40171 research outputs found
Sort by
The effect of monoethanolamine as stabilizing agent in Uncaria gambir Roxb. mediated synthesis of silver nanoparticles and its antibacterial activity
BUDIDAYA HANJELI (Coix lacrima-jobi L.) PADA LAHAN SUB OPTIMAL MENDUKUNG STABILITAS KETAHANAN PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 (KAJIAN KEPADATAN POPULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL)
Diversifikasi komoditas pangan lokal serta ekstentifikasi dengan pemanfaatan lahan sub optimal dapat dijadikan sebagai solusi menjaga ketersediaan dan keamanan pangan di tengah pandemi COVID-19. Hanjeli merupakan komoditas pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan pada lahan sub optimal, hal ini dikarenakan hanjeli mudah dibudidayakan dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi diberbagai macam kondisi lingkungan, serta mengandung nutrisi yang cukup tinggi. Hanjeli cocok untuk dibudidayakan di Sumatera Barat karena kondisi geografis dan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuh bagi hanjeli, namun pemanfaatan komoditi ini masih sangat minim di Indonesia, karena keterbatasan pengetahuan masyarakat yang menganggap bahwa hanjeli ialah hanya tanaman liar ataupun gulma. Untuk itu pengembangan hanjeli dengan teknologi yang tepat diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh berbagai tingkat kepadatan populasi terhadap pertumbuhan dan hasil hanjeli pada lahan sub optimal; (2) mengetahui populasi optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya hanjeli pada lahan sub optimal. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2020 di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kelompok ulangan serta terdiri dari 8 perlakuan tingkat kepadatan populasi. Kepadatan populasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah A1 = Populasi 62.500 tanaman/ha (jarak tanam 40 x 40 cm) , A2 = Populasi 50.000 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 40 cm ), A3 = Populasi 40.000 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 50 cm ), A4 = Populasi 33.333 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 60 cm ), A5 = Populasi 28.571 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 70 cm ), A6 = Populasi 25.000 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 80 cm ), A7 = Populasi 22.222 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 90 cm ), dan A8 = Populasi 20.000 tanaman/ha ( jarak tanam 50 x 100 cm ). Data pengamatan dianalisis secara statistik untuk mengetahui perlakuan yang berpengaruh dengan menggunakan uji F pada taraf 5% dan data yang berbeda nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji DNMRT pada taraf 5%. Rencana luaran penelitian di tahun ke-1 ini adalah jurnal nasional terakreditasi dan draft buku. Hasil penelitian menujukkan bahwa jarak tanam 50 x 70 cm, 50 x 80 cm, 50 x 90 cm dan 50 x 100 cm memberikan pengaruh terbaik pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan serta jumlah daun. Kata kunci : hanjeli, ketahanan pangan, sub optima
Peningkatan Omega-3 dan Penurunan Kolesterol Kuning Telur dengan Penambahan Minyak Alga dalam Pakan Ayam Ras
Kajian Kualitas Organoleptis, Hardness dan Kadar Air pada Berbagai Pakan Ternak Bentuk Pellet
The effect of Impatiens balsamina L. extract on structural, morphological, optical, and photocatalytic properties of Zn2SnO4
Investigation on Structure, Dielectric and Magnetic Properties of the Four-layer Aurivillius Phase Pb1-xBi3.5+x Nd0.5 Ti4-xMnxO15 Prepared via Molten Salt Method
In this study, the four-layer Aurivillius phases, Pb1-xBi3.5þxNd0.5Ti4-xMnxO15 (x ¼ 0, 0.1, 0.3, and 0.5), were
prepared by the molten salt method, in order to investigate the effects on crystal structure, morphology, dielectric
and magnetic properties of varying x composition. XRD patterns revealed that of the all samples were single-phase
products with an orthorhombic structure. The refinement result demonstrates a compressive unit cell volume with
increasing x composition. Moreover, FTIR spectroscopy showed a single mode of BO6 octahedra, and the shifting
of this mode indicates that the Mn3þ ions occupy the perovskite B-site. The anisotropic plate-like grain was probed
by SEM, the size of which showed an increase with a higher x composition, as the proportion of Bi3þ increases.
The dielectric properties also increase with an increasing x composition, which results from the increasing
structural distortion and grain size. The investigation of the magnetic properties indicates that the ferromagnetic
behavior for the x ¼ 0.5 sample, presumably originated from the double-exchange interactions between Mn3þ and
Mn4þ and the spin canting of distorted Mn(1)O6 octahedra via the Dzyaloshinskii–Moriya interaction. The formation
of the mixed-valent Mn3þ/Mn4þ could likely be caused by the oxidizing environment, produced by the
oxobasicity properties of the sulfate salt in this molten-salt method. Therefore, the multiferroic properties
exhibited at room temperature were due to the optimum dielectric and magnetic properties that were obtained at
x ¼ 0.5