Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
    561 research outputs found

    Penyebaran Nikel Laterit Mengunakan Korelasi Lapisan Pada PT Vale Indonesia Site Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    Nikel laterit merupakan endapan yang terbentuk akibat proses pelapukan dan leaching batuan peridotit sehingga membuat kadar dan ketebalan lapisannya tidak tersebar merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan korelasi lapisan hasil pemboran nikel laterit dan mengetahui arah sebaran dan ketebalan nikel laterit. Sebelum pengambilan data dilakukan pengamatan secara langsung kondisi lapangan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada 2 yaitu data sekunder dan data primer, data yang diambil di lapangan berupa data koordinat, elevasi dan data logging dari hasil pemboran data ini diambil dengan cara membuat deskripsi dari setiap lapisan hasil pemboran. Pengolahan data yang dilakukan mengunakan Ms. Excel sebagai data awal, Surfer sebagai dasar pebutan penampang dan Corel Draw untuk korelasi. Peta sebaran dalam penelitian dibuat mengunakan software ArcMap dengan metode interpolasi kriging 3D. Pada PT. Vale Indonesia Cabang Pomalaa membagi lapisan nikel laterit atas tiga bagian yaitu limonit, saprolit dan bedrock. Dari 12 titik bor yang dikorelasikan menghasilkan 3 korlasi arah Utara – Selatan, 5 korelasi arah Barat – Timur, 4 korelasi arah Barat Laut Tenggara dan 5 korelasi arah Timur Laut – Barat Daya. Lapisan saprolit merupakan lapisan yang memiliki kandungan Ni paling tinggi diantara lapisan saprolit dan bedrock. Titik bor dengan ketebalan saprolit lebih dari 5 meter terdapat 4 titik. Lapisan saprolit yang ada pada daerah penelitian tersebar di wilayah Barat. Korelasi lapisan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu logging, membuat penampang, kemudian membuat korelasi dari hasil pemboran dari tahap ini dapat di tentukan bahwa lapisan saprolit dengan ketebalan lebih dari 5 m tersebar di daerah Barat Laut wilayah penelitia

    Material Analysis Supporting Cement Industry Muara Dua Area South Oku Regency South Sumatera

    Get PDF
    Material cement industry are mostly formed by carbonate and silica. Geology of Muara Dua area was contain those material used in cement industry. Mineralogy of carbonate this area mostly formed by Calcium (Ca) contained on Calcite (CaCO3), Dolomite (CaMg(CO3)2) while Silica, Alumina, Iron Oxide element found as SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO on rock. Research area mostly generated by tectonically complex where the sedimentation mostly controlled the existence of material using in cement industry. Three analysis method were conducted which are Geological Mapping to describe macro petrology, Petrography analysis to determine mineralogy microscopic and Geochemical method using XRF to identified chemical mineralogy of rock. Limestone is one of lithology unit that develop on research area where known as Packstone to Wackestone (Petrography) while "Calcitic Limestone” to “Marly Limestone” classification from Geochemical analysis (XRF). Another material such as Silica and trass material are definitely found on this research area to support cement industry. Element for support cement industry that exist on Muara Dua area formed due to sedimentation process that effected by tectonic and volcanic

    Pengaruh Suhu dan Waktu Reaksi Hidrogenasi Pembuatan Bahan Pelunak Kompon Karet dari Minyak Jarak

    Get PDF
    Bahan pelunak karet salah satu bahan kimia yang ditambahkan saat pembuatan kompon karet. Bahan pelunak pada pembuatan kompon karet saat ini banyak digunakan berasal dari minyak bumi. Minyak Jarak mengandung ikatan rangkap dapat digunakan sebagai bahan pelunak. Ikatan rangkap dirubah menjadi ikatan tunggal dengan proses hidrogenasi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu reaksi hidrogenasi minyak jarak terhadap kualitas bahan pelunak serta untuk mengetahui pengaplikasian bahan pelunak terhadap kuat  tarik kompon karet.. Reaksi hidogenasi dipelajari pada suhu 40, 50, 60 dan 700C dan waktu reaksi selama 1,  3 dan 5 jam. Minyak jarak dimasukan kedalam reaktor labu leher tiga 500 mL yang dilengkapi dengan pengaduk magnetis. Kedalam minyak jarak ditambahkan metanol 2 M, ditambahkan hidrogen peroksida 0,6 M dan katalis CuSO4.5H2O sebanyak 1 gr. Minyak jarak terhidrogenasi kemudian dipindahkan kedalam corong pisah untuk dimurnikan secara dekantasi.  Lapisan atas sebagai produk disaring dan dianalisa. Minyak jarak terhidrogenasi dikarakterisasi sifat kimianya meliputi bilangan iod dan derajat hidrogenasi. Penentuan gugus fungsi dengan spektroskopi FTIR dan kuat tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik  pada suhu 40 oC dan waktu1 jam diperoleh bilangan iod 62,09% dan derajat hidrogenasi 30,62%. Aplikasi bahan pelunak terhadap kompon karet diperoleh kuat tarik 0.7404N/mm

