Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
Studi Konsentrasi Pada Bauksit Asal Tayan Dengan Menggunakan Metode Flotasi Kebalikan
This paper is one of a study that implements reverse flotation methods as an alternative beneficiation on bauxite processing. This study is aimed to increase alumina content in bauxite so its qualified as feed of Bayer Process (Al2O3 51%, SiO2 7%, Al2O3 / SiO2 10 ratio). The experiments was focused to increase alumina content from bauxite were carried out in a 1375 mL of flotation cell tank. Dodecylamine (DDA) was used as the collector, starch as the depressant, and Dowfroth 1012 as frother. The overall experiments were conducted on solid content to solution 25% w/w and speed rotation of impeller were 900 rpm. The characterization results showed that the feed ore had Al2O3 and SiO2 content, respectively 61,24% and 27,9%. Experiments were carried out in several variations to determine what variables were most affected in the study. There were 4 variations used in this study, size fraction of particle, collector dosage, pH of slurry and with the addition of / without the addition of depressants. Alumina content as results of flotation was analyzed by XRF. The results of XRF of flotation products show that increasing of alumina content. The optimum pH range of bauxite flotation using DDA as collectors can be achieved at pH 4 – 10. From the results, The increasing of collector dosage at pH 10 gives a good result on Al2O3 content is 62% with 50,44% recovery of Al2O3 obtained at dosage of collector at 500 g/ton. The Al2O3 content which higher in conditions without the addition of depressant is 66,8%. While for the size fraction variation, it shows that separation better in the finer particle which gives an increasing of alumina and decreasing of silica as a result. The best condition in this study were achieved by 400 g/ton of DDA dosage, 400 g/ton of depressant dosage and size fraction of particle in -325 mesh at pH 10 with increasing alumina to 79.1%
Penentuan Tingkat Kematangan Batubara dengan Metode Reflektansi Vitrinit pada PT Bhumi Rantau Energi Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan
Pada penelitian ini dilakukan analisis proksimat, analisis nilai kalori dan analisis petrografi batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter dan korelasi antara beberapa hasil analisis proksimat, analisis nilai kalori dan analisis petrografi batubara pada tingkat kematangan (rank) batubara, mengetahui komposisi maseral dari pada tiap sampel batubara dan penentuan tingkat kematangan (rank) batubara dari hasil analisis reflektansi vitrinit. Metode penelitian ini adalah dengan analisis dari metode analisis proksimat, nilai kalori dengan standar analisis American Standard For Testing Material (ASTM) dan analisis petrografi batubara sesuai dengan Coal Maceral Analysis, The Standart Association of Australian Standart House, 1986. Kegiatan yang dilakukan adalah sampling pada 2 seam yang ada pada lokasi penelitian yaitu seam O dan seam P, dari hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai maksimum reflektansi vitrinit berada antara 0.35 % - 0.55 %, dengan nilai maksimum reflektansi vitrinit tersebut dapat ditentukan bahwa tingkat kematangan (rank) batubara berada pada rank Lignit - Sub-bituminous
Korelasi Spasial Antara Klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) Dan Jenis Alterasi Batuan Pada Tambang Emas Bawah Tanah Menggunakan Metode Indicator Kriging
Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya rekomendasi geoteknik dalam desain penyanggaan di tambang bawah tanah. Rekomendasi yang baik akan menjamin kelancaran produksi sehingga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pemodelan parameter geoteknik pada massa batuan dapat dibantu dengan metode geostatistik. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis korelasi spasial antara sebaran klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) dan jenis alterasi batuan di tambang emas bawah tanah. Mengingat klasifikasi RMR dan jenis alterasi tidak memiliki nilai yang kontinyu melainkan diskrit, maka dalam pemodelan geostatistik kedua variabel tersebut termasuk kedalam jenis kategorikal yang dapat diolah menjadi data indikator 1 dan 0 (data biner). Salah satu metode geostatistik yang dapat digunakan untuk pemodelan data kategorikal adalah Indicator Kriging (IK). Data diperoleh dari inti bor yang berjumlah sekitar 30 titik di tambang emas bawah tanah yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Korelasi dilihat dari proporsi antara klasifikasi RMR dan jenis alterasi pada batuan. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa alterasi jenis klorit, silisifikasi, dan epidote-klorit berkorelasi kuat dengan RMR fair, sedangkan alterasi ilit berkorelasi kuat dengan RMR poor. Kata kunci: geostatistik, RMR, alterasi, indicator kriging, korelasi spasia
Studi Komponen Gas Hidrokarbon Batubara Menggunakan Metode Pirolisis Gas Kromatografi
