Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    Kesetimbangan Adsorpsi Isotermal Logam Pb Dan Cr Pada Limbah Batik Menggunakan Adsorben Tongkol Jagung (Zea Mays)

    Get PDF
    Batik sebagai salah satu potensi yang ada di Indonesia terkadang menggunakan pewarna sintetis yang mengandung bahan kimia. Limbah yang dihasilkan bisa jadi masih mengandung logam berat yang mempunyai toksisitas yang tinggi. Logam berat pada limbah batik yang mempunyai toksisitas tinggi tersebut antara lain logam timbal (Pb) yang biasanya berasal dari pewarna putih dan Kromium (Cr) dari pewarna merah. Solusi yang ditawarkan untuk mengurangi kadar Pb dan Cr pada limbah batik adalah melakukan proses adsorpsi menggunakan tongkol jagung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model kesetimbangan yang digunakan untuk melihat keefektifan tongkol jagung sebagai adsorben logam Pb dan Cr adalah Langmuir dan Freundlich dengan variasi konsentrasi Pb yaitu 10, 25, 50, 75, 100, 150 dan 200 mg/L dan Cr pada konsentrasi 500, 600, 700, 800, 900 dan 1000 mg/L. Model kesetimbangan isotherm adsorpsi logam Pb dan Cr menggunakan tongkol jagung dengan waktu kontak 60 menit, kecepatan pengadukan 100 rpm dan 150 rpm. Hasil analisis kesetimbangan adsorpsi isotherm Langmuir untuk logam Pb dan Cr menghasilkan kapasitas adsorpsi 4,25mg/g dan 4,46 mg/g. Analisis kesetimbangan adsorpsi isotermal Freundlich untuk logam Pb dan Cr menghasilkan  tetapan kesetimbangan 3,31 dan 3,41. Kesimpulannya adalah model kesetimbangan adsorpsi Langmuir lebih sesuai digunakan untuk menentukan keefektifan proses adsorpsi logam Pb dan Cr menggunakan tongkol jagung pada limbah batik dibandingkan dengan model Freundlich

    Tipe, Lingkungan Dan Sejarah Diagenesis Batugamping Buliide Gorontalo Berdasarkan Analisis Petrografi

    Get PDF
    Penyebaran batugamping secara geologi yang berada di bagian tengah Cekungan Limboto menjadi daya tarik untuk penelitian mengenai tipe, lingkungan dan sejarah proses diagenesis batugamping. Penelitian difokuskan di Daerah Buliide Kota Gorontalo  yang berada di bagian selatan Danau Limboto. Penelitian ini menjadi menarik karena baru pertama kali dilakukan. Tujuan penelitian ini ada tiga yakni mengetahui tipe diagenesis, lingkungan diagenesis dan sejarah proses diagenesis batugamping Buliide. Ketiga tujuan penelitian tersebut akan dicapai melalui dua metode penelitian yakni survei lapangan berupa analisis petrologi dan analisis laboratorium berupa analisis petrografi. Hasil penelitian menunjukan nama batugamping Buliide adalah coralline floatstone. Tipe proses diagenesis yang terjadi ada lima yakni sementasi, pelarutan, penggantian, mikritisasi dan rekristalisasi. Lingkungan diagenesa batugamping Buliide terdiri dari zona marine phreatic, zona vadose dan zona freshwater  phreatic. Sejarah proses diagenesis batugamping Buliide dapat dibagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan pertama terjadi di zona marine phreatic, tahapan kedua zona freshwater phreatic dan tahapan ketiga zona vadose dengan tipe diagenesis berbeda-beda

    ANALISIS PENGARUH COMPONENT COMMONALITY TERHADAP SCHEDULE INSTABILITY, SERVICE LEVEL, DAN TOTAL BIAYA PADA SISTEM MAKE-TO-ORDER RANTAI PASOK TWO-STAGE MELALUI ADANYA MEKANISME KORDINASI

