Jurnal Online Teknologi Industri (UMI FTI - Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Not a member yet
561 research outputs found
Sort by
Karakteristisasi Petrografi dan Geokimia Batubara Formasi Bobong Daerah Taliabu, Provinsi Maluku Utara
Formasi Bobong yang melampar di daerah Pulau Taliabu merupakan formasi pembawa batubara yang berumur jura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petrografi organik dan geokimia di daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan dan pengambilan sampel batubara dengan metode channel sampling ply by ply. Analisis laboratorium yang dilakukan terhadap 10 sampel batubara meliputi analisis petrografi organik, proksimat, ultimat, gross calorific value (nilai kalori). Batubara Formasi Bobong terdiri dari 3 seam, yaitu seam 1 dengan ketebalan 0,5 m hingga1 meter, seam 2 dengan tebal 1 meter dan seam 3 dengan tebal 0,50 m hingga 0,90 meter. Ketiga seam batubara tersebut secara dominan termasuk dalam litotipe bright coals dan banded bright coals. Batubara tersebut memiliki gross calorific 13.896,26-15.362,54 (Btu/lb) dan nilai proksimat berupa karbon tertambat 36,10 - 43,86 (%, adb), kandungan zat terbang 38,25 - 47,91 (%, adb), kandungan air 6,54 – 12,23 (%, adb) dan kandungan abu 64,46 - 21,31 (%, adb). Batubara seam 1, seam 2 dan seam 3 di daerah penelitian merupakan high volatile A bituminous coals. Ultimat pada batubara Formasi Bobong adalah karbon 64,46 - 74,75 (%, daf), hidrogen 6,27 - 6,92 (%, daf), nitrogen 0,76 - 0,87 (%, daf), sulfur 4,41 - 7,93 (%, adb) dan oksigen 9,45 - 18,07 (%, daf). Sedangkan untuk nilai maseral berupa vitrinit adalah 69,75 – 77,52 (%, vol), liptinit 17,56 - 22,50 (%, vol) dan inertinit 3,60 - 7,75 (%, vol).
Potensi Sebaran Mineral di Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik di Pantai Kuri Caddi Maros
Mineral memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja untuk mineral non-logam digunakan sebagai bahan baku industri, bahan keramik, bahan kosmetik, bahan bangunan, dan lain-lain, Sedangkan mineral logam dimanfaatkan dalam bidang industri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran mineral di bawah permukaan Pantai Kuri Caddi Maros dengan metode geolistrik resistivitas. Penelitian ini dilakukan dengan cara akuisisi data geolistrik menggunakan konfigurasi wenner dengan jumlah lintasan sebanyak dua lintasan. Panjang masing-masing lintasan 120 meter dengan spasi antar elektroda sebesar 5 meter. Hasil penelitian pada lintasan pertama diperoleh dua lapisan, lapisan pertama dengan nilai resistivitas 0,302-3,03 Ωm terdapat pada kedalaman 0-12,4 meter diduga sebaran pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 5,40-17,1 Ωm terdapat pada kedalaman 3,75-19,8 meter diduga sebaran endapan pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Pada lintasan kedua juga diperoleh dua lapisan, lapisan pertama dengan nilai resistivitas 0,166-1,60 Ωm terdapat pada kedalaman 0-15,9 meter diduga sebaran pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 2,82-8,78 Ωm terdapat pada kedalaman 0-19,8 meter diduga sebaran endapan pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Dari hasil penelitian terlihat sebaran mineral dengan nilai resistivitas antara 0,166-17,1 Ωm berada pada kedalaman 0-19,8 meter
Pemanfaatan Daun Ketapang Kering dan Kulit Kakao menjadi Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif
