UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengendalian DBD melalui strategi komunikasi kader di Kelurahan Titipapan Kota Medan
AbstrakDemam Berdarah Dangue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Untuk mengendalikan penyebarannya, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif masyarakat. Dalam hal ini, kader kesehatan memegang peranan penting sebagai jembatan antara tenaga medis dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader dalam edukasi dan sosialisasi pengendalian DBD kepada masyarakat.. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kota Medan, tepatnya di Jalan Platina 2, Lingkungan 8, Kelurahan Titipapan. Metode yang digunakan adalah pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan kepada lima kader kesehatan yang berperan sebagai edukator bagi masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima orang informan, terdiri dari satu ketua kader dan empat anggota kader penanggulangan DBD. Wawancara ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi yang digunakan kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan observasi terhadap penerapan komunikasi interpersonal dan pendekatan persuasif dalam sosialisasi pengendalian DBD. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa komunikasi langsung dari hati ke hati (interpersonal), pendekatan yang bersifat membujuk dan menyadarkan (persuasif), serta penggunaan media lokal seperti poster atau pengeras suara di lingkungan setempat, terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Peran kader sangat penting karena merekalah yang paling dekat dengan warga dan bisa menyampaikan informasi dengan cara yang mudah diterima. Keaktifan kader dalam menyampaikan pesan dan menjalin hubungan baik dengan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan pengendalian DBD di tingkat lokal. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kader kesehatan; partisipasi masyarakat; demam berdarah; pengendalian penyakit AbstractDangue Hemorrhagic fever (DHF) is still a serious health problem in Indonesia. To control its spread, cooperation from all parties is needed, especially the active role of the community. In this case, health cadres play an important role as a bridge between medical personnel and the community. This community service activity aims to increase the role of cadres in educating and socializing dengue control to the community. The community service was conducted in Medan City, precisely on Jalan Platina 2, Neighborhood 8, Titipapan Village. The method used was training, counseling, and mentoring to five health cadres who act as educators for the community. Data were collected through in-depth interviews with five informants, consisting of one cadre leader and four members of the DHF cadre. The interviews aimed to understand the communication strategies used by the cadres in delivering information to the community. In addition, observations were made on the application of interpersonal communication and persuasive approaches in the socialization of DHF control. The results of the community service showed that direct heart-to-heart communication (interpersonal), persuasive approaches, and the use of local media such as posters or loudspeakers in the local environment, proved effective in increasing community awareness and involvement. The role of cadres is very important because they are the ones closest to the community and can convey information in a way that is easily accepted. The activeness of cadres in delivering messages and establishing good relationships with residents is one of the keys to successful dengue control at the local level. Keywords: community service; health cadres; community participation; Dangue fever; disease contro
Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan bisnis pengolahan Labu Siam (Sechium edule) kriuk di Desa Mendale, Kebayakan, Aceh Tengah
Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini telah dilakukan di Desa Mendale. Tujuan umum program untuk meningkatkan pengetahuan Mitra mengenai pemanfaatan labu siam yang banyak ditemui, menjadi produk labu siam kriuk. Sementara itu, tujuan khususnya agar masyarakat dapat menciptakan peluang pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan mengisi waktu luang. Pelaksanaan pengabdian telah dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu rumah tangga, yang terdiri dari kader PKK dan masyarakat umumnya. Metode yang dilakukan adalah pemberian materi yang disampaikan dengan ceramah diikuti dengan demonstrasi dan pelatihan. Berdasarkan hasil Pre Test dan Post Test menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan pada Mitra. Hal ini ditunjukkan pada Pre Test, pernyataan pertama sebanyak 15 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain bukan hanya dimasak sebagai sayur. Pernyataan kedelapan, sebanyak 13 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain selain dibuat sayur. Namun pada hasil Post Test pernyataan pertama, menunjukkan bahwa pengetahuan Mitra telah bertambah sehingga terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui bahwa labu siam bukan hanya dibuat sayur. Pernyataan kedelapan terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui labu siam dapat dibuat produk-produk lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan program mendapatkan penilaian yang baik seperti, acara sesuai dengan rencana, 100% Mitra ‘Setuju’ dan materi runtut 100% Mitra ‘Setuju’. Kata kunci: pemberdayaan; inovasi; bisnis; pengolahan; labu siam Abstract This Community Service has been