Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Analisis Harga Pokok Produksi Rumah PadaNot a member yet
59215 research outputs found
Sort by
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KEARSIPAN DI DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG, PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN (PUPRPKPP) PROVINSI RIAU
ABSTRAK PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KEARSIPAN DI DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG, PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN (PUPRPKPP) PROVINSI RIAU Oleh : Nandatasya Sherlyfa NIM. 12170525095 Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan dalam meningkatkan efektivitas kearsipan pada instansi pemerintah daerah. Menggunakan teori kepemimpinan Hasibuan (2016), penelitian kualitatif ini menganalisis peran kepemimpinan melalui lima dimensi: instruktif, konsultatif, partisipatif, delegatif, dan pengendalian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan meliputi Kepala Subbagian, arsiparis fungsional, dan staf kearsipan, dilengkapi observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kepemimpinan berperan cukup efektif dengan kinerja kuat pada aspek partisipatif dan penegakan aturan, namun lemah dalam pengelolaan SDM, kesesuaian penempatan tugas, dan konsistensi pengawasan. Tiga hambatan utama teridentifikasi: ketidakseimbangan beban kerja dengan kapasitas SDM, ketidaksesuaian penempatan tugas dengan kompetensi pegawai dan pengawasan pasif yang hanya fokus pada hasil akhir. Nilai audit kearsipan internal masih berkategori "kurang" (44,25 pada tahun 2023), mengindikasikan kesenjangan manajemen sistemik meskipun kepemimpinan interpersonal positif. Studi menyimpulkan pengelolaan arsip efektif memerlukan transformasi kepemimpinan yang menggabungkan disiplin teknis, penyediaan sumber daya memadai, standar operasional terstruktur, dan pengawasan preventif bukan reaktif. Kata Kunci : Peran Kepemimpinan, Efektivitas Kearsipan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Pengawasan, Administrasi Pemerintaha
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PODCAST TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS XI MAN 3 KOTA PEKANBARU
Hanifa Nur Azura, (2025): Pengaruh Media Podcast terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas XI MAN 3 Kota Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besar: 1) keterampilan berbicara siswa kelas XI MAN 3 Kota Pekanbaru; 2) keterampilan berbicara siswa setelah mengenal media podcast. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 3 Kota Pekanbaru. Sedangkan, sampel berjumlah 36 orang siswa. Teknik pengambilan sampel data menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan angket. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara siswa antara pretest dan posttest menggunakan media podcast di MAN 3 Kota Pekanbaru. Dibuktikan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel pada taraf signifikansi 5%, 14,359 > 2,032. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berbicara siswa setelah pembelajaran menggunakan media podcast, dari pretest dengan nilai mean 53,89 menjadi meningkat di posttest dengan nilai mean 78,44. Kata Kunci: Media, Podcast, Keterampilan Berbicara Sisw
IMPLEMENTASI SUPERVISED LEARNING UNTUK VISUALISASI ALFABET DAN KATA DASAR BAHASA ISYARAT INDONESIA
Komunikasi merupakan aspek penting dalam interaksi sosial manusia. Bagi penyandang tunarungu, bahasa isyarat menjadi sarana utama untuk menyampaikan pesan dan berinteraksi secara efektif. Di Indonesia, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) digunakan sebagai media utama bagi penyandang tunarungu untuk mengekspresikan pikiran, kebutuhan, dan emosi. Namun, pembelajaran BISINDO di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih terbatas oleh kurangnya media interaktif yang dapat memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan gerakan isyarat. Penelitian ini mengembangkan sebuah website pembelajaran berbasis machine learning yang mampu mengklasifikasikan gerakan alfabet dan kata dasar BISINDO. Sebanyak 5.200 data citra alfabet dan 2.000 data citra kata dasar digunakan sebagai dataset pelatihan dan pengujian, dengan fitur diekstraksi menggunakan MediaPipe. Kinerja Algoritma Decision Tree dan Random Forest dibandingkan untuk menilai ketahanan dan kemampuan generalisasi model, dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa Random Forest memberikan performa terbaik pada seluruh metrik pengujian dengan skema pembagian data 70:30 untuk alfabet dan 80:20 untuk kata dasar. Model terbaik ini kemudian diimplementasikan ke dalam website yang memungkinkan prediksi gerakan tangan melalui kamera. Pengujian sistem menggunakan Metode Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama berjalan sesuai skenario dan menghasilkan keluaran yang diharapkan. Dengan demikian, website ini layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif BISINDO dan sebagai sarana pendukung komunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat umum
UJI SENSORI DAN ANALISIS ZAT GIZI SELAI DENGAN PERSENTASE BENGKUANG DAN BUAH NAGA MERAH YANG BERBEDA