Briket dapat dibuat dari limbah organik baik secara konvensional maupun dengan proses pirolisis. Limbah daun ketapang kering merupakan limbah organik yang dapat diperoleh dalam jumlah banyak setiap harinya. Daun ketapang kering jika tidak dimanfaatkan maka akan mengalami penumpukan. Selain itu jika dibakar akan meningkatkan produksi CO2 yang dapat mengganggu pernapasan bagi manusia. Sama halnya dengan limbah kulit kakao, limbah kulit kakao merupakan limbah biomassa yang paling banyak dijumpai pada sektor perkebunan. Musim panen pada perkebunan kakao menghasilkan kulit kakao yang jumlahnya cukup banyak sehingga menjadi limbah padat. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui berapa komposisi campuran daun ketapang kering dan kulit kakao untuk menghasilkan briket yang berkualitas dan mengetahui pengaruh komposisi briket terhadap kualitas nyala. Bahan baku diarangkan dengan metode pirolisis menggunakan variabel suhu dan waktu yang tetap. Arang yang dihasilkan diayak dengan ukuran 60 mesh. Briket yang dibuat dengan memvariasikan komposis arang daun ketapang kering dan kulit kakao (0 : 100 (M1); 10: 90 (M2); 30: 70 (M3); 50: 50 (M4); 70: 30 (M5); 90:10 (M6); 100:0 (M7) %) dengan penambahan 10% perekat. Hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh komposisi campuran terbaik yaitu komposisi campuran 10:90 dimana komposisi campurannya yaitu 10 % Daun ketapang kering dan 90% kulit kakao. Nilai kalor yang dihasilkan yaitu 4871 kalori/gram, hasil ini belum sesuai standar baku mutu briket yaitu 5000 kalori/gram (SNI 01-6235-2000). Untuk uji nyala, komposisi bahan 50% Daun ketapang kering dan 50 % kulit kakao (50:50) merupakan briket yang paling lama waktu penyalaannya hingga menjadi abu yaitu 1 jam 33 menit 20 detik. Komposis dari masing-masing briket tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lama briket menyala hingga menjadi abu. Sedangkan jika dilihat dari asap yang dihasilkan, komposisi dengan penambahan jumlah arang daun ketapang kering yang menghasilkan asap lebih banyak dari briket arang kulit kakao
Korelasi Point Load Index dan Uniaxial Compressive Strength pada Satuan Batupasir dan Batulempung Formasi Latih untuk Penentuan Koefisien Kekuatan Batuan di Pit X Tambang Batubara PT Berau Coal, Kalimantan Timur
Physical and mechanical properties of rock for engineering purposes are indispensable for any civil/construction, mining and other engineering requirment. The results of the uniaxial compressive strength (UCS) test are very much needed in various geotechnical analyzes or engineering, in particular in the mining industry in relation to the calculation of the pit slope design and other mining infrastructure. Rock samples used in this study were obtained from the results of geotechnical drilling (full core drilling). The rock engineering properties test to obtain UCS and PLI values was carried out in the laboratory. Testing the rock hardness index using the point load index (PLI) can be done more quickly, cheaply, practically and can use rock samples with a variety of sample shapes. The focus and object of the research are mudstone and sandstone units as part of the Lati Formation. These two types of layers are the most dominant rock types as a constituent of the pit slopes in the research area. To ensure that the correlation results are in accordance with the rules of scientific research, the distribution of UCS and PLI data from laboratory test results is verified using a statistical approach / testing. Correlation and analysis between the two rock engineering properties test results are very useful for geotechnical analysis data input. The coefficient or constant values obtained can be used to determine the rock strength values used in various geotechnical analyzes so that the analysis can be carried out more efficiently, effectively and quickly and can support geotechnical engineering work
Pengaruh Waktu Perendaman Terhadap Daya Awet Ikan Katombong Dalam Larutan Asap Cair Tongkol Jagung Grade 1 Hasil Pirolisis