carried out in mendale Village. The general objective of the program is to increase Partners’ knowledge about the use of chayote which is widely found to become crispy chayote products. Meanwhile, the specific objecticve is for the community to be able to create job oppotunites, increase income and fill their free time. The implementation of the service has been attended by 20 housewives, consisting of PKK cadres and the general public. The method used is the provision of material delivered through lectures followed by demonstrations and training. Based on the results of the Pre Test and Post Test, it shows that there has been an increase in knowledge among Partners. Thus is shown in the Pre Test, the first statement is that 15 people do not know that chayote can be processed into other products, not just cooked as vegetables. The eight statement, 13 people do not know that chayote can be processed into other products besides being made into vegetables. However, in the results of the Post Test, the first statement shows that Partners’ knowledge has increased so that there are 20 Partners who know that chayote is not only made into vehetable. The eighth statement is that 20 Partners know that chayote can be made into other products. The evaluation results showed that the implementation of the program received a good statement, such as the even was in accordance with the plan, 100% Partners ‘Agreed’ and the material was coherent, 100% of Partners ‘Agreed’. Keywords: empowerment; innovation; business; processing; chayot
Kewarganegaraan Digital: Etika dan Tanggung Jawab Peserta Didik dalam Pemanfaatan AI pada Mata Pelajaran PPKn di Era Cybernetic 5.0
Di era digital yang terus berkembang, integrasi teknologi Cybernetic 5.0 dan Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap kewarganegaraan digital, terutama bagi generasi muda. Konsep ini meliputi literasi digital, etika online, tanggung jawab sosial, serta pemahaman hak dan kewajiban di dunia maya. Pendidikan kewarganegaraan digital membekali siswa dengan pengetahuan, kesadaran moral, dan tanggung jawab sosial untuk menggunakan teknologi secara bijak dan konstruktif, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka untuk menganalisis kewarganegaraan digital tepatnya berkaitan dengan etika dan tanggung jawab peserta didik dalam pemanfatan AI pada mata pelajaran PPKn di Era Cybernetic 5.0. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa trasnformasi pembelajaran menggunakan AI menjadi langkah strategis untuk membentuk peserta didik adaptif dan kompeten. Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan kewarganegaraan dapat menawarkan peluang untuk meningkatkan kompetensi kewarganegaraan digital peserta didik. Pemahaman prinsip-prinsip dasarnya, seperti literasi digital, etika online, tanggung jawab sosial, serta hak dan kewajiban digital, krusial agar siswa menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Integrasi kewarganegaraan digital melibatkan seluruh pemangku kebijakan dalam pendidikan PPKn untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif terhadap peserta didik. In the ever-evolving digital era, the integration of Cybernetic 5.0 technology and Artificial Intelligence (AI) has transformed the landscape of digital citizenship, especially for the younger generation. This concept includes digital literacy, online ethics, social responsibility, as well as an understanding of rights and obligations in the digital world. Digital citizenship education equips students with knowledge, moral awareness, and social responsibility to use technology wisely and constructively, enabling them to actively participate in the digital society. This research uses a descriptive qualitative method with literature study to analyze digital citizenship, specifically related to the ethics and responsibilities of students in the use of AI in PPKn subjects in the Cybernetic 5.0 Era. The research results show that the transformation of learning using AI is a strategic step to shape adaptive and competent learners. The use of artificial intelligence in citizenship education can offer opportunities to enhance students' digital citizenship competencies. Understanding the basic principles, such as digital literacy, online ethics, social responsibility, and digital rights and obligations, is crucial for students to use technology responsibly. The integration of digital citizenship involves all stakeholders in civic education to create a safe and positive digital environment for students
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi di Tinjau dari Gaya Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD Inpres Minasa Upa
Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menyesuaikan strategi pengajaran berdasarkan gaya belajar mereka. Namun, masih banyak pendidik yang belum menerapkan pendekatan ini secara optimal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga motivasi belajar siswa belum maksimal yang mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang ditinjau dari gaya belajar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Minasa Upa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa dari kelas VB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur motivasi belajar siswa. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan statistic deskriptif, uji normalitas dan uji-t (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pendekatan ini memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berkontribusi secara positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.This study aims to determine the effect of a differentiated learning approach reviewed from the learning style on students' motivation and learning outcomes in the Pancasila Education subject in grade V of SD Inpres Minasa Upa. The research method used is a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest Design research design, namely research on one group without a control group. The results of the study showed that there was a significant increase in students' learning motivation after the implementation of differentiated learning. Students with a kinesthetic learning style experienced the highest increase in learning motivation. The results of the hypothesis test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.001, which indicated a significant effect of the differentiated learning approach on students' learning motivation. This study concludes that differentiated learning that is adjusted to students' learning styles can increase motivation and learning outcomes optimally. Therefore, this approach is recommended to be applied in learning to improve the effectiveness of learning at the elementary school level
Pengaruh Model Pembelajaran PAMER Berbantuan Media E-book Pada Pendidikan Pancasila Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Inpres Pare’-Pare’ Kabupaten Gowa
Identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu penggunaan model pembelajaran yang kurang interaktif dan masih bersifat konvesional yang digunakan guru, kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta mininnya penggunaan media interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PAMER berbantuan media e-book terhadap dan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Pare’- Pare’ Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksprimen dengan bentuk pretest postetst Control groub desaign. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SD Inpres Pare’- Pare’ Kelas V A dan V B. Jumlah soal keseluruhan yaitu 10 soal, tes pilihan ganda dengan jumlah 10 soal.. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar pendidikan pancasila siswa setelah menggunakan model pembelajaran PAMER berbantuan media e-book pada kelas eksperimen diperoleh tinggi nilai rata-rata dari 55.23 menjadi 84.09. Sedangkan kelas control mengalami penurunan nilai rata-rata dari 62.63 menjadi 45.50, yang berarti metode pembelajaran konvensional kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.This study aims to determine the effect of the PAMER learning model assisted by e-book media on the motivation and learning outcomes of class V students of SD Inpres Pare'-Pare', Gowa Regency. With the research problem "What is the effect of the PAMER learning model assisted by e-book media on the motivation and learning outcomes of class V students of SD Inpres Pare'-Pare', Gowa Regency?" The method used in this study is the Quasi Experiment method with a pretest posttest Control group design. The sample in this study were students of SD Inpres Pare'-Pare' Class V A and V B. The total number of questions is 10 questions, multiple choice tests with a total of 10 questions. Based on the results of the study, it shows that the learning outcomes of students' Pancasila education after using the PAMER learning model assisted by e-book media in the experimental class obtained a high average value from 55.23 to 84.09. While the control class experienced a decrease in the average value from 62.63 to 45.50, which means that conventional learning methods are less effective in improving student understanding
IDENTIFIKASI WISATA MENGGUNAKAN INDEKS KESESUAIAN WISATA (IKW) DI PANTAI WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR
Abstrak: Pantai Watukarung dengan keindahan panorama memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan. Pantai Watukarung kurang dikenal dan diminati oleh masyarakat karena ombak yang cukup besar dan kurangnya informasi bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata Pantai Watukarung dengan menentukan nilai indeks kesesuaian wisata kategori rekreasi dan berenang. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan primer dan sekunder, metode pengumpulan data adalah survei dan pengukuran secara langsung. Pemilihan titik lokasi pengukuran menggunakan metode purpossive sampling, terbagi tiga stasiun. Hasil penilaian Indeks Kesesuaian Wisata dari ketiga stasiun adalah S3 “Sesuai bersyarat” dengan nilai stasiun 1 54.6%, stasiun 2 58.6%, stasiun 3 sebesar 56%. Faktor yang menjadi pembatas adalah kedalaman dan biota berbahaya bulu babi. Kegiatan yang cocok dilakukan bersantai, jalan-jalan, dan bermain di sekitar bibir pantai. Abstract: Watukarung Beach has a beautiful panorama that has the potential to be further developed into a leading tourism destination in Pacitan Regency to improve the economy of the surrounding community and the region. Watukarung Beach is less well known and in demand by the community compared to other beaches in Pacitan Regency due to its large waves and lack of information for visitors. The purpose of the research was to identify the suitability index of Watukarung beach tourism to assess suitable activities carried out by visitors in the area other than surfing and activities that are not allowed in the beach area. Research objectives The assessment was carried out through measurement and observation of several physical and biological parameters. The method used in this research is descriptive quantitative. The data used are primary and secondary data, data collection methods by survey and direct measurement. Selection of measurement location points using purposive sampling method, divided into three stations. The results of the Tourism Suitability Index assessment of the three stations are S3 “Conditionally Suitable” with a value of station 1 of 54.6%, station 2 of 58.6%, station 3 of 54.6%. The limiting factors are large waves, water depth especially in high tide conditions, and dangerous biota namely sea urchins. Activities that are suitable for Watukarung beach are relaxing, sightseeing, playing around the shoreline while remaining vigilant, and swimming
