UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    Pengembangan Diri siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi berbantuan buku cerita anak bergambar

    Get PDF
    Abstrak Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) keempat yaitu pendidikan yang berkualitas, setara, inklusif, serta mendukung kesempatan belajar seumur hidup, maka pendidikan berkualitas menjadi hak semua orang. Setiap individu memiliki akses yang setara terhadap sumber daya, peluang, dan keputusan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pendidikan berkualitas yang inklusif bagi siswa di SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi. Kegiatan PkM ini berbantuan buku cerita anak bergambar. Pendampingan pembelajaran multiliterasi perlu diterapkan di kelas V SLB N 1 Bangli untuk pengembangan diri peserta didik. Model pembelajaran multiliterasi cocok diterapkan menggunakan media pembelajaran buku cerita anak bergambar dwibahasa (Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia). Dimensi multiliterasi dalam media buku cerita anak bergambar dwibahasa ini meliputi literasi baca, literasi visual, literasi budaya dan kewargaan. Pendampingan dilaksanakan selama satu semester yaitu pada semester ganjil 2024/2025. Sebanyak 5 (lima) buah buku cerita anak bergambar jenjang B1, B2, dan B3 digunakan dalam kegiatan ini. Buku cerita anak bergambar menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia . Tahapan pelaksanaan PKM ini meliputi distribusi buku cerita anak, persiapan, serta pelaksanaan. Sebanyak 15 (lima belas) judul buku didistribusikan untuk media pembelajaran Seni dan Budaya. Observasi awal dilakukan melalui wawancara dengan guru kelas V, SLB N 1 Bangli, dilanjutkan dengan pendampingan dilakukan terhadap 12 orang siswa kelas V. Pendampingan selama satu semester memberikan hasil peningkatan literasi baca, literasi tulis, serta literasi budaya siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli sebesar masing-masing 64.73%; 67.64%; serta 79.03%. Kata kunci: multiliterasi; GEDSI; anak berkebutuhan khusus; buku cerita bergambar; buku cerita bahasa Bali AbstractIn adherence to the fourth Sustainable Development Goal (SDG 4), which stipulates quality, equitable, and inclusive education and promotes lifelong learning opportunities, quality education is established as a universal right. Consequently, every individual is entitled to equal access to resources, opportunities, and decision-making processes. The objective of this Community Service (PkM) initiative was to enhance quality, inclusive education for students at SLB N 1 Bangli through the implementation of multiliteracies learning. This PkM activity utilized illustrated children's storybooks as a learning resource. The multiliteracies learning assistance was implemented in the fifth-grade classroom (Class V) of SLB N 1 Bangli to facilitate student self-development. The multiliteracies learning model was specifically tailored to be delivered using bilingual (Balinese and Indonesian) illustrated children's storybooks. The multiliteracy dimensions integrated into this bilingual medium included reading literacy, visual literacy, and cultural and civic literacy. The intervention was conducted over one semester, specifically during the odd semester of the 2024/2025 academic year. A total of five (5) illustrated children's storybooks at the B1, B2, and B3 reading levels were utilized in the core activity. These illustrated books were presented bilingually (Balinese and Indonesian) and contained local cultural values and wisdom. The implementation stages of this PkM included the distribution of children's storybooks, preparation, and execution. A total of fifteen (15) book titles were distributed to serve as a learning medium for Arts and Culture subjects. Initial observation was conducted via interviews with the class V teacher at SLB N 1 Bangli, followed by direct assistance provided to 12 students in Class V. The one-semester intervention yielded positive outcomes: reading literacy, writing literacy, and cultural literacy among the fifth-grade students at SLB N 1 Bangli increased by 64.73%, 67.64%, and 79.03%, respectively. Keywords: multiliteracy; GEDSI; children with special needs; picture children’s book; Balinese languange picture boo

    Edukasi gizi seimbang dan inovasi menu sehat kepada orang tua siswa di Desa Cipadang, Pesawaran

