IAIN Salatiga Online Repository
Not a member yet
    441 research outputs found

    فعالية استخدام الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic في استيعاب مفردات اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية سيمارانج العام الدراسي ٢٠٢٥/٢٠٢٤

    No full text
    أهدف البحث إلى معرفة كيف استخدام الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic، و استيعاب مفردات اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية سيمارانج العام الدراسي ٢٠٢٥/٢٠٢٤، ومعرفة كيف فعالية استخدام الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic في استيعاب مفردات اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية سيمارانج العام الدراسي ٢٠٢٥/٢٠٢٤. نوع البحث هو بحث كمي، بينما الطريقة المستخدمة هي نهج تجريبي. شمل البحث جميع طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية سيمارانج ، مع عينة من ٦٠ طالبًا. تم أخذ العينة من فصلين هما الفصل التجريبي والفصل الضابط. أدوات البحث المستخدمة هي أسئلة الاختبار متعددة الخيارات والمقالات من خلال اختبار الأدوات الذي يشمل اختبار الصلاحية واختبار الموثوقية واختبار القدرة على التمييز واختبار مستوى الصعوبة. كما تم استخدام الاستبيان في أدوات البحث في هذه الدراسة، مما ساهم في تعزيز نتائج البحث. تتكون تقنيات تحليل بيانات البحث من اختبار الطبيعية واختبار التجانس واختبار الفرضية. تم عرض نتائج البحث من خلال اختبار Independent Sample T-test. إذا كانت القيمة المعنوية لاختبار t > ٠,٠٥ ، Hᵃ مقبولة و Hᵒ مرفوضة مما يثبت فعالية استخدام الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic في إستيعاب مفردات اللغة العربية. ولكن إذا كانت القيمة المعنوية لاختبار ٠,٠٥ <t ، فإن Hᵃ مرفوضة و Hᵒ مقبولة ، مما يثبت عدم فعالية استخدام الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic في استيعاب مفردات اللغة العربية. في الحصول على قيمة الدلالة الإحصائية، يتم استخدام نتائج اختبار العينة المستقلة independent sample t-test ، وبناءً على هذا الاختبار يمكن استنتاج أن قيمة الدلالة للصف الضابطة والصف التجريبي أقل من ٠,٠٥ ، أي ٠,٠٠ وأن متوسط قيمة الاختبار البعدي للصف الضابطة البالغ ٦٩,٨٧ أقل من نتيجة الاختبار البعدي للصف التجريبي البالغ ٨٤,٨٧ بحيث يتم قبول Hᵃ ورفض Hᵒ وعليه، فإن فعالية الوسائط التعليمية المعتمدة على E-Comic فعالة في استيعاب مفردات اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية سيمارانج العام الدراسي ٢٠٢٥/٢٠٢٤

    No full text

    PENGGUNAAN TAUKIL WALI BIL KITABAH DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TUNTANG PERSPEKTIF TEORI TINDAKAN HUKUM MAX WEBER

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena praktik taukil wali bil kitabah, yaitu pemberian kuasa tertulis oleh wali nikah yang berhalangan hadir dalam pelaksanaan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tuntang. Praktik ini muncul sebagai bentuk penyesuaian hukum Islam terhadap kondisi sosial masyarakat modern yang mobilitasnya tinggi, seperti karena pekerjaan di luar daerah atau jarak tempat tinggal wali yang jauh. Meskipun telah diatur dalam Pasal 12 ayat (5) Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019, masih terdapat pandangan masyarakat yang berbeda terkait legitimasi dan kesakralan akad nikah dengan wali kuasa. Perbedaan ini menimbulkan dinamika menarik antara nilai-nilai agama, hukum negara, dan persepsi sosial di lingkungan masyarakat Tuntang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KUA, penghulu, serta masyarakat sekitar, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur hukum Islam, peraturan perundang-undangan, dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan dengan model interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan adalah teori tindakan hukum Max Weber, yang menjelaskan bahwa setiap tindakan hukum memiliki makna sosial dan dipengaruhi oleh rasionalitas pelaku, baik dari aspek tujuan, nilai, emosi, maupun tradisi. Dengan teori ini, praktik taukil wali bil kitabah tidak hanya dilihat sebagai tindakan administratif, tetapi juga sebagai tindakan sosial yang memiliki dimensi hukum dan nilai religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan taukil wali bil kitabah di KUA Kecamatan Tuntang telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prosesnya dilakukan melalui surat kuasa bermaterai yang disahkan oleh Kepala KUA serta disaksikan oleh dua saksi yang dikenal pihak keluarga. Berdasarkan teori tindakan hukum Max Weber, praktik ini mencerminkan empat tipe tindakan: rasional instrumental (efisiensi administrasi), rasional nilai (niat religius), tindakan afektif (rasa tanggung jawab keluarga), dan tindakan tradisional (kebiasaan masyarakat). Dengan demikian, taukil wali bil kitabah dapat dipahami sebagai bentuk harmonisasi antara hukum Islam, hukum positif, dan nilai-nilai sosial masyarakat, sekaligus menegaskan adanya living law yang adaptif dalam sistem hukum keluarga Islam di Indonesia

    STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERNALAR KRITIS DI SEKOLAH SMK SYUBBANUL WATHON TEGALREJO KAB. MAGELANG TAHUN AJARAN 2024/2025

    No full text
    Tujuan Penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui apa strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila bernalar kritis di sekolah SMK Syubbanul Wathon. Untuk mengetahui Bagaimana implikasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Profil Pelajar Pancasila bernalar kritis di Sekolah SMK Syubbanul Wathon. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan Teknik Analisis Deskriptif Kualitatif. Untuk jenis penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang jenis datanya kualitatif, berupa penyataan, kalimat, dan dokumen. Metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan adalah sebuah penelitian yang sumber data dan proses penelitiannya menggunakan kancah atau lokasi tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Sehingga penelitian ini tujuannya untuk mendeskripsikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan seluruh kegiatan, untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penenelitian dapat disimpulkan bahwa: Strategi Guru PAI dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter melalui keteladanan, kolaborasi lintas lingkungan, serta pengalaman nyata yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam. Strategi ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang menyeluruh (holistik) dan transformatif dalam membentuk generasi bangsa yang religius, toleran, dan berintegritas. Implikasi strategi penguatan keempat aspek ini sangat signifikan dalam membentuk pelajar yang bernalar kritis. Pelajar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir yang mendalam sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Untuk mencapai hal ini, diperlukan integrasi berkelanjutan dalam kurikulum, pendekatan pembelajaran, serta dukungan lingkungan sekolah dan masyarakat

    Perkembangan Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Kedungjati, Desa Karanglangu, Kabupaten Grobogan

    No full text
    Setiawan.Muhamad.Bayu.. Perkembangan Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan Tahun 1993-2022.Skripsi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing Haryu Aji Nugroho S . Sos, M.A. Skripsi ini hasil dari penelitian kepustakaan dengan judul “Perkembangan Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan Tahun 1993-2022.”, Pondok Pesantren Al-Falah adalah Pondok Pesantren tertua di daerah Kedungjati diantara banyaknya berdirinya pondok di daerah tersebut. Pondok Al-Falah berdiri pada tahun 1993 yang pada awalnya merupakan rumah pemilik pengasuh pondok yang dijadikan tempat untuk pengajaran Al-Qur’an masyarakat sekitar dan kerabat berjalannya waktu banyak santri yang mulai masuk kedalam podok tersebut sehingga kemudian berkembang dan berdiri menjadi bangunan Pondok Pesantren yang ada hingga sekarang. Perkembangan-Perkembangan Pondok pesantren mulai terlihat setelah berjalan beberapa tahun dilihat dari banyaknya santri yang masuk kemudian dengan system pembelajaran yang di tambah dan dipakai serta system admistrasinyayang berubah. Kemudian tantangan besar pondok pesantren Al- Falah muncul pada tahun 2019 bertepatan adanya wabah pandemic Covid-19 hingga selesai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metodw deskriptif kualitatif yakni pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan penelitian lapangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana perkembangan Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan Tahun 1993-2022. Bagaimana Perkembangan Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan menghadapi pandemi Covid-19 hingga pasca Covid-19. Adapun dalam penelitian menggunakan beberapa teori menggunakan pendekatan sosial masyarakat, sosial agama dan budaya. Sehingga penelitian ini terfokus pada berbagai perkembangan dalam pondok pesantren Al-Falah dari awal berdiri pada tahun 1993 sampai tahun 2022 pasca pandemi Covid-19 berakhir. Perkembangan pondok mulai dari dulu yang hanya tempat pengajaran membaca kitab dan Al-Quran untuk kerabat dan masyarakat sekitar pondok.Kemudian dengan berjalannya waktu berkembang dengan adanya penambahan sistem pendidikan yaitu kajian pada kitab-kitab kuning hingga penafsiran pada hadits dan Al-Quran karena sudah banyak santri yang mulai masuk pada pondok pesantren tersebut. Kemudian ada pola admistrasi pondok. pesatren itu sendiri.yang dulu masih tradisional yang masih membayar pondok pesantren dengan barang bawaan kemudian berkembang menjadi membayar menggunakan uang sebagai pengganti. Adapun proses dimana Pondok Pesantren mengalami tantangan besar pada masa Covid-19 dan pasca Covid-19 dengan bagaimana mereka dapat bertahan dan tetap berdiri pada masa tersebut hingga pasca covid .Dengan Paparan penjelasan di atas mengetahui bahwa PondokPesantern Al-Falah Dusun Karanglangu Kecamatan Kedungjati Kabupaten mengalami perkembangan yang signifikan dari sistem pendidikan yang awalnya hanya pengajaran tentang bagaimana membaca Al-Quran hingga penambahan kajian terhadap kitab-kitab kuning hingga penafsiran pada Al-Quran dan hadits-hadits yang ada dan beredar hingga sekarang. Kemudian juga pola admistrasi yang tradisional menuju modern dan bagaimana Pondok Pesantren Al-Falah Dusun Karanglangu, Kecamatan Kedungjsti , Kabupaten Grobogan dapat bertahan pada masa pandemi Covid-19 hingga pasca Covid-19. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Perkembangan, Karanglangu