Ikan katombong merupakan jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sering harganya jatuh sehingga sering merugikan nelayan karena daya simpannya yang sangat terbatas. Perlu diusahakan metode pengawetan ikan yang aman, murah dan mudah dilakukan. Limbah tongkol jagung dengan kandungan kimia utama lignin dan selulosa memungkinkan diolah secara pirolisis menghasilkan asap cair yang mengandung senyawa asam, fenol, dan karbonil yang bersifat antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet ikan. Pada penelitian ini dilakukan aplikasi asap cair grade 1 hasil pirolisis simulthan limbah biomassa tongkol jagung sebagai bahan pengawet ikan katombong. Dipelajari pengaruh waktu perendaman ikan di dalam larutan asap cair terhadap daya awet ikan yang dihasilkan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Asap cair grade 1 dari bahan tongkol jagung terbebas dari zat benzopiren yang bersifat karsinogenik, (2) waktu optimum perendaman optimum ikan di dalam larutan 10% asap cair yaitu 15 menit dengan lama penyimpanan 3 hari. (3) Berdasarkan kondisi optimum tersebut memberikan kualitas ikan layak dikonsumsi, dengan aroma agak amis menuju amis (skala 2,5), tekstur agak lembek menuju lembek (skala 2,5) dan angka lempeng total bakteri sebesar 9,1 x 104memenuhi Standar Nasioanl Indonesia (SNI)
APPLICATION OF PREDICTION TIME OF GRADUATION USING THE NAÏVE BAYES ALGORITHM WITH THE PYTHON PROGRAM
Accreditation is a process to ensure the quality of a university and study program. There are several factors that determine the quality standard of accreditation. One of them is the time of graduation. However, there is no means that can be used to predict early student graduation time. Therefore, this study aims to create a means that can predict early graduation time. In this study, data mining methods were used, namely the Naïve Bayes algorithm. After that, data processing and application development will be carried out using the Python program. The data used in the data mining process is three years of historical data and the data used for the trial are active student data for the second and third years. There are 5 types of patterns with an accuracy value of 81%, 87%, 92%, 92%, and 95%
Kondisi Resirkulasi Udara terhadap Penurunan Sumber Panas di Dalam Tambang Bawah Tanah
Kondisi yang sering terjadi di dalam tambang adalah banyaknya penggunaan kipas lokal ventilasi yang menyebabkan perputaran balik udara (resirkulasi). Hal ini tentu saja dapat menjadikan kondisi lingkungan kerja panas. Diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pergerakan udara, sehingga kita dengan mudah mengetahui kondisi kerja jaringan ventilasi di dalam tambang. Penelitian dilakukan pada lokasi kerja yang penggunaan jumlah kipas lokal cukup banyak namun hasil pengukuran temperaturnya tinggi. Setelah dilakukan analisis simulasi permodelan jaringan ventilasi bahwa terjadi resirkulasi udara sebesar 50%. Hal ini menjadikan pengaruh terhadap penurunan lamanya sumber panas yang beroperasi, terbukti dari hasil analisis yang dilakukan secara pendekatan numerik bahwa temperatur udara akan meningkat ketika sumber panas beroperasi sebesar ±2°C (32,6°C menjadi 34,5°C) hanya dalam waktu 1,5 jam. Temperatur udara akan kembali turun ketika sumber panas berhenti beroperasi berkisar rata-rata 0,1°C/jam
Pembuatan Biodiesel Dari Biji Karet Dengan Proses Alkoholisis Sebagai Alternatif Sumber Bahan Bakar Ekonomis