    Get PDF
    AbstrakMasalah gizi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, masih menjadi tantangan serius. Rendahnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Program Makan Bergizi Gratis yang diterapkan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025 di Balai Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang tua. Kegiatan pengabdian berupa kegiatan edukasi mengenai gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan sebanyak 86,67% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Nilai rata-rata dan standar deviasi skor pengetahuan orang tua sebelum edukasi yaitu 71,67 ± 13,91 poin dan sesudah edukasi sebesar 86,63 ± 11,59 poin. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang dan beragam. Pengetahuan yang meningkat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; menu sehat; pengetahuan orang tua. AbstractNutritional problems in Indonesia, especially in rural areas such as Cipadang Village, Pesawaran Regency, remain a serious challenge. Low parental knowledge about the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns contributes to high rates of stunting. The Free Nutritious Meal Program launched by the government is a strategic step to build healthy, active, and productive human resources towards the Golden Generation of 2045. This community service activity was carried out on August 30, 2025, at the Cipadang Village Hall, Pesawaran Regency, with 30 parents participating. The community service activity consisted of educational activities regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. Evaluation of the activity was given through pre-tests and post-tests. The analytical method used in this activity was descriptive analysis. The results of the community service showed that 86.67% of participants experienced an increase in knowledge regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. The average value and standard deviation of parental knowledge scores before education were 71.67 ± 13.91 points and after education were 86.63 ± 11.59 points. This demonstrates that the educational activity successfully increased participants understanding of the importance of adopting a balanced and varied diet. This increased knowledge is expected to be the first step in establishing healthy eating habits within the family. Keywords: education; balanced nutrition; healthy menu; parental knowledge

    Diversifikasi produk camilan berbasis hasil tangkapan ikan non-ekonomis di Desa Gle Jong, Kabupaten Aceh Jaya

    Get PDF
    AbstrakKabupaten Aceh Jaya, khususnya Desa Gle Jong memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun sebagian hasil tangkapan nelayan, masih tergolong ikan non ekonomis penting dengan nilai jual rendah, seperti ikan telinga gajah/gebel bundar dan ikan lele laut sona. Di sisi lain, kedua jenis ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Daya melalui diversifikasi produk camilan berbasis ikan non ekonomis penting. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan workshop, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang. Pada tahap sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep produk, merek dagang, serta kemasan yang akan digunakan. Selanjutnya, pada tahap workshop peserta dilatih secara langsung dalam proses pembuatan camilan ikan, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, teknik pengolahan hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pengolahan ikan menjadi produk camilan ikan secara mandiri. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta yang diukur dengan mengobservasi para peserta dalam mempraktikkan secara mandiri, pemanfaatan hasil tangkapan non ekonomis menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga nelayan serta peningkatan nilai guna hasil perikanan lokal di Desa Gle Jong, pesisir Aceh Jaya. Kata kunci: diversifikasi produk; ikan non ekonomis; camilan ikan; pemberdayaan nelayan; Aceh Jaya. AbstractAceh Jaya Regency, particularly in Gle Jong Village has great potential in the fisheries sector; however, part of the fishermen’s catch is dominated by non-economic fish species with low market value, such as orbicular batfish and sona sea catfish. Despite their low selling price, these species contain high protein levels and have the potential to be developed into value-added fish-based products. This community service program aimed to enhance the capacity of fishermen and fishermen’s wives who are members of the Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama/KUB) Maju Daya through product diversification of fish-based snacks. The program was implemented in two stages, namely socialization and workshop, involving 13 participants. During the socialization stage, participants received an explanation about the product concept, brand, and packaging to be used. The workshop stage provided hands-on training in processing fish into snack products, covering raw material preparation, dough formulation, processing techniques, and product packaging. The results showed that participants not only understood the theoretical aspects but were also able to practice the processing techniques independently, producing ready-to-sell fish snacks. The activity had a positive impact by improving participants’ skills and knowledge in utilizing non-economic fish species into value-added products, while also opening opportunities for sustainable household-based businesses. Therefore, this program contributes to strengthening fishermen’s household economies and increasing the added value of local fish resources in Gle Jong Village, Aceh Jaya coastal area Keywords: product diversification; non-economic fish; fish-based snacks; fishermen empowerment; Aceh Jay

