IAIN Salatiga Online Repository
Not a member yet
    441 research outputs found

    Peran Drama Radio "Masdarkum" Dalam Menunmbuhkan Kesadaran Berlalu Lintas Pada Masyarakat Surakarta (Studi Pada Drama Radio Masdarkum Di LPP RRI Surakarta)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran drama radio Masdarkum produksi RRI Surakarta dalam menumbuhkan kesadaran berlalu lintas pada masyarakat Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi tim produksi Masdarkum serta para pendengar aktif dan pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masdarkum memiliki peran strategis sebagai media edukatif dalam menyampaikan pesan hukum, khususnya terkait tertib berlalu lintas. Melalui pendekatan teori Agenda Setting, drama ini mampu membingkai isu pelanggaran lalu lintas sebagai isu utama, yang disajikan melalui narasi komunikatif, realistis, serta berbasis budaya lokal. Pesan disampaikan menggunakan bahasa sehari-hari dan bahasa Jawa, yang menjadikan konten mudah dipahami dan relevan bagi pendengar. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, dan penguatan budaya hukum. Meskipun belum berdampak langsung terhadap kebijakan, Masdarkum terbukti mampu memengaruhi cara pandang serta perilaku pendengarnya, dan menjadi contoh efektif penyuluhan hukum non-formal di media publik

    HUBUNGAN KEDISIPLINAN SHOLAT FARDHU DAN ANXIETY DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PBA UIN SALATIGA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI

    No full text
    Rahmasari, Tanti Selvya. 2025. Hubungan Kedisiplinan Sholat Fardhu dan Anxiety dengan Stres Akademik pada Mahasiswa PBA UIN Salatiga yang sedang menyusun skripsi. Skripsi. Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Pembimbing: Ahmad Minan Zuhri, M.S.I. Kata Kunci: Kedisiplinan Sholat Fardhu, Anxiety, Stres Akademik Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena stres akademik yang banyak dialami mahasiswa tingkat akhir, khususnya pada tahap penyusunan skripsi. Faktor spiritual seperti kedisiplinan sholat fardhu dan faktor psikologis berupa anxiety diduga memiliki pengaruh terhadap tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kedisiplinan sholat fardhu dengan anxiety, hubungan kedisiplinan sholat fardhu dengan stres akademik, hubungan anxiety dengan stres akademik, serta hubungan kedisiplinan sholat fardhu dan anxiety secara simultan dengan stres akademik mahasiswa PBA UIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 66 mahasiswa PBA UIN Salatiga yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan analisis korelasi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan signifikan antara kedisiplinan sholat fardhu dengan anxiety mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,261 (kategori lemah); (2) terdapat hubungan signifikan antara kedisiplinan sholat fardhu dengan stres akademik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi -0,623 (kategori kuat dan arah negatif); (3) terdapat hubungan signifikan antara anxiety dengan stres akademik dengan nilai signifikansi 0,050 < 0,05 dan koefisien korelasi 0,243 (kategori lemah dan arah positif); serta (4) terdapat hubungan signifikan secara simultan antara kedisiplinan sholat fardhu dan anxiety dengan stres akademik mahasiswa dengan nilai R = 0,752 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 (kategori hubungan kuat). Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa kedisiplinan sholat fardhu dapat menurunkan tingkat stres akademik mahasiswa, sedangkan anxiety yang tinggi justru berpotensi meningkatkan stres tersebut

    PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENDUKUNG KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PROGRAM GEMPITA (GERAKAN MENGKAJI DAN MEMPELAJARI KITAB SUCI KITA) DI SMP N 6 SALATIGA

