Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    Penentuan Hiposenter Dan Mekanisme Fokus Gempa Bumi MLv4,8 1 Januari 2015 Di Sekitar Sesar Matano

    Get PDF
    Earthquake was recorded by BMKG on Thursday January 1, 2015 at 22:20:04.8 GMT or Friday January 2, 2015 at 06:20:04.8 Central Indonesia Time. Hypocenter located at 120.87 E, 2.22 S with depth of 17 km and magnitude MLv4.8. Purpose of this research is to study fault plane mechanism that cause this earthquake using hypocenter and focal mechanisms. This research used waveform MLv4.8 January 1, 2015 which recorded at BMKG earthquake observation stations. Waveform is processed to obtain arrival time P- and S-wave and polarity of arrival time P-wave. Method used to determine hypocenter is Geiger Method with input are arrival time P- and S-wave. Focal mechanisms determined using the first polarity of arrival P-wave and hypocenter from previous step. Hypocenter obtained from this research is located at 2.2073 S, 120.798 E and 10 km depth. RMS is 0.7391. Focal mechanism of this earthquake is oblique fault, is normal fault with left-lateral strike slip component. Parameters are strike 3120, dip 710 and rake -140. This result is consistent with Matano Fault type as a continuation of Palu-Koro Fault. MLv4.8 January 1, 2015 earthquake occurred because Matano Fault activity. Research results can provide a basis form earthquake hazard mitigation along Matano Fault zone

    Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Bishop di Pit ALC-14 Tambang Batubara PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

    Get PDF
    The coal mining, especially at the production stage, must pay attention to the slope stability. This study aims to determine the factor of safety (FoS) of the mine slope with the limit equilibrium method. This analysis also includes the influence of the slope geometry, physical and mechanical properties of the slope materials of PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera, East Kalimantan. The limit equilibrium method used is the Bishop Method, which uses the principle of moment equilibrium by calculating the normal force between slices. The geomorphology unit classified as hilly units with 70% angle of slope face, composed by sandstone and claystone intercalations with coal. The results of the analysis show the stability level of lowwall, and highwall slopes are quite varied with low FoS values found on the lowwall, such as the slopes in the incision B-B 'and C-C'. The slip failure on the unstable slope is in the contact area between sandstone and claystone, although single slope analysis also shows the slip failure in the form of claystone and coal contact. The low FoS value on the lowwall slope is influenced by the dip of the rock layer in the parallel direction of the slope face, supported by the higher slope face angle of the overall-slope on the lowwall, and the lower internal friction angle in the claystone. The slope design recommendations are carried out by re-sloping and enlarging the width of the bench. The presence of tension cracks and mud cracks on unstable slope faces shows the need for slope monitoring

    Analisis Mineralogi dan Kimia Bentonit Daerah Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

    No full text
    Bentonite is one of industrial mineral deposit that has many applications in industries. In order to optimize its utilization, it is needed an initial assessment about the quality in particularly mineralogical and chemical composition. The objective of this study was to analyze mineralogical and chemical properties of bentonite samples from Bone Bolango Area, Gorontalo Province. Mineralogical analysis was performed by means of microscopic and X-ray diffraction (XRD) methods while chemical composition was determined by X-ray fluorescence (XRF) spectrometry. Results of analysis show that bentonite samples were composed of smectite mineral of montmorillonite type with the impurities constitute of plagioclase, quartz, calcite and maghemite. Chemical composition of Bone Bolango bentonite is dominated by SiO2 and Al2O3with the ratio in the range between 1.38 and 1.68. This bentonite was formed by weathering process of volcanic rocks mainly derive from plagioclase alteration. Based on mineral and chemical compositions, Bone Bolango bentonite is categorized as Ca-bentonite with relatively non-swelling property. However it is potentially used as raw materials in ceramic making and as absorbent. 

    Optimasi Kondisi Pelarutan Logam Au Dalam Endapan Placer Dengan Proses Hidrometalurgi

