Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    Pengaruh Aktivitas Tektonik Terhadap Rekonstruksi Jalan Di Desa Pekan Gedang Dan Sekitarnya, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi

    Get PDF
    The Semangko Fault is a regional fault stretching along the island of Sumatra, consisting of several segments with movements of 6-37 mm per year (Sieh et al., 2000). Administratively, the research area is located in Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi. Based on its geographical location, the study area is included in the Semangko Fault zone with geological conditions composed by pre-Tertiary age rocks that have been deformed, both faults and hefty. Deformation that occurs continuously, is characterized by several reconstructions of damaged roads in the alignment zone. The analysis carried out on the DEM (Digital Elevation Model) image includes morphotectonic aspects and identification of the solid data and fault fields collected in the field in order to interpret the level of tectonic activity that affects the road reconstruction in the area. From the results of the analysis it was identified that tectonic activity in the area was very high according to the classification of El Hamdouni et al. (2008)

    Analisis Variography pada Estimasi Ordinary Kriging Endapan Batubara Di Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    A functional analysis of the determination of the variogram value is very influential on the coal model formed (variography analysis). Variography is a series of activities ranging from data searching, modeling to analysis reports. Coal quality estimation is an activity to get a proper distribution of coal quality values, and the results can contribute as one of the control processes in coal mining activities. This research aims to estimate coal parameters (Ash Content, Calorific Value, Total Moisture, and Total Sulfur) using Ordinary Kriging. Comparison of Ordinary Kriging estimation variogram model with omnidirectional and omnidirectional-vertical model variogram results in the conclusion that the vertical variogram is quite capable of giving a positive effect on the Ordinary Kriging estimation results seen from the residual value of the results of cross-validation, although in general, the distribution of Ordinary Kriging results is not too much different

    Ekstraksi Informasi dari DEM untuk Pemetaan Struktur Geologi Studi Kasus di Daerah Kokap, Kulon Progo

    No full text
    Digital elevation model (DEM) data can be used as an input for interpreting geological structures, especially faults. This study aims to determine of extracting geological information from SRTM DEM for geological structure interpretation. Information such as shaded relief, lineament, slope, aspect, drainage network and curvature were used as input for the interpretation using the morphological approach which includes processes, materials, and structures. The vertical exaggeration and sun azimuth and altitude for relief illumination can be varied to obtain different images with different enhanced features. Lineaments can be automatically extracted from the shaded relief. The results showed that the combination of shaded relief, lineament, slope, aspect, drainage network and curvature can be a powerful tool for geological structure interpretation. In general, DEM data analysis can only determine indications of fault location, whereas the types and directions of faults cannot be interpreted

    MANAJEMEN RISIKO DAN ANALISIS KEPUTUSAN SOLUSI MATERIAL OBSOLETE MECHANICHAL MENGGUNAKAN METODE HOR DAN ANP (STUDI KASUS: PT XYZ)

    Get PDF
    PT XYZ memiliki enam gudang sebagai tempat menyimpan dan merawat material sebelum digunakan dalam pabrik. Pada saat menyimpan material dalam gudang spare part terdapat material yang tidak dapat digunakan lagi atau disebut dengan obsolete. Material obsolete merupakan material yang sudah diganti dengan merk atau model atau tipe yang berbeda, telah rusak, telah lewat masa pakainya (expired) ataupun sudah tidak dapat digunakan lagi dipabrik serta material detection flag yang telah dilakukan proses duplikasi atau konsolidasi. Kapasipitas Gudang semakin kecil dan sempit merupakan risiko tertinggi dari identifikasi risiko menggunakan metode House of Risk (HOR) yang memiliki nilai RPN sebesar 432. Berdasarkan data tersebut diperlukan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut mulai dari alternatif modification, scrapping, hingga pemusnahan material yang di proses melalui software super decesion dengan metode Analytic Network Process (ANP)

    Simulasi Pengolahan Air Asam Tambang Menggunakan Open Limestone Channel Skala Laboratorium