    Production of Methyl ester from Coconut Oil using Heterogeneous K/Al2O3 under Microwave Irradiation

    Get PDF
    Methyl esters derived from coconut oil are very interesting to study because they contain free fatty acids with a medium carbon chain structure (C12-C14), so most methyl esters (70%) can be bio-kerosene and the rest can be biodiesel. The process of preparing methyl ester by reaction of Trans-esterification triglyceride generally using a homogeneous KOH catalyst but this process requires a long catalyst separation process through washing and drying process. The use of heterogeneous catalysts in the production of methyl esters can remove the washing and drying processes, but trans-esterification reactions with heterogeneous catalysts require severe conditions (high pressure and high temperature), whereas at low temperatures and atmospheric conditions, the methyl ester yield is relatively low. Using microwave-irradiated trans-esterification reactions with heterogeneous catalysts, it is expected to be much faster and can obtained higher yields. Therefore, in this study we prepare a heterogeneous catalyst K/Al2O3 using solution KOH that impregnated in catalyst support Al2O3, and catalyst obtained are caracterized by XRD, BET dan SEM. Our objective was to compare the yield of methyl esters obtained through the trans-esterification process of coconut oil assisted by microwave using a heterogeneous K / Al2O3 catalyst with yield obtained using a homogeneous KOH catalyst. Experimental equipment consists of a batch reactor placed in a microwave oven equipped with a condenser, agitator and temperature controller. The batch process was carried out at atmospheric pressure with variation of K/Al2O3 catalyst concentration (0.5, 1.0, 1.5, 2.0, 2.5%) and microwave power (100, 264 and 400 W). In general, the process of producing methyl esters by heterogeneous catalysts will get three layers, wherein the first layer is the product of methyl ester, the second layer is glycerol and the third layer is the catalyst. The experimental results show that the methyl ester yield increases with increasing of microwave power, catalyst concentration and reaction time. The results obtained with K /Al2O3 catalysts are generally slightly lower than those obtained using a homogeneous KOH catalyst. However, the yield of methyl esters obtained by the K / Al2O3 heterogeneous catalyst process are relatively easy to separate rather than using a homogeneous KOH catalyst

    MODEL LOKASI SPATIAL (HOTELLING) DENGAN FUNGSI UTILITAS YANG BERGANTUNG PADA REBATE

    Get PDF
    Model lokasi spasial adalah model dalam bidang ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan kompetisi monopolistik di mana pelanggan memiliki preferensi terhadap merek sebuah produk dan lokasi tokonya. Model ini pertama kali diusulkan pada tahun 1929 yang umumnya disebut sebagai Hotelling’s linear city model. Model tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar di bidang ekonomi dan teori permainan (Game Theory). Banyak penelitian terkini yang dikembangkan dari model linear city tersebut. Aplikasinya sendiri bisa dalam berbagai bidang mulai dari facility location hingga pricing decision. Kasus nyatanya di Indonesia adalah persaingan antara Alfamart dan Indomaret. Hal ini dapat terlihat dari lokasi toko dan harga mereka yang sangat bersaing. Untuk menarik lebih banyak pelanggan, selain berperang dari segi harga dan  lokasi toko, Alfamart dan Indomaret juga berperang dalam segi diskon (rebate war). Akan tetapi, penelitian mengenai Hotelling’s linear city model yang memepertimbangkan rebate war ini belum banyak dilakukan. Oleh sebab itu, pada penelitian ini kami mengusulkan sebukah model Hotelling’s linear city model dengan melibatkan factor diskon (rebate). Pada penelitian ini, kami mengusulkan sebuah persemaan untuk menghitung nilai diskon terbaik. Penelitian ini juga disetai dengan beberapa percobaan numerik, insight serta diskusi dari model yang diusulkan

    FACILITY LAYOUT PLANNING IN SMALL INDUSTRY TO INCREASE EFFICIENCY (CASE STUDY: BIG BOY BAKERY, BATAM, KEPULAUAN RIAU, INDONESIA)

    No full text
    In the food industry competition in Indonesia, Big Boy Bakery which is a small-scale food industry competes with the food industry both small and large scale. This pressured Big Boy Bakery to continue to grow both in increasing the quality and quantity of production. One method that will be used is planning the layout of facilities at the production site so that it becomes the basis for consideration of the placement of important elements in the design of the construction of future production sites. Facility layout is carried out because there are differences in the distance between production operations and other production operations which cause inefficiencies in productivity. In this problem approach the method used in Big Boy Bakery layout planning is the Systematic Layout Planning (SLP) method. The function of SLP is to improve the layout of Big Boy Bakery, by finding alternatives that have been considered with important elements in production operations that have been taken into account at either the level of interaction, or other needs. Placement of important elements such as proper production operations, will reduce travel costs, and waste time, so that the planned layout can provide increased productivity efficiency. With the proposed spatial planning made, it is hoped that it can make a significant contribution to the development of Big Boy Bakery

