DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan kontrol diri dengan kecanduan mobile game online pada remaja: literature review
Latar Belakang: Prevalensi penggunaan internet di Indonesia sebanyak 34,9%.
Sedangkan prevalensi pengguna game online di Indonesia sebesar 10,1%. Hingga saat
ini angka penggunaan baik internet maupun game online terus meningkat meskipun
tidak merata di beberapa wilayah di Indonesia
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini ialah Untuk mengetahui hubungan kontrol diri
dengan kecanduan game online pada remaja
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan kata kunci
berupa metode, simulasi, kesiapsiagaan, bencana dan Gempa Bumi. Pencarian jurnal
menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan PubMed. Analisis data
menggunakan seleksi literature (PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah full text
yang dapat diakses secara dalam rentang tahun terbit sejak 1 Januari 2018 sampai 1
Maret 2023 merupakan jurnal Nasional maupun Internasional. Setelah itu dilakukan
penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal.
Hasil: Hasil analisis didapatkan nasional dan internasional yang seluruhnya sudah
teridentifikasi nomor ISSN pada LIPI dengan menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengeksplorasi faktor – faktor
dalam hal aktivitas waktu luang, pengendalian diri, dan kualitas hubungan orang tua,
sebanyak 1 jurnal. Selanjutnya untuk menentukan pola penggunaan Internet, game,
dan ponsel cerdas anak-anak dan remaja, sebanyak 2 jurnal. Selanjutnya untuk
menganalisis efek tidak langsung antara Gaming Disorder dan masalah psikologis
dalam kehidupan sehari-hari melalui motif bermain game.
Simpulan dan Saran: Diharapkan untuk tetap mengontrol kegiatan bermain game
online yang dilakukan. Menggunakan smartphone dan internet, untuk kegiatan positif
lainnya seperti memperluas ilmu pengetahuan untuk meningkatkan skill dan bakat
yang dimiliki, serta kegiatan positif lainnya yang lebih seru dan tentunya jauh lebih bermanfaa
Hubungan motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit: literature review
Dokumentasi keperawatan adalah bukti catatan perawat dalam melaksanakan asuhan
keperawatan berdasarkan data yang akurat dan lengkap sebagai tanggungjawab
perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi perawat dalam melaksanakan
pendokumentasian asuhan keperawatan adalah motivasi kerja. Motivasi kerja sangat
dibutuhkan perawat dalam meningkatkan pelaksanaan pendokumentasian asuhan
keperawatan yang baik dan lengkap sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian
asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Pencarian literatur menggunakan 3 database
yaitu Google Scholar, Portal Garuda, Pubmed dengan rentang waktu 2016-2020.
Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia ”motivasi, dokumentasi, dan
asuhan keperawatan” dan bahasa Inggris ”motivation AND documentation AND
nursing care”. Seleksi literature menggunakan PRISMA, dilakukan skrining sesuai
kriteria inklusi yang telah ditentukan peneliti dan uji kelayakan menggunakan JBI
Critical Appraisal tool: cross sectional study. Hasil penelitian ini didapatkan 6 jurnal
yang diterima dan menunjukkan bahwa ada hubungan motivasi kerja perawat dengan
pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit yang
digambarkan oleh 5 jurnal. Motivasi kerja perawat yang tinggi didapatkan 2 jurnal
dengan persentase 33% dan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan
yang baik didapatkan 2 jurnal dengan persentase 33%. Kesimpulan dari penelitian ini
bahwa ada hubungan motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian
asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Diharapkan perawat dapat meningkatkan
motivasi kerja dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan karena
dokumentasi yang baik dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
Penambahan deep transverse friction pada mill’s manipulation terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pederita tennis elbow
Latar Belakang : Penggunaan berlebihan ekstremitas atas dalam olahraga raket dapat
meningkatkan resiko jaringan kelelahan dan cedera, menyebabkan radang pada tendon
dan jaringan lunak di pergelangan tangan, siku dan bahu, pada kasus Tennis elbow.
