Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU BIMBINGAN KONSELING MENGHADAPI FEELING OF INFERIORITY PADA ANAK TUNA DAKSA DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 23 PEKANBARU)
Penelitian ini membahas strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menghadapi feeling of inferiority (FOI) pada siswa penyandang tuna daksa di SMP Negeri 23 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentukbentuk FOI yang dialami siswa tuna daksa, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta mengidentifikasi strategi guru BK dalam membantu siswa mengatasi perasaan rendah diri tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, yang berfokus pada analisis mendalam terhadap fenomena psikologis pada konteks nyata. Informan penelitian terdiri dari dua siswa penyandang tuna daksa, satu guru BK, serta empat teman sebaya sebagai sumber data pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi tidak langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi Teknik dan sumber untuk memastikan keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOI pada siswa tuna daksa muncul dalam lima aspek, yaitu: social confidence, school abilities, selfregard, physical appearance, dan physical abilities. Faktor penyebab FOI meliputi keterbatasan fisik, pengalaman ejekan dari teman sebaya, rasa takut gagal dalam akademik, dan kurangnya dukungan emosional di lingkungan sekolah. Strategi yang diterapkan guru BK meliputi layanan klasikal dengan pendekatan inklusif, pemberian perhatian individual tanpa diskriminasi, penciptaan lingkungan belajar suportif, serta pemberian motivasi dan penguatan positif kepada siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru BK yang berfokus pada menumbuhkan suasana dan kondisi inklusi di kelas secara klasikal serta membangun penerimaan diri siswa sangat berperan penting dalam membantu siswa tuna daksa mengatasi perasaan rendah diri dan menumbuhkan kepercayaan diri di lingkungan sekolah
PRAKTIK HAK ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman)
ABSTRAK Nada Putra Sembilan (2025): PRAKTIK HAK ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman) Penelitian ini berangkat dari adanya praktik pengasuhan anak (Hadhanah) di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, yang menunjukkan kecenderungan penyerahan wewenang pengasuhan anak kepada keluarga besar akibat orang tua merantau atau memilih mengabaikan tanggung jawab pengasuhan. Kondisi tersebut memunculkan perubahan peran sebagai pengasuh utama serta menimbulkan permasalahan terkait terpenuhinya hak, kebutuhan, dan perlindungan anak sesuai ketentuan Hukum Islam. Tujuan untuk mendeskripsikan praktik hak asuh anak yang berlangsung di Kampung Petok serta menganalisisnya melalui perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap keluarga anak, masyarakat setempat, serta tokoh yang mengetahui kondisi sosial pengasuhan. Selanjutnya data dianalisis untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pola pelaksanaan Hadhanah dan keterkaitannya dengan ketentuan Maqashid Syariah. Hasil dari penelitian, diperoleh temuan bahwa pengasuhan anak di Kampung Petok umumnya dialihkan kepada Ibu maupun keluarga besar karena orang tua bekerja di luar daerah atau tidak menjalankan kewajiban sebagai pengasuh utama. Pengasuhan tersebut berlangsung secara temurun atas dasar rasa tanggung jawab keluarga untuk menjamin keberlangsungan hidup anak. Namun dalam Praktiknya, pemenuhan kebutuhan emosional, pendidikan, dan ekonomi anak belum berjalan optimal sehingga hak anak tidak terpenuhi secara maksimal. Ditinjau dalam perspektif Maqashid Syariah, kewajiban Hadhanah seharusnya melekat pada orang tua khususnya ibu sebagaimana diatur dalam syariat dan Kompilasi Hukum Islam. Akan tetapi, pada kasus Kampung Petok, pelimpahan pengasuhan kepada keluarga besar dapat dibenarkan sebagai keadaan darurat guna menjaga kemaslahatan anak. Berdasarkan konsep Maqasid Syariah, praktik pengasuhan tersebut telah mengupayakan perlindungan terhadap jiwa (Hifzh Al-nafs) dan keturunan (Hifzh Al-nasl), namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan akal (Hifzh Al-aql) dan pemenuhan kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan Hadhanah di Kampung Petok meskipun membawa kemaslahatan, belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan Maqashid Syariah sehingga dibutuhkan keterlibatan aktif orang tua baik secara finansial maupun emosional untuk mewujudkan pengasuhan yang ideal. Kata Kunci: Hadhanah, Hukum Islam, Maqasid Syariah
PELAKSANAAN FUNGSI DPRD PROVINSI RIAU TERHADAP PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Pengarusutamaan Gender sebagai instrumen kebijakan yang mendorong keadilan, kesetaraan, dan perlindungan hak setiap warga tanpa bias gender. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Riau dalam pembentukan Peraturan Daerah tentang Pengarusutamaan Gender serta meninjau pelaksanaannya dalam perspektif fiqh siyasah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Riau terhadap pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014?, 2. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Riau Terhadap Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014?, serta bagaimana Perspektif Fiqih Siyasah tentang Pelaksanaan Fungsi DPRD Provinsi Riau Terhadap Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris yang didukung oleh pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara dengan Koordinator Lapangan Bapemperda DPRD Provinsi Riau, Tenaga Ahli Komisi V DPRD Provinsi Riau, dan Staff Anggota DPRD Komisi V. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur hukum, peraturan perundang-undangan, serta dokumen resmi pemerintah terkait Pengarusutamaan Gender. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan fiqh siyasah sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Riau dalam pembentukan Perda Pengarusutamaan Gender masih belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya pemahaman mengenai konsep gender, minimnya data terpilah gender yang diperlukan untuk penyusunan kebijakan, serta lemahnya koordinasi lintas lembaga dalam proses penyusunan dan pengawasan kebijakan Pengarusutamaan Gender. Ditinjau dari perspektif fiqh siyasah, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan publik merupakan kewajiban pemerintah untuk menjaga kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas DPRD, perbaikan mekanisme pengawasan, serta peningkatan keterlibatan masyarakat agar implementasi Pengarusutamaan Gender dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Kata kunci: Pelaksanaan, Fungsi, DPRD, Pengarusutamaan Gender, Fiqh Siyasa
