Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
Not a member yet
    59215 research outputs found

    PENGARUH PENDEKATAN SOMATIC AUDITORY VISUAL INTELECTUALY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS III SD ISLAM AL AZHAR 54 PEKANBARU

    No full text
    "ABSTRAK Syahweni Fitri, (2025): Pengaruh Pendekatan Somatic Auditory Visual Intelectualy terhadap KemampuanKomunikasi Matematis Siswa Kelas III SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan komunikasi matematis siswa kelas III SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Somatic, Auditory, Visual, Intelectualy (SAVI) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru yang berjumlah 112 siswa dan tersebar dalam 4 kelas dengan sampel penelitian diambil dari dua kelas, yaitu kelas III A sebanyak 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas III D sebanyak 28 siswa sebagai kelas kontrol. Data diperoleh melalui pretest dan posttest serta observasi, dengan instrumen berupa soal esai yang valid (r_hitung>0,396) dan memiliki reliabilitas sangat tinggi (0,864). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan komunikasi matematis antara kelas eksperimen dan kontrol (Sig. 0,000 < 0,05), dengan rata-rata posttest kelas eksperimen 90,48 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 78,74. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan strategi multisensori SAVI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah dasar. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SAVI berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, sehingga disarankan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif. Kata Kunci: Somatic, Auditory, Visual, Intelectualy, Komunikasi Matematis

    MANAJEMEN PROGRAM KERJA BIDANG DAKWAH JARINGAN PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA (JPRMI) PEKANBARU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen program dakwah pada Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Pekanbaru, khususnya pada empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dakwah JPRMI dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui penyusunan visi, misi, dan program kerja yang menyesuaikan kebutuhan remaja masjid. Pengorganisasian dilaksanakan dengan pembagian tugas yang jelas, struktur kepengurusan yang efektif, serta koordinasi lintas bidang. Penggerakan program dilakukan melalui pendekatan motivatif, komunikasi intensif, dan penggunaan media sosial untuk meningkatkan partisipasi remaja. Pengendalian program dilakukan melalui monitoring, evaluasi rutin, dan perbaikan berkelanjutan agar setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan. Secara keseluruhan, manajemen program dakwah JPRMI Pekanbaru telah berjalan efektif dan mampu menghadirkan kegiatan dakwah yang relevan, kreatif, dan diminati oleh generasi muda

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP/MTs

    No full text
    Penelitian ini didasari dari kemampuan berfikir kreatif masih rendah di Indonesia secara umum berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan Pembelajaran Metakognif Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMP/MTs. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian yaitu Nonequivalent posttest-only control group design. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling, dengan populasi kelas IX MTSs DDI Pulau Kijang. dan sampel terpilih kelas IX.A sebagai kelas eksperimen dan IX.B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes, angket, observasi dan dokumentasi dengan instrument pengumpulan data berupa soal tes kemampuan berfikir kreatif matematis, angket kemandirian belajar, lembar observasi dan foto dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa : 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran metakognitif dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan metakognitif, dimana rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. 2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Dimana, rata-rata kemampuan berfikir kreatif matematis yang memiliki kemandirian belajar tinggi lebih baik dari pada kemandirian belajar sedang dan rendah. 3) Tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran metakognitif dengan Kemandirian Belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Dengan demikian secara umum dapat disimpulkan bahwa pembelajaran metakognif berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa MTSs DDI Pulau Kijang, dan dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkat kemampuan berfikir kreatif matematis siswa. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Metakognif, Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis, Kemandirian Belajar

    PERANCANGAN ANTENA RADIAL LINE SLOTARRAY(RLSA) POINT TO POINT DENGAN SPESIFIKASI ANTENA DI PASARAN PADA WIFI 7

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi nirkabel, khususnya sejak diberlakukannya standar WiFi 7 (IEEE 802.11be), menuntut penggunaan antena point-to-point dengan kinerja tinggi, bandwidth lebar, dan dimensi yang lebih ringkas. Antena WiFi 7 komersial yang tersedia di pasaran umumnya masih menggunakan antena parabola yang berukuran besar dan berbiaya relatif tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang antena Radial Line Slot Array (RLSA) point-to-point pada frekuensi 6,1375 GHz yang memiliki kinerja setara atau lebih baik dibandingkan antena WiFi 7 di pasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah riset eksperimental kuantitatif melalui proses perancangan dan simulasi antena menggunakan CST Studio Suite 2018 dengan bantuan VBA Macros. Teknik perancangan dilakukan dengan penempatan feeder ke tepi antena dan penambahan reflektor sinyal di dekat feeder untuk meningkatkan performa antena. Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena RLSA yang dirancang mampu menghasilkan gain sebesar 24,57 dBi, bandwidth 1,975 GHz, serta nilai koefisien refleksi −14 dB dengan pola radiasi yang bersifat direksional dengan jari – jari 240 mm p0 7 dan Tau 45. Kinerja tersebut telah memenuhi bahkan melampaui spesifikasi utama antena WiFi 7 point-to-point di pasaran. Berdasarkan hasil ini menunjukan bahwa antena RLSA hasil perancangan layak digunakan sebagai alternatif antena WiFi 7 point-to-point dengan keunggulan kinerja tinggi, dimensi lebih ringkas, dan potensi efisiensi biaya. Kata kunci: Antena RLSA, WiFi 7, point-to-point, feeder tepi, reflektor

