Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Mnemonic Terhadap Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Mts Muhammdiyah 02 Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Mnemonic terhadap Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab siswa kelas VIII di MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design quasi exsperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini seluruh siswa Kelas VIII Mts Muhammdiyah 02 Pekanbaru Tahun ajaran 2025 yang berjumlah 226 siswa. Sedangkan sampelnya terdiri dari 78 dengan kelas 8.1 sebagai kelas control yang berjumlah 39 siswa, dan kelas 8.3 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 39, dengan menggunakan Teknik Sampel Purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi Observasi, Tes dan Dokumentasi. Teknik Analisis data uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik sebesar 8,770, di mana nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 5% (1,685) maupun 1% (2,428). Dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab antara siswa yang menggunakan Metode Mnemonic dan yang tidak menggunakannya
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL III SEI TAPUNG
ABSTRAK PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL III PKS SEI TAPUNG OLEH ZIKRI NALDI ROMADHAN 12070113393 Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan operasional perusahaan, terutama pada sektor industri perkebunan yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Produktivitas karyawan sangat dipengaruhi oleh kondisi keselamatan kerja dan kualitas lingkungan kerja yang disediakan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara IV Regional III Unit PKS Sei Tapung. Penelitian ini melibatkan 40 responden dengan menggunakan metode sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Pengujian hipotesis menggunakan pengujian dua arah (two tailed) dilakukan dengan uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,584 atau 58,4% menunjukkan bahwa produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh variabel keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja, sedangkan 41,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Lingkungan Kerja, Produktivitas Kerj
KARAKTERISTIK INOVASI YANG DIADOPSI FAWWAZ KABAN DALAM KONTEN DAKWAHNYAMELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK
ABSTRAK Nama : Risnawati Jurusan : Ilmu Komunikasi Judul : Karakteristik Inovasi Yang Diadopsi Fawwaz Kaban Dalam Konten Dakwahnya Melalui Media Sosial Tiktok Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dakwah dari bentuk konvensional menuju media sosial, salah satunya melalui platform TikTok. Perubahan ini menuntut adanya inovasi dalam penyampaian pesan dakwah agar tetap relevan dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik inovasi yang diadopsi Fawwaz Kaban dalam konten dakwahnya melalui media sosial TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta dianalisis menggunakan teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers yang meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, trialability, dan observability. Objek penelitian adalah konten dakwah Fawwaz Kaban yang berfokus pada kisah Rasulullah SAW dan para sahabat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dakwah digital yang diterapkan bersifat adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat. Konten dikemas secara visual, naratif, dan emosional sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian audiens. Karakteristik inovasi tersebut mendorong tingginya tingkat penerimaan dan keterlibatan audiens dalam dakwah digital melalui TikTok. Kata kunci: Dakwah Digital, TikTok, Karakteristik Inovasi, Difusi Inovasi
IMPLEMENTASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PABRIK TIANG BETON PT. VIRAJAYA RIAUPUTRA
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, dengan tujuan mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada Pabrik Tiang Beton PT. Virajaya Riauputra, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT. Virajaya Riauputra sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, masih ditemukan beberapa kendala dan tantangan yang perlu perbaikan dan evaluasi secara menyeluruh agar implementasinya lebih optimal serta mengurangi kecelakaan kerja dan menjaga keamanan serta kenyamanan para karyawan. Kata Kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kecelakaan Kerja, Pabri
STRATEGI PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MTs HASANAH PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di MTs Hasanah Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan pengelolaan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu formulasi, implementasi, dan evaluasi, yang sesuai dengan teori manajemen strategis. Faktor pendukung meliputi laporan rutin guru dan peran tenaga administrasi, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan anggaran dan belum optimalnya pengawasan. Dengan demikian, strategi pengelolaan telah berjalan dengan baik namun belum optimal karena kendala keuangan dan administratif. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan manajemen inventaris, penguatan pengawasan dan evaluasi, serta peningkatan dukungan anggaran