    Get PDF
    Air asam tambang merupakan air yang mempunyai tingkat keasaman dan logam terlarut yang relatif tinggi, terbentuk dari hasil oksidasi mineral pirit, oleh oksigen dan air. Untuk memperoleh kualitas air yang sesuai dengan standar baku, maka harus dilakukan pengolahan. Salah satu teknologi pengolahan air asam tambang yaitu Open limestone channel. Open limestone channel dirancang untuk menetralkan keasaman menggunakan batugamping sebagai bahan penetral. Untuk mengetahui kemampuan open limestone channel dalam menetralkan air asam tambang maka dilakukanlah penelitian pada skala laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja/performa open limestone channel dalam meningkatkan kualitas air asam tambang. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air dengan debit air Q1Q2Q3, kenaikan nilai pH rata-rata pada outlet untuk ukuran butir besar (C50 = 11 mm) yaitu 3,40 pada Q1, 2,93 pada Q2 dan 3,22 pada Q3. Untuk ukuran butir sedang (C50 = 7,12 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,53 untuk Q1, 5,72 untuk Q2 dan 5,99 untuk Q3. Sedangkan untuk ukuran butir kecil (C50 = 4,05 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,51 untuk Q1, 6,25 untuk Q2 dan 6,26 untuk Q3. Dari hasil pengujian kualitas air tersebut dapat diketahui bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja open limestone channel (OLC) diantaranya yaitu luas permukaan batugamping dan waktu tinggal. Semakin luas permukaan batugamping maka kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik dan semakin lama waktu tinggal maka waktu (kecepatan) reaksi antara batugamping dengan air asam tambang akan semakin lama sehingga kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik pula

    Analisis Deformasi Lereng Menggunakan Metode Monitoring pada Lereng Jalan Trans Provinsi Kilometer 18 Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    Penelitian mengenai analisis deformasi atau pergerakan massa batuan atau tanah penyusun lereng ini dilakukan pada jalan trans provinsi kilometer 18 Kolaka. Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kondisi dan geometri lereng jalan terhadap kestabilan lereng dan menghitung laju perpindahan atau pergerakan massa batuan atau tanah penyusun lereng serta menganalisis tipe longsoran yang dapat terjadi pada lereng jalan Trans Provinsi KM 18 Kolaka.. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode monitoring langsung dengan bantuan instrument pemantauan Total Station atau Theodolit dan metode permodelan numerik Phase 2D Rocscience sebagai pendekatan lain yang digunakan untuk memperoleh gambaran visual deformasi yang dapat terjadi pada lereng.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa karakteristik material penyusun lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka didominasi oleh batuan lunak (soft rock) dengan nilai kekerasan batuan berkisar 25 – 50 MPa dan tanah (soil) dengan tingkat pelapukan signifikan diatas 70% yang disebabkan oleh keberadaan mineral mika dan sekis yang memiliki karakteristik sangat mudah mengalami pelapukan oleh keberadaan air pada daerah lembab hingga basah. Hasil monitoring laju deformasi berdasarkan metode monitoring langsung dan permodelan numeric phase 2D menunjukkan bahwa lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka diklasifikasi kedalam lereng kritis dengan nilai laju deformasi masing-masing rata-rata berkisar 5 – 215 mm/hari dan 30 – 114 mm/hari dimana pada kondisi normal nilai laju deformasi lereng hanya berkisar 12 mm/hari. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa Tipe longsoran yang terjadi pada lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka yang di identifikasi dari pengamatan langsung berdasarkan pendekatan korelasi penyusun material lereng adalah tipe longsoran rotasional

    Pengaruh Perbedaan Pelarut Asam Pada Ekstraksi Antosianin Bunga Dadap Merah (Erythrina Crista-Galli) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction

    Get PDF
    Penggunaan pewarna alami pada berbagai bidang teknologi sekarang ini dapat menggunakan tanaman karena dapat diperbaharui, bunga dadap merah menjadi salah satu sumber pigmen antosianin yang banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pelarut asam terbaik dalam proses ekstraksi ditinjau dari kadar total antosianinnya. Proses ekstraksi dadap merah dilakukan dengan metode gelombang mikro menggunakan microwave. Daya microwave yang digunakan sebesar 600 W. Ekstraksi antosianin dilakukan dengan perbedaan pelarut yaitu etanol yang diasamkan menggunakan 4% asam sitrat, 4% asam tartarat dan 1% HCl. Rasio pelarut yang digunakan sebesar 1:25 dan waktu selama 3, 6, 9, 12 dan 15 menit. Kadar antosianin tertinggi yang diperoleh masing-masing pelarut dilakukan uji karakteristik intensitas warnanya. Hasil ekstraksi antosianin tertinggi menggunakan 4% asam sitrat diperoleh sebesar 3,673754647 mg/L pada waktu 12 menit. Antosianin tertinggi menggunakan 4% asam tartarat diperoleh sebesar 8,098959108 mg/L pada waktu 3 menit. Antosianin tertinggi yang diperoleh menggunakan 1% HCl sebesar 28,52169517 mg/L pada waktu ekstraksi 12 menit. Intensitas warna antosianin tertinggi diperoleh pada pelarut etanol yang diasamkan menggunakan 1% HCl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi antosianin terbaik adalah ekstraksi menggunakan pelarut etanol yang diasamkan dengan 1% HCl

