DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru: Literature Review
Latar belakang: Tuberculosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
Bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Kepatuhan dalam pengobatan membutuhkan
dukungan sosial yang berasal dari dukungan keluarga, karena dukungan keluarga
memegang peranan penting dalam kehidupan penderita Tuberkulosis berjuang untuk
sembuh, berpikir ke depan dan menjadikan hidupnya lebih lebih bermakna. Tujuan:
penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan dukungan keluarga dalam
kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Metode: penelusuran literature dilakukan dengan
menggunakan database google scholar dan proquest (1 Januari 2017-31 Desember 2020).
Kata kunci dalam bahasa Indonesia adalah “Dukungan keluarga”, “kepatuhan minum
obat”, “TB Paru” sedangkan bahasa inggris “Family support”, “Medication adherence”,
“Pulmonary tuberculosis patients”. Hasil: Analisa didapatkan bahwa dukungan keluarga
yang baik dan cukup akan mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru.
Dukungan keluarga meliputi dukungan informasional, instrumental, penilaian dan
emosional. Kesimpulan: literature review ini adalah kesembuhan dalam pengobatan TB
ditentukan oleh beberapa faktor, terutama kepatuhan dalam minum obat, untuk
mempertahankan kepatuhan diperlukan dukungan dan memotivasi dari keluarga. Saran:
untuk penulis selanjutnya diharapkan dapat menggunakan faktor lain pada kepatuhan
minum obat pasien TB Paru yang belum diteliti dalam penelitian ini
Efektivitas Neural Mobilization dan Nerve Gliding Exercise untuk Meningkatkan Kemampuan Fungsional pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Narrative Review
Latar Belakang: Carpal tunnel syndrome (Cts) adalah neuropati saraf median pada
ekstremitas atas yang disebabkan oleh peningkatan tekanan pada saraf median.
Carpal tunnel syndrome biasanya disebabkan karena gerakan yang berulang-ulang
pada pergelangan tangan dan jari, tekanan pada otot, getaran, postur kerja yang tidak
ergonomik serta durasi bekerja. Intervensi yang digunakan yaitu neural mobilization
dan nerve gliding exercise. Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire
(BCTSQ) sebagai alat ukur dalam mengevaluasi tingkat keparahan CTS. Tujuan:
Untuk mengetahui efektivitas neural mobilization dan nerve gliding exercise untuk
meningkatkan kemampuan fungsional pada carpal tunnel syndrome (Cts)
berdasarkan jurnal. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah narrative
review dengan pencarian literature melalui Science Direct, PubMed, Google
Schoolar serta jurnal yang dipublikasikan maksimal 10 tahun terakhir. Strategi
pencarian database dan keyword menggunakan metode PICO dan diseleksi sesuai
dengan kriteria inklusi dan ekslusi dari artikel yang selanjutnya dibuat dalam
diagram flowchart untuk dilakukan review akhir. Hasil: Berdasarkan hasil analisis 11
jurnal menjelaskan bahwa neural mobilization dan nerve gliding exercise sama-sama
memiliki efektivitas dalam meningkatkan kemampuan fungsional tangan pada carpal
tunnel syndrome serta berdasarkan temuan khusus didapatkan hasil dari kedua
intervensi tersebut akan lebih efektif apabila dikombinasikan dengan modalitas EPA
dan manual terapi lainnya seperti stretching pasif, tendon gliding, bone mobilization,
tehnik neurodinamik serta penggunaan treatment terapeutik ultrasound dan low level
laser therapy (LLLT) sedangkan temuan umum menjelaskan efek yang dihasilkan
dari pemberian intervensi tersebut yaitu dapat mengurangi rasa nyeri, stretching pada
saraf median, meningkatkan kemampuan fungsional dan menjadi pilihan alternatif
untuk menghindari intervensi bedah. Kesimpulan: Adanya efektivitas dari
pemberian neural mobilization dan nerve gliding exercise dalam meningkatkan
kemampuan fungsional. Saran: Dapat dijadikan sebagai evidence based fisioterapi
dalam memberikan intervensi konservatif terkait dengan efektivitas neural
mobilization dan nerve gliding exercise untuk meningkatkan kemampuan fungsional
pada carpal tunnel syndrome (CTS)
PEMBERIAN MIRROR EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN PASKA STROKE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Stroke menjadi salah satu masalah kesehatan yang utama pada
masyarakat saat ini. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami
penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan otak tidak mendapatkan pasokan
oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel yang dapat
mengakibatkan kecacatan. Untuk meminimalkan kecacatan akibat stroke dan
meningkatkan fungsional dari penderita stroke dengan menggunakan media cermin,
biasa disebut mirror exercise atau mirror therapy. Tujuan : untuk mengetahui
