Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
PENGARUH CHATGPT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UIN SUKA RIAU
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Ekonomi UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 154 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket penggunaan ChatGPT dan tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara penggunaan ChatGPT dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar r = –0,226. Hubungan negatif tersebut diperkuat oleh hasil uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti penggunaan ChatGPT berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Namun, nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,051 menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT memberikan variasi sebesar 5,1% dalam menjelaskan variasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sedangkan 94,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Arah pengaruh yang negatif mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan ChatGPT, maka kemampuan berpikir kritis mahasiswa cenderung menurun. Dengan demikian penggunaan ChatGPT yang tidak terkontrol dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun argumen secara mandiri pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau
KONTEKSTUALISASI PENAFSIRAN KATA INSYA ALLAH DAN BIIDZNILLAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF MUFASSIR
Penelitian ini membahas kontekstualisasi kata Insya Allah dan Biidznillah dalam al-Qur’an dengan menitikberatkan pada pemahaman mufassir serta relevansinya dalam kehidupan Muslim kontemporer. Secara normatif, karena kedua kata ini sering dipahami secara serupa sebagai bentuk ketergantungan kepada kehendak Allah Swt. Fokus penelitian ini kepada penafsiran surah al-Khafi ayat 23-24 dan surah al-Baqarah ayat 97 didalamnya terdapat perbedaaan makna Insya Allah dan Biidznillah. Namun, dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganali sisi perbedaan makna, fungsi teologis, serta pesan moral yang terkandung dalam kedua frasa tersebut berdasarkan perspektif mufassir klasik dan kontemporer, sekaligus mengontekstualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan library research dengan metode muqarran yaitu membandingkan ayat. Sumber data primer meliputi alQur’an dan kitab-kitab tafsir, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insya Allah menekankan etika perencanaan manusia yang disertai kesadaran akan kehendak Allah, sedangkan Biidznillah menegaskan atas izin Ilahi sebagai faktor penentu terjadinya suatu peristiwa. Kontekstualisasi yang tepat atas kedua frasa ini mendorong keseimbangan antara ikhtiar manusia dan tawakal kepada Allah. Kata kunci: Insya Allah, Biidznillah, kontekstualisasi, Tafsir Al-Qur’a
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN BERBASIS FILANTROPI ISLAM OLEH DOMPET DHUAFA RIAU DI KOTA PEKANBARU
Isu sosial seperti kemiskinan memicu bangkitnya aktivitas filantropi Islam melalui peran lembaga filantropi di Indonesia. Berbagai program pemberdayan diluncurkan dengan model tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang diberdayakan. Penelitian ini berupaya melihat bagaimana lembaga filantropi terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat melalui skema filantropi Islam. Secara spesifik, penelitian ini menyoroti bagaimana model pemberdayaan masyarakat miskin berbasis filantropi Islam di Kota Pekanbaru yang diinisiasi Dopmpet Dhuafa Riau sebagai lembaga filantropi Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang terdiri dari pimpinan Dompet Dhuafa Riau, Pengurus dan Pelaksana Program Pemberdayaan. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori model pemberdayaan masyarakat yang meliputi model enabling, empowering dan protecting. Data dan analisis data dituangkan dalam beberapa bab dan sub dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa model pemberdayaan masyarakat miskin yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Riau di Kota Pekanbaru meliputi tiga pola atau model utama, yaitu pola pendampingan (enabling), pola pembinaan atau pemberdayaan (empowering), dan pola pemberdayan jangka panjang (protecting). Ketiga model pemberdayaan tersebut dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa Riau sebagai inisiator program dengan memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan sumbangan sosial lainnya dalam pelaksanan program. Program pemberdayaan masyarakat miskin di Kota Pekanbaru diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Riau meliputi empat bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah, sosial kemanusian. Program pemberdayaan yang dilakukan bertujuan untuk terwujudnya keberdayaan masyarakat miskin dalam bidang yang diberdayakan. Prioritas utamanya adalah terwujudnya masyarakat miskin Kota Pekanbaru khususnya di wilayah pinggiran, seperti kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya yang berdaya ekonomi dan mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. Kata Kunci: Model Pemberdayaan, Miskin, Filantropi, Dompet Dhuafa Ria
PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK KORBAN KEKERASAN FISIK DI UPTD PPA KABUPATEN SIAK MENURUT PERSPEKTIF FIQH SIYASAH
