UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    PENDAMPINGAN PROMOSI WISATA DAN PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL PADA LOKASI WISATA TITIAN MANGROVE PESINGHONG

    Full text link
    ABSTRAKSalah satu wisata pantai yang sementara bergeliat di Kabupaten Alor adalah wisata pantai Titian Mangrove Pesinghong yang terletak di sekitar Kota Kalabahi dan berada di Kelurahan Mutiara. Usaha wisata ini dikelola kelompok nelayan peduli mangrove namun dalam proses pengelolaan mereka kesulitan untuk melakukan promosi melalui media sosial maupun media digital lainnya, belum adanya penyediaan produk-produk khas wisata mangrove yang bisa dijual untuk mendatangkan pendapatan kelompok. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik langsung untuk penyediaan produk-produk di Lokasi wisata dan pemasaran serta promosi wisata. Evaluasi dilakukan diawal (pre test) dan dilakukan diakhir kegiatan (post test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok wisata dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman dari mitra tentang pentingnya melakukan promosi wisata sebesar 71,4%, peningkatan keterampilan untuk mengedit foto dan video promosi wisata menggunakan aplikasi Potoshop CS dan Movavi Video Editor Plus sebesar 68%, serta peningkatan keterampilan mitra tentang pembuatan produk buah mangrove menjadi sirup, kerupuk dan dodol sebesar 65%. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan tingkat pemahaman dan keterampilan kelompok wisata dalam pengelolaan wisata pada aspek produksi dan pemasaran. Kata kunci: Mangrove; Pesinghong; Wisata; Promosi; Produk ABSTRACTOne of the beach tourism that is currently growing in Alor Regency is the Titian Mangrove Pesinghong beach tourism, located around Kalabahi City and in Mutiara Village. This tourism business is managed by a group of fishermen who care about mangroves, but in the management process, they have difficulty promoting through social media or other digital media, and there is no provision of typical mangrove tourism products that can be sold to generate group income. This community service activity aims to improve the capabilities of partners in production and marketing aspects. The method of implementation of the activity is carried out through stages of socialization, training, and direct practice for the provision of products at tourist locations and marketing and tourism promotion. Evaluations are carried out at the beginning (pre-test) and at the end of the activity (post-test) to measure the increase in knowledge and skills of the tourism group members in participating in this community service activity. The results of this community service activity show an increase in understanding of the importance of tourism promotion from partners by 71,4%, an increase in skills in editing photos and videos of tourism promotions using the Photoshop CS and Movavi Video Editor Plus applications by 68%, and an increase in skills in making mangrove fruit products into syrup, crackers and dodol by 65%. This community service activity successfully increased the tourism group's understanding and skills in tourism management, particularly in terms of production and marketing. Keywords: Mangrove; Pesinghong; Tourism; Promotion; Produc

    Efektivitas Konseling Dengan Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Pasien dan Kepatuhan Mengonsumsi Obat Antihipertensi di Puskesmas Olak Kemang

    Full text link
    Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama dengan tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi yang rendah sehingga berdampak pada kurang optimalnya pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas konseling dengan media audiovisual terhadap pengetahuan pasien dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest pada 100 pasien hipertensi yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan dan MMAS-8 untuk menilai kepatuhan. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi selama 5-10 menit yang dilanjutkan dengan diskusi singkat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bermakna skor pengetahuan dari 13,80 menjadi 20,20 dan peningkatan skor kepatuhan dari 4,38 menjadi 6,85 setelah intervensi. Proporsi pasien dengan kategori pengetahuan dan kepatuhan rendah juga menurun secara signifikan (p<0,05). Konseling dengan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat antihipertensi

    Implementasi manajemen mutu terpadu (TQM) dalam pendidikan islam: tinjauan literatur sistematis terhadap strategi peningkatan kualitas lembaga