Upaya pengembangan pangan fungsional olahan buah lokal dari bengkuang dan buah naga merah salah satunya yaitu diolah menjadi selai. Bengkuang mengandung vitamin C dan inulin yang baik untuk pencernaan serta dapat mengikat air dan mengentalkan selai, sedangkan buah naga merah mengandung pektin sebagai pembentuk gel dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan pewarna alami pada selai. Selai adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah dihancurkan kemudian dimasak hingga kental. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis nilai gizi dan daya terima selai dengan persentase bengkuang dan buah naga merah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P1 (100% bengkuang : 0% buah naga merah), P2 (80% bengkuang : 20% buah naga merah), P3 (60% bengkuang : 40% buah naga merah), P4 (40% bengkuang : 60% buah naga merah), P5 (20% bengkuang : 80% buah naga merah) dan P6 (0% bengkuang : 100% buah naga merah). Parameter yang diamati yaitu uji sensori terdiri atas uji hedonik dan mutu hedonik, analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar vitamin C, dan pH. Analisis data uji sensori dilakukan secara statistik menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) sedangkan analisis zat gizi dilakukan secara statistik deskriptif. Perlakuan selai dengan persentase bengkuang dan buah naga merah yang berbeda memberikan pengaruh perbedaan nyata (p<0,05) terhadap uji hedonik tekstur dan warna dan uji mutu hedonik aroma selai, tekstur, warna dan aftertaste. Hasil uji sensori selai dengan persentase bengkuang dan buah naga merah yang berbeda yang paling disukai panelis adalah perlakuan dengan (40% bengkuang : 60% buah naga merah) dengan kadar air 41,02%, kadar abu 2,31%, kadar protein 2,36%, kadar lemak 0,29%, kadar karbohidrat 54,03%, dan kadar vitamin C 12,47%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selai dengan persentase (40% bengkuang : 60% buah naga merah) menjadi perlakuan terpilih terhadap uji sensori. Kata kunci: bengkuang, buah naga merah, selai, uji sensori, zat giz
KORELASI CARA DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN FIQIH SISWA DI SDIT ASY-SYUURAA BATAM KECAMATAN SAGULUNG PROVINSI KEPULAUAN RIAU
ABSTRAK Agus Kurniawan (2025) : Korelasi Cara Belajar dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Fiqih Siswa di SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau Penelitian ini dilatarbelakangi karena di duga kurangnya motivasi siswa SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau dalam belajar mata pelajaran Fiqih. Padahal motivasi belajar sangat diperlukan dalam pencapaian hasil belajar yang maksimal dan sebagai cara untuk membantu meningkatkan prestasi belajar. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana motivasi belajar Fiqih dan prestasi belajar Fikih siswa kelas V SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau serta adakah hubungan yang signifikan antara motivasi belajar Fiqih dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas V SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa pada mata pelajaran Fiqih dan Prestasi belajar Fiqih pada siswa kelas V SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau serta mengetahui adakah hubungan antara motivasi belajar Fiqih dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas V SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 65 siswa. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 siswa yang tersebar pada 2 kelas yaitu kelas V A dan V B sebanyak 65 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, koding, skoring, tabulasi dan interprestasi data kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik korelasi dengan rumus korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar Fiqih siswa kelas V SDIT Asy-Syuuraa Batam Kecamatan Sagulung Provinsi Kepulauan Riau berada pada tingkat baik ada 29 orang (44.6%), jawaban cukup ada 35 orang (53.8%), dan jawaban kurang ada 1 orang (1.6%). Kata Kunci : Cara, Motivasi dan Prestasi Belaja
ANALISIS BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN BERDASARKAN MODEL KENNEDY & SOEMANAGARA DALAM MENARIK MINAT PELANGGAN COFFE BOLO BANGKINANG
ABSTRAK Nama : Ridwan Alfajria Nim : 11940312011 Judul : Strategi Komunikasi Pemasaran Coffee Bolo Bangkinang Dalam Menarik Minat Pelanggan Penelitian ini mengkaji secara mendalam analisis bauran komunikasi pemasaran berdasarkan model Kennedy dan Soemanagara (2006) yang diimplementasikan oleh Coffe Bolo Bangkinang. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana elemen-elemen komunikasi tersebut digunakan untuk membangkitkan serta mempertahankan minat pelanggan di tengah persaingan industri kafe yang semakin kompetitif di Kota Bangkinang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi partisipatif di lokasi penelitian, wawancara mendalam bersama narasumber kunci (pemilik, pengelola media sosial, staf barista, dan pelanggan), serta studi dokumentasi terhadap materi promosi perusahaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Coffe Bolo Bangkinang secara sistematis telah mengaplikasikan lima pilar bauran komunikasi pemasaran menurut kerangka kerja Kennedy dan Soemanagara untuk menarik minat pelanggan. Pertama, strategi Periklanan (Advertising) difokuskan pada produksi konten visual yang kreatif dan estetik di platform Instagram dan TikTok guna menjangkau audiens muda secara masif. Kedua, aspek Penjualan Tatap Muka (Personal Selling) dioptimalkan melalui standardisasi pelayanan staf yang hangat dan informatif, sehingga menciptakan koneksi interpersonal yang kuat saat