Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    HUMAN ERROR IDENTIFICATION IN BUS DRIVER WORK USING SHERPA AND HEART

    Get PDF
    Traffic accidents, especially with a large capacity such as bus, can be caused by several factors. According to the Indonesian Directorate General of Land Transportation of the Ministry of Transportation in 2012, the factors causing traffic accidents in Indonesia are a human factor of 93.52%, vehicle factor by 2.76%, road factor 3.23%, and environmental factor by 0.49%. Therefore, research is needed to identify which human error has the greatest probability of accident cause using Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) method to identify job desk using Hierarchical Task Analysis (HTA) and Human Error Assessment Reduction Technique (HEART) method to calculate Human Error Probability (HEP). Based on the calculation of Human Error Probability value known the highest HEP value is not running the vehicle in accordance with the provisions of the speed that has been set with 0.375. Next is not to record or forget to record the damage that occurred during the trip with a value of 0.21. It did not check Bus equipment with a HEP value of 0.19, did not report when there was a problem on the street with a HEP value of 0.18 and did not break for the next preparation for departure with a HEP value of 0.1

    RISK ANALYSIS OF INJURY AND WORKING PRESSURE USING LAMP REPLACEMENT TOOLS

    Get PDF
    Lamp replacement is a work activity that is carried out manually using a chair or using a lamp replacement tool. The tool used to replace the lamp is deemed ineffective, which can lead to musculoskeletal complaints. Therefore it is necessary to redesign the replacement lamp to suit the needs of the user. The product proposed for lamp replacement design will be compared with existing tools to measure the level of work speed and stress. The analysis used to measure the level of work speed and stress is the Quick Exposure Check (QEC). The results showed that the percentage of exposure level for the old lamp replacement tool was 41% -59% so that further investigation was needed by redesigning the lamp replacement tool. Thus the use of replacement tools for old lamps when used is ineffective. The exposure level for a new lamp replacement is in the range of 20% -35%, meaning that it is accepted and recommended for use. In this case, the proposed lamp replacement tool is quite effective to use

    Pengaruh Konsentrasi Enzim Silanase dan Saccharomyces Cerevisiae dalam Pembuatan Bioethanol dari Limbah Kulit Singkong dengan Proses Sakarifikasi dan Fermentasi Simultan

    Get PDF
    Bioetanol merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, atas dasar tersebut maka dilakukan penelitian untuk membuat bioetanol dari bahan baku yang mengandung lignoselulosa seperti kulit singkong dengan melihat pengaruh konsentrasi enzim silanase dan jumlah ragi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sakarifikasi dan fermentasi serentak dengan menggunakan dua variabel. Variabel pertama, konsentrasi enzim silanase yaitu 30, 50 dan 75 unit. Variabel kedua, jumlah ragi Saccharomyces Cerevisiae yaitu 5% dan 10% b/v. Proses pertama dilakukan persiapan sample dengan mengeringkan dan menghaluskan sample, setelah itu dilakukan proses delignifikasi untuk mengurangi kadar lignin dan dilanjutkan dengan metode sakarifikasi dan fermentasi serentak, proses sakarifikasi dilakukan selama 18 jam dan fermentasi selama 96 jam. Hasil akhir dianalisa menggunakan kromatografi gas. Hasil yang diperoleh pada pemakaian enzim 75 unit dengan jumlah ragi 10% merupakan hasil dengan kadar etanol tertinggi yaitu 3.018% sedangkan kadar etanol terkecil diperoleh dari hasil pemakaian enzim 30 unit dengan jumlah ragi 5%. Dari data yang diperoleh dapat terlihat bahwa pemakaian enzim tertinggi menghasilkan kadar etanol yang tinggi pula, begitu juga dengan jumlah ragi Saccharomyces Cerevisiae 10% menghasilkan kadar etanol yang lebih tinggi daripada jumlah ragi 5%

    Pengaruh Waktu dan Kecepatan Homogenisasi terhadap Emulsi Virgin Coconut Oil-Sari Jeruk dengan Emulsifier Gum Arab

    Get PDF
    Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk yang dibuat dengan mencampurkan VCO dan air dengan menggunakan emulsifier.  Pembuatan emulsi VCO yang stabil dan dapat diterima konsumen akan menguntungkan industri yang memproduksi VCO.  Telah dilakukan penelitian tentang  pengaruh waktu dan kecepatan homogenisasi terhadap sifat fisik dan kimia emulsi VCO-sari jeruk dengan menggunakan emulsifier gum arab. Emulsi dibuat dengan mencampurkan VCO dan sari jeruk  (9:1) dan emulsifier gum arab 0,75 persen. Proses homogenisasi dilakukan selama 2, 4 dan 6 menit dengan kecepatan 5000, 10000 dan 15000 rpm. Emulsi yang dihasilkan ditentukan stabilitas dan viskositasnya. Waktu terbaik yang menghasilkan produk stabil adalah 4 menit dan kecepatan homogenisasi 15000 rpm. Emulsi VCO yang dihasilkan mempunyai viskositas 52,5 cP dan stabil pada suhu ruang

    MINIMASI WASTE UNTUK PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KANTONG KEMASAN DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS PT. XYZ).