REPRESENTASI RETORIKA DAKWAH USTADZ HILMAN FAUZI DI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA AKUN @KATA AA HILMAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjalanan dakwah Ustadz Hilman Fauzi serta representasi retorika dakwah yang ditampilkan melalui konten TikTok pada akun @Kata Aa Hilman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos, serta dikaitkan dengan teori retorika dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Ustadz Hilman Fauzi terbentuk melalui proses pendidikan keislaman, pengalaman dakwah langsung, dan adaptasi terhadap media digital. Retorika dakwah yang ditampilkan menekankan nilai kelembutan, keteladanan, dan kedekatan emosional dengan audiens, sehingga membangun citra pendakwah yang humanis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemanfaatan TikTok menjadi strategi dakwah yang efektif dalam menjangkau generasi muda dan memperluas jangkauan pesan keislaman. Penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah digital merupakan bentuk transformasi dakwah Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kata kunci: Dakwah Digital, Retorika Dakwah, Semiotika Roland Barthes, Tiktok, Ustadz Hilman Fauz
TINJAUAN YURIDIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI PERUSAHAAN KELAPA SAWIT TRIPERKASA TUNGGAL ABADI (STUDI PUTUSAN 29/PDT.SUS-PHI/2023 PBR)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme pemutusan hubungan kerja di perusahaan kelapa sawit berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan dampak dari mekanismenya, karena ditemukan perihal adanya pemutusan hubungan kerja sepihak berdasarkan Putusan Nomor 29/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Pbr tanpa melalui proses yang diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan. Jenis penelitian ini adalah normatif yang bersifat deskriptif, pendekatan yang digunakan adalah Perundang-Undangan Approach. Lokasi penelitiannya di berbagai perpustakaan dan melalui media internet. Data yang didapatkan dari sumber perpustakaan maupun melalui media internet. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka. Analisis penelitian data ini adalah analisis secara deskriptif dan preskriptif dengan pengambilan kesimpulan deduktif. Dari penelitian didapat kesimpulan bahwa mekanisme pemutusan hubungan kerja di perusahaan kelapa sawit Triperkasa Tunggal Abadi berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yaitu dilakukan secara sepihak dimulai dengan pemberhentian secara Lisan kepada PKWTT yang lebih dari masa percobaan 3 bulan, tanpa melalui perundingan (Bipartit) antara pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau langsung kepada pekerja yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, tanpa melalui mediasi (tripartit) dari mediator Dinas Ketenagakerjaan, tanpa melalui Putusan Pengadilan Hubungan Industrial, tanpa alasan yang sah menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan tidak membayar hak-hak pekerja setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja. Serta dampak dari mekanisme pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan kelapa sawit Triperkasa Tunggal Abadi yaitu berdampak besar pada kesejahteraan sosial, psikologis, dan ekonomi karyawan. Secara ekonomi, pekerja kehilangan sumber pendapatan utama yang memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan. Secara psikologis, PHK mengakibatkan stres, kecemasan, dan penurunan harga diri, yang semuanya dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Berkurangnya keterlibatan sosial dan penurunan status sosial dalam masyarakat merupakan indikator lebih lanjut dari dampak sosial tersebut. Kata Kunci: Mekanisme, Pemutusan Hubungan Kerja, Ketenagakerjaa
UPAH MAKELAR DENGAN PERSENTASE MENURUT IMAM AL-NAWAWI DAN IMAM AL-BUHUTI STUDI KOMPARATIF
ABSTRAK Adi Putra Hasibuan, (2025): Upah Makelar Dengan Persentase Menurut Imam Al-Nawawi Dan Imam Al-Buhuti studi Komparatif Penelitian ini membahas hukum pemberian upah kepada makelar berdasarkan persentase dari nilai transaksi dalam perspektif dua tokoh besar fiqh, yakni Imam Al-Nawawi dari mazhab Syafi‘i dan Imam Al-Buhuti dari mazhab Hanbali. Sistem upah persentase kini banyak digunakan dalam praktik ekonomi modern, namun dalam fikih muamalah masih terdapat perbedaan pendapat terkait keabsahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis komparatif terhadap kitab Al-Majmu‘ karya Al-Nawawi dan Kashshaf al-Qina‘ karya Al-Buhuti. Pembahasan dan analisis menggunakan metode deskriptif (penjelasan) dan komperatif (perbandingan). Hasilnya menunjukkan bahwa Imam Al-Nawawi cenderung membatasi kebolehan upah persentase karena potensi gharar jika tidak dijelaskan secara rinci di awal akad. Sementara itu, Imam Al-Buhuti memperbolehkannya asalkan terdapat kerelaan dan kejelasan dalam akad. Studi ini menegaskan pentingnya kejelasan, kesepakatan, dan kesesuaian dengan ‗urf dalam menentukan keabsahan upah makelar secara syar‘i di era modern. Kata Kunci: Upah Makelar, Persentase, Fikih Muamala
PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2021 OLEH BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SEGOMENG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DESA PERSPEKTIF FIQH SIYASAH
"Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh BUMDes Segomeng Kabupaten Kepulauan Meranti dalam peningkatan pendapatan desa perspektif fiqh siyasah. BUMDes dibentuk sebagai instrumen strategis penguatan ekonomi desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan BUMDes Segomeng belum berjalan secara optimal dan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 oleh BUMDes Segomeng Kabupaten Kepulauan Meranti dalam peningkatan pendapatan desa, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta menganalisis pelaksanaan tersebut dari perspektif fiqh siyasah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan aparatur desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat Desa Segomeng. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 oleh BUMDes Segomeng belum berjalan secara optimal. Beberapa unit usaha yang dijalankan belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa. Faktor pendukung pelaksanaan BUMDes antara lain adanya dukungan pemerintah desa dan potensi sumber daya lokal, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya perencanaan usaha, kurangnya transparansi dan profesionalisme pengelolaan, serta minimnya partisipasi masyarakat. Ditinjau dari perspektif fiqh siyasah, pelaksanaan BUMDes Segomeng belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip siyasah tanfiziyyah, khususnya nilai amanah, keadilan, musyawarah, dan kemaslahatan umat. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan tata kelola BUMDes agar sejalan dengan ketentuan Peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai Islam demi terwujudnya tujuan BUMDes. Kata Kunci: BUMDes, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, Pendapatan Desa, Fiqh Siyasah
HUKUM MEMAKAI BEJANA NON MUSLIM MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN MUHAMAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN
ABSTRAK Nikmat Martua Nasution (2025) : Hukum Memakai bejana non-Muslim menurut Wahbah az-Zuhaili dan Muhamamad bin Shalil al-Utsaimin Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan hukum penggunaan bejana atau peralatan makan milik non-Muslim dalam perspektif hukum Islam. Dalam kehidupan modern dan masyarakat majemuk seperti Indonesia, interaksi antara Muslim dan non-Muslim tidak dapat dihindarkan, termasuk dalam penggunaan peralatan makan bersama. Hal ini menimbulkan persoalan terkait status kesucian (thaharah) bejana tersebut, karena kemungkinan penggunaannya untuk makanan atau minuman yang diharamkan menurut syariat, seperti babi dan khamr. Persoalan ini menjadi penting dikaji untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Muslim mengenai batasan hukum dan pandangan ulama terhadap isu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pandangan Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tentang hukum memakai bejana non-Muslim, serta menelaah dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan keduanya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan perbandingan hukum (comparative approach). Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh karya Wahbah az-Zuhaili dan Syarh al-Mumti’ karya Muhammad bin Shalih alUtsaimin, serta sumber sekunder dari literatur fikih muqaran dan kitab-kitab fikih lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Wahbab az-Zuhaili hukum memakai bejana non-Muslim adalah makruh karena mereka tidak menjaga diri dari najis, kecuali apabila diyakini bejana tersebut suci maka boleh digunakan. Sedangkan menurut Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, hukum menggunakan bejana non-Muslim boleh selama diyakini tidak terdapat najis, sesuai dengan kaidah bahwa hukum asal benda adalah suci hingga terbukti najis. Kedua ulama sama-sama berpegang pada hadis riwayat Abu Tsa‟labah alKhusyani, namun berbeda dalam penekanan terhadap kehati-hatian dan konteks sosial penggunaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan pandangan tersebut disebabkan oleh perbedaan metode istinbath hukum dan penilaian terhadap realitas sosial masing-masing ulama. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami hukum fikih kontemporer terkait interaksi sosial antara Muslim dan non-Muslim. Kata kunci: Bejana non-muslim, Thaharah, Fikih Muqaran