IAIN Salatiga Online Repository
Not a member yet
441 research outputs found
Sort by
CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI
Childfree adalah pasangan yang mempunyai keputusan untuk tidak memiliki keturunan karena ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan hal itu sedikit bertolak belakang dengan tujuan pernikahan dalam islam. Oleh karena itu peneliti akan menguak lebih dalam tentang kaitannya childfree dalam perspektif hadis agar dapat mengetahui tipologi dari hadis childfree dan juga mengetahui status hukum dari childfree dalam perspektif hadis.
Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian hermeneutika hadis. Sumber data primer didapat dari kitab Kutubus Tis’ah selain itu untuk sumber data sekunder diambil dari buku, skripsi, aplikasi, jurnal, atau sumber-sumber lain yang relevan. Metode pengumpulan data dalam skripsi ini menggunakan kajian kepustakaan yang berawal dari penelusuran hadis pada kitab atau aplikasi, melakukan takhrij, dan kemudian melakukan pemahaman hadis khususnya pada kajian hadis hermenutika hadis dari Fazlur Rahman. Teknik analisa data dengan pendekatan analisis sanad dan matan hadis, pendekatan fiqh al-hadis atau pemahaman hadis (hermeneutika hadis).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa childfree dilihat dari segi tipologi hadis ditemukan adanya perdebatan dengan hadis perintah banyak keturunan yang kemudian diselesaikan dengan salah satu kajian pemahaman hadis yaitu hermeneutika hadis dari Fazlur Rahman. Metode dari Fazlur Rahman yaitu metode double movement yang artinya dua gerakan. Dua Gerakan ini terbagi dalam metode khusus ke umum dan umum ke khusus. Untuk metode yang pertama yaitu dikaji kajian sosio-historisnya dan untuk Gerakan yang kedua yaitu menerapkan gerakan pertama pada keadaan masa kini. Dari kajian hermeneutika tersebut maka dua hadis itu secara keseluruhan masih bisa digunakan hanya saja para pengguna hujjah tersebut bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dari hasil kajian ini maka diketahui status hukum childfree dihukumi boleh ketika hanya untuk tujuan menunda kehamilan dalam jangka waktu dekat, bukan untuk menunda secara total. Karena hukum dari childfree yang memaknai untuk menunda anak dalam waktu lama hukumnya haram kecuali dengan alasan yang diperkuat seperti halnya terkait dengan kondisi seorang perempuan. Selain itu menurut sebagian pendapat kaum laki-laki, childfree ini mempunyai dampak tersendiri bagi mereka seperti halnya hubungan rumah tangga tidak harmonis dan dinilai kurang segan oleh masyarakat
PERJODOHAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL ANWAR DAN AN NUR PURWOREJO PERSPEKTIF TEORI HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI DAN PASAL 6 AYAT 1 UU NO 1 TAHUN 1974
Octaviani, Meliana. 2025. Perjodohan Santri Pondok Pesantren Al Anwar dan An
Nur Purworejo Perspektif Teori Hegemoni Antonio Gramsci dan Pasal 6
Ayat 1 UU No 1 tahun 1974. Skripsi. Fakultas Syari’ah Program Studi
Hukum Keluarga Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.
Pembimbing: Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd.
Kata kunci: Perjodohan Santri, Hegemoni, Hukum Perkawinan
Perjodohan dalam narasi yang bekembang di masyarakat identik dengan
adanya paksaan. Akan tetapi dalam praktik yang terjadi di Pondok Pesantrem Al
Anwar dan An Nur Purworejo tidak sejalan dengan stereotype tersebut. Perjodohan
ini dilakukan dengan melibatkan peran aktif santri dan kedua orang tua dalam
menentukan keputusan final perjodohan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui bagaimana praktik perjodohan santri Al Anwar dan An Nur
Purworejo, serta bagaimana perjodohan di Pondok Pesantren Al Anwar dan An Nur
apabila dipandang dengan perspektif teori Hegemoni Antonio Gramsci dan pasal 6
ayat 1 UU No 1 Tahun 1974.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif atau lapangan dengan
pendekatan yuridis sosiologis. Subjek dan lokasi penelitian ini adalah pengasuh dan
tiga pasang santri alumni pondok pesantren Al Anwar dan An Nur. Teknik
pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, praktik perjodohan di
pondok pesantren Al Anwar dan An Nur terdapat tiga jenis, yaitu perjodohan atas
kehendak kyai, Perjodohan sebab orang / santri yang datang mencari jodoh dan
sudah memiliki ketertarikan subjektif, dan perjodohan sebab ada orang / santri yang
datang mencari jodoh dan belum memiliki ketertarikan subjektif. Kedua, dalam
praktik perjodohan yang terjadi di pondok pesantren Al Anwar dan An Nur
tercermin dua indikator utama hegemoni. Pertama, dalam praktik ini tercermin
hegemoni integral atau hegemoni total. Kedua, konsensus mengenai Keputusan
perjodohan merupakan konsensus jenis ketiga, yaitu konsensus yang terjadi karena
adanya kesadaran untuk memperikan persetujuan atas sesuatu. Ketiga, jika dilihat
dari perspektif pasal 6 ayat 1 ini, praktik perjodohan di Pondok Pesantren Al Anwar
dan An Nur tidak melanggar undang-undang. Hanya saja terdapat beragam bentuk
kesukarelaan santri. Beberapa dari mereka lansung memberikan persetujuan tanpa
melalui proses pertimbangan yang lama, sedangkan sebagian yang lain
membutuhkan proses pertimbangan yang cukup Panjang untuk sampai di titik
kerelaan tersebut
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, DISIPLIN BELAJAR DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
Tujuan Penelitian ini yaitu 1) menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia 2) menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia 3) menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia 4) untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua, disiplin belajar dan gaya belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa MI Ma’arif Kutowinangun.