    Get PDF
    Pabrik PT.XYZ pada divisi produksi kantong semen memiliki kegiatan dalam produksi Kantong. Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan harus mengelola kegiatan untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi beberapa Waste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebabnya masalah Waste, dan memberikan rekomendasi untuk meminimalkan Waste. Pemecahan masalah pada penelitian ini menggunakan pendekatan konsep lean manufacture. Identifikasi Waste dimulai dengan identifikasi arus nilai keadaan saat ini pemetaan dengan menimbang Waste untuk memahami akar masalah dalam proses produksi. Detailnya pemilihan pemetaan menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Analisis Penyebab Penyebab digunakan untuk memahami akar masalah untuk proses produksi diikuti oleh SIPOC untuk memahami peningkatan prioritas yang harus dilakukan. Dari hasil analisis data, kami menemukan bahwa pesanan limbah yang paling dominan adalah cacat, menunggu, inventaris, transportasi berlebihan. Detail pemetaan digunakan untuk proses analisis sebagai Pemetaan Kegiatan Proses Matriks Respons Rantai Suplai dan Pemetaan Filter Kualitas. Dari hasil penelitian kami menemukan penurunan produksi waktu dari 2.539 menit menjadi 2.419 menit. Proses lead time yang menurun bisa mencapai 12% dibandingkan sebelum pemulihan langkah

    Pemodelan Empirik Desulfurisasi Batubara Secara Flotasi Dengan Metode Rayleigh

    Get PDF
    Model empirik penting untuk diciptakan berdasarkan data empirik berupa data penelitian atau pengamatan yang diperoleh guna mengungkapkan dalam bahasa matematik terhadap fenomena riil (empirik) yang diamati. Model empirik bermanfaat untuk mengeneralisasi suatu fenomena, sehingga dengan model empirik tersebut bisa dilakukan prediksi baik secara ekstrapolasi maupun intrapolasi hingga pada batas tingkat toleransi tertentu. Dalam artikel ini disajikan langkah-langkah menyusun model empirik berdasar data empirik hasil penelitian dengan contoh kasus fenomena desulfurisasi batubara dengan cara flotasi menggunakan surfaktan crud palm oil (CPO). Pemodelan empirik dilakukan berbasis analisis dimensi menggunakan metode Reyleigh. Diperoleh model empirik desulfurisasi batubara dengan tingkat validasi cukup baik ditandai dengan ralat cukup rendah yaitu 2,78%

    Pengaruh Temperatur Operasi Terhadap Penurunan Kadar Biuret Dalam Urea Prill dari Evaporator Tingkat II di PT. Pupuk Kaltim

    Get PDF
    Biuret merupakan hasil samping dalam sintesa pembentukan urea. Kandungan biuret yang tinggi dalam produk urea dapat menjadi racun bagi tanaman sehingga keberadaan biuret harus ditekan. Salah satu faktor terbentuknya biuret adalah temperatur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan temperatur operasi optimum terhadap penurunan kadar biuret dalam urea prill. Analisa dilakukan terhadap enam variabel temperatur operasi 137 oC, 138 oC, 139 oC, 140 oC, 141oC, dan 142 oC. Sampel dari Evaporator berupa produk urea prill diambil dari belt conveyor, kemudian dilakukan uji kandungan biuret menggunakan spektrofotometer dan kadar air urea prill dengan metode aquatitrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur operasi optimum pada evaporator adalah 138 oC, karena mampu menghasilkan kadar biuret yang rendah sebesar 0,798% dengan kadar air yang juga rendah sebesar 0,44%, dan tingkat efisiensi penggunaan steam sebesar 211,541 kg/jam

    Pengaruh Variasi dan Komposisi Pelarut terhadap Pengambilan Asam Lemak Omega dari Minyak Biji Anggur dengan Kompleksasi Urea