    PENDAMPINGAN DIGITALISASI PROFIL TPQ AL-MUHAJIRIN MELALUI PEMBUATAN WEBSITE OLEH MAHASISWA KKN

    Get PDF
    ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi profil Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Muhajirin Koya Barat melalui pembuatan website menggunakan platform eMasjid. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan tahapan koordinasi, observasi, sosialisasi, pembuatan website, pendampingan teknis, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan dokumentasi kegiatan TPQ, serta pengurus mampu mengoperasikan website secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan. Meskipun demikian, beberapa fitur website, seperti pengelolaan visi-misi dan konten program pembelajaran, masih perlu optimalisasi. Untuk keberlanjutan, disarankan pelatihan literasi digital berkala, pendampingan lanjutan, serta integrasi website dengan program pendidikan dan sosial TPQ. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi lembaga nonformal keagamaan dapat meningkatkan efektivitas manajemen dan keterlibatan masyarakat. Kata kunci: TPQ; Digitalisasi; Website; Literasi Digital; Pengabdian Masyarakat ABSTRACT This community service program aims to support the digitalization of the profile of Al-Muhajirin Koya Barat Qur’an Education Park (TPQ) through the development of a website using the eMasjid platform. The activities were carried out by KKN students through coordination, observation, socialization, website development, technical assistance, and evaluation. The results indicate that the website successfully improved transparency, accountability, and documentation of TPQ activities, and the administrators were able to operate the website independently after training. However, some features, such as the management of vision-mission statements and learning program content, still require optimization. For sustainability, periodic digital literacy training, continued assistance, and integration of the website with TPQ educational and social programs are recommended. This program demonstrates that digitalizing the administration of non-formal religious institutions can enhance management effectiveness and community engagement. Keywords: TPQ; Digitalization; Website; Digital Literacy; Community Servic

    PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK PERAN GANDA BERBASIS SISTEM PADA PIMPINAN CABANG ‘AISYIYAH PURWOKERTO UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                     Sebagian wanita yang bekerja selain bekerja dan mengurus rumah tangga juga banyak wanita yang aktif di kegiatan organisasi. Salah satu organisasi keagamaan yang beranggotakan wanita adalah ‘Aisyiyah. Hal ini sering kali menimbulkan konflik peran ganda. Konflik peran ganda yang terjadi pada wanita dapat menimbulkan suatu masalah, diantaranya adalah masalah komunikasi, hubungan pribadi, dan masalah lainnya. Menghadapi konflik yang dialami setiap manusia memiliki cara atau strategi sendiri dalam mengatasi konflik. Namun pemahaman wanita dalam mengelola konflik peran peran ganda masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan yang akan dilakukan adalah mengimplementasikan sistem manajemen konflik peran ganda pada anggota PCA Purwokerto Utara agar mampu mengelola konflik, yang diawali dengan identifikasi konflik, mengenal gaya manajemen konflik yang digunakan sehingga memudahkan anggota PCA dalam menyelesaikan konflik yang dialami. Sebanyak 52 Pimpinan Cabang Aisyiyah Purwokerto Utara ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah, pre-test post-test, dan pelatihan, diskusi, tanya jawab, dan aktivitas mandiri. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat diketahui dari meningkatnya pengetahuan peserta tentang konflik peran ganda yang ditunjukkan dari hasil pre-test (M = 4,0) dan post-test (M = 5,39). Hasil pelatihan juga menggambarkan gaya manajemen konflik Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Purwokerto Utara yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, cenderung menggunakan strategi win-win solution seperti kompromi dan kolaborasiKata kunci: Konflik; peran ganda; Gaya Manajemen konflik; Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah. ABSTRACTSome women work in addition to working and taking care of the household, and many are also active in organizational activities. One religious organization with female members is 'Aisyiyah. This often gives rise to dual role conflict. Dual role conflict that occurs among women can cause problems, including communication, personal relationships, and other issues. Facing conflict, each person has their own methods or strategies for resolving it. However, women's understanding of managing dual role conflict still needs to be improved. The objective of this activity is to implement a dual role conflict management system for PCA Purwokerto Utara members so they can manage conflict effectively. This begins with conflict identification and understanding of conflict management styles used, thus facilitating PCA members' resolution. A total of 20 Aisyiyah Branch Leaders in Purwokerto Utara are targeted to participate in this activity. The methods used in this activity include lectures, pre-tests, post-tests, training, discussions, questions and answers, and independent activities. The training results illustrate that the conflict management style of the North Purwokerto 'Aisyiyah Branch Leadership who participated in this training tends to utilize win-win solution strategies such as compromise and collaboration.Keywords: Conflict; dual roles; conflict management style; Branch Leader of 'Aisyiyah

