40171 research outputs found
Sort by
Gambaran Perilaku Keluarga dalam Menyimpan dan Membuang Obat Antibiotik di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar
Risk factors for drug-related incidents can begins from problems in getting, using, storing and disposing of inappropriate drugs including antibiotics. The problem of antibiotic drugs has become a global problem that needs serious attention, including in Indonesia. The purpose of this study was to describe the behavior of families in storing and disposing of antibiotic drugs in Pariangan Subdistrict, Tanah Datar, Indonesia. The study used a cross sectional design with a purposive sampling technique. Based on the calculation of the number of samples by using Slovin formula, there were 100 families in Pariangan Subdistrict, Tanah Datar District that met the inclusion and exclusion criteria. This study used an instrument in the form of a questionnaire that met the validity and reliability test requirements. The data were analyzed by SPSS. The results showed that the family’s behavior in storing and disposing of antibiotics was sufficient with mean values of 6.07 and 6.90, respectively. Based on the correlation test, it can be concluded that there is no relationship between knowledge of families regarding of pharmacist profession and antibiotic drugs with family behavior in storing and disposing of antibiotics as indicated by a value of r = 0.163
Analisis Outcome Klinis Berdasarkan Kualitas Hidup dan Biaya Medik Langsung Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that requires therapy to control blood glucose. Uncontrolled
blood glucose can reduce the quality of life and increase medical costs. This study aimed to analyze differences in Random Blood Glucose (RBG) levels as the clinical outcome for three months based on the quality of life and direct medical costs. The clinical outcome was considered as controlled when RBG values <200 mg/dL, while RBG values ≥200 mg/dL was otherwise stated uncontrolled. This study was a cross-sectional with observational design. The inclusion criteria were T2DM patients taking the
same antidiabetic at least for three months at the outpatient clinic of Panembahan Senopati Bantul Hospital in September 2017. Those who were pregnant or breastfeeding were excluded from the study. Data were collected through questionnaire filling, added by patients’ medical and financial records. Demographic data were analyzed descriptively, while clinical outcomes were
analyzed using Kruskal-Wallis test. The study showed that most patients had uncontrolled clinical outcomes (64.5%). The average quality of life was 65.7±7.7, while the average direct medical cost was Rp 489.005. There were differences in clinical outcomes based on quality of life (p=0.000) at domains of physical function (p=0.034), personal satisfaction (p=0.000), treatment satisfaction
(p=0.000), frequency of disease (p=0.012) and based on direct medical costs (p=0.012). The study suggests that patients with controlled clinical outcomes show a higher quality of life and lower direct medical costs
Formulasi dan Karakterisasi SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) Mengandung Minyak Jintan Hitam dan Minyak Zaitun
Self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) is known to enhance intestinal absorption of a hydrophobic
compound like black seed oil. The objectives of this study were to develop and characterize the SNEDDS containing a combination of black seed oil and olive oil. Black seed oil and olive oil were characterized using Gas Chromatography-Mass Spectrophotometry (GC-MS). The optimization formula was carried out using various comparisons of oil, surfactant, and cosurfactant. The physical properties of SNEDDS were determined by transmittance percentage, dispersibility, robustness, thermodynamics (heating-cooling cycle, centrifugation, freeze-thaw cycle), globule size, and globule morphology tests. The optimum formula of SNEDDS was obtained at a comparison of surfactant and cosurfactant 3:2 and a comparison of oil and surfactant mixtures 1:7. The preparation met the requirement of percent transmittance (97.27 ± 0.06%), dispersibility (grade A) and stable based on robustness and thermodynamic stability tests. Diluted SNEDDS had an average globule size 99 nm with spherical morphology. SNEDDS preparation containing black seed oil and olive oil has good physical characteristics
Nilai Nihongo Nyuumon kelas A Ganjil 2020/2021
List Nilai mahasiswa kelas Nihongo Nyuumon kelas A Semester Ganjil 2020/202
Perendaman Rumput Laut Turbinaria murayana dalam Aliran Air Sungai sebelum digunakan sebagai Bahan Pakan Unggas
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan garam dan meningkatkan kandungan nutrisi
rumput laut Turbinaria murayana yang direndam dalam aliran air sungai sebelum digunakan sebagai bahan
pakan ternak unggas. Materi yang digunakan yaitu rumput laut jenis Turbinaria murayana yang diambil
dari Pantai Sungai Nipah Kabupaten Pesisir Selatan secara acak pada 5 lokasi yang berbeda, kemudian
dikomposit sebagai sampel penelitian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan berupa lama perendaman dalam aliran air
sungai yaitu 0, 1, 3, 5, dan 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman rumput laut Turbinaria
murayana dalam aliran air sungai berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar garam, serat kasar,
protein kasar, dan bahan kering. Penurunan kadar garam terbaik terdapat pada perlakuan perendaman
selama 3 jam dengan penurunan kadar garam dari 14,4% menjadi 0,76% dan mengandung 13,75% serat
kasar, 6,36% protein kasar, serta 17,5% bahan kering
Keanekaragaman Hayati Kecombrang (Etlingera Elatior) Dikabupaten Solok Sebagai Sumber Pangan Dan Obat Herbal Dalam Menjaga Daya Tahan Tubuh Pada Masa Pandemi Covid-19
Kecombrang merupakan salah satu tanaman rempah yang digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional yang kaya akan antioksidan. Walaupun demikian keberadaan tanaman ini setiap tahun semakin berkurang terutama di kabupaten Solok provinsi Sumatera Barat. Sehingga perlu dilakukan eksplorasi dan identifikasi morfologi tanaman kecombrang yang ada di kabupaten Solok provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah untuk menjaga plasma nutfah tanaman kecombrang sebagai bahan baku pangan dan obat herbal serta mengetahui keragaman morfologi dan tingkat similaritas tanaman kecombrang (Etlingera elatior) sebagai informasi awal konservasi pelestarian plasma nutfah tanaman kecombrang di Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan cara eksplorasi dan dianalisis kluster kemiripan dengan aplikasi minitab 16. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan plasma nutfah dan mempelajari karakter morfologi dan tingkat kemiripannya tanaman kecombrang yang ada di kabupaten Solok provinsi Sumatera Barat. Hasil eksplorasi didapatkan 20 aksesi tanaman kecombrang yang berasal dari 8 lokasi yang ada di kabupaten Solok. Hubungan kekerabatan atau tingkat kemiripan didapatkan 4 kluster. Nilai kemiripan yang didapatkan yaitu 33,33 -100 yang artinya kemiripan yang paling tinggi yaitu 100% dan paling rendah 33,33 %