    Get PDF
    Ketidakstabilan dalam perencanaan produksi (atau yang lebih dikenal dengan nama schedule instability) seringkali terjadi. Hal ini membuat perusahaan perusahaan melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan tingkat ketidakstabilan tersebut. Dalam penelitian ini, akan mencoba menganalisis pengaruh component commonality (penggunaan komponen yang sama dalam struktur produk yang berbeda) tertentu terhadap tingkat schedule instability, service level dan total cost pada sistem rantai pasok two-stage yang terdiri dari satu pe¬ma¬nu¬faktur dan satu pemasok yang saling terintegrasi melalui mekanisme kordinasi (berbagi informasi berkaitan dengan order pesanan). Beragam kondisi operasional yang berbeda juga dipertimbangkan seperti: variabilitas dan ketidakpastian per¬min¬taan, cost structure, struktur dan level produk, serta kebijakan persediaan yang diterapkan oleh perusahaan menjadi bagian yang diamati dalam studi ini. Penelitian ini akan dilakukan me¬la¬lui studi eksperimen faktorial penuh (full factorial ex¬peri¬ment).Hasil dari penelitian ini didapat bahwa melalui adanya mekanisme kordinasi yang mampu mereduksi tingkat schedule instability pada masing-masing entitas baik manufaktur dan pemasok. Selain itu, melalui kordinasi juga mampu menghilangkan transfer resiko yang kerap kali dilakukan manufaktur terhadap pemasok dalam bagian perencanaan produksi. Kebijakan component commonality yang diterapkan mampu mereduksi schedule instability dan total biaya serta mampu meningkatkan service level baik pada entitas manufaktur ataupun pemasok. Kondisi operasional seperti cost structure manufaktur ternyata juga memiliki pengaruh positif pada ketiga kinerja dalam penelitian ini.  

    REKAYASA KERANGKA KERJA (FRAMEWORK) SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN METODE BALANCED SCORECARD, ECONOMIC VALUE ADDED DAN PERFORMANCE PRISM

    No full text
    Sistem pengukuran kinerja perusahaan telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Beberapa di antaranya adalah Balanced Scorecard, Economic Value Added dan yang paling baru di antara ketiganya adalah Performance Prism. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk membuat sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dengan mempertimbangkan semua stakeholdernya serta memiliki tahapan pengukuran yang jelas, maka dilakukan perekayasaan kerangka kerja (framework) sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan mengintegrasikan ketiga metode tersebut digabung dengan sistem penskoran dengan model Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System sehingga kinerja perusahaan dapat diketahui secara menyeluruh.            Dari penyusunan Key Performance Indicator (KPI) pada PT. X, diperoleh sebanyak 33 KPI dari kelima stakeholdernya yaitu investor, pelanggan, pemasok, karyawan dan badan sertifikasi (regulator). Dengan model OMAX dan Traffic Light System diperoleh indeks kinerja perusahaan sebesar 8,74 yang menunjukkan bahwa PT. X telah mencapai kinerja yang diharapkan, meskipun masih terdapat 7 KPI yang harus ditingkatkan dan dilakukan tindakan perbaikan