Penggunaan bahan bakar minyak yang semakin hari semakin meningkat, seiringnya semakin bekembangnya industrialisasi dan juga masyarakat yang menggunakan kendaraan semakin banyak jumlahnya. Jika ditinjau dari sumber BBM fosil yang semakin menipis, merupakan tantangan untuk mencari sumber energy terbaharukan. Salah satunya yaitu, pembuatan biodiesel dengan menggunakan minyak nabati sebagai bahan baku. Dan disini menggunakan biji karet sebagai bahan baku biodiesel dengan proses alkoholisis. Pembuatan biodiesel menggunakan NaOH sebagai katalis. Salah satu tujuan dari penelitian ini, agar diperoleh komposisi baik bahan atau kondisi operasi yang optimal. Proses alkoholisis diterapkan pada seperangkat alkoholisis dengan labu leher tiga yang dilengkapi oleh kondensor, agitator, serta thermometer. Setiap sepuluh menit cuplikan diambil kemudian dianalisa sehingga diketahui kinetika serta konversi reaksi yang terjadi. Pada penelitian ini diperoleh kondisi optimal berada pada temperature operasi 110oC, rasio minyak dan etanol 5:1, kadar katalis sebanyak 2%, dengan waktu operasi 50 menit, dan kecepatan pengadukan sebesar 200rpm. Dengan kondisi ini diperoleh konversi sebesar 89,04%
Produksi Biogas secara Anaerob dari Popok Bayi Bekas dan Limbah Organik
Biogas merupakan salah satu bioenergi alternatife yang dihasilkan dari fermentasi anaerob bahan organik yang berasal dari limbah. Limbah rumah tangga termasuk limbah yang belum banyak dimanfaatkan dan berpotensi menjadi biogas. Pada penelitian ini dilakukan metode fermentasi anaerob dengan menggunakan substrat limbah organik dari kulit pisang dan sisa sayur kubis, popok bayi bekas dan kotoran sapi sebagai starter dibuat dalam tiga komposisi. Perbandingan limbah organik, popok bayi bekas dan kotoran sapi pada Digester 1 yaitu, 4: 0: 6, pada Digester 2 yaitu 3: 1: 6 dan Digester 3 yaitu 2: 2: 6 dengan rasio C/N campuran substrat berturut-turut 17.17, 15.51 dan 13.85. Pengamatan fermentasi selama waktu retensi 21 hari, suhu didalam Digester relative sama setiap hari yaitu 25-29 oC pada pagi hari dan 31-34,5oC pada sore hari sehingga suhu digester sangat dipengaruhi suhu lingkungan. Hasil penelitian Digester 1 menghasilkan gas dengan tekanan optimal 1,0223 atm pada hari ke-10 dan gas tidak menyala. Adanya substrat popok bayi bekas pada Digester 2 dan Digester 3 menjadi inhibitor pencernaan anaerobic sehingga tidak menghasilkan gas. Analisis dengan Gas Cromatografi pada slurry biogas menunjukkan komposisi volatile fatty acid (VFA) sebagai substrat pembentukan gas metan pada Digester 1 mengandung asam asetat dan asam propionate, Digester 2 mengandung asam asetat dan asam butirat dan asam organik lain dan Digester 3 hanya mengandung asam organik lai
PRODUCT DEVELOPMENT OF A WHEELCHAIR FOR DISABILITIES
Person with disabilities who are referred to as disabled people, are often regarded as unproductive citizens, unable to carry out their duties and responsibilities so that their rights are ignored. About 15 percent of the world's population are people with disabilities - more than one billion people. They are considered the largest minority group in the world. Persons with disabilities are often excluded from education, vocational training and employment opportunities. In reality, there are not many public facilities or special services provided to persons with disabilities. One of them is in the aspect of education. In public facilities, namely education, there are not many education buildings or educational providers that have facilities and infrastructure that can support people with disabilities. As for mobility equipment that can help people with disabilities on both legs, namely crutches, walking sticks, walkers, and wheelchairs that aim to help and facilitate their mobility. But the wheelchair that is available in the market today only has a limited function of moving left, right, and spinning, the function can not be maximized to help the movement of persons with disabilities there are some activities that cannot be done such as reaching higher objects, moving the body from a wheelchair to another seat, through the stairs / steps. Therefore we need a product design that starts from the preparation of product concepts from old products that will be modified into a new product to meet the needs of the market / people with disabilities