HUBUNGAN ANTARA SELF-ADJUSTMENT DENGAN MENTAL HEALTH PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
Hubungan Antara Self-Adjustment Dengan Mental Health Pada Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau RAHMA DHANISSA [email protected] Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ABSTRAK Mental health merupakan kondisi ketika individu terhindar dari gejala tekanan psikologis dan memenuhi karakteristik kesejahteraan psikologis. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan kondisi mental health adalah self-adjustment, yaitu proses adaptasi individu terhadap tuntutan akademik dan nonakademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-adjustment dan mental health pada mahasiswa UIN Suska Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 377 mahasiswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala mental health dan skala self-Adjustment. Pengujian hipotesis dengan korelasi Pearson Product Moment menghasilkan koefisien korelasi r= 0,555 (p< 0,01), yang mengindikasikan hubungan signifikan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin baik self-adjustment mahasiswa, maka semakin baik pula mental health mereka. Secara implementatif, temuan ini merekomendasikan mengembangkan keterampilan self-adjustment, untuk meningkatkan self-adjustment dan mental health mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Kata Kunci: Mental health, self-adjustment, mahasisw
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRING MINDS WANT TO KNOW TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA IT AL FITYAH PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran inquiring minds want to know terhadap kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA IT Al Fityah Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasy Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA IT Al Fityah Pekanbaru yang berjumlah 49 siswa. Sampel terdiri dari 26 siswa kelas eksperimen dan 23 siswa kelals kontrol. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan test „‟t‟‟ (Independent Sample t-Test). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran inquiring minds want to know terhadap kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA IT Al Fityah Pekanbaru, diperoleh t hitung > t tabel ( 3,217 > 2,000 ) dan nilai Sig. 2 – tailed 0,002 < 0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci : Model Pembelajaran Inquiring Minds Want To Know, Kreativitas Belajar Sisw
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN METODE REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dengan Metode Reward dan Punishment Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Materi Struktur Atom Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran kimia, khususnya pada materi Struktur Atom yang bersifat abstrak dan menuntut pemahaman konsep mendalam. Rendahnya motivasi belajar siswa menyebabkan kurangnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan memberikan penguatan perilaku belajar. Salah satu alternatif yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) yang dipadukan dengan metode Reward dan Punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran GI dengan metode Reward dan Punishment terhadap motivasi belajar siswa pada materi Struktur Atom di SMA Negeri 11 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain Non-Equivalent Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Pekanbaru, dengan sampel dua kelas yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling, yaitu kelas X6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X9 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 37 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan homogenitas, serta uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari 50,14 menjadi 57,19, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52,32 menjadi 55,08. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,007 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif GI dengan metode Reward dan Punishment berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada materi Struktur Atom sebesar 14,07%. Kata Kunci: Group Investigation, Reward dan Punishment, Motivasi Belajar, Struktur Ato
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DAN EMOTIONAL EATING TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH RAMBAH DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU
Kecukupan gizi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan fisik dan psikologis, termasuk stres akademik dan perilaku emotional eating. Di Indonesia, masalah gizi pada remaja masih menjadi perhatian, dengan prevalensi kurus, overweight, dan obesitas yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stres akademik, emotional eating dan status gizi serta hubungan stres akademik dan emotional eating dengan status gizi pada remaja di SMA Muhamamdiyah Rambah dan SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross sectional dan melibatkan 126 siswa berusia 16–18 tahun sebagai responden. Data stres akademik dikumpulkan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescent (ESSA), sedangkan data emotional eating diperoleh dengan kuesioner Eating and Appraisal Due to Emotions and Stress (EADES). Status gizi diukur berdasarkan nilai Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Hasil uji Independent T-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada stres akademik siswa SMA Muhamamdiyah Rambah dan SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru (p = 0,077), tidak terdapat perbedaan signifikan pada emotional eating siswa SMA Muhammadiyah Rambah dan SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru (p = 0,040) dan tidak terdapat perbedaan pada status gizi siswa SMA Muhammadiyah Rambah dan SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru (p = 0,062). Uji Pearson Correlation menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik terhadap status gizi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara emotional eating terhadap status gizi di kedua sekolah. Kesimpulan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara stres akademik dan emotional eating terhadap status gizi siswa SMA Muhammadiyah Rambah dan SMA Muhamamdiyah 1 Pekanbaru. Kata kunci: emotional eating, remaja, status gizi, stres akademi
ANALISIS KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PICTURE AND PICTURE MATERI KIMIA HIJAU
Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya keterampilan komunikasi siswa, baik secara lisan maupun tulisan, yang terlihat dari kurangnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat serta minimnya kesempatan yang diberikan dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan komunikasi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture pada materi Kimia Hijau di kelas X MA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yang bertujuan menggambarkan kemampuan komunikasi siswa berdasarkan data observasi dan tes tertulis. Subjek penelitian adalah siswa kelas X3 MAS Al-Falah Simpang Kanan tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keterampilan komunikasi lisan dan tes esai untuk menilai keterampilan komunikasi tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi siswa berada pada kategori baik. Persentase capaian setiap indikator komunikasi lisan berturut-turut adalah 63,78%, 63%, 57,37%, 71,44%, dan 52,88%. Sementara itu, hasil tes esai yang menggambarkan keterampilan komunikasi tulisan memperoleh nilai rata-rata sebesar 62,45% (kategori baik). Kata kunci: Keterampilan Komunikasi, Picture And Picture, Pembelajaran Kooperatif, Kimia Hija
ENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS DAN COLLABORATION SKILLS PADA MATA PELAJARAN IPAS-IPS SISWA KELAS V SD AL-ULUM ISLAMIC SCHOOL PEKANBARU
Aulia Syahrina (2026): Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skills dan Collaboration Skills pada mata pelajaran IPAS-IPS siswa kelas V SD Al-Ulum Islamic School Pekanbaru. Penelitian ini mengemukakan tentang pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan Higher Order Thinking Skills dan keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas V di SD Al-Ulum Islamic School Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan kolaborasi siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design), yaitu desain nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih dari populasi siswa kelas V, yaitu siswa kelas V/a sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model Problem Based Learning dan siswa kelas V/b sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori di SD Al-Ulum Islamic School Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi serta lembar observasi untuk menilai keterampilan kolaborasi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik inferensial untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan kolaborasi siswa. Rata-rata nilai posttest kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas eksperimen mencapai 74,41, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 59,83. Demikian pula, rata-rata keterampilan kolaborasi siswa kelas eksperimen sebesar 70,64, lebih unggul secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 59,74. Temuan ini membuktikan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran ekspositori dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kerja sama siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan kolaborasi secara simultan dalam konteks mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial pada jenjang sekolah dasar berbasis Islam, sehingga memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan model pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual dan kolaboratif. Kata kunci: Pr
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI IKATAN KIMIA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi ikatan kimia yang bersifat abstrak serta minimnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi Active Knowledge Sharing terhadap hasil belajar siswa pada materi ikatan kimia kelas XI di SMA Negeri 12 Pekanbaru semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Secara teoritis, strategi ini berlandaskan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa sebagai pusat aktivitas belajar. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest) dan dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-t, serta koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (81,39) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (75,65), dengan nilai thitung = 2,912 > ttabel = 1,987 dan signifikansi 0,005 < 0,05, serta kontribusi pengaruh sebesar 8,8%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi ikatan kimia. Kata kunci: Active Knowledge Sharing, Hasil Belajar, Ikatan Kimi