Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN ALAT PRESS KALENG 330 ML MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING DAN VEREIN DEUTSCHER INGENIEURE 2222
Peningkatan volume limbah kaleng aluminium minuman ukuran 330 ml menjadi permasalahan serius, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih melakukan proses pemadatan secara manual. Proses manual tersebut dinilai tidak efisien, memerlukan tenaga besar, waktu lama, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan ketidakkonsistenan hasil pengepresan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat press kaleng aluminium 330 ml yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan operasional UMKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reverse engineering untuk menganalisis alat press eksisting melalui tahapan disassembly, assembly, dan benchmarking, serta metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2222 sebagai pendekatan perancangan sistematis mulai dari penyusunan daftar tuntutan, struktur fungsi, variasi konsep, hingga pemilihan konsep terbaik. Proses perancangan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak AutoCAD dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta perakitan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat press kaleng hasil rancangan memiliki peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan proses manual dan alat eksisting, terutama dari segi kapasitas pengepresan, efisiensi waktu kerja, konsistensi hasil press, serta keselamatan operator. Alat ini mampu mempercepat proses pemadatan kaleng aluminium sehingga lebih mendukung kegiatan daur ulang dan meningkatkan produktivitas UMKM. Dengan demikian, alat press kaleng yang dirancang dinilai layak diterapkan sebagai solusi teknis dalam pengolahan limbah kaleng aluminium skala kecil dan menengah. Kata Kunci: alat press kaleng, reverse engineering, VDI 2222, perancangan produk, UMKM
ANALISA GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA ROTI GENDANG SHAVIRA PEKANBARU PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK Rahma (2025): Analisa Good Corporate Governance Pada Roti Gendang Shavira Pekanbaru Perspektif Ekonomi Syariah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam meningkatkan kepercayaan publik dan kinerja usaha, termasuk pada sektor usaha mikro dan menengah (UMKM). Dalam praktiknya, banyak pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memahami dan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara optimal, padahal penerapan tata kelola yang baik dapat mendukung keberlanjutan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta membangun citra positif di mata konsumen. Roti Gendang Shavira sebagai salah satu pelaku UMKM di Pekanbaru menjadi contoh menarik karena telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip GCG sekaligus menyesuaikannya dengan nilai-nilai ekonomi syariah yang menjadi pedoman moral dalam menjalankan bisnis. Rumusan masalah yaitu bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance di Roti Gendang Shavira Pekanbaru, Apa saja kendala yang mempengaruhi penerapan Good Corporate Governance di Roti Gendang Shavira Pekanbaru, Serta Bagaimana Penerapan Good Corporate Governance berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah di Roti Gendang Shavira Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Roti Gendang Shavira serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini berjumlah 5 orang dimana informan pertama manajer, staf keuangan dan Informan pendukung 3 orang karyawan Roti Gendang Shavira. Penyajian data dalam bentuk teks naratif, tabel dan gambar untuk menyajikan informasi yang komplek dan mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roti Gendang Shavira telah terlaksana sesuai dengan prinsip GCG, yang tercermin dari transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan. Namun, penerapan tersebut belum optimal karena belum adanya program pelatihan rutin bagi karyawan terkait pemahaman GCG. Kendala yang di hadapi dalam penerapan GCG meliputi pengendalian internal, budaya organisasi dan penegakan aturan. Dari perspektif ekonomi syariah, aktivitas usaha Roti Gendang Shavira telah sesuai dengan nilai-nilai Islam karena tidak mengandung unsur riba, gharar, maupun praktik yang dilarang syariat. Penerapan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada keberkahan dan kepercayaan konsumen. Kata kunci: Good Corporate Governance, Roti Gendang Shavira, Ekonomi Syaria
APLIKASI KOMBINASI POC KULIT NANAS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme)
Tomat cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang ditandai dengan ukuran buah kecil. Pengelolaan pemupukan yang tepat sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan serta hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi POC kulit nanas dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Agrostologi UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) pada bulan April-Agustus 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu N0 = Tanpa POC dan NPK, N1 = 100% POC (200 ml/l), N2 = 75% POC (150 ml/l) + 25% NPK (1,875 g), N3 = 50% POC (100 ml/l) + 50% NPK (3,75 g), N4 = 25% POC (50 ml/l) + 75% NPK (5,625 g), N5 = 100% NPK (7,5 g). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, umur muncul bunga, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, panjang buah, diameter buah, panjang akar terpanjang, volume akar, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC dan NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, umur muncul bunga, jumlah buah, berat buah, panjang buah, diameter buah, serta berat basah dan berat kering. POC kulit nanas dapat mensubstitusi sebagian pupuk NPK, dan kombinasi 50% POC + 50% NPK merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry. Kata kunci: efisiensi, hortikultura, substitus
