DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN SLOW DEEP BREATHING DALAM SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu contoh
penyakit degenerative. Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah suatu peningkatan
abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari
satu periode. Hipertensi tidak secara langsung membunuh penderitanya, akan tetapi
hipertensi memicu munculnya penyakit lain yang mematikan. Hipertensi dikenal juga
sebagai tekanan darah tinggi yang merupakan suatu kondisi pembuluh darah yang
terus mengalami peningkatan tekanan. Pada orang dewasa, tekanan darah normal yaitu
120 mmHg sistolik dan 80 mmHg diastolik. Seseorang dikatakan hipertensi apabila
tekanan darah sistolik sama dengan atau diatas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik
sama dengan atau diatas 90 mmHg (kementerian kesehatan RI, 2018). Metode
Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Narrative Review. Hasil Penelitian : Hasil
Narrative review dari 10 (Sepuluh) jurnal menunjukan bahwa faktor munculnya
Hipertensi yaitu pada umur 60 tahun ke atas.jenis kelamin yang paling banyak terkena
Hipertensi adalah Perempuan. Dan dari 10 jurnal terdapat pengaruh pemberian
intervensi senam hipertensi dan slow deep breathing dalam menurunkan tekanan darah
pada lansia. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi terjadinya Hipertensi salah
satunya adalah Penuaan pada Perempuan dan faktor gaya hidup pada Laki-laki dan ada
pengaruh pemberian intervensi senam hipertensi dan slow deep breathing dalam
menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Saran : Diharapkan seluruh Lansia
lebih memahami terapi yang diberikan yang berkaitan dengan penyakit Hipertensi dan
mematuhi saran yang diberikan untuk menjaga Pola hidup sehat
PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN WILLIAM EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL PADA PENDERITA LOW BACK PAIN: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Nyeri Pinggang Bawah/ Low back pain adalah suatu gangguan
neuromusculoskeletal berupa nyeri yang terbatas pada region thorako lumbal dan
sakral, tapi gejalanya lebih merata dan tidak hanya terbatas pada satu radiks saja,
namun secara luas berasal dari degenerasi discus intervertebralis lumbalis. Tujuan :
Mengetahui pengaruh core stability exercise dan william flexion exercise terhadap
peningkatan fungsional pada low back pain. Metode : Metode penelitian yang
digunakan adalah Narrative Review dengan framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Otcome) Mengidentifikasi artikel menggunakan database
yang relevan (Googlescholar, PubMed, PeDro) dengan kata kunci yang telah
disesuaikan. Selanjutnya dilakukan tahap penilaian artikel dan menyusun hasil ulasan
narasi yang ditujukan untuk mengidentifikasi. Hasil penelitiaan : Hasil Review
didapatkan bahwa William exercise dan Core Stability Exercise memberikan bukti
bahwa kedua jenis pelatihan dapat mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan aktivitas
fungsional pada Low back pain Miogenik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian
maka dapat diketahui bahwa penelitian tentang Mczkenzie exercise dan Core Stability
Excercise terhadap Low back pain Miogenik menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Hal ini dikarenakan terdapat peningkatan aktivitas fungsional pada low back pain
miogenik terjadi setelah diberikan latihan tersebut. Saran : Diharapkan mampu
menambah referensi dan ilmu evidence based fisioterapis dalam membuat rencana
latihan untuk mengurangi keluhan Low Back Pain
DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEPATUHAN MINUM OBAT PADA KLIEN TUBERCULOSIS LITERATURE REVIEW
Tuberculosis merupakan salah satu penyakit menular disebabkan oleh
Bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Menurut Data dan Informasi pada profil
Kesehatan Indonesia tahun 2016, jumlah kasus baru Tuberculosis Paru BTA positif
di Indonesia yaitu 156.723 kasus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat
pada klien Tuberculosis. Penelitian metode literature review ini menggunakan kata
kunci berupa dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, klien Tuberculosis dan
menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Portal Garuda. Analisis data
menggunakan seleksi literature (PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah yang
dapat diakses secara full text dalam rentang tahun terbit sejak 2 Juni 2016 sampai
23 September 2020 dan wilayah yang diambil di Indonesia. Setelah itu dilakukan
penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal. Hasil jurnal yang
dianalisis didapatkan empat jurnal nasional yang menjelaskan dukungan keluarga