    Get PDF
    Emas diperoleh dengan cara mengisolasinya dari batuan bijih emas. Proses hidrometalurgi dengan Aqua Regia sebagai pereaksi digunakan untuk mengisolasi emas dari endapan alluvialnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil ekstraksi Au menggunakan Aqua Regia dan waktu optimum dari proses hidrometalurgi serta seberapa besar massa logam Au yang terlarut. Dalam penelitian ini sampel diambil di tiga titik berbeda yang berada Sungai Katingan Kalimantan Tengah dengan masing-masing kedalaman sampel 3 meter dari permukaan air, kemudian sampel dilindi menggunakan Aqua Regia dengan rentang waktu 5, 10, 20, 60, 100 dan 120 menit. Data yang digunakan berupa data konsentrasi logam Au yang didapatkan dari sampel yang telah dilindi sebelumnya dan dianalisis dengan menggunakan instrument AAS (Atomic Absorption Spectrometry) kemudian diolah dengan menggunakan kurva x dan y untuk mendapatkan waktu optimum serta massa logam Au terlarut didapatkan dengan menggunakan persamaan. Data hasil penelitian menghasilkan konsentrasi Au pada waktu pelindian dengan rentang waktu 5, 10, 20, 60, 100 dan 120 menit pada masing-masing sampel disetiap lokasi secara berurutan pada lokasi 1 adalah 11,07Mg/L, 10,68Mg/L, 11,02Mg/L, 11,23Mg/L, 2,21Mg/L, 0,51Mg/L dengan massa Au terlarut 1,27x10-3gr, 1,22x10-3gr, 1,26x10-3gr, 1,12x10-3gr, 2,54x10-4gr dan 5,87x10-5gr. Lokasi 2 adalah 656Mg/L, 587Mg/L, 584Mg/L, 625Mg/L, 645Mg/L, 210Mg/L dengan massa Au terlarut 7,54x10-2gr, 6,75x10-2gr, 6,71x10-2gr, 7,18x10-2gr, 7,41x10-2gr dan 2,41x10-2gr. Lokasi 3 adalah 261Mg/L, 931Mg/L, 625Mg/L, 631Mg/L, 639Mg/L, 915Mg/L dengan massa Au terlarut 3x10-2gr, 1,07x10-1gr, 7,18x10-2gr, 7,25x10-2gr, 7,34x10-2gr dan 1,05x10-1gr. Dari hasil tersebut memperlihatkan waktu yang paling optimal untuk proses hidrometalurgi pada endapan alluvial berada pada waktu 5 menit karena menghasilkan konsentrasi logam dan massa Au yang paling optimal dalam kondisi Aqua Regia yang masih stabil

    ANALISA RUANG PARKIR SEPEDA MOTOR RODA DUA DI UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BANJARMASIN

    Get PDF
    Kajian Penelitian bertujuan secara khusus mendapatkan gambaran karakteristik parkir kendaraan roda dua Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin. Untuk jangka panjangnya mendapatkan pengaturan kendaraan motor roda dua secara manajemen parkir yang aman dan nyaman. Adapun tahapan kegiatan yang sudah direncanakan mulai dari persoalan, penghimpunan data sekunder untuk menunjang solusi dari persoalan, melakukan kajian studi literatur yang mengatur parkir, melakukan survei lapangan untuk mendapatkan data primer berapa jumlah kendaraan aktualnya (SRP/Satuan Ruang Parkir) sehingga dengan luas parkir yang terbatas dapat diberikan solusi dan menjadi gambaran karakteristik parkir kendaraan roda dua di UNISKA MAB Banjarmasin pada tahun tinjauan penelitian 201

    Preparasi Katalis Dari Cangkang Telur Dengan Metode Impregnasi Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa

    Get PDF
    Komsumsi telur di indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun rata-rata hingga 3.57% yang tentunya akan menghasilkan limbah cangkang telur. Limbah cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai sampah dan belum banyak diolah, oleh karena itu perlu alternatif pengolahan limbah cangkang telur agar dapat dimanfaatkan kembali. salah satunya dengan cara dimanfaatkan sebagai katalis pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisik katalis dari cangkang telur yang akan digunakan sebagai katalis. Metode yang digunakan adalah metode impregnasi dengan menggunanakan larutan KOH dan cangkang telur sebagai support. Hasil modifikasi katalis dengan metode impregnasi menghasilkan padatan kering berwarna abu-abu gelap dengan sedikit proses penggerusan menggunakan mortar

    Penaksiran Kadar Al2O3 Pada Endapan Bauksit Laterit Dengan Metode Ordinary Kriging (OK) Dan Inverse Distance Weighting (IDW) Untuk Estimasi Jumlah Sumberdaya Bauksit (Al2O3) Di PT Sandai Kemakmuran Utama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

    Get PDF
    Penerapan metode interpolasi dalam penaksiran kadar maupun ketebalan memberikan manfaat yang signifikan terhadap estimasi sumberdaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ordinary Kriging (OK) dan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Dalam penaksiran masing-masing metode akan memberikan nilai RMSE (Root Mean Square Eror) dari hasil cross validation. Nilai RMSE adalah parameter yang dipakai dalam menilai performa masing-masing metode. Model dengan nilai RMSE terkecil dipilih sebagai yang terbaik. Penelitian dilakukan berdasarkan data hasil test pit eksplorasi sebanyak 104 titik. Pada metode interpolasi OK, fitting variogram eksperimental dilakukan dengan menggunakan model spherical, exponential, dan gaussian. Berdasarkan studi variogram, nilai RMSE terkecil terhadap penaksiran ketebalan overburden diperoleh model variogram terbaik adalah exponential sedangkan untuk penaksiran ketebalan ore adalah spherical, dan untuk penaksiran kadar Al2O3 adalah exponential. Estimasi sumberdaya terukur hasil taksiran OK didapatkan total volume OB adalah 791.927,6768 BCM dan 1.341.549,615 ton bijih dengan kadar rata-rata 41,881% Al2O3. Berdasarkan evaluasi parameter power pada metode IDW diperoleh bahwa nilai RMSE terkecil pada penaksiran ketebalan OB menggunakan IDW power 2, sedangkan pada penaksiran ketebalan ore menggunakan IDW power 5, dan pada penaksiran kadar Al2O3 menggunakan IDW power 4. Estimasi sumberdaya terukur hasil taksiran IDW didapatkan total volume OB adalah 770.009,6711 BCM dan 1.329.135,518 ton bijih dengan kadar rata-rata 42,075% Al2O3. Dari hasil analisis metode interpolasi terbaik didapatkan metode terbaik untuk penaksiran ketebalan OB adalah metode IDW (power 2), sedangkan untuk penaksiran ketebalan ore adalah metode OK (spherical), dan untuk penaksiran kadar Al2O3 adalah metode IDW (power 4) sehingga hasil estimasi sumberdaya terukur dengan metode terbaik didapatkan total volume OB adalah 770.009,6711 BCM dan 1.323.541,218 ton bijih dengan kadar rata-rata 42,065% Al2O3

