DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN MYOFASCIAL RELEASE DAN EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE THERAPY TERHADAP FUNGSIONAL LEHER PADA MYOFASCIAL PAIN SYNDROME: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Myofascial pain syndrome dapat menimbulkan berbagai keluhan
seperti nyeri, spasme, dan keterbatasan gerak fungsional pada area leher dan
sekitarnya. Belum terdapat penelitian yang melakukan review terkait artikel yang
membahas tentang pengaruh myofascial release dan extracorporeal shock wave
therapy terhadap fungsional leher myofascial pain syndrome, sehingga perlu dilakukan
pengkajian tentang pengaruh myofascial release dan extracorporeal shock wave
therapy dalam peningkatan gerak fungsional leher pada kondisi myofascial pain
syndrome
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh myofascial release dan extracorporeal shock
wave therapy terhadap fungsional leher myofascial pain syndrome.
Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework
PICO (Population, Intervention, Comparison, Otcome). Mengidentifikasi artikel
menggunakan database yang relevan (Googlescholar, PubMed, PeDro) dengan kata
kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISA flowchart,
selanjutnya dilakukan tahap penilaian artikel menggunakan critical appraisal dan
menyusun hasil ulasan narasi.
Hasil: Hasil keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat 18.591 artikel. Setelah
dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 16 jurnal yang membuktikan
efektifitas myofascial release dan extracorporeal shock wave therapy dalam
mengurangi nyeri dan fungsional leher.
Kesimpulan: Pemberian teknik myofascial release dan extracorporeal shock wave
therapy pada kondisi myofascial pain syndrome efektif dalam menurunkan nyeri dan
dapat meningkatkan gerak fungsional pada leher
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK SCHOOL FROM HOME (SFH) TERHADAP MUSKULOSKELETAL DISORDER (MSD’s) PADA MAHASISWA DI ERA COVID 19
Latar Belakang : Pandemi COVID 19 di Indonesia mulai terjadi pada bulan Maret 2020.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Surat Edaran
dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal
17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam
rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Dengan adanya
pembatasan perkumpulan/ interaksi, Kementerian Pendidikan Indonesia memberikan
kebijakan meniadakan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka yang diganti dengan
pembelajaran dalam jaringan (daring) yang juga disebut sebagai kegiatan School From
Home (SFH). Salah satu risiko gangguan kesehatan yang mengancam mahasiwa yang
melakukan SFH dan pekerja yang melakuakn WFH adalah nyeri otot. Studi
menyebutkan nyeri otot atau muskuloskeletal disorders terjadi lebih dari 41% pada
mahasiswa. Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan aktifitas fisik school from
home (sfh) terhadap resiko teradinya masalah Muskuloskeletal disorders (MSDs) pada
mahasiswa diera covid-19. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional
analitik dengan menggunakan desain penelian pendekatan waktu cross sectional.
Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa prodi fisioterapi dengan total yang
mengisi kuisionare sebanyak 102 mahasiswa dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswa
Prodi Fisioterapi UNISA, melakukan School From Home, bersedia menjadi responden
dan akan di uji menggunakan uji Sperman Rank. Hasil : Hasil penelitian didapatkan p
0,065 > 0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik school from home
(sfh) terhadap muskuloskletal disorders (msd’s) pada mahasiswa diera covid19
STUDY NARATIVE REVIEW : MANAJEMEN FISIOTERAPI PENANGANAN NON-BEDAH PADA PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME
Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome atau Sindroma Terowongan Karpal
adalah suatu kondisi medis yang mengganggu median nerve atau bagian saraf tengah
tertekan pada bagian pergelangan tangan, menyebabkan adanya gejala rasa kaku,
kesemutan, kebas, rasa terbakar, dan rasa sakit pada bagian telapak tangan. Tujuan
Penelitian: Mengetahui manajemen penanganan fisioterapi non-bedah yang dapat
diberkian untuk menangani pasien carpal tunnel syndrome. Metode Penelitian:
Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Pencarian artikel dilakukan di
beberapa databased artikel online pedro dan pubmed. Kriteria inklusi dalam narrative
review ini yaitu artikel penelitian full text berupa manajemen penanganan fisioterapi
non-bedah pada carpal tunnel syndrome. Hasil Penelitian: Hasil ini didapatkan dari
sebelas artikel yang di review membahas mengenai manajemen penanganan
fisioterapi non-bedah pada carpal tunnel syndrome menggunakan intervensi neural
mobilization dan ultrasound sebagai konservatif treatment yang efektif untuk
peningkatakn kemampuan fungsional. Kesimpulan: Management penanganan non-
bedah memiliki hasil yang efektif dan berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan
fungsional dengan manajemen penangana
STUDI LITERATUR PENERAPAN PICTURE ARCHIVING AND COMMUNICATION SYSTEM (PACS) DALAM SISTEM INFORMASI RADIOLOGI
RIS adalah sistem yang bertanggung jawab untuk mengelola data
demografi pasien, penjadwalan, informasi keuangan, dan interpetasi dari hasil
pemeriksaan, Picture Archiving and Communication System (PACS) adalah
sistem yang mengelola akuisisi, transmisi, penyimpanan, distribusi, tampilan, dan
interpretasi dari citra medis. Hambatan dan kendala terjadi Ketika
mengimplemasikan PACS di Radiologi dan mendorong untuk memahami
penerapan pada PACS di RS.