dalam kepatuhan minum obat pada klien Tuberculosis. Dukungan keluarga
memiliki hubungan yang dominan terhadap kepatuhan minum obat pada klien
diantaranya adalah keluarga dapat menjadi PMO (Pengawas Makan Obat), keluarga
menjadi support system untuk kesembuhan klien agar klien tetap patuh munum
obat. Dukungan keluarga sangat menunjuang keberhasilan pengobatan klien
Tuberculosis dengan cara selalu mengingat klien agar makan obat pengertian yang
dalam terhadap klien yang sedang sakit dan memberi semangat agar tetap rajin
berobat karena dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan minum obat
pada klien Tuberculosis. Saran dari literature review ini diharapkan dari berbagai
pihak baik dari tenaga kesehatan, masyarakat, dan peneliti selanjutnya mengetahui
terkait dukungan keluarga dalam kepatuhan minum obat pada klien Tuberculosis
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAWATAN ORANG TUA DENGAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN : LITERATURE REVIEW
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sering diabaikan oleh sebagian
orang. Berdasarkan Riskesdas (2018), anak yang mengalami masalah gigi dan mulut
mencapai 93%. Anak dengan ibu yang memiliki pengetahuan rendah memiliki resiko
karies lebih tinggi. Selain pengetahuan ibu, apabila perilaku perawatan ibu baik maka
dapat diperkirakan kesehatan gigi anak di usia lima tahun ke bawah juga baik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan
perilaku perawatan orang tua dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia 2-5
tahun. Penelusuran literature menggunakan database google Scholar dan PubMed
dengan kata kunci pengetahuan orang tua dan perawatan orang tua tentang kesehatan
gigi dan mulut pada anak usia 2-5 tahun OR knowledge of parents and parental care
about oral health in children aged 2-5 years. Penelusuran dilakukan dari 1 Januari
2015 sampai 1 Maret 2021. Hasil penelusuran didapatkan 109 artikel. Dari 109
artikel terdapat 12 yang duplikasi. Dari 97 artikel tersebut sebanyak 89 artikel
dieliminasi sehingga tersisa 8 artikel selanjutnya dilakaukan uji kelayakan
menggunakan JBI Critical appraisal berupa Checklist for Analytical Cross Sectional
didapatkan 1 artikel yang dieliminasi sehingga artikel yang direview adalah sebanyak
7. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku
perawatan orang tua dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia 2-5 tahun. Jika
pengetahuan dan perilaku perawatan orang tua baik maka kesehatan gigi dan mulut
anak juga akan baik, begitu juga sebaliknya
PERILAKU PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KANKER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN
Kualitas hidup merupakan persepsi individu yang menggambarkan posisi individu
dalam kehidupannya terdiri dari empat yaitu aspek psikologis, aspek spiritualitas,
dukungan sosial dan kesejahteraan salah satu komponen penting dalam perawatan
paliatif, terutama pada pasien kanker. Tujuan literature review ini untuk
mengetahui perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien kanker berdasarkan literature yang ditemukan
Penelitian ini merupakan penelitian systematic review, kualitatif dan cross
sectional, dengan metode literature review menggunakan database google scholar
dan pubmed, tahun studi 2016-2021. Menggunakan JBI critical apprasial dengan
studi systematic review, kualitatif dan cross sectional. Berdasarkan prisma jumlah
artikel yang didapatkan sebanyak (n= 168) dan artikel diterima (n=8). Hasil
penelitian menunjukkan perilaku yang harus dimiliki seorang perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien kanaker untuk meningkatkan
kualitas hidupnya antara lain menunjukan sikap yang positif seperti sikap caring,
memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga pasien, menunjukan rasa
empati, berbicara pelan dan hati hati mendoakan, mengajak bercanda dan
menghormati pasien dan keluarga
Hubungan karakteristik klien skizofrenia dengan tingkat kemandirian perawatan diri: Literature Review
Latar Belakang:Skizofernia merupakan gangguan yang mempengaruhi kemampuan
seseorang untuk berfikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik. Berdasarkan data
dari Riskesdas tahun 2018 prevalensi gangguan jiwa skizofrenia atau psikosis di
Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 5,3% dari tahun 2013 sampai 2018, yang
awalnya hanya sebanyak 1,7% meningkat menjadi 7% per mil. Perawatan diri atau
Aktifity Daily Living merupakan kebutuhan dasar manusia. Tingkat kemandirian
perawatan diri pada pasien skizofernia bermacam-macam berdasarkan karakteristik
klien skizofernia. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara
karakteristik klien dengan tingkat kemampuan perawatan diri pasien skizofrenia.