    SOSIALISASI STOP BULLYING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA DI SDN INPRES 2 KOYA BARAT

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                     Bullying di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada psikologis, hubungan sosial, dan prestasi akademik siswa. Pengabdian ini bertujuan: (1) meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan bahaya bullying; (2) menanamkan nilai karakter positif untuk mencegah perilaku bullying; dan (3) menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SDN Inpres 2 Koya Barat melalui tahapan: koordinasi dengan pihak sekolah, observasi awal, persiapan media pembelajaran (poster, video edukatif, dan permainan interaktif), pelaksanaan sosialisasi dalam dua pertemuan (ceramah interaktif, diskusi kelompok, role play, permainan edukatif, refleksi, dan penulisan komitmen pribadi), serta evaluasi melalui pre-post test dan observasi perilaku siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 33% menjadi 78%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman dampak bullying dan cara pencegahannya (+48%). Observasi juga menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menolak bullying, dan memberikan contoh pencegahan bullying. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan partisipatif-interaktif dalam menanamkan empati, penghargaan terhadap teman sebaya, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan sekolah bebas bullying.Kata kunci: Bullying; Kesadaran Siswa; KKN; Partisipatif; Interaktif; Sekolah Dasar. ABSTRACTBullying in elementary schools is a serious issue that negatively affects students’ psychological well-being, social relationships, and academic performance. This program aimed to: (1) increase students’ understanding of the forms, impacts, and dangers of bullying; (2) instill positive character values to prevent bullying behaviors; and (3) create a safe, comfortable, and supportive school environment. The program was implemented by KKN students at SDN Inpres 2 Koya Barat through stages of coordination with school staff, initial observation, preparation of learning media (posters, educational videos, and interactive games), implementation in two sessions (interactive lectures, group discussions, role play, educational games, reflection, and personal commitment writing), and evaluation through pre-post tests and behavioral observations. Results showed an increase in students’ understanding from 33% to 78%, with the highest improvement in understanding the impact of bullying and prevention strategies (+48%). Observations also indicated positive behavioral changes, such as increased confidence in expressing opinions, the ability to refuse bullying, and providing examples of bullying prevention. These findings confirm the effectiveness of a participatory-interactive approach in fostering empathy, respect for peers, and collective awareness to create a bully-free school environment. Keywords: Bullying; Student Awareness; KKN; Participatory; Interactive; Elementary School

    SOSIALISASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI AFILIATOR MARKETPLACE DI ERA EKONOMI DIGITAL UNTUK MASYARATAKT BETITING CERME GRESIK

    Get PDF
    AbstrakSosialisasi perlindungan hukum bagi afiliator marketplace di era ekonomi digital sangat penting mengingat meningkatnya penggunaan platform digital dalam aktivitas perdagangan oleh masyarakat Betiting, Cerme Gresik. Permasalahan yang ditemukan meliputi rendahnya pemahaman hukum terkait hak dan kewajiban afiliator, risiko sengketa transaksi, dan perlindungan konsumen dalam dunia digital yang berpotensi merugikan pelaku usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan hukum masyarakat Betiting khususnya afiliator marketplace agar dapat beroperasi dengan aman dan sesuai regulasi yang berlaku.Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi kasus hukum yang relevan, sehingga peserta dapat memahami secara langsung penerapan perlindungan hukum dalam aktivitas marketplace. Mitra sasaran adalah komunitas afiliator marketplace di wilayah Betiting Cerme Gresik dengan jumlah peserta mencapai 50 orang yang aktif dalam perdagangan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang aspek-aspek perlindungan hukum, hak dan kewajiban sebagai afiliator serta mekanisme penyelesaian sengketa. Sosialisasi ini diharapkan mendorong pemberdayaan ekonomi digital lokal yang berlandaskan perlindungan hukum bagi semua pelaku usaha di masa depan. Kata kunci: Perlindungan Hukum; Afiliator Marketplace; Ekonomi Digital; Sosialiasi Hukum; Masyarakat Betiting; Cerme GresikAbstractLegal protection socialization for marketplace affiliates in the digital economy era is very important considering the increasing use of digital platforms in trading activities by the Betiting community, Cerme Gresik. Problems found include low legal understanding related to the rights and obligations of affiliates, transaction dispute risks, and consumer protection in the digital world that can potentially harm business actors. This activity aims to improve the legal insight of the Betiting community, especially marketplace affiliates, so they can operate safely and in accordance with applicable regulations. The implementation method includes counseling, interactive discussions, and legal case simulations relevant to the context, allowing participants to directly understand the application of legal protection in marketplace activities. The target partners are the marketplace affiliate community in Betiting Cerme Gresik with 50 active participants in digital trade. The results show a significant increase in participants' understanding of legal protection aspects, rights and obligations as affiliates, and dispute resolution mechanisms. This socialization is expected to encourage local digital economic empowerment based on legal protection for all business actors in the future. Keywords: Legal protectin; marketplace affiliate; digital economy; legal socialization; Betiting community; Cerme Gresi