    No full text
    ABSTRAK Adawiyah, Rofiatul. 2025. Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Untuk Mendukung Kedisiplinan Siswa Melalui Program Gempita (Gerakan Mengkaji Dan Mempelajari Kitab Suci Kita) Di Smp N 6 Salatiga. Skripsi, Salatiga: Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Ahmad Minan Zuhri M.S.I. Kata Kunci: Peran Guru Bimbingan dan Konseling, Kedisiplinan, Program Gempita Kedisiplinan siswa merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Guru Bimbingan dan Konseling berperan aktif dalam membentuk kedisiplinan melalui pembinaan dan program sekolah. Di SMP N 6 Salatiga, program Gempita menjadi sarana penanaman nilai kedisiplinan melalui kegiatan keagamaan yang rutin. Peran aktif guru BK dalam mendampingi, membimbing, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua turut mendorong terwujudnya karakter disiplin pada diri siswa. Dengan demikian, program Gempita menjadi wadah yang efektif untuk mendukung kedisiplinan siswa dalam suasana yang religius dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling dalam mengimplementasikan Program Gempita untuk mendukung kedisiplinan siswa di SMP N 6 Salatiga, faktor yang mempengaruhi efektivitas Program Gempita, serta dampaknya terhadap kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling (BK), kepala sekolah, dan siswa kelas 7f di SMP N 6 Salatiga. Data digali melalui wawancara, observasi langsung selama kegiatan berlangsung, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan memperhatikan reduksi data, triangulasi data, data deskriptif, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru BK sangat aktif dan relevan dalam mendukung kedisiplinan siswa melalui Program Gempita. Guru BK tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pemecah masalah, konsultan, dan pelaksana program pencegahan pelanggaran. Faktor pendukung efektivitas program meliputi keterlibatan aktif guru BK, koordinasi antara guru BK dengan guru lain, jadwal Gempita yang konsisten dan terstruktur, serta budaya sekolah yang religius. Meskipun terdapat faktor penghambat seperti keterbatasan fasilitas tempat ibadah, kurangnya kesadaran awal dari sebagian siswa, dan pengaruh lingkungan luar sekolah , Program Gempita telah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa, seperti peningkatan ketepatan waktu, kerapian berpakaian, dan kesungguhan dalam beribadah. Program ini juga berkontribusi pada pengembangan praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah melalui pendekatan religius yang terstruktur

    AMANAH PERSPEKTIF DAWAM RAHARDJO DALAM BUKU ENSIKLOPEDI AL-QUR’AN

    No full text
    Kajian yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah upaya menelusuri makna amanah dalam Al-Qur’an yang dikaji oleh Dawam Rahardjo dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedi AlQur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis dan mendeskripsikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research). Menjawab permasalahan yang ada dengan merujuk dari buku-buku, kitab tafsir, artikel, skripsi maupun jurnal yang relevan dengan judul. Latar belakang terbentuknya amanah ini yakni salah satunya terdapat pada surah al-Ahzab ayat 72 yang membahas mengenai amanah yang akan diemban oleh manusia karena manusia adalah makhluk yang dipilih untuk mengembannya. Sedangkan langit, bumi, dan laut tidak mau bahkan menolak mengemban amanah itu sendiri karena tanggungjawab yang besar. Hasil penelitian yang didapatkan, secara garis besar adalah Dawam Rahardjo menjelaskan pengertian kata amanah sesuai dengan konteks ayat yang dibahas. Adapun sumber amana ada dua, yakni amanah dari Allah SWT dan amanah dari manusia. Sumber amanah dari Allah yakni segala hal yang berkaitan dengan perintah dan larangan. Sedangkan amanah yang dari manusia adalah segala bentuk kepercayaan, baik yang berupa harta, jabatan, dan keluarga. Amanah adalah perintah yang harus dipatuhi oleh semua makhluk. Amanah menurut Dawam Rahardjo adalah tanggung jawab yang amat sangat berat sehingga gunung-gunung, langit, dan bumi enggan mengembannya, akan tetapi manusia segaian ada yang lalai sehingga berbuat semena-mena sehingga menyebankan kerusakan pada bumi. Kata Kunci: Amanah, Dawam Rahardjo, Buku Ensiklopedi, Al-Qur’a

    MAKNA TAKDIR DALAM AL-QUR'AN (Kajian SemantikThosihiko Izutsu dengan Kehidupan Sehari-Hari)

