Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGELOLAAN INFAK DAN SEDEKAH OLEH LAZISMU PEKANBARU TERHADAP KESEJAHTERAAN ANAK YATIM DHUAFA DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
ABSTRAK M. Rasyid Ridho, (2026): Analisis Pengelolaan Infak Dan Sedekah Oleh Lazismu Pekanbaru Terhadap Kesejahteraan Anak Yatim Dhuafa Dalam Perspektif Maqashid Syariah Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan infak dan sedekah oleh Lazismu Pekanbaru serta dampaknya terhadap kesejahteraan anak yatim dhuafa dalam perspektif Maqashid Syariah. Penghimpunan dana infak dan sedekah dilakukan melalui berbagai jalur, seperti infak rutin bulanan, kotak infak di masjid dan sekolah Muhammadiyah, donasi online, serta kerja sama dengan lembaga atau komunitas sosial. Selain itu, Lazismu Pekanbaru aktif melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya infak dan sedekah melalui pengajian, seminar, media sosial, dan laporan tahunan, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa infak dan sedekah merupakan instrumen sosial sekaligus kewajiban agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan infak dan sedekah oleh Lazismu Pekanbaru berdampak signifikan terhadap kesejahteraan anak yatim dhuafa, baik dari aspek materi, pendidikan, psikologis, sosial, maupun spiritual. Bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga membina karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan memotivasi anak untuk berkembang secara optimal. Analisis berdasarkan perspektif Maqashid Syariah menunjukkan bahwa pengelolaan dana ini telah mendukung perlindungan agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-„aql), keturunan (hifz an-nasl), dan harta (hifz al-mal), serta memperkuat keberlanjutan program sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Lazismu Pekanbaru telah menjalankan pengelolaan infak dan sedekah secara profesional, berbasis syariah, dan holistik, sehingga manfaat yang diberikan bagi anak yatim dhuafa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan yang terstruktur, transparan, dan berbasis prinsip Maqashid Syariah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Kata Kunci: Infak, Sedekah, Anak Yatim Dhuafa, Maqashid Syaria
PENGARUH IMPLEMENTASI LAYANAN FINTECH TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN SAIL DALAM PERSFEKTIF EKONOMI SYARIAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi keuangan dan adopsi layanan fintech di kalangan pedagang kaki lima, khususnya di Kecamatan Sail, Pekanbaru. Kondisi tersebut berdampak pada lemahnya pengelolaan keuangan usaha sektor informal. Dalam perspektif ekonomi syariah, pemanfaatan fintech perlu memperhatikan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, serta menghindari unsur riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi layanan fintech terhadap manajemen keuangan pedagang kaki lima di Kecamatan Sail serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pedagang kaki lima pengguna layanan fintech di Kecamatan Sail. Populasi penelitian berjumlah 89 pedagang kaki lima, dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel sebanyak 89 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan uji t untuk menguji signifikansi pengaruh variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Technology berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pedagang kaki lima di Kecamatan Sail. Ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 2,896 lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel sebesar 1,987. Nilai Sig. Sebesar 0,030 lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha sebesar 0,005. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan Financial Technology mampu membantu pedagang dalam mengelola keuangan usaha dengan lebih baik, serta membuat efisiensi pengelolaan keuangan usaha. Dari perspektif ekonomi syariah, pemanfaatan Financial Technology diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba, gharar, dan maysir, serta tetap menjunjung nilai keadilan, transparansi, dan kemaslahatan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Financial Technology berperan penting dalam meningkatkan manajemen keuangan pedagang kaki lima di Kecamatan Sail dan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi penguatan pengelolaan keuangan usaha sektor informal secara berkelanjutan. Kata Kunci: Financial Technology, Manajemen Keuangan, Pedagang Kaki Lima, Ekonomi Syariah