ABSTRAK Ismi Sri Wahyuni: Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Korban Kekerasan Fisik dan Psikis di Kabupaten Siak Menurut Perspektif Fiqh Siyasah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus kekerasan fisik dan psikis terhadap anak yang terjadi dan membuat resah mamsyarakat. Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungsn Perempuan Dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Siak adalah lembaga pemerintahan daerah yang dibentuk untuk memberikan layanan bagi anak yang mengalami kekerasan, perlindungan khusus dan masalah lainnya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini: 1) Bagaimana Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak oleh UPTD PPA Kabupaten Siak, 2) Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindakan kekerasan terhadap anak korban kekerasan fisik dan psikis di UPTD PPA Kabupaten Siak, 3) Bagaimana tinjauan fiqh siyasah terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak oleh UPTD PPA Kabupaten Siak. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini adalah UPTD PPA Kabupaten Siak, sedangkan objek penelitian adalah pelaksanaan Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak korban kekerasan fisik di UPTD PPA Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melaluiwawancara, observasi, dan dokumntasi terhadap pihak UPTD PPA Kabupaten Siak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses penanganan kasus, UPTD PPA Kabupaten Siak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pemberi layanan pengaduan, pendampingan psikologis, rujukan medis, perlindungan hukum serta koordinasi lintas sektor. Secara keseluruhan proses penanganan kasus terhadap anak korban kekerasan fisik dan psikis telah dilaksanakan dengan baik, tetapi belum terlaksana sepenuhnya dengan baik. Menurut tinjauan fiqh siyasah dusturiyah, pemimpin membuat kebijakan untuk menangani upaya perlindungan anak dari kekerasan fisik dan psikis, mencerminkan fungsi pemerintah sebagai pelindung rakyat, penegak keadilan, dan penggerak kemaslahatan sehingga selaras dengan nilai-nilai syariat islam. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Kekerasan, Fiqh Siyasa
Hubungan Health Anxiety Dengan Cyberchondria Pada Remaja Generasi Z
Remaja Generasi Z memiliki kemudahan akses terhadap internet, termasuk dalam mencari informasi kesehatan. Namun, pencarian informasi kesehatan yang dilakukan secara berlebihan dapat meningkatkan kecemasan dan berkembang menjadi cyberchondria. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam kondisi tersebut adalah health anxiety. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara health anxiety dan cyberchondria pada remaja di Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 400 responden berusia 15–24 tahun. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Alat ukur yang digunakan adalah Cyberchondria Severity Scale (CSS) dan Short Health anxiety Inventory (SHAI). Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara health anxiety dan cyberchondria (r = 0,554; p = 0,000). Artinya, semakin tinggi kecemasan kesehatan, semakin besar kecenderungan mencari informasi kesehatan secara berlebihan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi kesehatan digital dan dukungan psikologis bagi remaja. Kata kunci: Health anxiety, cyberchondria, Generasi Z
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER KOPI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR ORDER OF PREFERENCE BY SIMILARTY TO IDEAL SOLUTION TOPSIS (STUDI KASUS : CALANDRA COFFE )
ABSTRAK Pertumbuhan industri kopi yang pesat mendorong persaingan yang ketat di sektor hilir, termasuk kedai kopi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah ketergantungan pada supplier bahan baku yang andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menentukan supplier biji kopi terbaik bagi Calandra Coffee di Pekanbaru, dengan mempertimbangkan beberapa kriteria utama, yaitu kualitas, harga, waktu pengiriman, dan layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah gabungan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas dari masing-masing kriteria dan subkriteria, sedangkan TOPSIS digunakan untuk melakukan pemeringkatan terhadap lima alternatif supplier: Rumah Tani, Kopinganu, Kopi++, Waklim, dan Platabogindo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas merupakan kriteria paling dominan dengan bobot 0,440, diikuti oleh layanan pelanggan, waktu pengiriman dan harga. Subkriteria dengan pengaruh terbesar adalah konsistensi mutu, respon terhadap komplain, dan persaingan harga. Berdasarkan hasil perhitungan TOPSIS, Waklim (Supplier D) menjadi alternatif terbaik dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,720. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan yang lebih objektif dan strategis dalam pemilihan supplier bahan baku kopi. Kata Kunci : Supplier, AHP, TOPSIS, Pengambilan Keputusan, Biji Kop
KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI MI NURUL IMAN KAMPA KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diterapkannya kurikulum merdeka di MI Nurul Iman Kampa Kabupaten Kampar sejak tahun ajaran 2024/2025 secara bertahap, yang dalam pelaksanaannya menimbulkan berbagai kesulitan bagi guru, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka di MI Nurul Iman Kampa Kabupaten Kampar, (2) mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, dan (3) mengetahui solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan implementasi kurikulum merdeka di MI Nurul Iman Kampa Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I dan guru kelas IV di MI Nurul Iman Kampa Kabupaten Kampar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, implementasi kurikulum merdeka di MI Nurul Iman Kampa