Sosialisasi model pendidikan perdamaian untuk menanamkan nilai karakter disiplin positif siswa di SDN 15 Mataram
AbstrakSosialisasi Pendidikan Perdamaian dilaksanakan bertujuan untuk membantu kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusi, ramah anak dan membanngun karakter disiplin positif di SD Negeri 15 Mataram. Metode yang digunakan adalah sosialisasi berbasis pelatihan interaktif. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 15 Mataram, diadakan pada tanggal 17 Februari 2025, selama 1 hari yang dihadiri oleh 23 orang yang terdiri dari, kepala sekolah, guru dan mahasiswa PLP 1 FKIP UMMAT. Pembahasan materi yang disampaikan dengan tema “Disiplin Positif Untuk Pendidikan Perdamaian di Era Merdeka Belajar” bermanfaat untuk menciptakan budaya damai di sekolah dan menankan karaktek disiplin positif untuk guru dan siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dapat lebih memahami peran mereka dalam membentuk kebiasaan disiplin siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Output kegiatan ini meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan strategi penguatan karakter disiplin, serta adanya perubahan positif pada perilaku siswa dalam aspek kedisiplinan, seperti kepatuhan terhadap aturan sekolah, ketepatan waktu, dan tanggung jawab terhadap tugas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan karakter di SD Negeri 15 Mataram. Kata Kunci: sosialisasi pendidikan perdamaian; karakter; disiplin positif; SDN 15 Mataram AbstractSocialization of Peace Education is carried out with the aim of helping school principals, teachers, and students in creating an inclusive, child-friendly school environment and fostering a positive discipline character at SD Negeri 15 Mataram. The method used is socialization based on interactive training. The activity was conducted at SD Negeri 15 Mataram on February 17, 2025, for one day, attended by 23 participants, consisting of the school principal, teachers, and PLP 1 FKIP UMMAT students. The material presented under the theme "Positive Discipline for Peace Education in the Era of Independent Learning" is beneficial in creating a culture of peace in schools and instilling positive discipline character for teachers and students. Through this activity, it is expected that teachers will better understand their role in shaping students' discipline habits, both in the school environment and in daily life. The output of this activity includes an increased understanding and skills of teachers in implementing character-strengthening strategies for discipline, as well as positive changes in students' behavior in terms of discipline aspects, such as adherence to school rules, punctuality, and responsibility for tasks. Thus, this community service activity contributes to improving the quality of character education at SD Negeri 15 Mataram.Keywords: peace education socialization; character; positive discipline; SDN 15 Mataram
Pendampingan Implementasi light trap dalam pengendalian hama terpadu ulat grayak pada tanaman bawang merah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan
Abstrak Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kelompok tani yang sejahtera. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan light trap sebagai alat monitoring dalam pengendalian hama terpadu. Kegiatan ini melibatkan 50 responden dari anggota Kelompok Tani Padi Mas, program ini menggunakan tahapan yaitu koordinasi dengan kelompok tani, pemantauan lapang kondisi lahan pertanian bawang merah, FGD, Penerapan light trap, pendampingan dan evaluasi kegiatan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama, di mana dari 60% responden yang awalnya tidak mengetahui menjadi 80% tahu dan sangat tahu, serta mengalami peningkatan keterampilan penggunaan lightrap lebih dari 70% setelah mengikuti program ini. Selain itu, program ini juga memperkenalkan teknik pertanian tumpangsari, yang memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara ekonomi. Kata kunci: bawang merah; kelompok tani; light trap; pengendalian hama terpadu. Abstract The community service programme conducted in Sana Tengah Village, Pasean Sub-district, Pamekasan Regency, represents an initiative aimed at fostering prosperous farmer groups. The programme sought to enhance farmers' knowledge and skills in using light traps as a monitoring tool within an integrated pest management framework. This initiative involved 50 respondents from the Padi Mas Farmers Group. It was carried out in several stages, including coordination with the farmer group, field monitoring of red onion agricultural conditions, focus group discussions (FGDs), implementation of light traps, assistance, and activity evaluation to measure programme effectiveness. Evaluation results indicated a significant improvement in farmers’ knowledge of pest control, with the percentage of respondents who were previously unaware decreasing from 60% to only 20%, while 80% became knowledgeable or highly knowledgeable. Additionally, over 70% of participants improved their skills in using light traps following the programme. The initiative also introduced intercropping techniques, enabling farmers to cultivate multiple crops on the same land, thereby increasing productivity and economic profitability. Keywords: red onion; farmers group; light trap; integrated pest managemen