    Hadis Tentang Risywah Dalam Kitab Sunan at-Tirmidzi dan Kitab Musnad Ahmad (Studi Ma'anil Hadis Tentang Larangan Praktik Suap)

    No full text
    Risywah merupakan sebuah tindakan yang termasuk dalam golongan munkar atau menyeleweng dan mengingkari terhadap aturan agama islam. Sebuah penyakit sosial yang telah mendarah daging dikalangan masyarakat bahkan telah dinormalisasi oleh kalangan masyarakat tertentu. Padahal sesungguhnya risywah tersebut dilarang dan sangat dibenci oleh agama islam. Penulis menyorti pentingnya edukasi tentang bahaya risywah bagi kehidupan sehari-hari bagi masyarakat dalam sudut pandang religius. Dari problematika yang ditemukan menghasilkan beberapa rumusan masalah yakni: 1) Bagaimana kualitas hadis tentang risywah dalam kitab Sunan At-tirmidzi dan Kitab Musnad Ahmad?; 2) Bagaimana penjelasan ma’anil hadis mengenai tindakan risywah menurut Kitab Sunan At-tirmidzi dan Kitab Musnad Ahmad?. Dalam karya ini penulis menaruh minat dengan tema pembahasan risywah dengan sumber data acuan yang nantinya dapat digunakan sebagai hujjah yakni hadis. Tujuannya yakni mengetahui secara detail dan terperinci mengenai hadis-hadis tentang risywah dalam pembahasan sanad dan matan. Kemudian mengetahui ke-hujjah-an hadis mengenai risywah yang terdapat dalam Kitab Sunan At-Tirmidzi. Yang selanjutnya yaitu mengetahui adanya larangan-larangan dalam melaksanakan mu’amalah berdasarkan pada dalil syara’. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan kritik sanad serta matan dilanjutkan dengan pemahaman hadis yang dipaparkan melalui analisis pemahaman hadis atau ma’anil hadits. Data yang digunakan bersumber dari Kitab Sunan At-tirmidzi dan Musnad Ahmaad serta dari kitab-kitab, buku, artikel, kamus, serta serta sumber lain yang dianggap relevan oleh penulis. Teknik analisis data menggunakan analisis sanad dan matan, dilanjutkan dengan analisis ma’anil hadis metode Yusuf Al-Qardhawy supaya diperoleh adanya kontekstualitas daripada hadis yang ditelaah. Hasil dari penelitian mengenai hadis tentang risywah dalam Kitab Sunan At-tirmidzi dan Musnad Ahmad yang pertama yaitu terbuktinya kevalidan data sanad yang dipaparkan dalam serangkaian hadis. Kedua yaitu afirmasi terhadap teks matan hadis yang telah ditulis dalam Kitab Sunan At-tirmidzi dan Musnad Ahmad, karena setelah dilakukan analisis matan semuanya terbukti valid dan dapat dijadikan sebagai hujjah. Ketiga yakni pelarangan perbuatan risywah sesuai dengan perintah hadis Nabi yang telah kami jabarkan dengan menyertakan pendapat dari ulama’ dalam sajian ma’anil hadis. Kata Kunci : Hadis, Risywah, Ma’anil,Sunan at-Tirmidzi, Musnad Ahma

    PRAKTIK SADFISHING LEMBAGA AMIL ZAKAT PERSPEKTIF FENOMENOLOGI DAN MAQASHID SYARI’AH JASSER AUDA (STUDI KASUS LAZiS JATENG CABANG SALATIGA)