UJI SENSORI PENERIMAAN NUGGET AYAM DENGAN PERSENTASE PENAMBAHAN WORTEL DAN TEPUNG DAUN KELOR YANG BERBEDA
Nugget adalah salah satu produk olahan daging yang populer sebagai alternatif lauk pauk karena kepraktisannya dalam penyajian, ukurannya yang praktis dan cita rasa yang disukai diberbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Nugget umumnya terbuat dari daging ayam yang digiling, dicampur dengan tepung pengikat, bumbu, kemudian dikukus, dipotong, dilumuri tepung panir dan digoreng hingga berwarna keemasan tetapi dapat juga dibuat dari daging sapi, ikan atau bahan lainnya. Penambahan wortel dan tepung daun kelor dapat dilakukan untuk meningkatkan karakteristik sensori nugget. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh persentase penambahan wortel dan tepung daun kelor yang berbeda terhadap karakteristik uji hedonik dan mutu hedonik nugget ayam dan menentukan komposisi persentase penambahan wortel dan tepung daun kelor terbaik yang menghasilkan nugget ayam dengan tingkat penerimaan konsumen tertinggi berdasarkan uji sensori. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P1 100% wortel : daun kelor 0%, P2 75% wortel : daun kelor 25%, P3 50% wortel : daun kelor 50%, P4 25% wortel : daun kelor 75%, P5 0% wortel : daun kelor 100%. Parameter yang diamati yaitu uji sensori terdiri atas uji hedonik dan mutu hedonik. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan nugget dengan persentase penambahan wortel dan tepung daun kelor yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap seluruh parameter uji hedonik (warna, rasa, aroma, tekstur) dan mutu hedonik (warna, aroma wortel dan tepung daun kelor, aroma langu, rasa asin, rasa langu, tekstur dan aftertaste). Hasil uji sensori menunjukkan bahwa perlakuan yang paling disukai adalah P1 (wortel 100% dan tepung daun kelor 0%), sedangkan perlakuan yang paling tidak disukai adalah P5 (wortel 0% dan tepung daun kelor 100% karena menghasilkan warna sangat hijau, rasa dan aroma langu yang kuat. Kata kunci: nugget, wortel, tepung daun kelor, uji sensori
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN GIZI IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Masa balita merupakan periode kritis dalam menentukan tumbuh kembang anak secara optimal. Penelitian ini bertujan untuk menganalisis adanya hubungan Tingkat Pendidikan dan pengetahuan gizi ibu terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Cerenti. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 119 sampel yang dipilih melalui purposive sampling. Mayoritas balita di wilayah kerja Puskesmas Cerenti memiliki status gizi baik sebanyak 95 anak (79,8%). Balita dengan status gizi lebih sebanyak 2 anak (1,7%), balita berisiko gizi lebih sebanyak 9 anak (7,6%), dan balita dengan status gizi kurang (wasting) sebanyak 13 anak (10,9%). Berdasarkan hasil uji Spearman’s Rho didapatkan nilai p-value = 0,076 (>0,05) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Cerenti serta nilai korelasi (rs) = 0,163 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Cerenti dengan nilai p-value sebesar 0,067 (>0,05), dan nilai korelasi (rs) = 0,168. Kata Kunci: balita, pengetahuan gizi ibu, status gizi, tingkat pendidikan ibu
PENGEMBANGAN MODUL IKATAN KIMIA TERINTEGRASI DENGAN NILAI-NILAI ISLAM DI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUSKA RIAU
Mahasiswa perlu dibekali dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sebagai bagian integral dari proses pendidikan, terutama di lingkungan perguruan tinggi Islam. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar pada materi ikatan kimia yang mendukung integrasi nilai-nilai Islam masih belum tersedia secara memadai. Padahal, pendidikan di lingkungan perguruan tinggi Islam semestinya tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter keislaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran Ikatan Kovalen Terintegrasi Nilai-Nilai Islam serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul tersebut dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pendekatan quasi experiment. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli integrasi nilai Islam, ahli media, dua dosen kimia sebagai pengguna ahli, dan enam mahasiswa semester IV kelas A sebagai pengguna akhir. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi, angket kepraktisan, angket respon mahasiswa, serta tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Uji T Paired. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memperoleh kategori "Sangat Valid" dari para ahli, "Sangat Praktis" dari dosen (92,5%) dan mahasiswa (94,7%), serta respon mahasiswa yang sangat positif. Uji efektivitas melalui uji-t menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol (p = 0,002). Dengan demikian, modul Ikatan Kovalen Terintegrasi Nilai-Nilai Islam dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar yang mampu mengintegrasikan konsep sains dan nilai-nilai Islam secara harmonis. Kata kunci: Pengembangan Modul, Ikatan Kimia, Nilai-Nilai Islam, ADDIE, Efektivitas Pembelajaran
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA DI MAN X PEKANBARU