Penelitian ini dilandasi oleh teori pemrosesan informasi menurut Gagnȇ, yang menyatakan bahwa proses belajar merupakan hasil interaksi antara kondisi internal dan eksternal individu. Kondisi internal seperti disiplin dan gaya belajar serta kondisi eksternal pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Teknik analisis data yang digunakan meliputi regresi berganda, uji t, dan uji F untuk menguji pengaruh parsial, dan uji F untuk menghitung secara simultan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua (X1) berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia, dengan nilai sig. 0,000 dan nilai thitung 11,495. Disiplin belajar (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai sig.0,725 dan thitung 0,355. Gaya belajar (X3) berpengaruh terhadap hasil belajar dengan nilai signifikansi 0,000 dan thitung 3,267. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh dengan nilai signifikansi 0,000 dan Fhitung 108,339 lebih besar dari Ftabel 2,95.
Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Disiplin Belajar, Gaya Belajar, Hasil Belaja
THE IMPLEMENTATION OF STORYTELLING TECHNIQUES TO IMPROVE PRONUNCIATION IN THE SEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING AT SMP NEGERI 1 BRINGIN (In The Academic Year 2024/2025)
This research aims to: (1) to describe how far the implementation of storytelling techniques improves students’ pronunciation skills in speaking; and (2) to find out the factors contributing to the improvement of students' pronunciation through storytelling techniques in seventh-grade students of SMP Negeri 1 Bringin.
The method used in this research is Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles; each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 32 students of class VII. Data collection was carried out through tests (pre-test and post-test), observation sheets, field notes, and documentation (lesson plans and students’ performance results).
The results showed an improvement in students' pronunciation skills in speaking. The average score increased from 60.93 in the pre-test to 66.59 in the post-test of Cycle 1, then to 70.56 in the post-test of Cycle 2, and finally reached 75.06 in the final test. The percentage of students who reached the Minimun Completion Criteria (KKM) also increased from 18,75% to 62,5%. The improvement was influenced by several factors such as the use of interesting and familiar story content, visual and physical involvement in storytelling performance, repeated practice, clear modeling by the teacher, peer collaboration, and increased student confidence. This research had a positive impact on the speaking learning process, especially in enhancing pronunciation, encouraging active participation, and reducing students’ speaking anxiety in English class.