This recent research was conducted to investigate the characteristics of lignite from organic geochemistry side using pyrolysis method of gas chromatography. Thi aim of the study is to analyze three important things concluding the generated hydrocarbon gases, calculate the gas volume, and investigate its environmental setting. The gas product is called pyrolisat which generated during processing of pyrolysis that shown as chromatogram graph on computer screen concluding group of short carbon- chain (C1-4), medium carbon-chain (C5-14), and long carbon-chain (C15). The research result revealed that short carbon-chain has dominant percentage (81,9%) than medium carbon chain (9,5%) or long carbon chain (8,6%). This condition indicates that coal sample consisted of various organic matter particularly methane which derived from land plants. Based on these research results, it can be conclude that organic matters were originally from terrestrial environmental setting
IDENTIFIKASI POSTUR KERJA PROSES PEMBUATAN TAHU PADA PABRIK TAHU PAK UTAR DENGAN METODE REBA DAN OWAS
Pak Utar Tofu Factory is a conventional home industry which is engaged in the production of Tofu. There are three types of tofu produced, namely White Tofu, Chinese Tofu, and Jambi Tofu. In plain view, it can be seen that the work stations at this plant are still less ergonomic and have a very high risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) injury, therefore the authors conducted research by applying two methods namely Rapid Entire Body Assessment (REBA), and Ovako Working Analysis System (OWAS) for further comparison. Both methods have the viewpoint of the researcher, as well as the worker's perspective, and are used to examine each work station. After observation, there were 6 work stations with a total of 27 activities in total. After conducting research with these three methods, it was found that the REBA method resulted in all work stations having to be repaired, and the OWAS method resulting in all stations having to be improved. After reviewing and seeing the results of the two methods at each work station, the authors made improvements to the design of work tools at work station two because the work station did not have a major effect on the procedure of the work operator, compared to other work stations. The author makes a work tool repair plan at work station 1 which was originally dipped, into a water flush
Selektivitas Adsorpsi Asam Lemak Bebas (ALB) dan Beta Karoten Minyak Sawit Mentah Menggunakan Metakaolin Teraktivasi Kalium Karbonat (K2CO3)
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) terbesar di dunia. Kadar asam lemak bebas dan beta karoten menjadi 2 parameter kualitas yang menentukan mutu minyak kelapa sawit mentah. Proses pemurnian CPO untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dan beta karoten biasanya menggunakan adsorbent dari jenis bleaching earth. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat adsorbent yang berasal dari kaolin Capkala Kalimantan Barat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dan beta karoten pada CPO. Pemilihan kaolin sebagai bahan pembuatan adsorben didasarkan pada karakteristik kaolin dan kelimpahannya yang banyak di daerah Kalimantan Barat sehingga berpotensi digunakan sebagai adsorbent yang efektif dan ekonomis. Pembuatan adsorbent dilakukan dengan mengkalsinasi kaolin pada suhu 600 °C sehingga membentuk metakaolin kemudian diaktivasi dengan senyawa K2CO3 dengan konsentrasi 0.5, 1, dan 2 M. Metakaolin yang sudah diaktivasi kemudian dikeringkan dan diaplikasikan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dan beta karoten pada CPO. Kadar asam lemak bebas dan beta karoten pada CPO yang diadsorpsi oleh adsorbent dihitung, kemudian ditentukan selektivitas adsorpsi, kinetika adsorpsi, dan pola adsorpsi isothermalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik adsorben dari metakaolin teraktivasi K2CO3 yaitu memiliki struktur sillimanite dan kynite yang menyerupai zeolit, dengan komposisi Si/Al = 1, dengan tipe isoterm adsorpsi gas nitrogen H4 histerisis, distribusi pori heterogen yang didominasi pada 13-15 nm (mesopori), dan memiliki luas permukaan sebesar 28,74 m2g-1, serta volume pori sebesar 8,018 x 10-2cm3g-1. Jenis adsorben metakaolin teraktivasi K2CO3 1 M terbukti paling baik untuk mengadsorpsi asam lemak bebas sebesar 2,49 % dan beta karoten sebesar 26,15 % pada CPO dengan kondisi waktu kontak dan massa adsorben optimum adsorpsi yang sama yaitu 60 menit dan massa adsorben 0,4 gram/10 mL CPO. Selektivitas adsorpsi adsorben lebih banyak menyerap kadar beta karoten dibandingkan kadar asam lemak jenuh pada CPO. Rasio adsorpsi asam lemak bebas dan beta karoten paling baik terdapat pada jenis adsorben metakaolin teraktivasi K2CO3 1 M dengan nilai 2:13 dalam mol/mol. Isoterm adsorpsi asam lemak bebas dan beta karoten memiliki tipe yang sama yaitu isoterm Freundlich. Kinetika adsorpsi asam lemak bebas dan beta karoten memiliki model yang sama yaitu Pseudo orde 2 untuk setiap jenis adsorben
Analisis Kandungan Fly Ash Sebagai Alternatif Bahan Penetral Dalam Penanggulangan Air Asam Tambang
