Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    STUDI OF SREAM DISTRIBUTION AND BOILER PERFORMANCE INDOMARINE AT PT. EASTERN PEARL FLOUR MILLS

    Get PDF
    The process of making pellets at PT. Estren Pear flour Millss require hot steam generated from the Indomarine boiler. This study aims to determine the performance of Boier Indomrine. The research method used is to collect measured data on instruments and stored in the control documents of PT. Eastern Pearl Flour Mills. The results of the calculation show that the heat energy loss in the distribution pipe installation is 32.5 kW, while the available fuel energy from the combustion process is 2334311 kJ / hour. mass balance of the working fluid that occurs is the mass rate of feed water used is 1126.35 kg / hour, the mass rate of steam produced is 934.35 kg / hour. While the rest came out through the blow down process of 192 kg / hour

    Analisis Singkapan Batuan Pasca Pengambilan Bahan Galian Di Pulau Buton

    Get PDF
    Rock outcrop is one type of geological data that often used in mining to determine rock types. Besides that rock outcrops can also be used to find out how strong a rock even though rock mechanics have not been tested. Rock strength depend on various factors, one of which is lithology. One of the physical parameters that describes rock strength is density. Each rock type has different density. The purpose of study is to determine lithology or rock type after extracting the minerals. The rock outcrop as object of the study is the rock wall after the extraction of the rock material which is located in Baubau City, Buton Island. The research method was carried out by observing rock physical properties and correlating the rock type with the rock density. The interpretation of rock outcrops is focused on observing the physical features and rock minerals. Based on the analysis, the rock outcrop is dominated by limestone. Based on rock type, the density of the rock outcrops ranges from 2.5 g.cm-3 to 2.9 g.cm-3. The variation in density values indicates that the rock outcrop is strong and stable

    Analisis Ketebalan Bawah Permukaan Endapan Mineral Grafit Alam di Kelurahan Watuliandu, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka

    No full text
    The graphite mineral resource is one of the minerals contained in the region of Southeast Sulawesi Province. The research activity was undertaken in Watuliandu Village area, District Kolaka Kolaka, Southeast Sulawesi Province. The purpose of this study is to determine the depth and thickness of the subsurface mineral deposits natural graphite, so as to achieve the goal researchers used survey method by utilizing the techniques of observation and data collection directly in the field in the form of measurements of geoelectric resistivity configuration using Schlumberger with the number of passes the measurement of 3 ( three) path and the path length reaches 200 meters and the track surface elevation measurements ranging from 12-56 meters above sea level. Based on the results of measurement and data analysis showed that the type of subsurface lithology encountered rock consists of compact schist, gneiss, schist and graphite, in which each lithology encountered rocks have resistivity values that vary where to compact schist layers ranging from 1,065.65 to 2,065.28 Ωm, gneiss rock layers around 5,506.71 Ωm and graphite schist rock layers ranges from 83.26 to 468.50 Ωm. Based on the analysis of resistivity in mind that natural graphite mineral deposits found in the layers of graphite schist, which is predominantly found on the track 2 with a layer depth ranges from 0 - 35 meters, as well as sediment thickness to ± 35 meters

    Sintesis Kompleks Cu(II) dan Fe(III) dengan Ligan Asam Humat dan Aplikasinya sebagai Sensitizer pada Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)