    Pengaruh Tingkat Pelapukan Terhadap Kadar Nikel Laterit Pada Daerah Ussu, Kec. Malili Kab. Luwu Timur Prov. Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Dampak dari pergantian musim akan mempengaruhi tingkat pelapukan, dan kadar nikel laterit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap kadar nikel laterit. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan pendiskripsian terhadap sampel core dari lubang bor yang mewakili daerah landai dan daerah curam. Hasil deskripsinya akan dianalisis sehingga diketahui nilai kadar pada masing-masing lubang bor, baik lubang bor di daerah landai maupun lubang bor di daerah curam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lubang bor yang mewakili daerah landai yakni DH-016, DH- 015, DH-014, dan DH-O13, memiliki ketebalan limonit yang relatif tinggi yakni berkisar 8 sampai 17 meter, dan ketebalan zona saprolitnya berkisar 8 sampai 16 meter, serta mempunyai nilai kadar Ni zona limonit yang berkisar antara 0,85 % sampai 1,01 %, dan nilai kadar Ni zona saprolit yang berkisar antara 1,88 % sampai 2,01 %. Hal ini berbanding terbalik dengan lubang bor yang mewakili daerah curam dimana ketebalan zona limonitnya hanya mencapai 1 meter, dan ketebalan zona saprolitnya hanya berkisar 2 sampai 5 meter, serta nilai kadar Ni zona limonitnya berkisar 0,49 % sampai 0,71 %, dan nilai kadar Ni zona saprolitnya berkisar 1,43 % sampai 1,54 %, dan juga dijumpai zona bedrock dengan kisaran kadar Ni antara 0,94 % sampai 1,06 %. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pelapukan berpengaruh terhadap kadar Ni, sebab semakin tinggi tingkat pelapukan pada suatu daerah, maka semakin tinggi pula kadar Ni pada daerah tersebut

    STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN PADA PERGURUAN TINGGI

    Get PDF
    Service quality is the totality of the characteristics of goods and services used to meet customer needs, the visible and the invisible. The quality of education services in the industrial engineering department of Iqra Buru Namlea university is still very decent, it needs to be improved. The purpose of this study is to study the quality needs of education and develop strategies to improve the quality of educational services in the Department of Industrial Engineering, Iqra Buru Namlea University. This study uses Servqual (quality of service) and QFD (Quality Function Deployment) methods in planning and developing strategies to improve the quality of education services. Based on the Service Quality method, several service attributes were obtained that did not meet the students' expectations, which were then processed using the Qualituy Function Deployment method. In this process, the improvement process in the education sector resulted in management needs to be done, one of which is, lecturers make a schedule of meetings with students for final assignment and guardianship guidance and lecturers improve work coordination so that students' expectations can support and the academic guidance process can be carried out properl

    Kesetimbangan Cair-Cair Sistem Polipropilena dan Maleated Natural Rubber

    Get PDF
    Pada campuran polipropilena (PP)-maleated natural rubber (MNR), MNR berfungsi sebagai compatibilizer yang melakukan modifikasi terhadap permukaan matrik PP untuk memudahkan masuknya filler sehingga dihasilkan campuran yang lebih kompatibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan campur maleated natural rubber (MNR) dalam polipropilena (PP) pada berbagai variasi suhu. Penelitian diawali dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR dengan menggunakan metode UNIFAC dilanjutkan dengan validasi model kesetimbangan. Validasi model kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR diawali dengan mencampurkan karet alam dan maleic anhydride (MAH) dalam internal mixer untuk penyiapan MNR. MNR yang telah disiapkan lalu dicampurkan dengan PP dalam internal mixer dengan kadar MNR dan temperatur proses divariasi berdasarkan prediksi kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Kemudian campuran PP-MNR dianalisa dengan uji difference scanning calorimetry (DSC). Hasil uji DSC digunakan untuk melakukan validasi hasil perhitungan kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Hasil perhitungan UNIFAC merupakan kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR berupa kadar MNR dan temperatur proses pencampuran. Pada campuran ini MNR berfungsi sebagai compatibilizer. Kadar MNR pada campuran adalah 4,4%–11,16% dan temperatur proses adalah 170 o C–210 o C. Semakin besar kadar MNR dalam campuran, semakin rendah suhu proses pencampuran. Hasil validasi uji DSC sesuai dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR menggunakan metode UNIFAC

