Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
PENGARUH DAYA DAN WAKTU MIKROWAVE PRODUKSI BAHAN BAKAR NABATI DARI MINYAK JELANTAH
Dengan bertambahnya populasi penduduk dunia dan berkembangnya bidang industri dari tahun ke tahun kebutuhan energi mengalami kenaikan. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga atau minyak nabati sebagai sumber bahan bakar. Potensi minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar nabati. Metode yang yang digunakan yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi adalah proses konversi asam lemak menjadi ester sedangkan transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar diesel. Keunggulan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi ini adalah waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibangkinkan dengan metode konvensional dan biodiesel yang dihasilkan memiliki yield yang tinggi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel daya yaitu 100, 200, 400, dan 600 watt. dan variasi waktu yaitu: 1 ; 2,5 ; 3,5 ; 4 ; 4,5 ; dan 5 menit. Bidiesel dapat diperoleh dari minyak nabati dengan variasi daya dan waktu terbaik yaitu 600 watt dan 5 menit. Biodiesel ini telah memenuhi standar SNI 7182.2015 dengan nilai densitas 850-890 g/ml dapat disimpulkan bahawa biodiesel ini layak digunakan
PRODUKSI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BRIKET DARI HASIL PIROLISIS BAHAN BATUBARA DAN SERBUK GERGAJI
Berlimpahnya limbah biomassa serbuk gergaji dari hasil olahan industri sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi bahan bakar alternatif briket. Metodologi yang dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni proses pirolisis bahan batubara dan serbuk gergaji pada suhu 4000C, dilakukan penggilingan dan pengayakan arang dengan ukuran partikel +50-120 mesh. Kemudian dilakukan pencetakan briket dan terakhir adalah tahap pengujian (Uji Ultimate, Uji Proximate dan Kecepatan pembakaran). Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai kalor biomassa serbuk gergaji (6603,4 kal/gr) lebih besar dibandingkan dengan batubara (6600,2 kal/gr) dan uji laju pembakaran briket diketahui jika biomassa mempercepat proses pembakaran
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Daerah Bonto Tiro Menggunakan Metode Seismik Refraksi
Penyelidikan tentang lapisan batuan bawah permukaan sangat penting dilakukan untuk mengetahui beberapa informasi sebelum melakukan pembangunan proyek. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk mengetahui lapisan bawah permukaan dangkal adalah metode seismik refraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi lapisan batuan yang letaknya cukup dangkal. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 2 (dua) lintasan dengan 4 (empat) kali penembakan pada masing-masing lintasan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan lapisan bawah permukaan yang terdiri dari 3 lapisan berdasarkan perbedaan kecepatannya. Lapisan 1 (pertama) merupakan lapisan lapuk dengan kecepatan 300 m/s, lapisan 2 (dua) berisi sand unsaturated dengan kecepatan 867 m/s – 1056 m/s dan lapisan ke-3 (tiga) merupakan lapisan lempung dengan kecepatan 1369 m/s – 1999 m/s. Berdasarkan jenis lapisan batuan tersebut, maka daerah tersebut telah mengalami proses pelapukan
IMPLEMENTASI METODE FAULT TREE ANALYSIS UNTUK ANALISIS KECACATAN PRODUK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian kualitas produksi pada PT. Y serta mengidentifikasi penyebab-penyebab kecacatan produk. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis yaitu sebuah metode pengendalian kualitas yang digunakan untuk menelusuri kecacatan secara top-down approach dengan menganalisis kesalahan system dari kumpulan objek-objek yang saling berinteraksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk ada PT. Y belum maksimal, dengan rata-rata kecacatan produk sebesar 4.47 % per hari. Jenis kecacatan yang paling banyak terjadi adalah tinta buram dengan total 57.555 eksemplar atau 78% dari total produk cacat pada periode yang diamati. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara, faktor-faktor yang menjadi penyebab kecacatan ini adalah faktor manusia, mesin, lingkungan, metode kerja dan bahan baku
Perilaku Elektrokimia Paduan Bio Inert Ti-6Al-4V Bahan Implant Yang Di Doping Dengan Nb Dalam Media Minuman Berkarbonasi
Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh doping unsur Nb terhadap paduan bioinert Ti-6Al-4V dengan metode elektrokimia sebagai bahan implant dalam media minuman berkarbonasi. Tujuan penelitian adalah untuk mempebaiki biokompatibel paduan Ti-6Al-4V yang telah di doping dengan Nb dalam media minuman berkabonasi. Pembuatan paduan Ti-6Al-4V-xNb (x= 0, 1 dan 2 %wt) dilakukan dengan melebur Ti-6Al-4V dan Nb dalam tungku busur listrik. Perilaku elektrokimia paduan Ti-6Al-4V yang telah di doping dengan unsur Nb di uji menggunakan potensiostat dengan metode polarisasi Tafel dengan waktu perendaman selama 0 menit, 60 menit, dan 120 didalam media minuman berkarbonasi pada temperatur kamar. Hasil data pengujian polarisasi Tafel diolah dengan software Echem Analist V.5.66 sehingga didapatkan besaran laju korosi paduan Ti-6Al-4V dalam media minuman berkarnonasi. Permukaan paduan hasil pengujian polarisasi Tafel dievaluasi dengan difraksi sinar X. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa paduan Ti-6Al-4V-xNb (x= 0, 1 dan 2 %wt) akan meningkat biokompatibelnya dengan meningkatnya ketahanan korosi dalam media minuman berkabornasi bila paduan titanium yang di doping dengan Nb dengan jumlah yang lebih besar. Hal tersebut terjadi dikarenakan penambahan Nb pada paduan titanium Ti-6Al-4V terjadi peningkatan transisi dari aktif menjadi pasif. Hasil evaluasi sampel menggunakan difraksi sinar X menujukkan bahwa pada permukaan sampel terdapat lapisan pasif. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa biokompatibel paduan Ti-6Al-4V dalam minuman berkabonasi yang telah di doping dengan Nb unjuk kerjanya akan meningkat
Sintesis ZeolitT Lynde Type-A (LTA) Dari Zeolit Alam Lampung (ZAL) Menggunakan Metode Step Change Temperature Of Hydrotermal Dengan Variasi SiO2/Al2O3 Diaplikasikan Untuk Dehidrasi Etanol
Zeolit Lynde Type-A (LTA) merupakan zeolit sintesis yang memiliki berbagai kegunaan antara lain sebagai adsorben, katalis, membran, penukar ion, dan molecular sieve. Sebagai molecular sieve, zeolit LTA memiliki kemampuan dehidrasi yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk dehidrasi air dalam campuran etanol-air. Zeolit LTA tergolong dalam kadar si/al rendah, maka zeolit ini mempunyai sifat hidrofilik dan afinitas yang tinggi untuk menjerap air dalam etanol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh zeolit LTA sintesis dari variasi rasio SiO2/Al2O3 terbaik agar diperoleh persen kristalinitas yang tinggi sehingga didapatkan etanol yang sesuai dengan FGE (Fuel Grade Ethanol), yaitu kemurnian mencapai 99%. Variasi rasio SiO2/Al2O3 pada penelitian ini adalah 1; 1,2; 1,4 dan 1,8 mol/mol. Sumber silika dan alumina yang digunakan berasal dari Zeolit Alam Lampung (ZAL). Tahapan sintesis dilakukan pada sebuah water bath dengan metode step change temperature pada 90oC selama 1,5 jam dan 95oC selama 2,5 jam. Berdasarkan analisis XRD didapatkan persen kristalinitas tertinggi pada rasio SiO2/Al2O3 1,8 mol/mol sebesar 71,39 %. Hasil analisis FTIR terdapat ciri khas zeolit LTA yaitu adanya double rings pada bilangan gelombang 500-650 cm-1. Hasil analisis BET didapatkan zeolit LTA berukuran mesopori dan tergolong dalam loop histerisis tipe H3. Dari hasil uji dehidrasi adsorptif etanol-air diperoleh kemurnian etanol tertinggi pada rasio SiO2/Al2O3 1,8 mol/mol sebesar 99,56 %. Pola isoterm adsorpsi air mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai R2 = 0,995, kapasitas adsorpsi qm= 0,8217 mg air/g adsorben dan intensitas adsorpsi Ka = 0,0231. Kinetika adsorpsi air oleh zeolit LTA sintetis sesuai dengan model kinetika adsorpsi pseudo orde 2 dengan nilai tetapan laju reaksi sebesar 0,3065 g/(min-mg) dan nilai qe sebesar 0,2695 g air/g adsorbe
ANALISIS PENJADWALAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIBREWALA, PHILIPPE DAN BROWNE PADA PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK. UNIT MAKASSAR
Labor scheduling is the allocation of human resources to the work stations according to the needs. To increase productivity the company must schedule the labor optimally. PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Makassar Unit is one of company that produces the animal feed with a capacity of 4 tons in a day that located on Jalan Ir. Sutami KM 17 PO BOX Makassar. In workers allocating, the company implements labor scheduling with 3 work shifts and 1 day off in 1 week in the production section. Human resources are very important to notice. Therefore, to increase the productivity of the company so it's need for additional day off for each part of the labor production. To accommodate 3 work shifts in a day and 2 days off in 1 week, this research used a modified of tibrewala, philippe and browne algorithm method. Modification of this algorithm changes and adds from 3 steps to 5 steps and changes the tabular table format for scheduling workers for three shifts. Labor Scheduling with 5 working days and 2 days off needs of 20 people of labor in the hand add process, 36 people in the bagging process, 7 people in the panel process and 7 people in the press process. The excess of labor that occurred was 9 man days (equivalent to 5.6 people) in the hand add process, 36 man days (equivalent to 7.2 people in the bagging process, 17 man-days (equivalent to 3.4 people) on the panel process and 17 man-days (equivalent to 3.4 people) in the press process. The excess of the labor can be utilized when the labor is not going to work because of illness, permission or leave. This scheduling is expected to be able to keep the health and safety of the labor so that it can be optimal to work to increase the productivity of the company