    Get PDF
    Asam humat merupakan salah satu zat warna alami yang dapat digunakan sebagai sensitizer pada dye sensitized solar cell (DSSC) karena peka terhadap cahaya dan memiliki gugus fungsi asam karboksilat. Namun demikian, sebagai zat warna alami,kestabilan dan kapasitas absorpsi cahaya asam humat masih rendah, sehingga harus ditingkatkan, salah satunya dengan metode kompleksasi. Sintesis kompleks pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan asam humat hasil isolasi dari tanah gambut dan prekursor logam (CuCl2.2H2O atau FeCl3) dalam akuades dan diaduk selama 14 jam pada suhu ruang. DSSC dipreparasi dengan komponen TiO2 sebagai semikonduktor, pasangan redoks I-/I3- sebagai elektrolit dan platina sebagai elektroda lawan. Hasil analisis menggunakan FTIR menunjukkan kompleks asam humat dengan logam Cu(II) dan Fe(III) telah berhasil disintesis dengan hilangnya puncak serapan pada bilangan gelombang 1720, 1401 dan 1250 cm-1 serta adanya vibrasi Cu-O dan Fe-O pada bilangan gelombang 509 dan 570 cm-1. Kehadiran ion logam pada sensitizer memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai arus. Adapun kinerja terbaik dalam menghasilkan listrik diperoleh pada rangkaian DSSC kompleks asam humat-Fe(III) sebagai sensitizer dengan nilai arus sebesar 19,59 μA/cm2, tegangan sebesar 15,17 mV dan efisiensi konversi energi maksimum sebesar 5,39×10-4%

    Pemanfaatan Minyak Biji Kesambi (Schleichera Oleosa) sebagai Alternatif Pengganti Minyak Goreng Sawit

    Get PDF
    Minyak goreng sebagai salah satu bahan pangan pokok menjadi perhatian pemerintah karena merupakan bagian penting bagi konsumsi dari 242 juta jiwa penduduk Indonesia. Seiring dengan meningkatnya penggunaan minyak goreng, maka diikuti pula dengan upaya diversifikasi bahan baku yang belum termanfaatkan. Salah satu sumber penghasil minyak nabati yaitu biji Kesambi (Schleichera oleosa). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses ekstraksi minyak Kesambi dari bijinya, dengan mempelajari pengaruh jenis pelarut terhadap perolehan minyak biji Kesambi dari segi kualitas dan kuantitas, perbandingan dengan minyak sawit, dan mempelajari kemungkinan minyak biji kesambi dapat digunakan sebagai alternatif pengganti minyak goreng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi dengan pelarut heksana dan petroleum eter memberikan rendemen tertinggi (32-64%). Sementara itu ekstraksi dengan pelarut etanol memberikan kualitas minyak yang terbaik ditinju dari sifat-sifat fisiknya. Minyak kesambi memiliki kadar air sebesar 0,1 %, bilangan peroksida 2,5 meq O2/kg, bilangan asam 4,04 mg KOH/g, bilangan penyabunan 32,8 mg KOH/g, memiliki warna kuning dan berbau normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak biji kesambi jika dibandingkan dengan minyak sawit cenderung lebih baik, merujuk pada SNI 3741:2003 dan minyak biji kesambi secara kesluruhan berpotensi menjadi bahan alternatif minyak goreng

    Studi Petrografi dan Alterasi Batuan Diabas sebagai Batuan Samping (Wall-Rock) pada Daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

    No full text
    Penelitian tentang petrografi dan alterasi batuan diabase sebagai batuan samping (wall-rock) di daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan telah dilakukan. Secara administratif, daerah penelitian terletak di Daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng Provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak pada koordinat 04o54’00" – 04°56’00" Lintang Selatan (LS) dan 120°10'00" - 120°12’00" Bujur Timur (BT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batuan diabas secara petrografi yang menjadi batuan samping atau wall-rock dan mengetahui mineral-mineral alterasi alterasi serta untuk menentukan kisaran temperatur dan kedalaman proses mineralisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pemetaan geologi permukaan yang meliputi kegiatan orientasi lapangan dan pengambilan data-data geologi seperti geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi serta pengambilan detail sampel batuan samping yang telah mengalami alterasi. Analisis laboratorium sampel batuan dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan detail petrografi mengunakan mikroskop polarisasi. Batuan diabas yang bertindak sebagai wall rock pada daerah penelitian menunjukkan kondisi yang lapuk sedang, disusun oleh mineral utama berupa piroksin dan plagioklas yang memperlihatkan tekstur diabasik. Hasil pengamatan petrografi menunjukkan proses alterasi di daerah penelitian ditunjukkan oleh adanya kehadiran mineral lempung-klorit-kuarsa-serisit dan mineral karbonat. Himpunan mineral-mineral hasil alterasi ini mengindikasikan bahwa zona alterasi yang berkembang pada daerah ini yaitu Zona Argilik. Berdasarkan kehadiran mineral-mineral alterasi tersebut, proses mineralisasi pada daerah penelitian diinterpretasikan terbentuk pada kisaran suhu 100 0C – 150 0C pada kedalaman 0 – 50 meter dibawah permukaan