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN HAK NAFKAH KELUARGA SOPIR TRUK SAWIT DI DESA MULYA SUBUR KECAMATAN PANGKALAN LESUNG KABUPATEN PELALAWAN
Pernikahan merupakan ketentuan hukum antara suami dan istri untuk menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Pernikahan menimbulkan kewajiban nafkah bagi suami terhadap istri dan anaknya. Nafkah merupakan pemberian atau pengeluaran yang wajib dilakukan seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup orang-orang yang berada menjadi tanggung jawabnya. Seperti Sandang, pangan, papan, pendidikan anak serta biaya pengobatan. Tujuan peneliti dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak nafkah keluarga sopir truk sawit di desa Mulya Subur, serta mengetahui perspektif hukum islam dalam pemenuhan nafkah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), yang berlokasi di desa Mulya Subur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Populasi pada penelitian ini adalah 5 (Lima) suami sopir truk sawit, dan 5 (lima) istri sopir truk sawit di Desa Mulya Subur. Metode penelitian ini adalah Total Sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Sampel pada penelitian ini adalah 5 (Lima) suami sopir truk sawit, dan 5 (lima) istri sopir truk sawit di Desa Mulya Subur. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi, Wawancara, serta Dokumentasi. Hasil penelitian ini Menyimpulkan bahwa pemenuhan nafkah sopir truk sawit di desa mulya subur masih belum stabil atau belum terlaksana dengan baik. Adapun kendala atau faktor yang mempengaruhi pemenuhan nafkah seperti: Produktivitas sawit (TBS) menurun, Kerusakan Jalan, Biaya Operasional, perilaku konsumtif, Komunikasi dan diskusi keuangan yang kurang baik. Pandangan hukum islam dalam hal ini menyatakan bahwa jika suami sudah bekerja dan berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi nafkah keluarga sesuai kemampuannya, maka suami tersebut tidak berdosa karena sudah menjalankan kewajibannya sebagai suami. Islam juga tidak melarang untuk seorang istri memilih aktivitas di luar rumah dengan bekerja. Tetapi hanya untuk membantu perekonomian keluarga bukan sebagai pengganti nafkah keluarga. Kata Kunci: Nafkah, Sopir Truk Sawit, Hukum Isla
IMPLEMENTASI PROGRAM ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL (ATENSI) BAGI PENYANDANG DISABILITAS KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU
ABSTRAK IMPLEMENTASI PROGRAM ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU OLEH : Anisa Tri Sofia Rizki Subekti 12270521246 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat indikator utama : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Informan terdiri dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu, perangkat desa, dan masyarakat penyandang disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program ATENSI belum berjalan optimal. Dari Aspek komunikasi lemah sosialisasi kepada masyarakat tidak pernah dilakukan. Pada aspek sumber daya, jumlah pendamping terbatas, sarana-prasarana tidak memadai, dan anggaran belum cukup untuk mendukung kegiatan rehabilitasi sosial secara komprehensif. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang baik, namun keterbatasan pemahaman teknis menghambat pelayanan. Struktur birokrasi juga belum jelas karena koordinasi yang minim, serta monitoring dan pelaporan yang tidak rutin.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan Program ATENSI masih berfokus pada bantuan fisik dan belum memenuhi standar layanan rehabilitasi sosial sebagaimana diamanatkan Permensos No. 7 Tahun 2021. Diperlukan sosialisasi yang jelas, peningkatan sumber daya, serta penguatan koordinasi agar program dapat diimplementasikan secara efektif. Kata Kunci : Implementasi, ATENSI, Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial
PERAN DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU DALAM MENYEDIAKAN LAYANAN KESEHATAN BAGI PENGUNGSI ANTAR NEGARA DI RUMAH DETENSI IMIGRASI (RUDENIM) PEKANBARU