Jenis penelitian dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah review
literature dengan menggunakan berbagai sumber tertulis seperti jurnal dan
textbook yang relevan dengan judul Karya Tulis Ilmiah. Pengambilan data dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada bulan Oktober 2020 dan
laporan hasil penelitian bulan Agustus 2021.
Hasil review litelatur disimpulkan bahwa ada beberapa rumah sakit yang
masih dalam proses atau belum maksimal dalam mengoprasikan atau berbagi data,
tidak semua rumah sakit memilikinya hanya rumah sakit tertentu seperti rumah
sakit bertipe A atau B, dalam pemasangan PACS terdapat keutungan dan
kekurangan. Sistem ini sangat membantu bagi petugas di instalasi radiologi,
kendala biasanya di sebabkan terjadi hambatan jaringan pada koneksi internet
STUDI LITERATUR TEKNIK PEMERIKSAAN LUMBAL LATERAL DENGAN POSISI PASIEN BERDIRI DAN DUDUK PADA KLINIS LOW BACK PAIN
Pemeriksaan lumbal merupakan salah satu pemeriksaan penunjang diagnostik
konvensional untuk memperlihatkan kelainan tulang belakang. Salah satu
diagnosis yang dapat di tegakkan melalui Teknik radiografi lumbal adalah Low
Back Pain (LBP). Beberapa literatur menjelaska bahwa pada kasus low back pain
lebih baik menggunakan posisi pasien duduk untuk meminimalkan lordosis pada
lumbal dan beberapa literatur lain berpendapat pada posisi berdiri dapat
menampakkan hasil citra yang lebih baik dari posisi duduk. Sehingga diperlukan
kajian literature untuk mengetahui posisi yang optimal pada Teknik radiografi
lumbal dengan kasus low back pain.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pemeriksaan lumbal proyeksi
lateral dengan posisi duduk dan berdiri, mengetahui anatomi yang tampak, serta
mengetahui posisi pasien yang optimal pada kasus low back pain. Jenis penelitian
dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan literature review.
Hasil penelitian ini menunjukkan prosedur pemeriksaan lumbal proyeksi
lateral pada posisi berdiri dapat di lakukan dengan mempoisisikan pasien berdiri
lateral terhadap bucky, MCP tubuh pasien pada pertengahan kaset, posisi pasien
berdiri tegak dengan nyaman, atur central point pada lumbal tiga. Sedangkan
prosedur pemeriksaan lumbal pada posisi lateral duduk dilakukan dengan
memposisikan pasien duduk lateral terhadap bucky, pinggul dan lutut diposisikan
fleksi 90⁰. Hasil radiograf menunjukkan terdapat perbedaan informasi anatomi
pada pemeriksaan lumbal posisi lateral berdiri dan duduk. Pada proyeksi lateral
posisi duduk lebih optimal dilakukan pada kasus low back pain karena mampu
menampakkan diskus posterior lebih tertutup, jarak interspinous lumbal empat
hingga lima tinggi, listesis dinamis lebih halus, sacroiliaca joint tampak terbuka.
Fleksi tulang belakang lumbal nampak signifikan pada posisi duduk dibandingkan
dengan posisi berdiri
PENGARUH UJI SILANG (CROSS CHECKER) SLIDE MALARIA TERHADAP KETEPATAN DIAGNOSTIK MIKROSKOPIS PADA LAYANAN PUSKESMAS TIMIKA PAPUA
Latar belakang: Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah manusia. Penyakit
ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk
Anopheles betina berperan sebagai vektor penyakit malaria. Faktor yang
menyebabkan kegagalan dalam penanggulangan malaria salah satunya adalah
kesalahan diagnosis mikroskopis malaria yang merupakan kelemahan mikroskopis.
Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh uji silang (cross
checker) slide malaria terhadap ketepatan diagnostik mikroskopis pada layanan
Puskemas Timika Papua. Metode: menggunakan sampel acak sederhana dengan
sampel yang diteliti sebanyak 60 sampel. Sampel tersebut merupakan sediaan
darah tebal dari pasien yang melakukan pemeriksaan malaria di laboratorium
kesehatan Puskesmas Timika Papua dan selanjutnya diperiksa kembali oleh cross
checker Malaria Center Kabupaten. Analisis data menggunakan uji diagnostik tabel
2x2 hasil pemeriksaan mikroskopis malaria antara ATLM Puskemas dan cross
checker malaria kabupaten. Hasil tabulasi berupa true positive, true negative, false
positve, false negative kemudian dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifisitas,
NPN, NPP secara manual. Hasil: penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh uji
silang slide malaria terhadap ketepatan diagnostik pada layanan Puskesmas Timika
Papua, dimana sensitivitas 86,11%, spesifisitas100%, NPP 100%, NPN 93,10%.
Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pemeriksaan antara ATLM
Puskesmas Timika dengan cross checker Malaria Center Kabupaten Mimika.
Kesimpulan: terdapat pengaruh uji silang slide malaria terhadap ketepatan
diagnostik pada layanan Puskesmas Timika Papua. Saran: Perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut dengan penelitian eksperimen dan penambahan variabel
untuk mengetahui gambaran stadium Plasmodium malaria di daerah endemik tinggi
malaria
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Asam Urat pada Lansia: Literature Review
Latar belakang: Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia maka meningkat pula
berbagai penyakit yang dialami lansia salah satunya yaitu Gout Arthritis. Penyebab
utamanya adalah tingginya kadar asam urat dalam darah yang bisa dipicuh oleh
bermacam faktor salah satunya aktivitas fisik. Gangguan kesehatan metabolik terjadi
oleh karena rendahnya tingkat aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan terjadinya kondisi
insulin yang tidak bekerja secara normal, yang mengakibatkan terhambatnya
pengeluaran asam urat melalui urin. Faktor aktivitas yang berlebihan juga dapat
memperburuk dan mendukung adanya komplikasi penyakit asam urat.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan penderita asam urat pada
lansia.
Metode: Metode penelitian literature review. Peneliti melakukan pencarian jurnal
melalui database Google Schoolar dan PubMed menggunakan kata kunci “aktivitas
fisik”, “kadar asam urat”, “lansia” untuk jurnal dalam bahasa Indonesia dan kata
kunci "Physical activity", "uric acid levels", "elderly" untuk jurnal berbahasa Inggris
dengan rentang tahun terbit jurnal mulai tahun 2016-2020. Jurnal yang digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 5 jurnal.
Hasil: Dari 5 literatur yang digunakan peneliti dalam menyusun penelitian literatur
review ini sebanyak 2 jurnal menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik
dengan kadar asam urat. Sedangkan 3 jurnal lainnya menunjukkan tidak ada
hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar asam urat.
Kesimpulan: Aktivitas fisik yang ringan atau terlalu berat akan menyebabkan
semakin tingginya kadar asam urat.
Saran: Masyarakat khususnya lansia hendaknya melakukan aktivitas fisik moderat
agar tidak menderita asam urat
Efektifitas Senam Yoga pada Lansia Dengan Hipertensi: Literature Review
Hipertensi merupakan masalah yang dihadapi oleh lansia seiring dengan
degenerasi organ tubuh dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi
kesehatan. Aktifitas fisik termasuk juga diketahui memiliki pengaruh yang baik
terhadap elastisitas otot dan pembuluh darah, termasuk pada lansia. Namun
review terkait yoga dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan
hipertensi belum banyak dilakukan. Tujuan dari review ini adalah untuk
mengetahui efektifitas senam yoga terhadap lansia dengan hipertensi.Literature
review menggunakan database Google Scholar dan PubMed. Kriteria
inklusiterdiri dari penelitian quasy eksperimendengan subjek lansia dengan
hipertensi, mengaplikasikan intervensi senam yoga, naskah full text, terbit
2016-2020, berbahasa Indonesia atau Inggris. Didapatkan 4 jurnal yang
memenuhi kriteria. Semua studi menyebutkan terdapat bahwa senam yoga
efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Memasukkan senam yoga dalam intervensi keperawatan kepada lansia dengan
hipertensi direkomendasikan. Perawat perlu mendapatkan pelatihan yang tepat
untuk dapat menghimplementasikan senam yoga secara baik dan benar. Namun
identifikasi jenis yoga yang paling tepat untuk lansia juga perlu dilakukan di
review selanjutnya
Pengaruh Pemberian Massage dan Stretching Terhadap Congenital Muscular Torticollis pada Bayi : Narrative Review
Latar belakang: Congenital Muscular Torticollis (CMT) dapat didefinisikan deformitas
bawaan lahir dengan karakteristik kemiringan lateral ke arah bahu, dengan torsi pada leher
dan deviasi pada wajah. Penyebab terjadi nya congenital muscular torticollis adalah
trauma melahirkan, compartment syndrome yang terjadi pada masa prenatal atau perinatal
dan gangguan pada otot sternocleidomastoideus. Sehingga menyebabkan penumpukan
fibrosis yang berlebihan pada endomysial dan perimysial, adipocyte hyperplasia dan atrofi
pada serat otot, yang menyebabkan tightness dan keterbatasan gerak pada area leher.