    No full text
    Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta berlangsung sesuai dengan ukuran, tempat dan waktu yang telah ditentukan yang dikenal sebagai takdir. Di dalam masyarakat umum kata taqdir sudah tidak asing lagi ditelinga mereka, menurut mayarakat, taqdir dikaitkan dengan nasib seseorang dalam suatu keadaan entah itu baik atau buruk. Dalam kajian semantik Izutsu, analisis makna tidak hanya dilakukan secara leksikal, melainkan juga mempertimbangkan hubungan makna secara relasional dan kontekstual dalam medan makna Qur’ani. Pendekatan ini menekankan pada pergeseran dan perluasan makna suatu istilah dalam struktur konseptual nilai-nilai Islam. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reserch) menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data maupun bahan-bahan terkait tema pembahasan serta permasalahannya, yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan. Selanjutnya, dianalisis dengan metode tafsir yang menjelaskan kandungan ayat Al-Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna taqdir dalam Al-Qur’an memiliki nuansa makna yang luas, meliputi ketetapan, ukuran, ketentuan, dan pengaturan yang mencerminkan sifat keilmuan dan kehendak Allah. selain itu konsep taqdir di bagi menjadi 4 hal yang pertama, Al-‘Ilmu yakni yakin bahwa Allah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci. Kedua, Al-Khitabah yaitu Allah mencatat semua taqdir seseorang didalam Lauhul Mahnfuz. Ketiga, Al-Masytah atau kehendak Allah ini memiliki sifat umum. Keempat, Al-Khalqu yaitu Bahwa tidak sesuatu pun di langit dan di bumi melainkan Allah. Pemaknaan konsep Semantik menurut Thoshihiko Izutsu terdapat di dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah-masalah bagaimana dunia wujud distrukturkan, apa unsur pokok dunia (weltanschauung), dan bagaimana semua itu terkait satu sama lain. Tujuannya memunculkan ontologi hidup yang dinamik dari al-Qur’an dengan menelaah konsep pokok yang terdapat di dalamnya. Selain itu relevansi takdir dalam kehidupan saat ini mengajarkan manusia untuk tidak semua hal berada dalam kendali mereka, penting untuk bersikap tawakal dan sabar ketika menghadapi ujian atau kegagalan. Namun keyakinan pada takdir bukan berarti tanpa usaha. Dalam ajaran agama mendorong umat manusia untuk terus berusaha dan berdoa karena takdir berjalan seiring dengan ikhtiar. Kata Kunci: Taqdir, Semantik, Thosihiko Izutsu, Al-Qur’a

    PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MENETAPKAN KEWAJIBAN PEMBERIAN IWADH PERSPEKTIF KESETRAAN GENDER MANSOUR FAKIH (Studi Putusan No. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal)

    No full text
    ABSTRAK Sri Kencana, NIM 33010210132, 2025 Pertimbangan Hukum Hakim dalam Menetapkan Kewajiban Pemberian Iwadh di Pengadilan Agama Salatiga Perspektif kesetaraan gender (no. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal dan no. 136/Pdt.G/PA.Sal). skripsi Fakultas Syariah. Program Studi Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Kholifatun Nur Mustofa, M.H. Kata Kunci: Cerai Gugat, Iwadh, Kesetaraan Gender Penulis menemukan sekitar tiga puluhan putusan cerai gugat, kemudian penulis menemukan kasus yang menarik, yang mana hakim masih berbeda dalam menjatuhkan putusan cerai gugat bagi penggugat, pada putusan No. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal hakim membebankan iwadh kepada penggugat, sedangkan pada kasus lain cntoh pada Putusan No.136/Pdt.G/2024/PA.Sal yang sama-sama perkara cerai gugat dan sama-sama ada indikator KDRTnya akan tetapi hakim tidak membebankan iwadh kepada penggugat. Sehingga dalam penelitian ini mengkaji terkait: (1) Bagaimana Pertimbangan hukum hakim PA Salatiga dalam menetapkan kewajiban iwadh pada putusan No. 264/Pdt.G/264/PA.Sal dan (2) Bagaimana perspektif kesetaraan gender terhadap konsep iwadh pada putusan No. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analistis. Data yang digunakan berupa putusan pengadilan dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Putusan No. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal, hakim berdasar pada Al- Qur’an, Kompilasi Hukum Islam, Undang-undang, dan Kitab Fiqih. Sesuai dengan teori kesetaraan gender yang dikemukakan oleh Mansur Fakih ada lima indikator yaitu marginalisasi , subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban ganda. Pada putusan No. 264/Pdt.G/2024/PA.Sal penulis menemukan: (1)subordinasi yaitu perempuan diposisikan lebih rendah dengan tetap membayar iwadh, (2) marginalisasi, yaitu pengalaman korban KDRT terabaikan, (3) stereotipe, yaitu perempuan tidak di pandang sebagai korban, (4) kekerasan, KDRT dan pembebanan iwadh menyebabkan penderitaan psikologis dan ekonomi, (5) beban ganda, perempuan menjadi korban sekaligus membayar iwadh kepada pelaku kekerasan

    Penggunaan Media Papan Flanel untuk Mengembangkan Kreativitas Kognitif anak usia dini desa Sumberejo Kecamatan Pabelan