    Full text link
    This study aims to systematically examine the strategies for implementing Total Quality Management (TQM) to improve the quality of Islamic educational institutions using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The literature sources were derived from reputable databases such as Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar, covering publications from the last ten years (2015–2025). The analysis reveals that TQM implementation in Islamic educational settings is not merely normative or administrative but has been internalized within the framework of fundamental Islamic values, such as amanah (trust), shura (consultation), and islah (continuous improvement). Core TQM principles—customer focus, continuous improvement, and total participation—are contextually adapted according to the institutional type, whether pesantren, madrasah, integrated Islamic schools, or Islamic higher education institutions. The findings indicate that the success of TQM implementation is influenced by the integration of spiritual values, transformational leadership, and a sustained commitment to evaluation and innovation. This study recommends the development of an Islamic value-based TQM model to strengthen internal quality assurance systems in a sustainable and context-sensitive manner within Islamic educational institutions

    MEMBANGUN CITRA BERKELANJUTAN GREEN BATIK PEKALONGAN: PEMBERDAYAAN SINERGIS BRANDING, EKOLOGI DAN DIGITALISASI MENUJU PASAR FASHION BERKELANJUTAN

    Full text link
    ABSTRAK                                                                                     Industri batik Pekalongan menghadapi tantangan signifikan terkait rendahnya literasi branding berkelanjutan, keterbatasan kemampuan digital, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekologis sebagai keunggulan kompetitif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM Green Batik Pekalongan melalui integrasi strategi branding hijau, penguatan ekologi produksi, dan digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan daya saing di pasar fashion berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan green marketing, workshop digital marketing, pendampingan pendaftaran ecolabel, serta pengembangan storytelling dan strategi komunikasi merek. Mitra terdiri dari 20 pelaku UMKM batik di Kecamatan Pekalongan Utara. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan analisis hasil produksi konten. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas signifikan: pemahaman green marketing meningkat 97,6%, kemampuan produksi konten digital meningkat lebih dari 500%, 18 UMKM memiliki akun bisnis aktif, dan 10 produk memperoleh draft ecolabel, dengan 4 di antaranya memasuki tahap pengajuan awal. Selain itu, peserta menghasilkan 15 narasi storytelling dan satu dokumen Strategi Komunikasi Merek Berkelanjutan yang siap diterapkan. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan sinergis antara branding, ekologi, dan digitalisasi efektif dalam memperkuat citra Green Batik Pekalongan serta relevan untuk direplikasi di sentra batik lainnya.Kata kunci: Green Marketing; Ecolabel; Green Batik Pekalongan; Digital Marketing; Pemberdayaan UMKM. ABSTRACTThe batik industry in Pekalongan faces significant challenges related to the low literacy of sustainable branding, limited digital capabilities, and the suboptimal utilization of ecological value as a competitive advantage. This community engagement program aims to empower Green Batik Pekalongan MSMEs through the integration of green branding strategies, ecological production enhancement, and marketing digitalization to strengthen their competitiveness in the sustainable fashion market. The program activities included socialization, green marketing training, digital marketing workshops, ecolabel registration assistance, and the development of cultural storytelling and sustainable brand communication strategies. The beneficiaries consisted of 20 batik artisans in Pekalongan Utara District. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, observations, and analysis of digital content outputs. The results show significant capacity improvements: green marketing understanding increased by 97.6%, digital content production improved by more than 500%, 18 MSMEs established active business accounts, and 10 products obtained ecolabel drafts, with 4 progressing to the initial verification stage. Additionally, participants produced 15 storytelling narratives and one comprehensive Sustainable Brand Communication Strategy document ready for implementation. This program demonstrates that synergistic empowerment combining branding, ecological practices, and digitalization is effective in strengthening the sustainable image of Green Batik Pekalongan and is highly relevant for replication in other batik production centers.Keywords: Green Marketing; Ecolabel; Green Batik Pekalongan; Digital Marketing; MSME Empowerment

    PENINGKATAN VALUASI EKONOMI ATSIRI PALA GUNA MENDUKUNG SDGS, PENGENTASAN KEMISKINAN DAN MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KUTABIMA