    KENALI PUBERTAS DENGAN METODE STORY TELLING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

    Get PDF
    ABSTRAKAnak usia sekolah harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pubertas, namun pada kenyataannya masih banyak anak yang belum memiliki pengetahuan yang tepat tentang pubertas. Keterbatasan pengetahuan anak tentang pubertas juga dialami oleh mitra dimana anak mengungkapkan bahwa pengetahuan pubertas diperoleh dari internet dan anak lebih banyak bercerita tentang pubertas kepada teman, sedangkan orang tua dan guru juga mengungkapkan kesulitan untuk melakukan pendidikan seks tentang pubertas pada anak. Oleh karena itu kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan guru terkait pubertas dan keterampilan guru dalam pemanfaatan artificial intelegence dalam pendidikan pubertas kepada peserta didik. Metode dalam pelaksanaan kegiatan dengan tahapan sosialisasi kegiatan; pelatihan dalam bentuk edukasi pubertas kepada anak dengan metode permainan serta pelatihan story telling pada guru; penerapan iptek dalam bentuk pelatihan kepada guru berupa Canva, Chat GPT, dan D-Id; monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SD GMIM 32 Manado dengan peserta 29 peserta didik dan 10 orang guru yang dilaksanakan bulan September-Oktober 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anak (79%) dan guru (100%) terkait pubertas serta peningkatan keterampilan guru dalam membuat media edukasi seperti poster menggunakan canva. Kesimpulan kegiatan ini membawa dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan anak serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru.Kata kunci: Artificial Intelengence; Anak Usia Sekolah; Guru; Pubertas; Story Telling.ABSTRACTSchool-aged children should have a good understanding of puberty, but in reality, many children still lack adequate knowledge about puberty. Children's limited knowledge about puberty is also experienced by partners, where children reveal that they obtain knowledge about puberty from the internet and talk more about puberty with their friends, while parents and teachers also express difficulty in educating children about puberty. Therefore, this community-based empowerment activity aims to increase children's and teachers' knowledge related to puberty and teachers' skills in utilising artificial intelligence in puberty education for students. The method in implementing activities with the stages of socialisation of activities: training in the form of puberty education to children with game methods and storytelling training for teachers; application of science and technology in the form of training for teachers in the form of Canva, Chat GPT, and D-Id; monitoring and evaluation. The implementation of activities took place at GMIM 32 Manado Elementary School, involving 29 students and 10 teachers, from September to October 2024. The results of the activity showed an increase in children's (79%) and teachers' (100%) knowledge related to puberty, as well as an improvement in teachers' skills in creating educational media, such as posters, using Canva. The conclusion of this activity has a positive impact on increasing children's knowledge and increasing teachers' knowledge and skillsKeywords: Artificial Intelligence; Puberty, School Age Children; Story Telling; Teacher

    PENINGKATAN KAPASITAS PSIKOLOGIS DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN PEREMPUAN DI RUTAN KELAS IIB BOYOLALI

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                     Lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan rehabilitasi warga binaan, termasuk perempuan. Namun, keterbatasan program yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis, spiritual, dan keterampilan hidup warga binaan perempuan masih menjadi tantangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan holistik bagi warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Boyolali agar warga binaan dapat meningkatkan kapasitas psikologis dan kemandirian. Program disusun setelah melakukan koordinasi dengan mitra terkait permasalahan, solusi, dan menyusun rancangan kegiatan. Sasaran program diberikan kepada 10 warga binaan perempuan dan 2 staf kesatuan pengamanan rutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan, psikoedukasi, dan konseling, sebanyak 16 sesi kegiatan. Pelatihan difokuskan pada manajemen diri dan kewirausahaan, sementara psikoedukasi mencakup kesehatan mental, spiritual, serta pengembangan dan kesadaran diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk melihat perubahan dalam aspek psikologis, sosial, dan keterampilan. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif, termasuk pergeseran cara pandang terhadap masa depan, peningkatan kemampuan menyusun tujuan hidup melalui pendekatan SMART, serta keberanian mengekspresikan diri dalam sesi konseling. Selain itu, kualitas interaksi sosial meningkat melalui kerja kelompok dan terbentuknya dukungan emosional antar warga binaan. Kegiatan kewirausahaan juga meningkatkan keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan membuka peluang ekonomi pasca-rutan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang terintegrasi dapat berkontribusi dalam mendukung proses rehabilitasi dan mempersiapkan warga binaan perempuan untuk reintegrasi sosial secara lebih bermakna melalui peningkatan kapasitas psikologis dan kemandirian warga binaan.Kata kunci: Kapasitas Psikologis; Kemandirian; Warga Binaan Perempuan; Rehabilitasi; Rutan.ABSTRACTCorrectional institutions (prisons) play a strategic role in the development and rehabilitation of inmates, including women detainees. However, this is a challenge as there are limited available programs that meet the psychological, spiritual, and life skills needed by female inmates. This community service program aims to provide holistic empowerment for female prisoners at the Class IIB Boyolali Detention Center (Rutan Kelas IIB Boyolali), enabling them to increase their psychological capacity and independence. The program is prepared after coordinating with partners regarding problems, solutions, and preparing activity plans. The program targets 10 female inmates and 2 prison security unit staff. The implementation of activities was carried out in the form of skills training, psychoeducation and counseling, with 16 activity sessions. The training focuses on self-management and entrepreneurship, while psychoeducation covers mental health, spirituality, and self-development and awareness. Evaluation was conducted through observation and interviews to identify changes in psychological, social, and skills aspects. Results showed positive changes, including a shift in perspective on the future, an increased ability to develop life goals through the SMART approach, and increased self-expression during counseling sessions. Furthermore, the quality of social interactions improved through group work and the development of emotional support among inmates. Entrepreneurial activities also improved practical skills, self-confidence, and opened up economic opportunities after detention. These findings suggest that an integrated empowerment program can contribute to supporting the rehabilitation process and preparing female inmates for more meaningful social reintegration by enhancing the inmates' psychological capacity and independence. Keywords: Psychological Capacities; Autonomy; Female Inmates; Rehabilitation; Detention Centre