Bimbingan teknis dan pendampingan pembuatan laporan keuangan pada UMKM di Desa Kopo, Kabupaten Bandung
Abstrak Peran dan kontribusi UMKM di Indonesia sangat besar dalam menopang pembangunan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dari beberapa hasil penelitian bahwa UMKM dapat menekan jumlah angka pengangguran. Mengingat begitu pentingnya kehadiran UMKM di Indonesia, maka sasaran mitra dalam kesempatan melakukan pengabdian kepada masyarakat yang telah kami laksanakan di desa Kopo kecamatan Kutawaringin KabupatenBandung adalah para UMKM yang tergabung di desa Kopo yang berjumlah 15 orang dari berbagai usaha mereka. Sehingga tujuan pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat ini adalah agar para UMKM di desa kopo dapat membuat laporan keuangan dengan baik dan benar yang sebelumnya pelaku UMKM tersebut belum dapat membuat laporan keuangan di harapkan usaha yang mereka bangun dapat berkembang dan maju dengan adanya bimbingan teknis dan pengarahan yang telah dilakukan dan dapat meningkatkan pengelolaan keuangan mereka. Metoda yang di gunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan bimbingan teknis pembuatan laporan keuangan, melakukan diskusi dan tanya jawab serta melakukan evaluasi denga diberikan soal-soal. Selain juga diberikan modul yang berfungsi sebagai pedoman bagi pengurus yang memiliki fungsi manajerial mengembangkan bisnis jasa dan meyusun kebijakan / pedoman / petunjuk pelaksanaan penyusunan laporan keuangan unit usaha desa. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan PkM ini adalah para UMKM yang mengikuti pelatihan bimbingan teknis ini telah mampu menguasai bagaimana menyusun laopran keuangan untuk menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan, evaluasi usaha, dan kontrol internal. Kata Kunci: pelatihan; pendampingan; laporan keuangan; UMKM Abstract The role and contribution of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Indonesia are significant in supporting economic development and employment absorption. This is evidenced by several research findings showing that MSMEs can reduce unemployment rates. Considering the importance of MSMEs in Indonesia, our target partners for this community service activity, which was carried out in Kopo Village, Kutawaringin District, Bandung Regency, were 15 MSME actors from various types of businesses in Kopo Village. The aim of this community engagement activity was to enable MSMEs in Kopo Village to prepare proper and accurate financial reports, as previously many of them were unable to do so. It is expected that with technical guidance and direction provided during the activity, their businesses will grow and improve through enhanced financial management. The method used in this community service activity included training and technical guidance in preparing financial statements, conducting discussions and Q&A sessions, as well as evaluations through exercises. In addition, a module was provided to serve as a guide for administrators with managerial functions in developing service businesses and formulating policies/guidelines/instructions for preparing financial reports for village business units.The outcome of this activity was that the participating MSMEs were able to understand how to prepare financial reports to provide information for decision-making, business evaluation, and internal control. Keywords: training; assistance; financial reports; MSME
MEWUJUDKAN DESA MELEK KEUANGAN SYARIAH MELALUI BUDAYA BERDERMA DENGAN CELENGAN FILANTROPI
Abstrak: Pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap praktik keuangan sosial syariah menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan ini, mengingat potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang besar dalam mengurangi ketimpangan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra dalam memahami konsep dan praktik berderma melalui program Celengan Filantropi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 32 orang mitra dari masyarakat Desa Ngemboh Gresik. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 85%, yang mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif dan praktik dalam membudayakan kebiasaan berderma di lingkungan masyarakat.Abstract: The importance of building public awareness of Sharia social finance practices is the main reason for the implementation of this activity, considering the significant potential of zakat, infak, and sedekah (ZIS) in reducing social inequality. This activity aims to enhance the soft skills and hard skills of partners in understanding the concept and practice of philanthropy through the Philanthropy Piggy Bank program. The methods used include lectures, hands-on practice, and focus group discussions (FGD) designed participatively. This activity involved 32 partner participants from the community of Ngemboh Village, Gresik. The evaluation was conducted using observations and questionnaires before and after the activity. The evaluation results show an 85% increase in understanding and skills, reflecting the effectiveness of the educational and practical approach in cultivating the habit of charity within the community