    Full text link
    ABSTRAKDesa Kutabima memiliki potensi besar pada komoditas pala, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat minimnya teknologi pengolahan, kapasitas sumber daya manusia, serta akses pasar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan valuasi ekonomi produk atsiri pala sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana longsor. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi (manisan pala, sirup pala, dan minyak atsiri daun pala), workshop manajemen usaha dan pemasaran digital, serta reboisasi lahan kritis. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Sri Cikawung Jaya dan BUMDes Bima Barokah Sejahtera dengan total peserta 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest, observasi keterampilan, dan monitoring usaha. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman teknis peserta sebesar 80%, peningkatan kemampuan manajemen usaha sebesar 75%, serta terbentuknya tiga produk turunan pala dengan identitas branding dan legalitas usaha (NIB dan PIRT). Reboisasi menghasilkan penanaman 300 bibit pala dengan tingkat hidup 82%. Aktivitas pemasaran digital meningkat dengan kenaikan jangkauan hingga 320% dalam satu bulan. Program ini terbukti meningkatkan kapasitas produksi, memperluas peluang ekonomi lokal, dan memperkuat mitigasi bencana berbasis agroforestri. Kata kunci: pala; minyak atsiri; pemberdayaan masyarakat; UMKM; mitigasi bencana ABSTRACTKutabima Village has significant potential in nutmeg commodities; however, its utilization remains limited due to the lack of processing technology, limited human resource capacity, and restricted market access. This community service program aims to enhance the economic value of nutmeg essential oil products while supporting poverty alleviation and landslide disaster mitigation through skills improvement and institutional capacity strengthening. The implementation methods included socialization, training on the production of nutmeg preserves, nutmeg syrup, and nutmeg leaf essential oil, workshops on business management and digital marketing, as well as reforestation of critical land. The program partners were the Sri Cikawung Jaya Farmer Group and Bima Barokah Sejahtera Village-Owned Enterprise (BUMDes), involving 30 participants. Evaluation was conducted through pretest–posttest, skills observation, and business monitoring. The results showed an 80% increase in participants’ technical understanding and a 75% improvement in business management skills. Additionally, three nutmeg-derived products were successfully developed, complete with branding identity and business legality (NIB and PIRT). Reforestation activities resulted in the planting of 300 nutmeg seedlings with an 82% survival rate. Digital marketing activity increased by 320% within one month. This program effectively improved production capacity, expanded local economic opportunities, and strengthened disaster mitigation efforts through an agroforestry-based approach. Keywords: nutmeg; essential oils; community empowerment; MSMEs; disaster mitigation

    KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN NELAYAN TRADISIONAL MELALUI MODERNISASI TEKNOLOGI DAN PENGUATAN KELEMBAGAAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

    Full text link
    ABSTRAK                                                                                     Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan tradisional di Kabupaten Lombok Utara melalui modernisasi teknologi penangkapan ikan dan penguatan kelembagaan kelompok. Mitra terdiri atas 143 nelayan dari lima kecamatan pesisir yang menghadapi keterbatasan penggunaan GPS dan fish finder, lemahnya manajemen organisasi, serta rendahnya akses pelatihan. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dan difokuskan pada demonstrasi penggunaan teknologi navigasi serta pendampingan penyusunan struktur kelembagaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait penggunaan GPS dan fish finder, serta terbentuknya kesadaran baru mengenai pentingnya tata kelola kelompok yang akuntabel. Evaluasi selama tiga hari setelah kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa pelatihan relevan dan aplikatif. Program ini memberikan dasar kuat bagi pemberdayaan nelayan secara berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: Nelayan Tradisional, Teknologi Penangkapan Ikan, Kelembagaan, Pemberdayaan, Lombok Utara. ABSTRACTThis community engagement program aims to enhance the capacities of traditional fishers in North Lombok Regency through the modernization of fishing technology and the strengthening of group institutional management. The partners consisted of 143 fishers from five coastal districts who faced limited use of GPS and fish finders, weak organizational management, and minimal access to training. The implementation consisted of three stages: pre-implementation, implementation, and evaluation. The main training was conducted on 30 October 2025, focusing on hands-on demonstrations of navigation technology and guidance on organizational structuring. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of GPS and fish finder operations, accompanied by increased awareness of accountable group governance. A three-day evaluation showed that most participants found the training relevant and applicable. This program provides a strong foundation for sustainable fisher empowerment and offers a replicable model for other coastal communities with similar characteristics. Keywords: Traditional Fishers, Fishing Technology, Institutional Strengthening, Empowerment, North Lombok