    EFEKTIVITAS ASAM NITRAT (HNO3) SEBAGAI PELARUT ALTERNATIF PADA PROSES ACID WASH TERHADAP PLATE ELECTROLYZER DI PT KALTIM NITRATE INDONESIA

    Get PDF
    Proses acid wash di electrochloronation merupakan proses pembersihan kerak menggunakan pelarut asam. Asam Chlorida (HCl) adalah pelarut asam yang paling umum digunakan untuk melarutkan kerak CaCO3. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum HNO3 sebagai pelarut alternatif dengan mengkaji efektifitasnya menggunakan HCl sebagai pembanding. Sampel kerak diambil dari plate electrolyzer sebanyak 5 gram. Larutan HNO3 dan HCl diencerkan dalam beberapa variabel konsentrasi, 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6%. Sampel CaCO3 dilarutkan dengan HNO3 dan HCl kemudian dihitung jumlah kerak yang terlarut. Banyaknya zat terlarut berbeda sesuai dengan konsentrasi pelarut.Hasil penelitian ini menunjukkan HCl dengan konsentrasi 3% tingkat kemolaran 0,83 M mampu melarutkan sebanyak 76,07% dari total sample kerak dan HNO3 dengan konsentrasi 5% tingkat kemolaran 0,81 M juga mampu melarutkan sebanyak 76,04% dari total sampel kerak CaCO3. Sehingga HNO3 dianggap mampu menjadi pelarut alteratif

    KARAKTERISASI SIFAT BAHAN BAKAR CHAR HASIL PIROLISIS DAUN CENGKEH SEBELUM DAN SESUDAH STEAM DESTILASI

    Get PDF
    Cadangan bahan bakar padat semakin menipis karena pemakaian bahan bakar batubara semakin meningkat. Diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Hasil penyulingan dari daun cengkeh akan diperoleh sisa daun cengkeh yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan bahan bakar yang terbarukan. Bahan bakar yang dimaksud berupa bahan bahan bakar padat (char). Metode yang digunakan untuk menghasilkan bahan bakar dari biomassa yaitu dengan metode pirolisis terhadap analisis proximate. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa char yang diperoleh sesuai dengan standar yaitu nilai kadar air (MAS) : 3,91%; abu (ASH) : 3,86%; volatile matter (VM) : 36,48%; dan fixed carbon (FC) : 49,1 dimana char yang dihasilkan memiliki kadar air, abu, dan zat terbang (VM) yang rendah, serta nilai karbon yang tinggi sehingga sangat baik digunakan sebagai bahan bakar alternatif

    Peningkatan Kadar Tantalum dan Niobium Oksida dari Terak Timah Bangka Menggunakan Pelarut NaOH dilanjutkan HNO3 dan H3PO4

    No full text
    Terak Timah merupakan produk samping dari proses peleburan timah yang mengandung unsur logam tantalum dan niobium. Beberapa sumber unsur tantalum dan niobium yaitu columbite, tantalite, tantalo-columbite, dll. Tantalum & niobium memiliki banyak aplikasi seperti industri pesawat terbang, elektronik dan super alloy. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar unsur logam tantalum dan niobium dari terak timah melalui proses pelindian asam maupun basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemanggangan yang dilakukan tidak mengalami dekomposisi thermal, selanjutnya proses pelindian basa dengan NaOH mengakibatkan penurunan yang sangat kecil terhadap niobium yaitu dari 0,75 menjadi 0,73%, sedangkan proses pelindian dengan HNO3 dan H3PO4 memberikan peningkatan terhadap tantalum dan niobium yaitu dengan HNO3 2M menghasilkan Ta dan Nb berturut-turut 0,17 menjadi 0,85 dan 0,73 menjadi 1,49. Hal ini juga terlihat pada pelindian menggunakan campuran HNO3: H3PO4 menghasilkan peningkatan Ta dan Nb berturut-turut menjadi 0,88-0,9% dan 1,46-1,54% di setiap peningkatan variasi konsentrasi H3PO

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