    PEMBERDAYAAN PETANI MUDA MELALUI TEKNOLOGI GREENHOUSE PADA LAHAN TIDUR DI KELURAHAN CINANGKA

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pengetahuan generasi muda dalam pengelolaan usaha pertanian, meningkatkan jumlah dan produktivitas hasil tanaman, serta meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan pembukuan keuangan usaha tani secara sederhana dan tertib, melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2.000 m² dan penerapan teknologi pertanian modern berupa greenhouse berukuran 12 × 8 m yang dilengkapi sistem hidroponik DFT. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan secara berkelanjutan, dan evaluasi. Peserta kegiatan yang berjumlah 30 orang, merupakan anggota Karang Taruna, dibekali keterampilan budi daya sayuran daun dan jagung, manajemen usaha, pencatatan keuangan, strategi branding dan pemasaran, serta pemahaman mengenai legalitas produk melalui rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada periode Juli–Desember 2025. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47,11 menjadi 77,78 atau setara 65,1%. Peresmian greenhouse dilanjutkan kegiatan penanaman serta pendampingan rutin untuk memastikan peserta mampu mengelola budi daya secara mandiri, termasuk pengaturan nutrisi, pengendalian hama, hingga pengelolaan usaha. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan produktivitas lahan, keterampilan teknis dan manajerial Karang Taruna, serta kesiapan produk yang dapat dipasarkan. Secara keseluruhan, program ini terbukti mendukung regenerasi petani muda, optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.Kata kunci: Generasi Muda; Greenhouse; Hidroponik; Lahan Tidur; Pengabdian Masyarakat. ABSTRACTThis community service program was implemented in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, with the objectives of enhancing youth participation and knowledge in agricultural enterprise management, increasing crop yield and productivity, and improving partners’ capacity in maintaining simple and orderly farm financial records through the utilization of 2,000 m² of idle land and the application of modern agricultural technology in the form of a 12 × 8 m greenhouse equipped with a DFT hydroponic system. The activities comprised socialization, training, technology implementation, continuous mentoring, and evaluation. A total of 30 participants, who were members of the local Karang Taruna, were equipped with skills in leafy vegetable and maize cultivation, farm business management, financial record-keeping, branding and marketing strategies, as well as an understanding of product legal certification, through a series of community engagement activities conducted in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, during the period of July–December 2025. Evaluation using pre-test and post-test instruments demonstrated a significant improvement, with the average score increasing from 47.11 to 77.78, equivalent to a 65.1% increase. The greenhouse inauguration was followed by planting activities and routine mentoring to ensure participants’ ability to independently manage cultivation practices, including nutrient management, pest control, and farm business operations. The program outcomes indicated increased land productivity, improved technical and managerial competencies of the Karang Taruna members, and the readiness of marketable agricultural products. Overall, the program effectively supported young farmer regeneration, optimization of idle land utilization, and strengthening of local economic capacity.Keywords: Youth; Greenhouse; Hydroponic; Idle Land; Community Service

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