    EKSPLORASI HERBISIDA ALAMI BERBASIS BAHAN RUMAHAN DI DESA WOLWAL KEC. ALOR BARAT DAYA NTT

    No full text
    ABSTRAK                                                                            Eksplorasi Herbisida Alami Berbasis Bahan Rumahan Di Desa Wolwal Kec. Alor Barat Daya NTT. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat bahan rumahan dalam pembuatan herbisida alami, memberikan pelatihan dan praktek kepada masyarakat tentang cara mengolah bahan rumahan dalam pembuatan herbisida alami, menambah perekonomian masyarakat melalui produk herbisida alami dari bahan rumahan.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ini adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program, dan keterlibatan mitra. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi dan pelatihan praktek pembuatan Herbisida alami berbasis bahan rumahan berjalan dengan sangat baik, banyak respon positif dari berbagai pihak, Kepala Desa Wolwal, Perangkat Desa, Mayarakat setempat dan ibu-ibu rumah tangga. Antusis peserta mengikuti pelatihan dan praktek dari awal hingga akhir. Harapan dari Masyarakat bahwa kegiatan PKM dari Kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi berlanjut dengan ilmu-ilmu baru untuk membantu menghidupkan ekonomi kreatif, sehat dan sejahtera. Kata kunci: Eksplorasi; Herbisida; Bahan Rumahan ABSTRACTExploration of Natural Herbicides Based on Household Materials in Wolwal Village, Southwest Alor District, East Nusa Tenggara. The purpose of this PKM activity is to educate the community about the benefits of household materials in making natural herbicides, provide training and practice to the community on how to process household materials in making natural herbicides, and boost the community's economy through natural herbicide products made from household materials.  In implementing this activity, a qualitative descriptive method was used. The methods used to achieve the objectives of community service activities were socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, program sustainability, and partner involvement. The overall result of this PKM activity is that the dissemination and practical training on the production of natural herbicides based on household ingredients went very well, with many positive responses from various parties, including the Head of Wolwal Village, village officials, the local community, and housewives. The participants enthusiastically followed the training and practice from start to finish. The community hopes that the PKM activities from the STKIP Muhammadiyah Kalabahi Campus will continue with new knowledge to help revive a creative, healthy, and prosperous economy. Keywords: Exploration; Herbicides; Household Material

    INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS ETNOPEDAGOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif dan riset pengembangan (Research and Development/R&D). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles, Huberman yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang berhasil diidentifikasi dan diintegrasikan meliputi lima aspek utama, yaitu: (1) gotong royong (begawe, begibung) yang menumbuhkan solidaritas dan kerja sama sosial; (2) kesopanan dan etika berbahasa (tata krama Sasak) yang membentuk sikap santun dan beradab; (3) cinta tanah air dan pelestarian alam (awig-awig, subak Sasak) yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial; (4) kreativitas dan estetika (nyongkolan, peresean) yang mengembangkan daya cipta dan apresiasi seni budaya; dan (5) nilai religius dan moral (lebaran topat) yang memperkuat spiritualitas dan karakter siswa. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas budaya siswa

    Studi Kopigmentasi Antosianin Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) Dengan Polifenol Kacang Kedelai (Glycine max L.)