telah dilaksanakan pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka. Kedua, guru mengalami kesulitan dalam memahami konsep kurikulum merdeka, menyusun modul ajar, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta melaksanakan asesmen yang berkelanjutan. Ketiga, solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain dengan meningkatkan pemahaman kurikulum melalui diskusi dan belajar mandiri, mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi siswa, serta menyederhanakan format penilaian dan memanfaatkan asesmen formatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di MI Nurul Iman Kampa Kabupaten Kampar telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan pemahaman guru dan pendampingan berkelanjutan agar pelaksanaannya lebih optimal. Kata kunci: Kesulitan guru, Implementasi, Kurikulum Merdek
KERJASAMA PEMUKA AGAMA DAN GURU TPQ (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) DALAM PEMBINAAN AGAMA ANAK-ANAK DI DUSUN KOTO MENAMPUNG DESA KUOK KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan agama sebagai landasan utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak, terutama di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta semakin maraknya pengaruh negatif dari media digital yang kerap kali bertentangan dengan nilai-nilai agama. Dalam hal ini, kerjasama antara pemuka agama dan guru TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) memegang peranan penting dalam mewujudkan tujuan tersebut, khususnya dalam membina dan membimbing anak-anak dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam di lingkungan tempat tinggal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kerjasama antara pemuka agama dan guru TPQ dalam pembinaan agama anak-anak di Dusun Koto Menampung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemuka agama, guru TPQ, dan anak-anak yang mengikuti kegiatan di TPQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara pemuka agama dan guru TPQ telah terjalin dengan baik dan bersifat sinergis. Bentuk kerjasama yang dilakukan meliputi pembagian peran dalam kegiatan pengajaran Al-Qur’an dan materi keagamaan lainnya, penyusunan dan pelaksanaan program keagamaan bersama seperti pengajian anak, perlombaan islami saat Ramadan, serta kegiatan ibadah berjamaah yang melibatkan anak-anak secara aktif. Masing-masing pihak menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugasnya, saling mendukung dan berbagi kontribusi baik secara tenaga, pemikiran, maupun materi, serta berupaya mengerahkan seluruh kemampuan demi tercapainya pembinaan agama yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak. Namun demikian, kerjasama ini masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya tingkat partisipasi anak-anak dalam kegiatan TPQ, minimnya perhatian dari sebagian orang tua, serta keterbatasan fasilitas seperti ruang belajar, alat peraga, dan bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran
HUBUNGAN PELAKSANAAN SALAT ZUHUR BERJAMAAH DENGAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 8 KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan pelaksanaan salat zuhur berjamaah dengan karakter religius siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Kampar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Kampar berjumlah 303 siswa, sedangkan sampel berjumlah 30 siswa. Teknik sampel yang digunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai ρ 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Koefisien korelasi sebesar 0,708 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan kategori kuat antara pelaksanaan salat zuhur berjamaah dengan karakter religius siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Kampar. Kata Kunci: Pelaksanaan Salat Zuhur Berjamaah, Karakter Religius Sisw
ANALISIS KEANDALAN INSTRUMENTASI ECONOMIZER MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. PLN NUSANTARA POWER UP TENAYAN
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya dengan kapasitas 2 x 110 MW merupakan infrastruktur strategis dalam penyediaan energi listrik di wilayah Riau. Komponen economizer memegang peranan vital dalam menjaga efisiensi siklus Rankine melalui pemanfaatan panas gas buang. Namun, efektivitas sistem ini sangat bergantung pada keandalan instrumen pemantau yang sering mengalami gangguan teknis.Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis keandalan sistem instrumentasi pada economizer menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil observasi dan analisis data lapangan, teridentifikasi tujuh komponen utama yang memiliki potensi kegagalan, antara lain O2 analyzer, flow transmitter, pressure transmitter, thermocouple, pressure indicator, pressure switch, dan temperature indicator. Hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN) menunjukkan bahwa O2 analyzer dan flow transmitter memiliki tingkat risiko tertinggi dengan skor masing-masing sebesar 150, yang disebabkan oleh penumpukan debu pada filter dan terjebaknya udara pada membran sensor. Meskipun secara keseluruhan sistem instrumentasi economizer dikategorikan andal karena seluruh nilai RPN berada di bawah ambang batas 200, komponen dengan skor tertinggi tetap menjadi prioritas utama dalam strategi pemeliharaan. Hasil penelitian ini memberikan landasan bagi manajemen PT PLN Nusantara Power UP Tenayan untuk menerapkan kebijakan pemeliharaan preventif yang lebih terfokus, demi meminimalisir risiko kegagalan sistem dan menjaga stabilitas operasional pembangkit