i ABSTRAK PERAN DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU DALAM MENYEDIAKAN LAYANAN KESEHATAN BAGI PENGUNGSI ANTAR NEGARA DI RUMAH DETENSI IMIGRASI (RUDENIM) PEKANBARU OLEH: YUNI MIRA LESTARI 12170521204 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam menyediakan layanan kesehatan bagi pengungsi antar negara yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (RUDENIM) Pekanbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pengungsi di Kota Pekanbaru setiap tahun, yang menuntut adanya penyediaan layanan kesehatan yang memadai, sementara Indonesia belum memiliki kebijakan nasional yang secara rinci mengatur mekanisme pelayanan kesehatan bagi pengungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan penelitian terdiri dari pejabat Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan pihak RUDENIM Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan menjalankan peran adaptif melalui beberapa bentuk layanan, seperti pemeriksaan kesehatan awal terhadap pengungsi baru, pelayanan kesehatan dasar melalui puskesmas wilayah kerja, penyuluhan kesehatan, serta fasilitasi rujukan medis bagi kasus yang membutuhkan tindakan lanjutan. Koordinasi antara Dinas Kesehatan dan RUDENIM juga menjadi aspek kunci dalam penyelenggaraan layanan, terutama dalam pertukaran data kesehatan, penanganan kasus darurat, serta monitoring kondisi kesehatan penghuni detensi. Meskipun demikian, penelitian menemukan berbagai hambatan, seperti ketiadaan regulasi teknis yang jelas, tidak adanya skema pembiayaan khusus dalam APBD untuk pengungsi, keterbatasan tenaga kesehatan dalam menghadapi perbedaan bahasa dan budaya, serta kendala administratif karena tidak adanya identitas kependudukan resmi pada pengungsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran adaptif Dinas Kesehatan telah berjalan, namun masih memerlukan dukungan regulasi yang lebih kuat serta mekanisme pendanaan yang berkelanjutan agar layanan kesehatan bagi pengungsi dapat terlaksana secara optimal. Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Pengungsi, Dinas Kesehatan, Rumah Detensi Imigrasi, Peran Adapti
WANPRESTASI PERJANJIAN SIMPAN PINJAM PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) LANCANG KUNING DI DESA RUMBAI JAYA KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Penelitian ini di Latar belakangi oleh permasalahan terkait wanprestasi perjanjian simpan pinjam pada BUMDes lancang kuning, nasabah yang tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian simpan pinjam yang telah disepakati, sehingga menimbulkan permasalahan wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pada BUMDes Lancang Kuning. Maka dapat diambil pokok permasalahan yaitu: bagaimana wanprestasi perjanjian simpan pinjam pada BUMDes serta apa strategi yang dilakukan BUMDes dalam mengatasi masalah simpan pinjam yang tidak terbayar oleh nasabah. Jenis Penelitian ini penelitian hukum empiris. Dengan pendekatan penelitian Kualitatif yang bersifat penelitian lapangan, dimana pengamatan dilakukan terhadap suatu fenomena yang terjadi. Lokasi penelitian yang dilakukan penulis yaitu Desa Rumbai Jaya, Sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis ialah Observasi, waancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian yaitu perjanjian simpan pinjam pada BUMDes Lancang Kuning dilaksanakan dalam bentuk perjanjian tertulis dan telah memenuhi unsur sah perjanjian. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan wanprestasi yang dilakukan oleh nasabah, terutama berupa keterlambatan dan kelalaian dalam pembayaran angsuran. Wanprestasi tersebut umumnya disebabkan oleh kondisi usaha nasabah yang tidak berjalan optimal, seperti penurunan pendapatan dan kegagalan usaha. Strategi yang dilakukan BUMDes dalam mengatasi masalah pinjaman melalui seleksi calon nasabah, kewajiban jaminan, perjanjian tertulis, serta pengawasan dan pemberian apresiasi bagi nasabah yang disiplin. Dalam menangani wanprestasi, BUMDes mengutamakan musyawarah dan penjadwalan ulang pembayaran bagi nasabah yang memiliki itikad baik. Pelelangan jaminan ditempatkan sebagai upaya terakhir apabila nasabah benar-benar tidak mampu melunasi kewajibannya, meskipun dalam praktiknya hingga saat penelitian dilakukan belum terdapat jaminan yang dilelang. Dengan demikian, BUMDes Lancang Kuning lebih mengedepankan penyelesaian secara persuasif dan bertahap dalam menjaga keberlangsungan unit simpan pinjam serta hubungan dengan masyarakat desa