    Analisis Losses pada Pemindahan Material Lgso di Front Penambangan Bukit Hilux Menuju Stockyard Pelabuhan PT Antam UBPN Sultra

    Get PDF
    Salah satu front penambangan yang dimiliki PT.ANTAM Tbk. UBPN SULTRA adalah Bukit Hilux. Kegiatan produksi penambangan di Bukit Hilux difokuskan pada penambangan material Low Grade Saprolith Ore (LGSO). Material LGSO adalah kelompok bijih nikel kadar rendah yang diperuntukkan untuk ekspor dengan batas kadar tertentu. Sebelum diekspor, hasil penambangan material LGSO ini diangkut menuju Stockyard Transito yang ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Transit Ore (ETO) kemudian dilakukan rechek sampel. Setelah hasil rechek sampel keluar, maka material LGSO tersebut diangkut menuju Stockyard Pelabuhan dan ditumpuk menjadi tumpukan  Eksportable Final Ore (EFO) yang siap untuk diekspor. Adanya tahapan pemindahan material LGSO dari front penambangan Bukit Hilux hingga ke Stockyard Pelabuhan menyebabkan losses material. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis berapa persentase losses material LGSO tersebut dan penyebab terjadinya dengan melakukan perhitungan tonase menggunakan metode survey dan ritase alat angkut yang dikalibrasikan dengan data timbangan serta pengamatan kegiatan pemindahan. Adapun losses yang dihasilkan sebesar 2,17 % untuk pemindahan dari front menuju Stockyard Transito dan 1,33 % untuk pemindahan dari Stockyard Transito menuju Stockyard Pelabuhan. Penyebab terjadinya losses antara lain adanya material yang melekat pada alat berat dan faktor dumping yang membuat sebagian material menjadi landasan

    Pengaruh Penekanan Briket Limbah Kayu Merbau (Bayam) dengan Perekat Tapioka

    Get PDF
    Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, batu bara dan gas. Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan dan tidak berkelanjutan Sehingga penulis menggambil judul tentang briket limbah kayu merbau sebagai penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar air,kadar abu, zat menguap, kadar karbon dan nilai kalor. Bahan dari bio briket yang digunakan pada penelitian ini ialah limbah kayu merbau. Komposisi antara limbah kayu merbau dan perekat adalah 90:10%. kemudian dibentuk menjadi briket dengan variasi penekanan yaitu: 350 kg, 400kg, 450 kg, dan 500 kg dengan waktu pengeringan 2-3 hari dibawah sinar matahari langsung. Kemudian dilakukan pengujian Analisis proksimasi. Hasil pengujian dengan nilai rata-rata yaitu: kadar air (3,94 %), kadar abu (1,98 %), kadar zat terbang (34,33 %), kadar karbon (59,70 %), nilai kalor (6567 kkal/kg). Pengaruh variasi penekanan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mendapatkan hasil

    AN INTEGER PROGRAMMING APPROACH FOR SINGLE TRUCK ROUTING-AND-SCHEDULING PROBLEMS TO ISLANDS WITH TIME-VARYING FERRY SCHEDULES

    Get PDF
    This study aims to develop a solving model for the single trucks routing-and-scheduling problems to islands with variations in ferry schedules. In this problem, the travel time is asymmetric and the truck routing is based on the sequence of island visits, known and unknown. The models are developed using an integer programming approach. Integer non-linear programming is formulated to solve problems where the sequence is unknown, whereas integer linear programming for the sequence is known. Besides, a delivery day scenario is built to determine the optimal route and schedule with minimum total travel time on each departure day. Numerical experiments were carried out on the case of a small distribution of a small industry in Central Moluccas, Indonesia. The results showed that the model developed could provide solutions to solve problems

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