Air Asam Tambang (AAT) merupakan dampak lingkungan penting dari kegiatan pertambangan, baik tambang bijih maupun tambang batubara yang terokdidasi dengan mineral sulfida. Isu ini menjadi semakin penting apabila penanganan Air Asam Tambang tidak dilakukan dengan baik maka akan menjadi beban pada masa pascatambang. Material yang digunakan dalam proses pengolahan air asam tambang adalah bahan yang memiliki alkalinitas seperti batu gamping namun fly ash atau abu sisa pembakaran batubara berpotensi memiliki kadar alkalinitas dan selama ini hanya dianggap sebagai limbah B3 karena bisa menjadi kontaminan pencemar, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengkaji lebih dalam mengenai potensi pemanfaatan fly ash sebagai bahan penetral. Pada penelitian ini fly ash digunakan sebagai bahan utama, studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kandungan fly ash untuk proses penetralan air asam tambang dan untuk mengkaji karakteristik dari fly ash berkaitan denga kandungannya. Percobaan ini menganalisis kandungan fly ash dengan bebeberapa pengujian yaitu uji sifat fisik ( distribusi ukuran partikel, SEM-EDS) dan pengujian sifat kimia (XRF, XRD, Uji Statik). Hasil penilitian ini menunjukan fly ash dapat dijadikan salah satu alternatif bahan penetral asam karena memiliki nilai ANC yang tinggi 337,88 kgH2SO4/ton dan kandungan Total Sulfur yang rendah 0,37%. Nilai pH paste dan NAG pH menunjukan bahwa fly ash sangat reaktif dan ukuran butir fly ash yang kecil menunjukan bahwa semakin kecil ukuran butir, maka semakin besar luas permukaan sampel untuk kontak dengan air asam tambang. Hal ini menyebabkan sampel fly ash semakin reaktif atau sangat mudah bereaksi dengan air asam tambang yang digunakan dalam proses penetralan. Dari hasil pengujian mineral dan unsur dengan keterdapatan kandungan alumunium oksida, gypsum dan mineral yang mengandung kapur diindikasikan fly ash memiliki sifat alkalinitas
Rock Types Classification and Distribution on Anabanua Village, Barru Regency, South Sulawesi
Anabanua Village, Barru Regency is one of the areas in South Sulawesi that has quite unique geological conditions. This condition inseparably comes from the complicated geological process that took place during the formation of the island, Sulawesi. In Anabanua Village, there are many types of rocks such as sedimentary rocks, metamorphic rocks and igneous rocks. This paper aims to map and classify the types of rock by taking samples on different places in the research area. Then we observe the samples physical properties. The results showed, from taking 10 rock samples in different places, they have various characteristics. 8 of them were sedimentary rocks, they are Limestone Quartz, Limestone Sand, Shale, Sandstone, Coal, Limestone Bioturbation, Breccia, and Chert Stone. The other 2 samples were metamorphic rocks, they are Greenschist and Quartzite
JUSTIFIKASI DAN PENETAPAN BOBOT PRIORITAS INDIKATOR KINERJA PROGRAM STUDI TERKAIT ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
Penelitian ini bertujuan untuk menjustifikasi dan menetapkan bobot prioritas rumusan Key Performance Indicator (KPI) program studi terkait aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Orientasi objek penelitian adalah program studi pada perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan. Pendekatan metode yang digunaka adalah analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil uji validitas dan reliabilitas data menunjukkan bahwa semua data valid dan instrumen penelitian reliabel karena memiliki nilai alpha Cronbach 0,839 sehingga hasil pengumpulan data dapat dipercaya. Analisis statistik deskriftif nilai rata-rata menunjukkan hasil justifikasi bahwa nilai tingkat kepentingan 16 rumusan KPI adalah penting karena semua memiliki nilai rata-rata 4,0. Hasil penetapan bobot prioritas KPI dapat diterima karena memiliki nilai Inconsistency Ratio 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa nilai bobot skala prioritas indikator kinerja dapat menjadi rujukan dasar dalam menentukan nilai kinerja dan prioritas KPI dalam pengukuran kinerja Program Studi. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa KPI yang dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai kinerja prodi adalah yang terkait dengan pengembangan kompetensi SDM melalui studi lanjut, pendidikan dan pelatihan, penerapan sistem penjaminan mutu dalam lingkup kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat
Pengaruh Penggunaan Microwave Sebagai Pretreatment Daging Buah Pala Pada Penyulingan Minyak Atsiri Dengan Metode Distilasi Uap Air
Buah pala merupakan salah satu sumber minyak atsiri.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju alir uap dan waktu pretreatment serta besar daya microwave yang menghasilkan minyak atsiri dari daging buah pala dengan yield terbanyak dan memiliki mutu sesuai SNI.Minyak atsiri daging buah pala diproduksi melalui dua tahap, yaitu tahap pretreatment bahan dan tahap penyulingan. Pada proses pretreatment variabel yang divariasikan adalah lamanya bahan diradiasi mikrowave (2,5; 5; 7,5 menit) dan besar daya radiasi microwave (100, 300, 450 watt) yang digunakan dan pada proses penyulingan variabel yang divariasikan adalah besar laju alir uap (200, 250, 333 ml/jam).Daging buah pala digunakan sebanyak 1000 gram. Perolehan rendemen minyak atsiri dianalisa indeks bias, densitas dan GC-MS guna mengetahui kandungan kimianya. Hasil terbaik dari penelitian ini diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,11% dengan berat jenis 0,884– 0,900 (gr/ml) dan warna kuning jernih, kandungan miristisin yang ada sebanyak 13%