    KONTRIBUSI PERFECTIONISM TERHADAP FUTURE ANXIETY ANAK SULUNG

    No full text
    Kontribusi Perfectionism Terhadap Future Anxiety Anak Sulung Khairun Nisa Nur Rafita Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau e mail: [email protected] Abstrak Kecemasan terhadap masa depan muncul ketika individu merasa tidak memiliki kemampuan atau sumber daya yang cukup untuk menghadapi situasi yang diperkirakan akan terjadi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecemasan masa depan adalah perfectionism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi perfectionism terhadap future anxiety pada anak sulung. Sampel penelitian ini terdiri dari 390 anak sulung yang merupakan mahasiswa di Pekanbaru berusia 18 25 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Future Anxiety Scale (FAS) dan Multidimensional Perfectionism Scale (MPS). Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana diperoleh nilai R sebesar 0,480 dan nilai F sebesar 116,274 dengan nilai signifikansi <0,001. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat kontribusi positif yang signifikan antara perfectionism dan future anxiety pada anak sulung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat perfectionism yang dimiliki anak sulung, maka semakin tinggi pula tingkat future anxiety nya. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu anak sulung dalam menyikapi tuntutan sosial secara lebih realistis, khususnya yang berkaitan dengan ekspektasi keluarga, tekanan akademik, serta standar sosial yang berkembang di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Perfectionism, Future Anxiety, Anak Sulun

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS VII MTS X BANGKINANG

    No full text
    Hubungan Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII MTs X Bangkinang Alyuliana Apriani [email protected] Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada siswa kelas VII MTs X Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 82 santri kelas VII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala dukungan sosial berdasarkan teori Sarafino & Smith (2010) serta skala penyesuaian diri berdasarkan teori Schneiders (1960). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan penyesuaian diri (r = 0,380; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa, semakin baik kemampuan penyesuaian diri mereka di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Dukungan sosial berperan sebagai faktor lingkungan yang membantu siswa menghadapi tuntutan akademik, sosial, dan aturan pesantren. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran dukungan sosial dari guru, dan teman sebaya dalam mendukung proses penyesuaian diri siswa kelas VII. Kata kunci: dukungan sosial, penyesuaian diri, santr

    HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN HARDINESS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MASA EMERGING ADULTHOOD DI KOTA PEKANBARU

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN HARDINESS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MASA EMERGING ADULTHOOD DI KOTA PEKANBARU Natasya [email protected] Fakultas psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ABSTRAK Pada masa emerging adulthood, individu menghadapi tekanan dari berbagai aspek yang berkaitan dengan identitas, hubungan interpersonal ataupun tuntutan akademik juga karir. Psychological well-being memengaruhi masa emerging adulthood, yang mana self-acceptance, personal growth, dan purpose in life yang mendukung proses eksplorasi identitas, autonomy berkaitan dengan pengembangan kemandirian, sedangkan environmental mastery dan positive relations with others mencerminkan pencapaian status dewasa. Hardiness membantu dalam menghadapi kesulitan dan religiusitas membantu dalam memberikan makna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan hardiness dengan psychological well-being individu pada masa emerging adulthood di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjeknya berjumlah 215 orang yang berusia pada rentang 18-25 tahun dan beragama Islam. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, menggunakan The Muslim Religiousity-Personality Inventory (2006), Skala Hardiness (2022), dan Ryff‟s Psychological Well-Being Scale (2024). Analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan hardiness dengan psychological well-being. Secara parsial, terdapat hubungan antara religiusitas dengan psychological well-being, dan terdapat hubungan antara hardiness dengan psychological well-being. Hardiness melalui keterlibatan dan pengendalian terhadap peristiwa kehidupan serta pemaknaan tantangan sebagai peluang memberikan kontribusi yang lebih besar (39,9%) terhadap psychological well-being pada masa emerging adulthood dibandingkan religiusitas (27,8%). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman dan pengamalan ajaran islam serta penguatan komitmen, kontrol dan tantangan guna mengoptimalkan psychological well-being. Kata kunci: religiusitas, hardiness, psychological well-being, emerging adulthood

    MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE MADRASAH DI MADRASAH TSANAWIYAH HASANAH PEKANBARU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui manajemen pemasaran jasa pendidikan dalam membangun brand image madrasah di Madrasah Tsanawiyah Hasanah Pekanbaru, dan (2) mengetahui serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat manajemen pemasaran jasa pendidikan dalam membangun brand image madrasah di Madrasah Tsanawiyah Hasanah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, sedangkan informan pendukung adalah kepala tata usaha, tenaga pendidik, dan siswa. Objek penelitian adalah manajemen pemasaran jasa pendidikan dalam membangun brand image madrasah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) manajemen pemasaran jasa pendidikan di MTs Hasanah Pekanbaru dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang terstruktur. Perencanaan dilakukan oleh tim PPDB yang menyusun strategi promosi setiap tahun. Pelaksanaan dilakukan melalui penyebaran brosur, pemasangan spanduk, kunjungan sekolah, publikasi kegiatan di media sosial, serta pelibatan guru dan siswa dalam memperkuat citra lembaga. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin oleh tim penjamin mutu dan panitia PPDB. Strategi pemasaran tersebut berpengaruh terhadap terbentuknya brand image madrasah yang tercermin melalui meningkatnya rekognisi masyarakat, reputasi positif, kultur religius berbasis nilai 7S, pelayanan pendidikan sudah sebagaimana mestinya, serta pengalaman positif siswa dan orang tua. 2) Faktor pendukung manajemen pemasaran meliputi lokasi sekolah yang strategis, biaya pendidikan terjangkau, kompetensi guru, dan pemanfaatan media sosial. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana, serta persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin ketat

    PENGARUH PENERAPAN METODE LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SPINNING WHEEL TERHADAP PENGUASAAN MUFRODAT SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH ANSHARULLAH PULAU BIRANDANG KAMPAR

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian Pra Ekperimen dengan desain One Grup PreTest Post-Test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode langsung dengan menggunakan media spinning wheel terhadap penguasaan mufrodat siswa kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Ansharullah Pulau Birandang Kampar. Subjek penelitian ini berjumlah 22 siswa-siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Ansharullah Pulau Birandang Kampar Tahun Ajaran 2025-2026 yang seluruh siswa-siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Ansharullah Pulau Birandang Kampar Tahun Ajaran 2025-2026 dijadikan sampel penelitian (sampel jenuh). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji-t berpasangan (Paired Sample T-Test) dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic Versi 26. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode langsung dengan menggunakan media spinning wheel berpengaruh terhadap penguasaan mufrodat siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Ansharullah Pulau Birandang Kampar. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 58,63 meningkat menjadi 84,77 pada posttest. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci: Metode Langsung, Media Spinning Wheel, Penguasaan Mufroda

    KONSEP BERSEGERA SEBAGAI SOLUSI MENGATASI FENOMENA PROKRASTINASI IBADAH PERSPEKTIF MUFASSIRIN

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Konsep Bersegera sebagai Solusi Mengatasi Fenomena Prokrastinasi Ibadah Perspektif Mufassirin”. Prokrastinasi, atau kebiasaan menunda-nunda, telah menjadi masalah yang umum dalam kehidupan modern, terutama dalam konteks ibadah dan ketaatan spiritual. Al-Qur'an menawarkan konsep bersegera yang dengan tegas bertentangan dengan perilaku prokrastinasi. Rumusan masalah penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang bersegera dalam Al-Qur'an perspektif mufassir? (2) Bagaimana konsep bersegera dapat mengatasi fenomena prokrastinasi dalam kehidupan?. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penafsiran mufassir tentang konsep bersegera dalam Al-Qur'an dan mengeksplorasi konsep-konsep tersebut sebagai solusi mengatasi prokrastinasi, terutama dalam ibadah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data yang diperoleh dari sumber data primer yakni Kitab tafsir Al-Qurthubi, Al-Azhar, dan Al-Misbah. Serta sumber data sekunder dari buku-buku, artikel jurnal dan berbagai literature yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Pendekatan yang digunakan adalah tematik (maudhu'i), menganalisis tiga ayat utama tentang bersegera: QS. Ali Imran: 133, QS. Adz-Dzariyat: 50, dan QS. Al-Waqi'ah: 10-11 melalui perspektif tiga mufassir: Imam Al-Qurthubi, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep bersegera perspektif mufassir terdiri dari tiga dimensi terminologis yang saling melengkapi: Musāra‟aḥ yang fokus pada kompetisi positif dalam kebaikan, Firru yang menekankan pentingnya membebaskan diri dari segala dosa dan gangguan, serta As-Sābiqūn yang menekankan inisiatif awal dan istiqamah. Ketiga dimensi ini efektif menanggulangi prokrastinasi: Musaara'ah meredakan penghindaran emosional dengan jaminan ampunan Allah, Firru meningkatkan kesadaran akan pentingnya waktu, dan As-Sābiqūn memperkuat motivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep bersegera dalam Al-Qur'an ini tidak hanya melarang penundaan, tetapi juga memberikan motivasi spiritual yang kuat, membangun kesadaran akan keterbatasan waktu, dan mendorong tindakan proaktif dalam kebaikan. Kata Kunci : Bersegera, Al-Qur‟an, Prokrastinasi, Mufassiri

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