    Full text link
    Antosianin merupakan pigmen alami yang berperan penting sebagai antioksidan namun stabilitasnya relatif rendah terhadap faktor lingkungan seperti cahaya, pH dan suhu. Upaya untuk meningkatkan stabilitas antosianin dapat dilakukan melalui mekanisme kopigmentasi dengan senyawa polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kopigmentasi antara antosianin beras hitam (Oryza sativa L. indica) dengan polifenol yang diperoleh dari rebusan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap kestabilan warna dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut asam sitrat, sedangkan polifenol kacang kedelai diperoleh melalui ekstraksi maserasi dari rebusan kacang kedelai yang diperkaya senyawa fenolik. Kopigmentasi dilakukan dengan variasi rasio perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3, kemudian dianalisis melalui spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan pergeseran λmaks, intensitas warna, serta kestabilan pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polifenol kacang kedelai mampu meningkatkan intensitas warna pada antosianin beras hitam. Selain itu, aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan dibandingkan antosianin tunggal, menandakan adanya sinergi antara kedua senyawa bioaktif. Dengan demikian, kopigmentasi antosianin beras hitam dengan polifenol kacang kedelai berpotensi meningkatkan kestabilan pigmen alami, dengan rasio 1:1 menunjukkan keseimbangan terbaik antara stabilitas warna dan aktivitas antioksidan

    Pelatihan implementasi research-driven learning dengan bantuan Deepseek AI untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi Guru SDN 13 Sumani

    Full text link
    AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan pembelajaran di SDN 13 Sumani, Kabupaten Solok, yang masih didominasi metode konvensional dan minim pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dan belum optimalnya kompetensi pedagogik guru. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan Research-Driven Learning (RDL) dengan dukungan DeepSeek AI agar pembelajaran lebih inovatif, adaptif, dan berbasis riset. Kegiatan dilaksanakan pada 14–15 Juli 2025 dengan melibatkan 14 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis ceramah interaktif dan project-based learning, demonstrasi pemanfaatan DeepSeek AI, praktik perancangan pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keterlibatan peserta yang sangat tinggi, ditandai dengan antusiasme, keaktifan berdiskusi, dan praktik langsung penggunaan DeepSeek AI. Hasil evaluasi produk menunjukkan bahwa 71,4% peserta berhasil memenuhi seluruh kriteria penilaian, dan selebihnya peserta minimal memenuhi dua dari tiga komponen utama. Program ini disarankan agar tetap dilanjutkan dalam bentuk pendampingan berkala dan pembentukan komunitas praktisi AI pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dan penyebaran praktik pembelajaran berbasis riset di SDN 13 Sumani maupun sekolah dasar lainnya. Kata kunci: DeepSeek AI; kompetensi pedagogik; literasi digital; research-driven learning; sekolah dasar. AbstractThis community service program was implemented to address the learning challenges at SDN 13 Sumani, Solok Regency, where instructional practices remain dominated by conventional methods and the use of Artificial Intelligence (AI) technology is still minimal. These conditions have contributed to low levels of students’ critical thinking skills and the suboptimal pedagogical competence of teachers. The objective of this program was to enhance teachers’ ability to design and implement Research-Driven Learning (RDL) supported by DeepSeek AI, thereby promoting more innovative, adaptive, and research-oriented classroom practices. The activities were conducted on 14–15 July 2025 and involved 14 teachers from various subject areas. The training methods included dissemination, interactive lecture-based sessions, project-based learning, demonstrations of DeepSeek AI utilization, guided lesson design practice, mentoring, and evaluation of training outcomes. The results indicate a high level of participant engagement, reflected in strong enthusiasm, active participation in discussions, and hands-on practice with DeepSeek AI. Product evaluation further showed that 71.4% of participants met all assessment criteria, while the remaining teachers fulfilled at least two of the three key components. It is recommended that the program continue through periodic mentoring and the development of an AI-in-education practitioner community to ensure sustainability and wider dissemination of research-based learning practices at SDN 13 Sumani and other elementary schools. Keywords: DeepSeek AI; digital literacy; pedagogical competence; primary school; research-driven learning

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