    Perancangan Sequence Penambangan Batubara pada PT XYZ Provinsi Sumatera Selatan

    Get PDF
    Sequence penambangan merupakan tahapan penambangan yang menunjukkan suatu pit akan ditambang dari bukaan awal hingga bentuk akhir. Tujuan penelitian ini untuk membuat rancangan design tahunan pit 2019 dan disposal 2019 berdasarkan target produksi kemudian membuat rancangan sequence penambangan batubara selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan rencana jangka pendek yaitu di bawah 1 tahun dengan menggunakan Software minescape v 5.7. Penelitian ini berada pada Formasi Air Benakat dengan 5 seam batubara. Dalam penelitian ini memerlukan beberapa data yang bersifat sekunder, yaitu; peta geologi regional perusahaan, peta topografi, boundary LOM, design actual 2018, data cropline, target produksi, dan nisbah pengupasan. Batubara PT. XYZ secara aktual memiliki ketebalan 35 m, top soil 1 - 1,5 m dan kalori 4000-4500 kkal dengan kelas batubara lignit. Perancangan design pit 2019 pada seam S4 dan S3 dengan sebaran relatif seragam dan mempunyai kemiringan 10˚-15˚. Cadangan batubara sebesar 1.085.785 ton dan overburden sebesar 3.480.355 BCM dengan faktor pengembang 1 yang berada pada SR 3,2. Proses penggalian menggunakan metode free digging. Parameter geometri penambangan yaitu; 35˚ high wall, 16˚ overall slope, 15˚ low wall, lebar jenjang 10 m, dan tinggi jenjang 6 m. Target produksi bulanan pada tahun 2019 sebesar 90.500 ton batubara dengan overburden 290.000 BCM. Design pit bulan pertama seluas 5 Ha memiliki cadangan 93.806 ton. Design pit bulan kedua seluas 7 Ha memiliki cadangan 89.194 ton. Design pit bulan ketiga seluas 11 Ha memiliki cadangan 91.899 ton,. Disposal tahun 2019 seluas 20 Ha dengan tinggi jenjang 5 m, slope 45˚, berada pada elevasi 50 m – 85 m. Disposal bulan pertama berkapasitas 291128 LCM. Disposal bulan kedua berkapasitas 287.000 LCM. Disposal bulan ketiga berkapasitas 296.292 LCM. Design pit bulan pertama memiliki nisbah pengupasan 3.1, design pit bulan kedua memiliki nisbah pengupasan 3.2, design pit bulan ketiga memiliki nisbah pengupasan 3.2

    Kualitas Air Sungai Jeneberang Ditinjau dari Lokasi dan Waktu

    Get PDF
    Sungai Jeneberang adalah salah satu sungai yang digunakan untuk memasok air ke Perusahaan Daerah Air Minum kota Makassar. Oleh karena itu, air sungai tersebut harus sesuai dengan kualitas yang disyaratkan untuk standar air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai Jeneberang ditinjau dari lokasi dan waktu. Adapun parameter kualitas air sungai  yang ditinjau yaitu TSS (Total Suspended Solid), BOD (biologinal oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan DO (Dissolved Oxygen). Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel di sungai Jeneberang melalui 3 titik lokasi yaitu titik I di hulu, titik II di tengah dan titik III di hilir sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada  pagi dan sore hari. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai parameter menurut lokasi hulu, tengah dan hilir pada waktu pagi dan sore yaitu berturut-turut untuk TSS adalah 10; 19,67; dan 16,67 mg/l dan 12,67; 22,33; 22 mg/l, untuk BOD adalah 2,22; 2,32; 2,20 mg/l dan 2,34; 2,57; 2,76 mg/l, untuk  COD adalah 11,72; 7,90; 11,86 mg/l dan 13,54; 9,48; 13,20 mg/l, dan untuk DO adalah 5,45; 3,30; 4,87 mg/l dan 6,84; 5,13; 6,39 mg/l. Parameter yang diukur menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada waktu sore hari dan pada lokasi  tengah sungai. Hasil penelitian menunjukkan semua nilai parameter memenuhi syarat kualitas air baku untuk air minum.