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) DALAM PENUNDAAN PERNIKAHAN DINI DI KOTA PEKANBARU
ABSTRAK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) DALAM PENUNDAAN PERNIKAHAN DINI DI KOTA PEKANBARU OLEH: DESTY NOVITASARI NIM. 12270521204 Latar belakang penelitian ini adalah masih cukup signifikan angka pernikahan dini di Kota Pekanbaru yang memerlukan upaya penanggulangan yang komprehensif. Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) merupakan salah satu kebijakan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai dampak negatif pernikahan dini dan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui implementasi kebijakan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam penundaan pernikahan dini di Kota Pekanbaru dan untuk mengetahui faktor-Faktor penghambat dalam pelaksanaan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam Penundaan Pernikahan Dini di Kota pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi program PUP, seperti perwakilan BKKBN Kota Pekanbaru, Duta Genre, Forum Genre, dan peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PUP di Kota Pekanbaru telah berjalan dengan berbagai strategi sosialisasi yang adaptif. Namun, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya komunikasi, keterbatasan anggaran, kurangnya fasiltas,dan kurangnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan anggaran dan fasilitas, optimalisasi koordinasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pengembangan materi dan metode sosialisasi yang lebih menarik. Peningkatan kapasitas aparatur, pelibatan masyarakat yang inklusif, serta evaluasi program yang berkelanjutan menjadi hal penting untuk memastikan manfaat PUP dirasakan secara merata dan berkelanjutan. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Pernikahan Dini, Kota Pekanbaru
PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK PENJUALAN BARANG YANG HAMPIR KEDALUWARSA DENGAN HARGA DISKON ( Studi Kasus Di Dina Swalayan Rantauprapat Sumatera Utara)
ABSTRAK Halimatussa’diah Ritonga, (2025): Perspektif Fiqh Muamalah terhadap Praktik Penjualan Barang yang Hampir Kedaluwarsa dengan Harga Diskon Studi Kasus di Dina Swalayan Rantauprapat Sumatera Utara Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik penjualan barang yang mendekati masa kedaluwarsa dengan harga diskon yang marak dilakukan di berbagai swalayan, termasuk Dina Swalayan Rantauprapat. Praktik tersebut menarik minat konsumen karena harga yang lebih murah, namun disisi lain menimbulkan persoalan hukum dan etika, khususnya terkait kejujuran, keterbukaan informasi, perlindungan konsumen, serta keabsaan akad jual beli dalam perspektif fiqh muamalah. Kurangnya penjelasan yang memadai mengenai kondisi dan sisa masa kedaluwarsa barang berpotensi merugikan konsumen dan bertentangan dengan prinsip muamalah Islam. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui bentuk perlindungan konsumen terhadap praktik penjualan barang promo yang mendekati masa kedaluwarsa di Dina Swalayan Rantauprapat Sumatera Utara, dan kedua untuk menganalisis praktik tersebut ditinjau dari perspektif Fiqh Muamalah . Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data di peroleh memalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pemilik swalayan, karyawan, serta konsumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan, guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik penjualan barang mendekati masa kedaluwarsa serta tinjauannya menurut fiqh muamalah dan perlindungan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama perlindungan konsumen dalam praktik penjualan barang mendekati masa kedaluwarsa di Dina Swalayan belum dilaksanakan secara optimal, terutama dalam aspek transparansi informasi mengenai kondisi dan sisa masa kedaluwarsa produk. Kedua, ditinjau dari Fiqh Muamalah, praktik jual beli tersebut secara hukum akad dinilai sah selama barang masih halal dan belum melewati masa kedaluwarsa, namun secara etika belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kejujuran (sidq), keterbukaan (bayan), dan kemaslahatan (maslahah), serta berpotensi mengandungunsur gharar dan tadlis apabila informasi tidak disampaikan secara jelas kepada konsumen Kata Kunci: Fiqh Muamalah, Diskon, Barang Mendekati Kedaluwarsa, Etika Bisnis Islam, Perlindungan Konsumen