    No full text
    ABSTRAK Muhamad Salman Alfareza, 2025. “Praktik Sadfishing Lembaga Amil Zakat Perspektif Fenomenologi dan Maqashid Syari’ah Jasser Auda (Studi Kasus LAZiS Jateng cabang Salatiga)”. Skripsi. Fakultas Syari’ah, Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah. Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Dr. Heni Satar Nurhaida. M.Si. Kata Kunci: Sadfishing, Lembaga Amil Zakat, Fenomenologi, Maqashid Syari’ah Jasser Auda Fenomena sadfishing menjadi salah satu strategi penggalangan dana yang banyak digunakan oleh lembaga amil zakat dalam era digital untuk menarik simpati publik melalui narasi emosional dan visualisasi penderitaan. Praktik ini dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi donatur, namun di sisi lain menimbulkan problem etika yang berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Islam, terutama terkait martabat mustahik dan keikhlasan dalam bersedekah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna praktik sadfishing oleh LAZiS Jateng Cabang Salatiga dari pengalaman langsung para pelaku dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Maqashid Syari’ah perspektif Jasser Auda, khususnya dalam konteks kemaslahatan sosial dan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi transendental Edmund Husserl. Subjek penelitian terdiri dari amil, mustahik, dan muzakki yang terlibat langsung dalam kegiatan penggalangan dana di LAZiS Jateng Cabang Salatiga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kampanye digital lembaga. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, noema–noesis, epoche, dan intersubjektivitas untuk menemukan makna esensial praktik sadfishing, kemudian dikaji kembali menggunakan kerangka enam dimensi sistemik Maqashid Syari’ah Jasser Auda, yaitu cognitive nature, wholeness, openness, interrelated hierarchy, multi-dimensionality, dan purposefulness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sadfishing dilakukan secara sadar sebagai strategi komunikasi empatik untuk meningkatkan kesadaran sosial dan partisipasi zakat. Amil memaknainya sebagai bentuk dakwah digital, sementara mustahik merasakan ambivalensi antara rasa syukur dan kehilangan privasi, dan muzakki tergerak oleh empati namun sebagian mulai menyadari adanya unsur eksploitasi emosional. Dari perspektif Maqashid Syari’ah Jasser Auda, praktik sadfishing dinilai membawa kemaslahatan dalam aspek hifzh al-din dan hifzh al-mal, tetapi berpotensi menimbulkan mafsadah pada dimensi hifzh al-nafs jika tidak diatur secara etis. Oleh karena itu, lembaga amil zakat perlu menyeimbangkan efektivitas strategi dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan agar tujuan syariah, yaitu rahmatan lil ‘a

    TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA DALAM AL-QURAN DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN MUSLIM MASA KINI (STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN SURAT AL-BAQARAH 30-37 ANTARA TAFSIR AL-MISBAH DAN AL-IBRIZ) SKRIPSI

    No full text
    Penelitian ini mengkaji konsep penciptaan manusia dalam Al-Quran dengan fokus pada Surah Al-Baqarah ayat 30-37, melalui pendekatan studi komparatif terhadap Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab dan Tafsir Al-Ibriz karya K.H. Bisri Mustofa. Surah ini membahas tentang proses penciptaan manusia dari perspektif Islam, fungsi manusia sebagai khalifah di bumi, serta peran manusia dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran antara kedua mufassir, serta menggali relevansi tafsir mereka bagi kehidupan Muslim di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif. Data primer berasal dari kitab Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Ibriz, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur terkait, seperti jurnal, artikel, dan buku yang mendukung penelitian. Penelitian ini juga menggunakan teori muqaran atau komparasi untuk membandingkan dua tafsir secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam gaya penafsiran, penggunaan istilah, dan pendekatan kontekstual, kedua mufassir memiliki kesamaan dalam menekankan kebesaran Allah sebagai Pencipta dan pentingnya tugas manusia sebagai khalifah di bumi. Quraish Shihab menyoroti makna ayat dengan pendekatan ilmiah modern, sedangkan Bisri Mustofa memberikan interpretasi yang lebih tradisional dengan sentuhan nilai budaya lokal. Relevansi tafsir ini terlihat dari pesan moralnya yang menekankan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dan sesama, sejalan dengan tantangan kehidupan Muslim masa kini yang diwarnai kemajuan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian tafsir Al-Quran, terutama dalam menjembatani pemahaman antara tafsir klasik dan modern. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai permasalahan kontemporer. Kata Kunci: Penciptaan Manusia, Al-Quran, Khalifah, Komparasi Tafsir