    No full text
    Purwati, Heni. 2025. Penggunaan Media Papan Flanel untuk meningkatkan Kreativitas Kognitif pada anak usia dini RA Nurul Huda desa Sumberejo. SKRIPSI, Salatiga: Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Aufa Abdillah, M.Psi. Kata kunci: Kreativitas, Papan Flanel, Usia Dini Kreativitas merupakan kata yang sering digunakan untuk menerangkan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Kognitif merupakan hal-hal yang berhubungan dengan otak. Maka kreativitas Kognitif dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan karya yangberasal dari kecerdasannya. Papan flanel merupakan media papan yang dilapisi oleh kain flanel yang di gunakan sebagai media pembelajaran atau penelitian terhadap sesuatu. Studi ini memanfaatkan metode studi kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan 3 responden sebagai sumber informasi. Memanfaatkan dokumentasi dan wawancara serta observasi lapangan sebagai dasar pengumpulan data. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa: 1.) dari ketiga responden ada 2 responden yang sudah menguasai pengenalan huruf dan bahasa karena dan satu lainnya belum dapat menguasai karena kurangnya stimulasi dari kecil. Dengan media papan flanel mereka dapat lebih menguasai dan belajar dengan baik. 2.) Pengenalan angka dan penjumlahan bagi mereka lebih menarik dengan papan flanel yang memiliki warna dan tekstur yang menarik daripada yang pernah mereka pelajari sehari-hari dan ini menjadikan merek lebih paham. 3.) untuk meningkatkan kreativitas mereka peneliti menngunakan media kain flanel yang mereka kreasikan sesuai dengan kreativitas mereka dan membuahkan hasil yang diluar dugaan

    CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI

    No full text
    Childfree adalah pasangan yang mempunyai keputusan untuk tidak memiliki keturunan karena ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan hal itu sedikit bertolak belakang dengan tujuan pernikahan dalam islam. Oleh karena itu peneliti akan menguak lebih dalam tentang kaitannya childfree dalam perspektif hadis agar dapat mengetahui tipologi dari hadis childfree dan juga mengetahui status hukum dari childfree dalam perspektif hadis. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian hermeneutika hadis. Sumber data primer didapat dari kitab Kutubus Tis’ah selain itu untuk sumber data sekunder diambil dari buku, skripsi, aplikasi, jurnal, atau sumber-sumber lain yang relevan. Metode pengumpulan data dalam skripsi ini menggunakan kajian kepustakaan yang berawal dari penelusuran hadis pada kitab atau aplikasi, melakukan takhrij, dan kemudian melakukan pemahaman hadis khususnya pada kajian hadis hermenutika hadis dari Fazlur Rahman. Teknik analisa data dengan pendekatan analisis sanad dan matan hadis, pendekatan fiqh al-hadis atau pemahaman hadis (hermeneutika hadis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa childfree dilihat dari segi tipologi hadis ditemukan adanya perdebatan dengan hadis perintah banyak keturunan yang kemudian diselesaikan dengan salah satu kajian pemahaman hadis yaitu hermeneutika hadis dari Fazlur Rahman. Metode dari Fazlur Rahman yaitu metode double movement yang artinya dua gerakan. Dua Gerakan ini terbagi dalam metode khusus ke umum dan umum ke khusus. Untuk metode yang pertama yaitu dikaji kajian sosio-historisnya dan untuk Gerakan yang kedua yaitu menerapkan gerakan pertama pada keadaan masa kini. Dari kajian hermeneutika tersebut maka dua hadis itu secara keseluruhan masih bisa digunakan hanya saja para pengguna hujjah tersebut bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dari hasil kajian ini maka diketahui status hukum childfree dihukumi boleh ketika hanya untuk tujuan menunda kehamilan dalam jangka waktu dekat, bukan untuk menunda secara total. Karena hukum dari childfree yang memaknai untuk menunda anak dalam waktu lama hukumnya haram kecuali dengan alasan yang diperkuat seperti halnya terkait dengan kondisi seorang perempuan. Selain itu menurut sebagian pendapat kaum laki-laki, childfree ini mempunyai dampak tersendiri bagi mereka seperti halnya hubungan rumah tangga tidak harmonis dan dinilai kurang segan oleh masyarakat

    PENGELOLAAN WAKAF KOLEKTIF PERSPEKTIF MANAJEMEN WAKAF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 DI MASJID AT TAQWA DESA SROYO KEC. JATEN KAB. KARANGANYAR