Kondisi ini akan mengakibatkan gangguan fungsional dan keterbatasan gerak. Tujuan
: Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan deep
transverse friction pada mill’s manipulation terhadap peningkatan kemampuan
fungsional pada penderita tennis elbow. Metode Penelitian : Design penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pre and post test two grup design dengan jumlah
sampel 18 orang dengan 2 perlakuan. Kelompok perlakuan I diberikan mill’s
manipulation berjumlah 9 orang dan kelompok perlakuan II diberikan deep transverse
friction dan mill’s manipulation berjumlah 9 orang. Penelitian ini dilakukan selama 4
minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu dan kemampuan fungsional diukur
menggunakan PRTEE. Hasil : Berdasarkan hasil uji hipotesis paired sample t-test
pada kelompok I didapatkan nilai (p<0,05) p=0,000 yang berarti ada pengaruh mill’s
manipulation terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita tennis
elbow. Dan kelompok II didapatkan nilai (p<0,05) p=0,000 yang berarti ada pengaruh
penambahan deep transverse friction pada mill’s manipulation terhadap peningkatan
kemampuan fungsional pada penderita tennis elbow. Berdasarkan uji hipotesis
independent sample t-test pada kelompok III didapatkan nilai (p<0,05) p=0,000 yang
berarti ada perbedaan pengaruh penambahan deep transverse friction pada mill’s
manipulation terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita tennis
elbow. Kesimpulan : ada perbedaan pengaruh penambahan deep transverse friction
pada mill’s manipulation terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita
tennis elbow. Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan
penelitian dengan mengontrol aktivitas yang berpengaruh pada kondisi tennis elbo
Hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kemampuan mengontrol kekambuhan pada pasien asma di RS Respira Yogyakarta
Latar Belakang: Pengetahuan pasien asma mengenai kemampuan mengontrol
kekambuhan merupakan kunci untuk membantu pasien menjalankan gaya hidup
supaya menghindari alergen atau mencegah asma berulang. Sikap pasien dipengaruhi
oleh pengetahuan mereka tentang pencegahan kekambuhan. Oleh karena itu, penting
untuk memastikan bahwa pengetahuan pasien cukup baik untuk mendukung sikap dan
perilaku yang sesuai dengan kemampuan mengontrol kekambuhan asma.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan
kemampuan mengontrol kekambuhan pada pasien asma Di RS Respira Yogyakarta.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian correlational melalui
pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 34 responden diambil dengan
menggunakan Teknik Accidental Sampling. Nilai yang didapatkan dianalisis
menggunakan Uji Spearmen Correlation.
Hasil: Berdasarkan hasil uji dari variabel pengetahuan dengan kemampuan
mengontrol kekambuhan didapatkan nilai signifikan p-value 0,023 dan nilai koefisian
kolerasi sebesar 0,389, sikap dengan kemampuan mengontrol kekambuhan didapatkan
nilai p-value 0,023 dan nilai koefisian kolerasi sebesar 0,388, perilaku dengan
kemampuan mengontrol kekambuhan didapatkan nilai p-value 0,000 dan nilai
koefisian kolerasi sebesar 0,673.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang antara tingkat pengetahuan, sikap,
dan perilaku dengan kemampuan mengontrol kekambuhan pasien asma di RS Paru
Respira Yogyakarta, yaitu semakin baik penegatahuan, sikap dan perilaku pasien asma
maka kemampuan mengontrol kekambuhan asma semakin baik
Pengaruh pemberian core stability exercise dan ultrasound terhadap penurunan nyeri pada penderita nyeri punggung bawah miogenik di Puskesmas Sanden Bantul
Latar Belakang : Nyeri punggung bawah miogenik terjadi karena stress pada otot
punggung bawah. Faktor ini menyebabkan gangguan /kelainan pada otot-otot daerah
punggung bawah. Kelainan atau gangguan ini biasa disebut dengan nyeri punggung
bawah miogenik. Tujuan : Untuk mengetahui seberapa pengaruh pemberian latihan
core stability exercise dan ultrasound terhadap penurunan nyeri pada penderita nyeri
punggung bawah miogenik. Metode Penelitian : menggunakan metode One grup pre
test and post test, penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel penelitian 15
subyek yang mengalami nyeri punggung bawah miogenik dengan alat ukur
menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Hasil : Berdasarkan hasil analisis
dilakukan uji hipotesa dengan paired sampel test dan didapatkan nilai P=0,000 yang
artinya p < 0,05 Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh yang signifikan
pada pemberian core stability exercise dan ultrasound. Kesimpulan : Berdasarkan
hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian core stability exercise
dan ultrasound dapat menurunkan nyeri pada penderita nyeri punggung bawah
miogenik
Hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi balita usia 1-5 tahun di Posyandu Uswatun Hasanah Pundung Nogotirto Yogyakarta
Latar Belakang: Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti
paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan
ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga
masyarakat, dengan memberikan perlindungan komunitas atau yang disebut dengan
herd immunity. Tujuan dilakukan imunisasi untuk menimbulkan atau meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat
terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk hubungan Dukungan Keluarga
Dengan Kelengkapan Imunisasi Balita di Posyandu Uswatun Hasanah Pundung
Nogotirto Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah metode deskriptif
korelasi. Metode deskriptif korelasi merupakan suatu metode yang menelaah
hubungan antara 2 variabel pada suatu situasi atau sekelompok subjek.Sampel dalam
penelitian ini sebanyak 60 responden dengan menggunakan pendekatan cross
sectional.Analisis data menggunakan uji Fisher’s Hasil Penelitian: Hasil analisis
bivariat menggunakan Chi Square didapatkan hasil nilai korelasi sebesar 0,871 dan
nilai signifikan p value = 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat
hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi balita usia 1-5
tahun di posyandu Uswatun Hasanah Pundung Nogotirto Yogyakarta Simpul:
Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Kelengkapan
imunisasi balita usia 1-5 tahun di posyandu Uswatun Hasanah Pundung Nogotirto
Yogyakarta dengan nilai P-value 0,000 (<0,05
Perbedaan efektivitas foam roller dan ice massage terhadap penurunan nyeri delayed onset muscle soreness (doms) otot hamstring pemain sepak bola
Latar Belakang: Sepak bola merupakan olahraga yang membutuhkan banyak
energi. untuk menunjang banyaknya energi, pemain sepak bola perlu melakukan
banyak latihan. Dari banyaknya latihan yang dilakukan pemain sepak bola dapat
menyebabkan terjadinya cedera terutama karena intensitas latihan yang terlalu tinggi.
Salah satu cedera yang sering terjadi karena intensitas terlalu tinggi adalah delayed
onset muscle soreness (DOMS). DOMS merupakan suatu keadaan dimana adanya
rasa nyeri juga ketidak nyamanan yang timbul pada otot. DOMS juga sering disebut
nyeri otot yang tertunda. Kegiatan yang menuntut otot bekerja lebih berat akan
menyebabkan kerusakan otot jangka pendek, dan efeknya akan mengganggu prestasi
para pemain sepak bola karena timbulnya rasa nyeri. Penanganan yang dapat
dilakukan untuk mengurangi nyeri DOMS diantaranya foam roller dan ice massage.
Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh foam roller dan ice massage terhadap
penurunan nyeri delayed onset muscle soreness pada otot hamstring pemain sepak
bola. Metode: Eksperimental dengan rancangan pre and post test two group design,
teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah 30
orang dengan program latihan 3x seminggu selama 4 minggu. Kelompok I diberikan
intervensi foam roller dan kelompok II diberikan kombinasi ice massage. Alat ukur
pada penelitian ini adalah numerical rating scale (NRS). Hasil: Hasil analisis data
dengan wilcoxon pada kelompok I dan II menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05). Hal ini
menunjukan adanya pengaruh pada setiap kelompok dan terjadi penurunan nyeri
delayed onset muscle soreness. Hasil analisis dengan mann whitney u test
menunjukkan nilai p=0,03 (p<0,05) berarti ada perbedaan pengaruh efektivitas foam
roller dan ice massage terhadap penurunan nyeri delayed onset muscle soreness pada
otot hamstring pemain sepak bola. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh
efektivitas foam roller dan ice massage terhadap penurunan nyeri delayed onset
muscle soreness pada otot hamstring pemain sepak bola. Saran: untuk penelitian
selanjutnya agar menggunakan variable penelitian yang lebih banyak
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Kepatuhan Penerapan SOP Pemilahan Sampah Infeksius dan Non Infeksius Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Sampah infeksius dan non infeksius merupakan permasalahan yang kurang
mendapat perhatian. Permasalahan ini akan berpengaruh pada proses pengelolaan sampah
khususnya pada tahap pembuangan akhir. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan
kepatuhan perawat terhadap pemilahan sampah infeksius dan non infeksius. Hal ini perlu
dilakukan analisis, evaluasi, dan perbaikan sesuai dengan standar operasional agar rumah
sakit menjadi prasarana umum yang aman dan sehat.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan penerapan SOP
pemilahan sampah infeksius dan non infeksius.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dan
pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 72 responden. Pengambilan
data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Kendall
Tau.