    Sintesis Komposit Berbasis TiO2-kitosan Menggunakan Metode Hidrotemal

    Get PDF
    Dalam penelitian ini telah dilakukan sintesis komposit TiO2-kitosan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik komposit TiO2-kitosan dibandingkan dengan TiO2 murni. Sintesis komposit TiO2-kitosan dilakukan menggunakan metode hidrotermal dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 300oC. Kitosan yang didopingkan pada TiO2 divariasi konsentrasinya dari 1,0; 1,5; dan 2,0% b/v. Hasil analisis dengan menggunakan FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi Ti-O, Ti-N, -O-Ti-OH/NH2, OH, N-H, C-H, C=O yang mengindikasikan bahwa komposit TiO2-kitosan telah terbentuk. Hasil karakterisasi XRD memperlihatkan bahwa fase kristalin didominasi oleh fase TiO2 anatase. Hasil karakterisasi menggunakan DR-UV menunjukkan nilai energi celah pita komposit TiO2-kitosan dengan konsentrasi kitosan yang ditambahkan 1,0; 1,5; dan 2,0 %b/v berturut-turut adalah sebesar 2,92; 2,49; 2,45 eV, lebih rendah dibandingkan dengan energi celah pita TiO2 murni (3,13 eV). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkam bahwa sintesis TiO2-kitosan telah berhasil dilakukan dan dapat menurunkan energi celah pita dari TiO2

    Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bioadsorben Logam Berat Pb(II) Pada Air Limbah Industri

    Get PDF
    Penelitian ini menguji serat kelapa sebagai bioadsorbent Pb (II) dalam air limbah industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pH dan waktu kontak pada penyerapan bioadsorbent dari sabut kelapa tanpa aktivasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan merapikan sabut kelapa terlebih dahulu menggunakan saringan, kemudian dikeringkan menggunakan oven pada suhu 105oC. Tes pendahuluan kemudian dilakukan pada pewarna biru metilen. Ini diikuti oleh penyaringan bioadsorbent dan air limbah yang diserap. Analisis air limbah termasuk mengukur konsentrasi Pb (II) menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dengan konsentrasi Pb 0,17 ppm. Hasil penelitian menunjukkan daya serap terbaik menggunakan bioadsorbent sabut kelapa adalah pada pH 7, dengan persentase 96,25%. Selanjutnya,waktu kontak 4 jam dengan menerapkan bioadsorbent sekam kelapa untuk sampel air limbah dengan Pb (II) adalah 94,66%

    Analisis Kestabilan Lereng Disposal PT Bara Anugrah Sejahtera Muara Enim Sumatera Selatan

    Get PDF
    Dalam sistem tambang terbuka diperlukan suatu tempat untuk membuang material overburden yang disebut sebagai disposal, di mana disposal tersebut nantinya akan membentuk lereng-lereng yang berpotensi mengalami kelongsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng Out Pit Disposal (OPD) tambang PT Bara Anugrah Sejahtera. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dan perhitungan faktor keamanan menggunakan metode Morgenstern-Price yang di-running dengan software Slide V6. Parameter yang digunakan dalam menganalisis kestabilan lereng adalah menggunakan data geometri lereng hasil dari section disposal dan nilai material properties yang didapatkan dari back analysis, meliputi nilai kohesi, berat jenis, dan sudut geser dari material timbunan, sand, dan silty clay. Dari sebelas section OPD yang dianalisis, lereng disposal terbilang dalam keadaan yang stabil dengan FK 1,3. Namun pada 2 section didapatkan hasil FK 1,26 untuk section E – E’ dan FK 1,05 untuk section F –F’. Secara keseluruhan disposal dapat dianggap stabil, namun perlu diperhatikan pada beberapa faktor yang dapat mengganggu kestabilan lereng seperti curah hujan yang cukup tinggi, sehingga perlu upaya untuk menjaga stabilitas lereng disposal

    SERVICES MARKETING MIX SERVICES SATISFACTION HOTEL INI LUWUK (CASE STUDY HOTEL ESTRELLA, HOTEL SANTIKA, AND SWISS BEL INN)

    Get PDF
    The existence of hotels in Luwuk as part of the development of tourism is expected to continue were able to make improvements in order to meet customer satisfaction. Competition is carried out for hotels is also a travel promotion for the region Banggai as part of improving the economy. The ability of the company or hotel to deserve their services for customer satisfaction with the services provided by the hotel management is essential for the realization of the purpose of moving company on the basis of this profit. The purpose of this study was to determine the marketing mix to the satisfaction of hotel services in Luwuk. The method used in this research is quantitative research methods and uses IBM SPSS Statistics 24 as a data processing tool validity, reliability, correlation and linear regression. The results showed that the marketing mix to the satisfaction of hotel services in Kota Luwuk spread evenly, where none of the hotels mastering seven aspects of customer satisfaction assessment (marketing mix

    447

    full texts

    561

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