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi, terutama dalam konteks wakaf kolektif yang berkembang di masyarakat. Wakaf kolektif merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mewakafkan harta secara bersama-sama, baik tunai maupun nontunai, untuk kemaslahatan umat. Namun, dalam praktiknya sering ditemukan tantangan dalam hal legalitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan Serta Pengelolaan yang belum sesuai dengan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan wakaf kolektif di Masjid AtTaqwa Desa Sroyo dalam perspektif manajemen wakaf menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan nadzir, wakif, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan antara praktik di lapangan dengan teori manajemen wakaf dan ketentuan hukum positif yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf kolektif di Masjid At-Taqwa mengalami beberapa tantangan, Menurut pihak pengelola, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi partisipasi masyarakat dalam berwakaf. Lalu, menurut pihak wakif terdapat ketidaknyamanan dalam proses penarikan dana wakaf oleh nadzir. Hal ini disebabkan oleh metode penarikan yang dirasa terlalu menekan, seperti kunjungan ulang ke rumah wakif yang belum mengisi toples wakaf, bahkan hingga penyebutan nomor rumah wakif dalam pertemuan rutin RT jika belum menyerahkan dana wakaf. Sedangkan Pengelolaan Wakaf Kolektif menurut perspektif Manajemen Waaf telah memenuhi beberapa prinsip dasar manajemen, seperti perencanaan dan pelaksanaan program wakaf secara kolektif. Namun, masih ditemukan kelemahan pada aspek legalitas, seperti belum adanya akta ikrar wakaf, belum terdaftarnya nadzir secara resmi, serta belum adanya sertifikasi tanah wakaf. Di sisi lain, upaya pemberdayaan tanah wakaf untuk pertanian, kolam lele, dan area parkir menunjukkan pengelolaan yang bersifat produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik wakaf kolektif tersebut memiliki potensi besar, namun perlu perbaikan dalam aspek administrasi hukum dan pengawasan agar manfaat wakaf dapat terdistribusi secara optimal dan berkelanjutan

    LARANGAN TRADISI PERNIKAHAN BAIMBAIAN PADA MASYARAKAT ADAT BANJAR KALIMANTAN SELATAN (PERSPEKTIF MITOS DAN 'URF)

    No full text
    Hidayat, Saiful. (2025). Larangan Tradisi Pernikahan Baumbaian Pada Masyarakat Adat Banjar Kalimantan Selatan (Perspektif Mitos Dan ‘Urf). Skripsi . Fakultas Syari’ ah Prodi Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Pembimbing: Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. Kata Kunci: Pernikahan Baumbaian, Adat Banjar, Mitos dan ‘Urf Larangan pernikahan baumbaian dalam masyarakat adat Banjar merupakan sebuah larangan pernikahan dua saudara kandung secara bersamaan. Dimana terdapat kepercayaan pada masyarakat terhadap pelanggar larangan tersebut akan mendapat bala atau bencana yang datang. Larangan pernikahan baumbaian merupakan sebuah norma yang memiliki akar kuat dalam tradisi dan budaya. Norma ini muncul sebagai pengaturan sosial yang bertujuan menjaga keharmonisan keluarga dan komunitas secara keseluruhan. Dalam adat Banjar Kalimantan Selatan, pernikahan bukan hanya soal hubungan pribadi, tetapi juga melibatkan hubungan kekerabatan yang kompleks serta nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi. Larangan ini dipandang penting untuk menghindari konflik sosial, menjaga kehormatan keluarga, serta mempertahankan keseimbangan dalam struktur sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (filed research) yang secaara langsung ke tempat tujuan kejadian sehingga mendapatkan data-data yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tinjuan yuridis sosiologis yang bersifat deskriptif dan analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan secara reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dengan menggunakan pandangan teori mitos Roland Barthes larangan tersebut dipahami sebagai sebuah mitos yang membentuk narasi simbolik dalam kehidupan masyarakat Banjar. Mitos ini berfungsi mengkomunikasikan pesan moral dan sosial yang megatur perilaku anggota komunitas agar mematuhi norma larangan tersebut. Sedangkan menurut pandangan teori ‘urf menelaah lebih jauh hukum adat larangan pernikahan baumbaian disni bisa digolongkan ‘urf sahih karena larangan tersebut merupakan tradisi yang dilestarikan karena alasan mengormati peninggalan nenek moyang serta bertujuan untuk membangun keluarga yang harmonis dan menghindarkan dari perpecahan

    0

    full texts

    441

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Salatiga Online Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