PENERTIBAN LAYANAN PARKIR DI KOTA PEKANBARU BERDASARKAN PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 138 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN PERSPEKTIF FIQH SIYASAH
Penelitian ini dilatarbelakangi kurang maksimalnya Penertiban Layanan Parkir Di Kota Pekanbaru Berdasarkan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 138 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pemarkiran. Adapun pokok permasalahan penelitian ini adalah; (1) Bagaimana penertiban yang dilakukan pemerintah terhadap layanan parkir di kota pekanbaru, (2) Bagaimana faktor penghambat penertiban layanan parkir di kota pekanbaru, (3) Bagaimana tinjauan fiqh siyasah terhadap penertiban layanan parkir di Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan di lapangan yang diperoleh dari informan dan objek penelitian. Data primer diperoleh dari seluruh jumlah populasi sebanyak 13 orang yang terdiri dari 1 orang kepala Dinas, 1 orang kepala UPTD (unit pelaksana teknis daerah) Parkir, 1 orang koordinator lapangan dan 5 orang juru parkir dan data sekunder diperoleh dariPeraturan Walikota Pekanbaru Nomor 138 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pemarkiran, dan arsip dokumen.Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Sedangkan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa Penertiban Layanan Parkir Di Kota Pekanbaru sudah sesuai dengan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 138 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pemarkiran, akantetapi belum maksimal. Upaya Penertiban Layanan Parkir Di Kota Pekanbaru dilakukan dengan cara; (1) penentuan area parkir, penegakan area parkir, (2) pelaksanaan penertiban area parkir, (3) Perlengkapan dan peralatan penertiban layanan parkir. Faktor penghambatnya berupa; (1) biaya operasional, (2) keterbatasan personil, (3) kurangnya kesadaran masyarakat, (4) Sanksi Perda yang terlalu ringan. Menurut perspektif fiqh siyasah Penertiban Layanan Parkir Di Kota Pekanbaru juga sudah sesuai, yaitu; (1) Maslahah Mursalah (Kemaslahatan yang Tidak Teksual Tapi Relevan), (2) Menjaga Ketertiban dan Keselamatan Publik, (3) Mencegah Pungutan Liar dan Penyalahgunaan Wewenang, (4) Mendukung Ekonomi dan Pelayanan Umum, (5) Menjaga Estetika dan Wibawa Kota, (6) Adalah (Keadilan dan Amanah dalam Pengelolaan Fasilitas Umum, (7) Perlindungan terhadap Harta Publik (Mal al-‘Ammah) Kata Kunci: Layanan Parkir,Kota Pekanbaru, Fiqh Siyasa
EFEKTIVITAS KEGIATAN FINGER PAINTING BAHAN ALAM BUAH NAGA DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL IV KOTA PEKANBARU
Fathia Putri Andini, (2025) : Efektivitas Kegiatan Finger painting Bahan Alam Buah Naga dalam Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kota Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan finger painting menggunakan bahan alami berupa buah naga dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Subjek dallalm penelitialn ini aldallalh alnalkalnalk usial 5-6 talhun yalng bersekolalh di TK Alisyiyalh Bustalnul Althfall IV Kotal Pekalnbalru. Objek dallalm penelitialn ini aldallalh efektivitals kegiatan finger palinting dallalm menstimulalsi perkembalngaln motorik hallus paldal alnalk usial 5-6 talhun. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 17 anak kelompok B yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar observasi sebagai instrumen penelitian, lalu dianalisis dengan SPSS versi 23 menggunalkaln uji t. Hasil pretest menunjukkan rata-rata keterampilan motorik halus anak sebesar 39,15% (kategori BB), dan setelah diberikan perlakuan sebanyak 4 kali hasil posttest meningkat menjadi 89,71% (kategori BSB), dengan selisih peningkatan 50,56%. Hasil uji t menunjukkan signifikansi 0,000 ttabel = 1,753, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa kegiatan finger painting menggunakan bahan alami buah naga efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kota Pekanbaru. Kata Kunci: Finger paint