    REGULASI POLIGAMI DI INDONESIA DAN IRAK PERSPEKTIF KAIDAH UṢŪLIYYAH

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena regulasi poligami di Indonesia dan Irak yang menunjukkan variasi signifikan, meskipun bersumber dari dalil syar'i yang sama. Indonesia dan Irak merupakan contoh menarik dimana kedua negara sama-sama mengakui kebolehan poligami, namun menerapkan model regulasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui regulasi poligami di Indonesia dan Irak; (2) Mengetahui regulasi poligami di kedua negara tersebut perspektif kaidah uṣūliyyah. Jenis penelitian ini adalah hukum normatif dengan pendekatan perbandingan hukum (comparative law). Sumber data primer meliputi Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam untuk Indonesia, serta Personal Status Law No. 188 of 1959 untuk Irak. Data sekunder diperoleh dari karya ilmiah, jurnal, dan literatur terkait. Teknik analisis data menggunakan metode komparatif dan analisis konten dengan pendekatan kaidah uṣūliyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, regulasi poligami di Indonesia dan Irak memiliki persamaan fundamental dalam menetapkan asas monogami dan mewajibkan izin pengadilan. Namun, terdapat perbedaan mendalam dalam implementasinya. Irak menerapkan pendekatan lebih restriktif dengan mensyaratkan "kepentingan yang sah" dan memberlakukan sanksi pidana, sementara Indonesia lebih menekankan pada aspek administratif-prosedural. Kedua, analisis kaidah uṣūliyyah membuktikan bahwa regulasi di kedua negara merupakan bentuk kontekstualisasi yang sahih. Melalui kaidah al-amr wa an- nahy, poligami diposisikan sebagai ibahah muqayyad. Kaidah al-'am wa al-khas menunjukan regulasi sebagai takhsis terhadap keumuman ayat. Kaidah al-mutlaq wa al-muqayyad menjelaskan proses taqyid terhadap kemutlakan kebolehan, sedangkan kaidah al-mujmal wa al-mubayyan menegaskan peran negara sebagai mubayyin yang memerinci konsep keadila

    ANALISIS ADAT PEMBERIAN UANG PELANGKAH SEBAGAI SYARAT MENDAHULUI PERNIKAHAN KAKAK PEREMPUAN PERSPEKTIF URF ( Studi Kasus di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang)

    No full text
    ABSTRAK Nasrudin Muhammad : 2025, Analisis Adat Pemberian Uang Pelangkah Sebagai Syarat Mendahului Pernikahan Kakak Perempuan Perspektif Urf (Studi Kasus di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang), Skripsi Fakultas Syari’ah, program studi hukum keluarga islam, universitas islam negri (UIN) Salatiga, pembimbing. Dr. Ali Geno Berutu, MA.HK. Kata klunci : Adat, Uang Pelangkah, Pernikahan, Urf. Uang pelangkah adalah sejumlah uang atau bentuk pemberian lain yang diberikan oleh calon mempelai laki-laki kepada kakak perempuan dari calon mempelai perempuan Permasalahan muncul ketika adat ini berpotensi bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Namun islam memiliki salah satu produk hukum yang dikenal dengan sebutan Urf. Dengan demikian, jika suatu adat atau tradisi menjadi beban atau bahkan penghalang untuk melangsungkan pernikahan, maka perlu ditinjau kembali dari sudut pandang hukum Islam. Dengan bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik adat pemberian uang pelangkah di desa sruwen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis kualitatif dengan cara pendekatan dengan sosiologis empiris dengan mengacu pada kesesuaian hubungan social masyarakat dengan adat sebagai salah satu hukum yang diakui dan ditaati oleh masyarakat, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adala tehnik wawancara dan dokumentasi, Penelitian ini didukung dengan dua sumber data, yaitu data primer seperti wawancara serta objek yang diteliti dan data sekunder yakni beberapa buku, jurnal serta beberapa skripsi yang relevan dengan judul penelitian skripsi ini. Dari seluruh proses penelitian telah didapatkan hasil dimana adat pemberian uang pelangkah adalah salah satu tradisi warisan leluhur yang mana tujuan dari prosesi pemberian uang pelangklah adalah sebagai wujud permohonan maaf serta memohon doa restu kepada kakak perempuan karena akan mendahului pernikahan sang kakak tersebut, dalam penelitian ini yang dilandasi analisis dengan Urf sebagai salah satu sumber hukum islam, tidak ada temuan yang menyatakan bahwa adat pemberian uang pelangkah bertentangan dengan syariat islam

    0

    full texts

    441

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Salatiga Online Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