Intervensi yang dapat diberikan dalam penanganan congenital muscular torticollis ialah
massage dan stretching Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian massage dan
stretching terhadap congenital muscular torticollis pada bayi. Metode: Narrative Review
dengan menggunakan framework (PICO). P (Population, patient, problem), I
(Intervention), C (Comparison), O (Outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Pencarian artikel menggunakan tiga database (Google Scholar, Pubmed, dan ProQuest).
Hasil: Hasil pencarian tiga database terdapat 1.106 artikel. Setelah dilakukan seleksi
artikel menggunakan PRISMA flowchart diperoleh 10 artikel. Hasil review 5 artikel
Massage menunjukkan pengaruh yang efektif terhadap congenital muscular torticollis
pada bayi. Hasil review 5 artikel Stretching menunjukkan pengaruh yang efektif terhadap
congenital muscular torticollis pada bayi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh dalam
pemberian massage dan stretching terhadap congenital muscular torticollis pada bayi
dengan dosis massage selama 30 menit dengan 3 kali dalam seminggu selama 60 hari atau
2 bulan dan dosis stretching dengan durasi 30 menit, dengan 5-10 sesi, tahanan selama 10
detik, istirahat selama 10 detik dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 8 minggu atau 2
bulan. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat disempurnakan lagi untuk peneliti
selanjutnya dengan mengombinasikan intervensi yang lainnya yang digunakan dalam
menangani congenital muscular torticollis
PENGARUH ELEMEN EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA PELANGGAN SARIAYU MARTHA TILAAR)
Latar Belakang: Pertumbuhan bisnis kosmetik saat ini berjalan sangat ketat ditandai
dengan tingkat persaingan antar perusahaan kosmetik yang semakin meningkat
mendorong perusahaan untuk berkompetisi dalam setiap aktivitas perusahaan termasuk
dalam bidang pemasaran, perusahaan harus selalu waspada terhadap strategi para pesaing
yang berusaha merebut para pangsa pasar. Penciptaan merek yang dapat selalu diingat
oleh konsumen merupakan salah satu hal yang membuat konsumen tidak berpindah ke
merek yang lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh elemen ekuitas
merek terhadap keputusan pembelian pelanggan atau pengguna kosmetik Sariayu Martha
Tilaar yang berada di Kota Yogyakarta yang diukur dengan: (1) pengaruh kesadaran
merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan
pembelian secara individu, dan (2) pengaruh kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi
kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian secara bersama-sama. Metode
Peneltian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang dimana data yang
diperoleh berupa angka-angka. Populasi dalam penelitian adalah pelanggan atau
pengguna kosmetik Sariayu Martha Tilaar yang berada di Kota Yogyakarta dan berusia
minimal 17 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposive
dengan jumlah sempel 55 responden. Tekni pengumpulan data menggunakan kuisoner
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang di gunakan dalam
penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian: Hasil Penelitian ini
menunjukan bahwa: (1) Kesadaran Merek (X1) berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian Sariayu Martha Tilaar (Y). (2) Asosiasi Merek (X2) berpengaruh
negatif terhadap keputusan pembelian Sariayu Martha Tilaar (Y). (3) Persepsi Kualitas
(X3) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Sariayu Martha Tilaar (Y).
(4) Loyalitas Merek (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Sariayu
Martha Tilaar (Y). (5) Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi Kualitas, dan Loyalitas
Merek (X5) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian secara bersama-sama
terhadap produk Sariayu Martha Tilaar (Y)