    Potensi Bidang Gelincir Di Daerah Palludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Daerah Paludda di Kabupaten Barru, potensi longsor umumnya terdapat di pinggiran jalan, kondisi ini, membahayakan pengguna jalan dan dapat menghambat alur lalu lintas warga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanah longsor daerah Paludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui potensi tersebut, digunakan metode resistivity. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai lapisan batuan bawah permukaan. Heterogenitas lapisan diperoleh dari beda parameter fisis daya hantar listrik antar batuan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga lapisan batuan pada lokasi penelitian yaitu batulempung (lapisan bawah), batupasir pejal (lapisan tengah) dan top soil (lapisan atas). Bidang gelincir diprediksi pada lapisan batulempung yang memiliki permeabilitas yang baik. Hal tersebut didukung oleh top soil yang tidak terkonsolidasi dengan baik dan batupasir pejal yang banyak memiliki rekahan, juga didukung kemiringan batuan sebesar 160. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa potensi longsor daerah Palludda tergolong tinggi

    PENERAPAN LINE BALANCING MENGGUNAKAN METODE RANKED POSITION WEIGHT (RPW) UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI PADA HOME INDUSTRI PEMBUATAN SEPATU BOLA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di UD Terus Maju sebuah industri rumah tangga yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan sepatu olahraga. Dalam proses pembuatan sepatu terdapat suatu lintasan produksi yang terdiri dari beberapa area kerja. Terlihat adanya lintasan produksi yang tidak seimbang. Hal ini menyebabkan menganggurnya mesin dan tenaga kerja di satu pihak dan sibuknya mesin dan pekerja dipihak lain. Oleh sebab itu metode penelitian ini menggunakan line balancing untuk menyeimbangkan beban kerja di setiap lintasan. Upaya tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan operasi antar stasiun kerja, dengan tujuan untuk mendapatkan waktu operasi yang sesuai dan mencapai output produksi yang maksimal. Penelitian ini dilakukan terhadap suatu permasalahan yang ada, dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam mengatur lintasan produksi yang seimbang pada pengolahan dan analisa kali ini menerapkan metode heuristic Rank Position Weight (RPW) memperoleh hasil dengan waktu siklus 10,88 detik dalam 5 stasiun kerja yang mampu mengurangi waktu delay 56,25% dari kondisi awal. Sehingga efesinsi sistem meningkat dari 39, 8% menjadi 96, 05 % karena adanya penurunan dari waktu menganggu. Dengan efisiensi sistem meningkat, maka output produksi yang didapatkan juga ikut meningkat 100% dari 22 pasang/hari menjadi 44 pasang/hari

    PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KONERJA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) IRMA SASIRANGAN DI BANJARMASIN

    Get PDF
    This study aims to test and explain the Effect of Competence and Work Environment on Employee Performance of IKM Sasirangan in Banjarmasin and Banjarbaru. This research was applied to the Small and Medium Industry Sector (IKM) sasirangan. A sample of 52 respondents was determined by Saturated Sampling techniques. Data collection is done through observation, questionnaires and interviews. The method used is a quantitative approach (positivism), because the data obtained from the survey results in the form of numbers are then analyzed using statistics to answer questions and test the research hypothesis. The data analysis technique uses multiple linear regression equation analysis methods. This study aims to examine and explain the significant effect of competence partially on employee work. Test and explain the significant effect of the work environment partially on employee performance. Testing and explaining the significant influence of competencies and work environment simultaneously on employee performance. The population in this study are individual employees who are still actively working on SMIs, all employees in the Small and Medium Industry Sector (IKM) sasirangan.Partial testing The influence of Competency Variables (X1) on employee performance is 6.67. Thus, the hypothesis that competency has a positive and significant effect on employee performance in the Small and Medium Industry Sector (IKM) has proven to be accepted. The influence of work environment variables (X2) on employee performance is 16.30. Thus partially the environment has a significant influence on the performance of employees in the Small and Medium Industry Sector, IKM, as proven to be accepted. Influence of Competence and Work Environment simultaneously on employee performance. The value of t count is 73.547. Thus simultaneously having a significant effect on the performance of employees in the Small and Medium Industry Sector (IKM) sasirangan proved to be accepted. These results indicate that the competency and work environment owned by the IKM sasirangan owners can improve the performance of SMI

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