Tinjauan Karakteristik Batubara Asal Sulawesi Tengah Dan Pengaruhnya Dalam Proses Konversi Menjadi Bahan Bakar Cair
Karakteristik batubara seperti calorie value, proximate, ultimate, kandungan maseral dan mineral memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada proses konversi batubara peringkat rendah menjadi bahan bakar cair. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara asal Sulawesi Tengah yang terdiri dari kabupaten/kota seperti Donggala, Sigi, Morowali, Buol dan Banggai Kepulauan terhadap kinerja proses konversi menjadi bahan bakar cair melalui metode piolisis. Metodologi penelitian, yaitu melakukan review terhadap literatur yang relevan dengan karakteristik batubara asal Sulawesi Tengah dan pengaruhnya terhadap proses konversi menjadi bahan bakar cair. Berdasarkan karakteristik berupa calorie value, proximate, ultimate, kandungan maseral dan mineral dari batubara asal Kabupaten Banggai Kepulauan menunjukkan karakteristik sebagai batubara terbaik asal Sulawesi Tengah untuk dikonversi menjadi bahan bakar cair melalui metode pirolisis. Dengan, karakteristik batubara, yaitu: (1) calorie value berada pada interval 5.600-5.700 kkal/kg; (2) proximate, yaitu: moisture 4,77%; volatile matter 42,67%; fixed carbon 38,06%; ash content 12,45%; dan total sulfur 2,05%; (3) ultimate, yaitu: karbon 65,33%; hidrogen 4,55%; nitrogen 1,64%; sulfur 2,54%; dan oksigen 25,94%; (5) komposisi maseral dan mineral, yaitu vitrinit 86,85%; inertinit 0,45%; liptinit 1,45%; clay 7,90%; Fe Oksida 2,10%; dan pirit 1,25%
Pengaruh Ukuran Partikel Pada Analisis Moisture Batubara Jenis Low Rank Coal
Kadar air batubara yang dihasilkan oleh tambang di Indonesia sebagian besar relatif besar dan memiliki nilai kalor yang rendah tergolong sebagai batubara peringkat rendah. Dampak negatif dari pemakaian batubara berperingkat rendah antara lain penurunan efisiensi pembakaran, penurunan efisiensi alat penukar kalor di dalam ketel uap, banyak mengandung mineral pengotor, dan biaya transportasi lebih mahal. batubara peringkat rendah dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh interval waktu yang seragam analisis kadar air dengan mempelajari pengaruh waktu ukuran partikel batubara. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah batubara peringkat rendah. Penilitian ini dilakukan terdiri dari tiga tahap yakni: persiapan bahan baku, tahap pengeringan, dan tahap analisis batubara. Tahap persiapan baku meliputi pengadaan sampel batubara dan tahap preparasi. pada tahap ini batubara terlebih dahulu dipreparasi untuk mendapatkan batubara dengan ukuran yang seragam. Analisis batubara meliputi Air Dry Loss (% ADL), Residual Moisture (%RM) dan Total Moisture (% TM). Dari hasil analisis diperoleh bahwa ukuran partikel terbaik adalah 1,80 mm dengan waktu pengeringan yang dibutuhkan 8 jam 36 menit. Pengaruh ukuran partikel tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap waktu pengeringan
Pembuatan Pupuk Organik Padat dengan Cara Aerob
Sabut kelapa merupakan salah satu limbah organik yang dapat diolah menjadi pupuk organic karena mengandung sumber hara makro yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi terbaik dari campuran limbah organik (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) terhadap pupuk padat yang sesuai SNI. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan preparasi limbah organic (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) yaitu dengan memperkecil ukurannya. Tahap kedua dilakukan pengujian unsur C, N, P dan K dari campuran limbah organik dengan variasi bakteri EM-4 (100, 200 dan 300 mL). Tahap ketiga dilakukan pengujian dengan variasi campuran limbah organik dengan penambahan bakteri EM-4 terbaik. Tahap keempat dilakukan pengukuran pH dan temperatur tiap hari selama sebulan pada tahap kedua dan ketiga. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan bakteri EM-4 terbaik yaitu 100 mL. Kandungan unsur karbon masing-masing sampel A, B, C, D dan E yaitu 17,559 %;13,611%;13,182%;12,970% dan 15,821%. Kandungan unsur nitrogen masing-masing yaitu 5,112%;2,601%;2,198%;3,459% dan 4,409%. Kandungan unsur posfor masing-masing yaitu 4,279%;2,227%;2,648%;3,068% dan 3,205%. Kandungan unsur kalium masing-masing yaitu 6,798%;3,231%;3,410%;3,490% dan 5,257%. Dapat disimpulkan kandungan C, N, P dan K yang telah memenuhi SNI pupuk padat yaitu terdapat pada sampel A dengan campuran limbah organik sabut kelapa, kulit kopi, kotoran ayam dan bakteri EM-4