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA DI MAN X PEKANBARU Cinta Dwi Oly Khaisafa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: [email protected] ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial, sehingga remaja rentan mengalami berbagai masalah psikologis yang dapat menurunkan psychological well-being pada remaja. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung psychological well-being remaja adalah keberfungsian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keberfungsian keluarga dengan psychological well-being pada remaja di MAN X Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Subjek penelitian berjumlah 236 siswa MAN X Pekanbaru yang terdiri dari kelas X dan XI. Metode pengumpulan data menggunakan skala Ryff’s Psychological Well-Being Scale versi 18 aitem dan McMaster of Family Functioning versi 12 aitem. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dengan psychological well-being pada remaja di MAN X Pekanbaru dengan nilai sig. sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,664. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat keberfungsian keluarga, maka semakin tinggi juga psychological well-being remaja. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung psychological well-being remaja. Oleh karena itu, penguatan fungsi keluarga dapat menjadi strategi preventif dalam mendukung kesehatan mental remaja. Kata kunci: psychological well-being, keberfungsian keluarga, remaj
PERAN SELF-EFFICACY TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA PANTI ASUHAN
PERAN SELF-EFFICACY TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA PANTI ASUHAN Halimah Alfajriah Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: [email protected] ABSTRAK Kemampuan mengelola emosi secara baik serta melakukan evaluasi kepuasan hidup yang positif berperan dalam membantu remaja panti asuhan dalam menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Namun pada kenyataannya sebagian remaja panti asuhan masih ditemukan ketidakpuasan hidup dan dominasi emosi negatif. Kondisi ini mencerminkan bahwa subjective well-being yang dimiliki remaja panti asuhan belum sepenuhnya optimal. Salah satu prediktor dari subejctive well-being adalah self-efficacy. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran self-efficacy terhadap subjective well-being pada remaja panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 218 remaja yang tinggal di panti asuhan di Kota Pekanbaru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan meliputi skala Satisfaction with Life Scale (SWLS), Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS) dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Hasil dari analisis regresi linear sederhana menunjukkan signifikansi sebesar 0,000, yang artinya self-efficacy berperan dalam memprediksi subjective well-being pada remaja panti asuhan dengan kontribusi sebesar 11,1%. Implikasi penelitian ini menunjukkan saat remaja memiliki keyakinan dalam dirinya atas kemampuan dan kekuatan dalam menyelesaikan tugas atau masalah dengan baik, hal itu dapat membuat remaja menjadi lebih sering merasakan afek positif dan merasakan kepuasan dalam hidupnya. Kata Kunci: Subjective well-being, self-efficacy, remaja panti asuhan
IMPLEMENTASI THE CIRCULAR MODEL OF SoMe MELALUI INSTAGRAM @humaspolda_riau
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi The Circular Model of SoMe melalui akun Instagram @humaspolda_riau untuk meningkatkan citra positif kepolisian di era digital. Latar belakangnya mencakup fenomena skeptisisme masyarakat terhadap kepolisian akibat kasus negatif, yang diperburuk oleh penyebaran informasi di media sosial, sehingga memerlukan strategi komunikasi dua arah. Landasan teori menggunakan The Circular Model of SoMe oleh Luttrell (2014), yang meliputi tahapan Share (berbagi informasi), Optimize (pengoptimalan konten), Manage (pengelolaan interaksi), dan Engage (keterlibatan audiens), sebagai kerangka untuk membangun kepercayaan dan transparansi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Polda Riau selama tiga bulan (September- Desember 2025). Teknik penggalian data meliputi wawancara mendalam dengan lima informan (tiga dari Humas Polda Riau dan dua pengikut), observasi partisipan terhadap konten Instagram, serta analisis dokumentasi. Temuan menunjukkan implementasi tahapan Share melalui konten relevan dan konsisten, Optimize via pemantauan engagement dan war room, Manage dengan media monitoring dan respons cepat, serta Engage melalui konten pilar dan call to action, meskipun terbatas oleh sumber daya manusia. Hasilnya, terjadi peningkatan engagement sebesar 40% dan kepercayaan publik hingga 25%, mengurangi skeptisisme. Kesimpulan menyatakan model ini efektif untuk transformasi komunikasi kepolisian menjadi lebih responsif dan akuntabel di ruang digital
EVALUASI TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI RIAU MENGGUNAKAN INDEKS KAMI
Pemanfaatan teknologi informasi pada instansi pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. Namun disisi lain juga menimbulkan risiko terhadap keamanan informasi. Hal ini terjadi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang mengalami insiden peretasan pada sistem perpustakaan Soeman H.S pada Juli-Agustus 2024, menandakan bahwa tata kelola keamanan informasi belum optimal. Selain itu, instansi belum melakukan evaluasi keamanan informasi sesuai permenkominfo Nomor 4 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan evaluasi keamanan informasi menggunakan Indeks KAMI versi 5.0. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar menyusun rekomendasi perbaikan tata kelola keamanan Informasi agar sejalan dengan standar ISO/IEC 27001:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem elektronik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau termasuk dalam kategori tinggi, dengan tingkat kelengkapan 253 dan tingkat kematangan berada pada level I+ pada area tata kelola, kerangka kerja, pengelolaan aset, teknologi informasi, dan perlindungan data pribadi (PDP), serta level I pada area pengelolaan risiko. Berdasarkan hasil tersebut, instansi dikategorikan belum layak terhadap penerapan standar ISO/IEC 27001. Evaluasi menghasilkan 9 rekomendasi pada area tata kelola, 13 pada pengelolaan risiko, 12 pada kerangka kerja, 16 pada pengelolaan aset, 9 pada teknologi dan keamanan, serta 9 pada area suplemen untuk meningkatkan penerapan keamanan informasi