Metode: Metode yang digunakan adalah Literature review ini menggunakan database
Google Scholar dan PubMed dengan kriteria inklusi Subyek karakteristik pasien
skizofrenia dengan tingkat perawatan diri, naskah fulltext, Bahasa Indonesia dan
Bahasa inggris dengan tahun terbit 2015 sampai 2020. Dan melebihi ambang batas
penilaian The Joanna Briggs Institute Critical appraisal. Hasil: Hasil penelusuran ini
terdapat 363 Jurnal yang teridentifikasi dan akhirnya terdapat 5 jurnal yang sesuai
dengan kriteria inklusi review ini. bahwa karakteristik pasien skizofrenia memiliki
hubungan dengan tingkat kemandirian perawatan diri.
Simpulan dan Saran: Penelitian ini karakteristik pasien skizofrenia memiliki
hubungan dengan tingkat kemandirian perawatan diri direkomendasikan untuk
penelitian selanjutnya sebagai perawat jiwa untuk lebih memperhatikan dan
memahami kharakteristik pasien skizofernia
LITERATURE REVIEW: GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN ERITROSIT, LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PADA PASIEN ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT (LLA) SETELAH TERAPI
Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan suatu penyakit keganasan yang
paling banyak didiagnosis dan lebih dari 50% keganasan hemotopoietik pada
anak-anak. Terapi LLA dapat dilakukan dengan kemoterapi dan transplantasi
sumsum tulang, Kemoterapi bekerja dengan merusak sel kanker dan juga dapat
menghambat sel normal yang berdampak pada kinerja dari sel tersebut. Salah satu
yang dapat dihambat adalah perkembangan sel induk dan gangguan hematologi
selama terapi LLA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil
pemeriksaan eritrosit, leukosit dan trombosit pada pasien anak dengan leukemia
limfoblastik akut (LLA) setelah terapi. Metode yang digunakan, yaitu literature
review dengan penelusuran 10 jurnal terdahulu yang memiliki persamaan topik
dalam waktu terbit 2010-2020. Hasil data dari beberapa jurnal menunjukkan bahw
a pada anak yang telah menjalani terapi kadar leukosit mengalami kenaikan >50.0
00/mL, kadar eritrosit pada anak yang telah menjalani terapi akan mengalami pen
urunan, sedangkan pada trombosit menunjukkan penurunan sebesar <30.000/mm3
.
Disumpulkan bahwa penurunan tersebut diakibatkan oleh terapi yang sedang
dilakukan dan pada pemeriksaan leukosit, eritrosit dan trombosit pada pasien anak
dengan leukemia limfoblastik akut (LLA) memiliki hubungan yang bermakna.
Pengamatan pemeriksaan ini perlu dilakukan, agar selalu memberikan data dan
informasi tentang LLA pada anak setelah terapi
LITERATURE REVIEW: PENGARUH WAKTU PENUNDAAN PEMERIKSAAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN PLASMA NA SITRAT TERHADAP HASIL ACTIVATED PARSIAL THROMBOPLASTIN TIME(APTT)
Pemeriksaan heamtologi adalah pemeriksaan yang digunakan untuk skrinning penyakit, diagnosis penunjang penyakit dan mengevaluasi gangguan hemotasis. salah satu contoh pemeriksaan hemostasis yaitu Activated parsial thromboplastin time (APTT).
Hasil pada pemeriksaan mengalami kenaikan selain karena penundaan dan penyimpanan disebabkan juga salah satunya pembekuan sampek darah, sampel darah hemolisis atau berbusa, pengambilan sampel darah pada jalur intravena