Keywords: Storytelling Technique, Speaking Skill, Pronunciation, Classroom Action Research, Junior High Schoo
Analisis Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 Tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut Perspektif Good Governance dan Fiqih Al-Bi'ah
Sedimentasi laut merupakan proses alamiah yang berperan penting dalam pembentukan ekosistem di laut, namun jika sedimentasi terlalu banyak dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat pesisir. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut merupakan langkah baik pemerintah Indonesia dalam mengatur tata kelola sedimetasi laut secara terstruktur yang memuat perencanaan, pengendalian, pemanfaatan dan pengawasan.Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang menggunakan paradigma penyelesaian masalah pada penelitian ini. Data yang dikumpulkan melaui metode pustaka terhadap peraturan perundangundangan yang relevan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut ditinjau dari prinsip-prinsip good governance dan nilai-nilai keislaman dalam fiqih al-bi’ah.Penelitian ini menunjukkan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 Tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut belum sepenuhnyamengakomodir prinsip-prinsip good governancei dan nilai-nilai fiqih al-bi’ah. Penulis menemukan kelemahan dalam aspek transparansi informasi publik, partisipasi masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup yang berdampak langsung pada nelayan dan masyarakat pesisir. Selain itu, peraturan ini menimbulkan persoalan etis karena telah membuka ruang eksploitasi sumber daya alam laut yang dapat merusak keseimbagan ekosistem
Hadis Tentang Malu dan Diam dalam Kitab Shahih Bukhari (Studi Ma'anil Hadis Muhammad al-Ghazali)
ABSTRAK
Penelitian ini membahas nilai-nilai akhlak dalam dua hadis tentang malu dan
diam yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari melalui pendekatan Ma‘ânil
Hadis perspektif Muhammad al-Ghazali. Kajian dimulai dari tema besar
akhlak, kemudian dipersempit pada dua aspek pengendalian diri, yaitu
kontrol perilaku melalui sikap malu serta kontrol ucapan melalui diam. Hadishadis tersebut dipilih karena memiliki derajat kesahihan tertinggi, keterkaitan
makna yang erat, serta relevansi kuat dengan problematika moral masyarakat
kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan teknik takhrij
untuk menelusuri sumber hadis, kritik sanad untuk melihat validitas
periwayatannya, serta analisis matan berdasarkan pendekatan Ma‘ânil Hadis
Muhammad al-Ghazali. Selanjutnya, pemaknaan hadis dihubungkan dengan
konteks sosial modern, terutama terkait degradasi rasa malu dan maraknya
penyalahgunaan lisan di ruang publik dan media digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa malu merupakan manifestasi iman yang
berfungsi sebagai pengendali internal dalam mencegah perbuatan tercela,
sedangkan diam merupakan kontrol eksternal untuk menjaga lisannya dari
ucapan yang dapat menimbulkan kerusakan sosial. Keduanya menjadi pilar
akhlak pengendalian diri yang saling melengkapi. Relevansi nilai-nilai ini
sangat penting dalam menghadapi tantangan komunikasi modern yang
cenderung bebas tanpa etika.
Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman hadis secara kontekstual dapat
memperkuat praktik akhlak Islam dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Kata Kunci: Hadis, Malu, Diam, Maʽânil Hadis, Muhammad al-Ghazal
IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN WONOSOBO PERSPEKTIF PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 12 TAHUN 2021
ABSTRAK
Sofiyah Safangati, 2025. Implementasi Pembangunan Infrastruktur Jalan di
Kabupaten Wonosobo Perspektif Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 12 Tahun 2021. Skripsi, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: M. Yusuf Khummaini, S.HI, MH.
Kata Kunci: Implementasi, Pembangunan Infrastruktur Jalan, Peraturan Bupati
Nomor 12 Tahun 2021.
Pembangunan infrastruktur jalan memegang peranan penting dalam mendukung pemerataan pembangunan, kelancaran aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik. Di Kabupaten Wonosobo, meski telah dilakukan percepatan perbaikan jalan melalui Kick Off 2024, kualitas dan pemerataan jalan masih belum optimal. Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 12 Tahun 2021 mengatur prioritas pembangunan jalan, meliputi penghubung antar kecamatan, desa prioritas, jalur produksi, destinasi strategis, daerah terpencil, dan jalur evakuasi bencana. Kerusakan jalan berdampak pada keselamatan, kenyamanan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Wonosobo berdasarkan Perbup tersebut untuk mendukung pemerataan dan perbaikan jalan yang lebih efektif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Data diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo tahun 2021-2024, termasuk data anggaran dan capaian kinerja pembangunan jalan, serta wawancara dengan Kepala Bidang Bina Marga DPUPR. Analisis dilakukan dengan membandingkan ketentuan dalam Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2021 dengan pelaksanaan nyata di lapangan, terutama pada perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan kendala yang ditemui.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap implementasi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Wonosobo sesuai Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2021. Hasil menunjukkan bahwa kualitas jalan kabupaten mengalami peningkatan dari 2021 ke 2024. Jalan dalam kondisi baik meningkat dari 105,08 km (10,5%) menjadi 318,22 km (33,2%), jalan beraspal bertambah dari 666,63 km menjadi 779,55 km, dan jalan beton naik dari 95,37 km menjadi 122,02 km. Jalan rusak menurun dari 161,53 km (16,2%) menjadi 98,82 km (10,3%), meski jalan rusak berat masih cukup tinggi, sekitar 227,72 km (23,8%), dipengaruhi oleh anggaran, kondisi geografis, cuaca, dan kendala teknis. Tingkat kemantapan jalan berubah-ubah, dari 60,6% pada 2021 menjadi 69% pada 2024, mencerminkan progres yang belum sepenuhnya mencapai target. Secara keseluruhan, pembangunan jalan di Kabupaten Wonosobo berhasil meningkatkan kualitas infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, meski beberapa ruas jalan masih perlu perbaikan