digunakan adalah pompa multiflo 420EX dengan jenis pipa HDPE (High Density Polytethylene) dengan diameter pipa adalah 14 inch dan panjang pipa adalah 1500 m. Penyaliran tambang yang digunakan pada pit A mine dewatering yang terdiri dari paritan (open channel) dan sump, air yang masuk ke dalam lokasi penambang adalah air limpasan, air limpasan yang masuk ke tambang adalah 3.469,28 m3/jam, luas catchment area yang didapat yaitu 683,71 Ha, yang terdiri dari daerah dasar pit dan jenjang 595,88 Ha dan rehab 87,83 Ha
Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengidentifikasi Tingkat Bahaya Longsor Di Kec. Sabbang, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Bencana alam merupakan kejadian yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah rawan bencana longsor, tingkat daerah bencana longsor dan foktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Metode penelitian dilakukan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdiri dari data curah hujan, penggunaan area lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, lithologi batuan, bentuk lahan dan struktur geologi. Data tersebut kemudian dilakukan pengharkatan (scoring) untuk memperoleh area tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian diperoleh empat zona tingkat bahaya longsor yaitu zona bahaya longsor rendah dengan luas 3.656 Ha, zona bahaya longsor sedang dengan luas 22.628 Ha, zona bahaya longsor tinggi dengan lus 42.063 Ha dan zona bahaya longsor sangat tinggi 331 Ha. Hasil yang diperoleh mengidentifiksikan bahwa potensi untama bahaya longsor disebebkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu 3826 mm/tahun. Area kemiringan lereng 40% sampai 100% yang luas juga merupakan factor yang menyebabkan potensi terjadinya longsor
Potensi Gempa Dan Upaya Peningkatan Kemampuan Mtigasi Bagi Siswa Disabilitas Di SDLB Kota Gorontalo
Kota Gorontalo memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bahaya gempa bumi, oleh karena itu pemahaman tentang gempa bumi perlu dilakukan sejak dini, terutama bagi anak-anak disabilitas. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi gempa yang terjadi di wilayah Kota Gorontalo khususnya SDLB Kota Gorontalo dan sekitarnya serta upaya peningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitigasi gempabumi bagi siswa disabilitas di SDLB Kota Gorontalo khususnya tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Metode yang digunakan terdiri dari dua yaitu metode interpretasi struktur geologi menggunakan citra SRTM untuk deliniasi kelurusan dan metode fun learning dengan instrumen yang digunakan berupa MINING (Music Fun Learning), MICARD (Mitigation Flascard), MINAME (Mitigation of Nature Game) dan MIGAS (Mitigation Praise). Sampel sebanyak 34 siswa disabilitas di SDLB Kota Gorontalo yang terdiri dari siswa tunanetra, tunarungu dan tunagrahita. Hasil dileniasi yang diperoleh yaitu struktur geologi berupa kelurusan dengan arah relatif utara selatan yang tersebar di wilayah Kota Gorontalo. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan gempa dan kemampuan mitigasi gempa setelah penerapan metode fun learning yaitu MIE TITI (Mitigation of Earthquake Disaster for Disability) pada siswa disabilitas dimana pada anak tunanetra sebesar 50% dan 35%, tunarungu sebesar 45% dan 55%, dan tunagrahita sebesar 3% dan 2%
Analisis Mineralogi Dan Kualitas Batubara Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan
Batubara Kadingeh di Kecematan Baraka, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan secara geografis terletak pada titik koordinat: 03o28’31” Lintang Selatan dan 119o52’41” Bujur Timur dan termasuk dalam kategori rank batubara Subbituminous. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa hasil analisis yang telah dilakukan. Analisis mikroskopis menunjukkan bahwa terdapat dua mineral yang dominan seperti clay dan pirit. Sedangkan hasil analisis X-ray diffraction (XRD) batubara Desa Kadingeh menunjukkan kandungan mineral-mineral seperti kuarsa, goethit, illit dan pirit. Hasil analisis kualitas batubara menunjukkan bahwa kandungan inherent moisture berkisar dari 9,75%-11,17%, kandungan abu berkisar dari 3,54%-8,42%, volatile matter berkisar dari 25,26%-27,32%, fixed carbon berkisar dari 53,09%-61,45%, total sulfur berkisar dari 0,15%-0,21%, dan nilai kalori berkisar dari 5366,06 kcal/kg-6164,59% kcal/kg. Berdasarkan klasifikasi batubara menurut ASTM (1981), batubara Desa Kadingeh yang paling ekonomis digunakan pada industri yaitu SE-IIC dan SE-IIB tergolong batubara jenis Subbituminous A, sedangkan SE-IIA tergolong batubara Subbituminous B
PENURUNAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN ADSORBEN (ZEOLIT dan BIOARANG SEKAM PADI)
Penelitian penurunan kadar asam lemak bebas (FFA) minyak kelapa sawit mentah (CPO) menggunakan adsorben zeolit dan bioarang sekam padi telah berhasil dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi adsorben zeolit dan arang sekam padi terhadap kualitas CPO. Zeolit alam dan bioarang sekam padi sebelum digunakan sebagai adsorben terlebih dahulu diaktivasi dengan pencucian sampai dengan pH 7, selanjutnya bahan dikeringkan menggunakan oven selama2jam. CPO disaring dipisahkan dari kotoran yang ada. Proses adsorpsi dipelajari pada konsentrasi adsorben yaitu (15, 20, 25, 30, dan 35 %), dengan putaran pengaduk 270 rpm, selama 90 menit dan suhu 700C. Dilakukan penyaringan antara zeolite dan CPO yang telah diadsorpsi. Produk adsorpsi dianalisa dengan mengukur kadar FFA, viskositas, dan kadar air. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan adsorben arang sekam padi diperoleh konsentrasi terbaik pada 35% dengan nilai FFA 5,36% pada dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 1,25%, kadar air 0,02% dan viskositas 44,44 cP. Penggunaan adsorben zeolit terhadap massa CPO yang terbaik digunakan untuk mendapatkan kadar asam lemak bebas terendah adalah konsentrasi 30%. Diperoleh kadar FFA 5,85% dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 0,7611%, kadar air 0,11% dan viskositas 41,05 c