    Peramalan Kebutuhan Mangan Domestik Menggunakan Model Time Series Dan Analisis Dampak Ekonomi Sektor Pertambangan Mangan Terhadap Perekonomian Nasional

    Get PDF
    Pengelolaan pertambangan bijih mangan nasional yang belum maksimal mengakibatkan Indonesia masih mengimpor bijih mangan untuk memenuhi kebutuhan pasokan smelter mangan sebagai supplier industri besi baja dalam negeri. Untuk mengetahui jumlah konsumsi baja nasional hingga tahun 2019, diperlukan model untuk memproyeksikan konsumsi baja ditahun tersebut. Hasil dari model tersebut akan menjadi acuan untuk menghitung kebutuhan bijih mangan sebagai salah satu bahan campuran yang digunakan untuk pembuatan baja. Peramalan konsumsi baja nasional dilakukan dengan menggunakan model time series, kemudian untuk menghitung dampak ekonomi terhadap pengelolaan sektor pertambangan mangan digunakan Tabel Input Output Nasional Tahun 2010. Total kebutuhan bijih mangan berdasarkan konsumsi baja nasional tahun 2014-2019 adalah sebesar 4.696.898,41 ton. Penciptaan dampak output pada sektor pertambangan mangan yakni sebesar Rp. 13,173 triliun

    Analisis Pengaruh Jumlah Bahan Peledak Terhadap Ground Vibration Akibat Ledakan Pada Area Pit SM-A Tambang Batubara Di PT. Sims Jaya Kaltim Jobsite PT. Kideco Jaya Agung Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur

    No full text
    Kegiatan peledakan memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh kegiatan peledakan adalah getaran tanah (ground vibration).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Jumah bahan peledak yang digunakan terhadap ground vibration yang dihasilkan (2) Perbandingan ground vibration Aktual dengan prediksi (3) Standar Vibrasi peledakan SNI dengan lokasi tambang. Penelitian ini dilakukan pada lokasi PT. Sims Jaya Kaltim (115° 51' 00" BT – 115° 56' 00" BT dan 01° 50' 00" LS – 01° 57' 02" LS). Data Penelitian berupa pengukuran geometri peledakan dan pengukuran ground vibration yang kemudian diolah dalam perhitungan statistik berdasarkan Persamaan R.L.Ash, perhitungan peak particle velocity dan nilai konstanta menggunakan USBM Oriard’ Formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ground vibration sangat dipengaruhi oleh jumlah bahan peledak yang digunakan untuk powder factor 0,18 dengan jumlah muatan 130 kg/hole nilai peak particle velocity yang dihasilkan 11,8 mm/s sedangkan untuk peak particle velocity 0,17 dengan jumlah muatan 122 kg/hole nilai peak particle velocity yang dihasilkan 5,1 mm/s, Jadi semakin besar jumlah bahan peledak yang digunakan maka intensitas ground vibration yang dihasilkan akan semakin meningkat. Perbandingan ground vibration aktual dan prediksi diperoleh perbedaan cukup jauh dengan nilai persentase rata – rata 66,54 %. Dari hasil ground vibration yang didapat 5,1 mm/s, nilai tersebut dikategorikan aman dikarenakan nilainya tidak melewati nilai ambang batas standar peak particle velocity yang diterapkan SNI yaitu 12 mm/s. Efek peledakan yang ditimbulkan diarea slope kritis berkaitan dengan powder factor yang digunakan pada lokasi SM-A masih mengikuti prosedur peledakan. Kata kunci: Peledakan, Ground Vibration, bahan peledak,Peak Particle Velocity, Powder Factor

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