pelanggan berada di kafe. Ketiga, Promosi Penjualan (Sales Promotion) diterapkan melalui beragam insentif jangka pendek seperti paket bundling mahasiswa dan program loyalitas stamp card yang efektif memicu aksi pembelian cepat. Selanjutnya, elemen Hubungan Masyarakat (Public Relations) dijalankan melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dan influencer untuk membangun kredibilitas serta citra merek yang positif. Terakhir, Pemasaran Langsung (Direct Marketing) dikelola secara personal melalui interaksi dua arah di WhatsApp dan Instagram Direct Message untuk menjaga kedekatan dengan pelanggan loyal. Sinergi dari kelima pilar model Kennedy & Soemanagara ini terbukti tidak hanya efektif dalam membangun kesadaran merek (brand awareness), tetapi juga berhasil menyentuh aspek psikologis konsumen yang pada akhirnya mengubah ketertarikan menjadi minat beli yang nyata serta menciptakan pengalaman pelanggan yang positif bagi keberlangsungan bisnis Coffe Bolo Bangkinang. Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemasaran, Minat Pelanggan, Coffe Bolo Bangkinang, Iklan, Penjualan Tatap Muka, Promosi Penjualan, Pemasaran Langsung
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN NEARPOD TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP/MTs
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran Nearpod terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP/MTs. Metode pada penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan nonequivalent Posttest- only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Bernas Kabupaten Pelalawan dengan sampel kelas VIII.3 sebagai kelompok kontrol dan kelas VIII.4 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah masing-masing 31 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa serta soal Posttest. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji – t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata menggunakan uji t kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran Nearpod dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media Nearpod berdampak positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Sehingga, model tersebut dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi persamaan garis lurus (PGL). Kata Kunci : inkuiri terbimbing, media Nearpod, kemampuan komunikasi matematis, writing, drawing, mathematical expressio
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS
Isma Astuti (2025) : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk memfasilitasi kemampuan represenrasi matematis peserta didik pada materi teorema pythagoras. Penelitian pengembangan Research and Development (R&D) ini menggunakan model ADDIE, yang memiliki lima tahap diantaranya Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di SMP negeri 23 Pekanbaru dengan subjek penelitian melibatkan peserta didik kelas VIII dan objek penelitian berupa LKPD berbasis CTL untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis peserta didik pada materi teorema pythagoras. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan tes, dengan instrumen berupa lembar validasi, angket uji validitas dan praktikalitas, serta soal tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan memanfaatkan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji validitas, LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid dengan persentase kevalidan sebesar 95%, untuk uji praktikalitas LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat praktis dengan persentase tingkat kepraktisan pada kelompok kecil sebesar 92% dan persentase pada kelompok besar sebesar 88,39%. Sementara itu untuk hasil uji efektivitas, diperoleh nila
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARANGEOGRAFI DI SEKOLAH MENEN
Nur Aini, (2025) :Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar Kiri Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar Kiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode (quasi experiment) serta menerapkan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X.6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Jigsaw dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis menurut Ennis (2011). Data hasil tes kemudian dianalisis menggunakan uji t (Independent Samples Test) dan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), serta adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 60,41% (kategori cukup efektif) dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 25,95% (kategori tidak efektif). Kata Kunci : Jigsaw, Berpikir Kritis, Geograf
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 2 RUMBIO JAYA
Septia Wulandari (2025): Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri 2 Rumbio Jaya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Rumbio Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan berjumlah 2 kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik, dengan uji T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran geografi antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen pada pretest dan posttest. Setelah dilakukan pengujian dapat diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 t-tabel (1, 672) dan Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat Pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Rumbio Jaya. Kata Kunci: Model Contextual Teaching And Learning (CTL), Kemampuan Berpikir Kriti