    Get PDF
    Asam lemak omega berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem syaraf bagi anak-anak dan pencegahan penyakit degeneratif bagi orang dewasa. Kompleksasi urea merupakan metode yang dinilai paling efektif dan efisien untuk memperoleh konsentrat asam lemak omega. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi dan komposisi pelarut terhadap peningkatan kadar asam lemak omega pada konsentrat asam lemak minyak biji anggur dengan metode kompleksasi urea. Penelitian ini mempelajari 3 variasi pelarut yaitu metanol, etanol dan air serta campurannya dalam komposisi 0-100% w/w. Kompleksasi urea memiliki beberapa tahapan yaitu (1) hidrolisis minyak menjadi asam lemak bebas, (2) kristalisasi/kompleksasi urea, (3) pemungutan asam lemak omega dan (4) analisa. Proses diawali dengan saponifikasi dan pemurnian asam lemak minyak biji anggur, kemudian ditambahkan urea dan pelarut dengan variasi dan komposisi yang berbeda untuk mendapatkan senyawa kompleks urea. Analisa gas kromatografi dilakukan untuk mengetahui komposisi asam lemak pada fasa kristal (urea complexd fraction/UCF) maupun konsentrat (non-urea complexed fraction/NUCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam lemak jenuh yang terjerap dalam senyawa kompleks urea dengan pelarut etanol mencapai nilai yang maksimal, sehingga yang tertinggal dalam konsentrat menjadi minimal. Etanol merupakan pelarut yang terbaik untuk kompleksasi urea dibandingkan metanol dan air. Kadar asam lemak omega dalam konsentrat dapat dikonsentrasikan hingga 90,334%

    Pengaruh Penambahan Gas Nitrogen Terhadap Kualitas Charcoal Yang Diproduksi Secara Pirolisis Dari Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Kayu Ulin (Euxideroxylon Zwageri)

    Get PDF
    Proses pirolisis limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin menghasilkan produk charcoal sebagai produk utama. Charcoal merupakan produk yang kaya akan carbon dan dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara batch terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara kontinyu terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin. Metode Penelitian dengan cara preparasi sampel limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dengan berat sampel 1000 gram, kemudian dilanjutkan dengan tahapan proses pirolisis yaitu tanpa dialirkan gas nitrogen, ditambahkan gas nitrogen secara batch kedalam reaktor dengan rasio perbandingan volume reaktor yaitu sebanyak 10 liter, 20 liter dan 30 liter serta dialirkan gas nitrogen secara kontinyu 0,5 liter/menit dan 1 liter/menit dengan waktu pirolisis 120 menit dan temperatur pirolisis yang dipertahankan yaitu 400oC, hasil pirolisis diperoleh tiga produk yaitu arang, asap cair dan sedikit tar, arang hasil pirolisis didiamkan untuk proses pendinginan selama 1 jam kemudian ditimbang beratnya dan selanjutnya arang disiapkan untuk dianalisa komposisi kimia, analisa nilai kalor, dan kadar karbon terikat dengan metode analisa proximate. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik charcoal yang memilki nilai fixed carbon tertinggi yaitu pada penambahan gas nitrogen secara kontinyu kedalam reaktor 1 liter/menit dengan presentase fixed carcbon 66,16%, dan menghasilkan nilai kalor 6986 cal/gr dan yang memilki presentase fixed carbon terendah yaitu tanpa penmabahan gas nitrogen kedalam reaktor dengan presentase fixed carcon 58,03% dan nilai kalor 6628 cal/gr. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi pirolisis yang terbaik yaitu pada penambahan gas nitrogen kedalam reaktor secara kontinyu 1 liter/menit yang menghasilkan presentase fixed carbon dan nilai kalor tertinggi

    Karakteristik Batubara Peringkat Rendah Formasi Bobong dan Implikasinya Terhadap Coal Liquefaction

    Get PDF
    This research was conducted on the Bobong Formation coal in the form of geochemical analysis. The Bobong Formation is geologically located in the Banggai Sula Basin, Pulau Taliabu Regency, North Maluku Province. The study focused on low rank coal on the liquefaction process. Sampling locations are carried out in each coal outcrop near the river channel north of Taliabu Island. Sampling is done by the ply by ply method. Sampling is done at several points of observation in the form of a station. Coal sample analysis is carried out in the form of proximate and ultimate. The coal liquefaction experiment through the pyrolysis method with assisted microwave was carried out with raw material in the form of 300 g of 20 mesh coal, 3 g active carbon catalyst, temperature of 600 C, vacuum pressure (-3 mmHg) and 600 watt microwave power. These problems are focused on the influence of low rank coal geochemistry of the Bobong Formation in the Banggai Sula Basin on coal liquefaction and the behavior of coal liquefaction on changes in time variables. The physical and chemical characteristics of coal in coal content are ash (16.36%) adb, inherent humidity (8.19%) adb, volatile substances (22.21)%) adb and fixed carbon (48.60% ) adb, hydrogen (4.55% adb), oxygen (25.94% adb), carbon (65.33% adb), sulfur (2.54% adb) and nitrogen (1.64% adb). The optimal coal liquefaction yield with a reaction time of 60 minutes is 49%. The results of coal liquefaction did not change at the reaction time of 70 minutes and 80 minutes, respectively 49.01% and 49.02%. Coal with more lignite is more easily liquefied than sub-bituminous because coal has a higher hydroxyl group

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