Hasil: Penelitian terhadap pengetahuan perawat tentang pemilahan sampah infeksius dan
non infeksius kategori baik sebanyak 60 responden (83 %), dan kepatuhan penerapan SOP
pemilahan sampah infeksius dan non infeksius sebanyak 51 responden (71 %). Hasil
perhitungan statistik diperoleh p value = 0,016 (p < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan penerapan
SOP pemilahan sampah infeksius dan non infeksius di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan penerapan SOP
pemilahan sampah infeksius dan non infeksius di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Semester 8 Tahun Ajaran 2022/2023 Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang : Insomnia1merupakan1suatu1kondisi1dimana1adanya1gangguan
pada1jumlah,1kualitas1tidur1pada1seseorang1individu. Stress1 adalah suatu
kondisi1dimana1seseorang1dibebankan1dengan1tuntutan1dan1diharapkan1 dapat
menyesuaikan1diri1sesuai1tuntutan1yang1ada. Mahasiswa1pada1semester1 akhir
akan dibebankan oleh skripsi1yang akan membuat1mahasiswa mengalami stress
yang dapat menyebabkan1insomnia.
Tujuan :1Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui1hubungan tingkat stress
dengan kejadian insomnia1pada saat1mengerjakan skripsi
Metodelogi : Penelitian ini menggunakan1metode penelitian kuantitaitf korelasi.
Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa semester 8 prodi keperawatan
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebanyak 198 mahasiswa dengan sampel
penelitian sebanyak 66 mahasiswa yang dihitung dengan rumus slovin. Sampel
diambil dengan Random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dengan
kuesioner yang diadopsi dari Resti 2012. Teknik analisis data menggunakan Chi
Square.
Hasil Penelitian : Hasil analisis dengan data uji Chi Square diperoleh nilai
signifikasi dengan hasil 0,020 < 0,05 yang berarti ada hubungan tingkat stress
dengan kejadian insomnia pada mahasiswa semester 8 tahun ajaran 2022/2023
prodi keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan hasil yang
didapatkan sebagian besar mahasiswa mengalami stress sedang yang menyebabkan
insomnia sebanyak 21 responden (32%).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia
pada mahasiswa semeseter 8 prodi keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Saran : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa
semester akhir untuk mengatasi insomnia dengan mengurangi stres
Perbedaan william flexion exercise dan feldenkrais exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita low back pain di Puskesmas Bambanglipuro
Latar Belakang : Low back pain salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering diderita,
ini juga merupakan penyebab utama kecacatan di kalangan remaja dan orang dewasa. Low back
pain telah menempati posisi keenam dalam penyakit global yang ditentukan oleh usia yang
disesuaikan dengan tingkat kecacatan karena menyebabkan penurunan aktivitas fungsional
seseorang. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan william flexion exercise dan feldenkrais
exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita low back pain di Puskesmas
Bambanglipuro. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental
design dengan rancangan pre and post test two group design. Sample pada penelitian ini adalah
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Subyek penelitian ini berjumlah 20 orang,
yang terbagi menjadi 2 kelompok, dimana kelompok perlakuan I diberikan intervensi william
flexion exercise dan kelompok perlakuan II diberikan intervensi feldenkrais exercise. Kedua
kelompok mendapatkan intervensi selama 6 kali pertemuan selama 3 minggu dengan frekuensi 2
kali dalam seminggu. Alat ukur keseimbangan yang digunakan adalah oswestry disability index.
Hasil : Hasil uji kelompok I dan kelompok II menggunakan uji Paired sampel t test dan diperoleh
nilah p=0.000 yang berarti berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional. Hasil uji beda
III menggunakan T-Independent dan diperoleh nilai p=0.557 yang berarti tidak ada perbedaan
william flexion exercise dan feldenkrais exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Keseimpulan : Tidak ada perbedaan
william flexion exercise dan feldenkrais exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada
penderita low back pain di puskesmas bambanglipuro. Saran : Bagi peneliti selanjutnya dapat
meneliti lebih lanjut meneliti intensitas nyeri yang dapat memungkinkan mempengaruhi dari
aktivitas fungsional pasien