pengaruh pemberian mirror exercise terhadap kemampuan fungsional ekstremitas
atas pada pasien paska stroke. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah
penelitian narrative review. Dengan framework PICO (Population, Intervention,
Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang
relevan (Google Schoolar, dan PubMed) diambil dari artikel yang dipublikasi tahun
2010-2020. Hasil Penelitian : hasil review 10 jurnal didapatkan hasil bahwa mirror
exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pada pasien
paska stroke. Kesimpulan : Pemberian Mirror Exercise efektif dalam meningkatkan
kemampuan fungsional fungsional ekstremitas atas pada pasien paska stroke
PEMBERIAN CORE STABILITY EXERCISE MINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Lansia merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang
perkembanganya dari anak-anak, dewasa yang akhirnya menjadi tua. Lansia
merupakan seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Banyak permasalahan yang
sering dihadapi seiring dengan bertambahnya usia maka akan muncul berbagai
penyakit, seperti penurunan fungsi tubuh, gangguan keseimbangan tubuh yang
berdampak pada resiko jatuh. Faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan
keseimbangan terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dari
faktor internal adalah usia dan jenis kelamin, sedangkan faktor eksternal disebabkan
oleh lingkungan dan penggunaan alas kaki. Intervensi yang dapat diaplikasikan pada
kasus gangguan keseimbangan adalah Core Stability Exercise. Tujuan Penelitian :
untuk mengetahui pengaruh Core Stability Exercises terhadap peningkatan
keseimbanagan dinamis pada lansia. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah
Narrative Review dengan menggunakan metode framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian artikel mengunakan 3 database yaitu
PubMed, Google Schoolar dan Scientdirect diterbitkan dalam waktu 2010 – 2020
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian : Setelah dilakukan
screening judul dan full text, didapat 6 artikel yang tidak sesuai dengan kriteria
inklusi dan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. 10 artikel tersebut
menyatakan bahwa Core Stability Exercises berpengaruh terhadap peningkatan
keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan : Core Stability Exercise dapat
digunakan sebagai salah satu intervensi fisioterapi dalam meningkatkan
keseimbangan dinamis pada lansia. Saran : Diharapkan bisa menambah literature
yang lebih baik untuk kesempurnaan penelitian selanjutnya
NARRATIVE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI VIRTUAL REALITY BERBASIS VIDEO GAMES PADA KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE
Latar Belakang: Stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA) merupakan gangguan
neurologis pada otak yang menyebabkan terjadinya defisit neurologis, salah satunya
adalah kelemahan ekstremitas yang menyebabkan adanya keterbatasan fungsional
dikarenakan tonus abnormal sehingga otot menjadi tidak stabil, hal tersebut menyebabkan
terganggunya produktivitas penderita stroke. Untuk mengembalikan produktivitas pasien
stroke harus menjalani masa rehabilitasi dalam jangka waktu panjang dan berulang-ulang
yang dapat menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Ketika pasien melakukan latihan yang
menjadi kegemaran mereka, maka proses pemulihan akan terasa seperti bermain karena
pasien memasuki fase flow. Fase flow sering ditemui ketika seseorang memainkan sebuah
VR non immersive yang sering disebut video games. Dengan melakukan rehabilitasi
berbasis virtual reality dalam bentuk games diharapkan dapat membuat pasien
mengalami perasaan flow saat terapi.
Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari pemberian intervensi virtual
reality berbasis video games pada kemampuan fungsional pasien stroke.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review dengan frameworks
PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome) kemudian
untuk mengidentifikasi artikel menggunakan database (EBSCO, Google Scholar, NCBI,
Proquest, SAGE, Sciencedirect, Springer, dan Wiley) dengan kata kunci yang telah
ditentukan dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Proses seleksi artikel
menggunakan prisma flowchart yang kemudian dilakukan penilaian kritis artikel dan
penyusunan hasil ulasan narasi.
Hasil: Dari keseluruhan pencarian artikel didapatkan 2.688 artikel. Kemudian setelah
dilakukan seleksi artikel didapatkan 17 artikel yang menyatakan intervensi virtual reality
berbasis video games efektif untuk kemampuan fungsional pada pasien stroke.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh atas pemberian intervensi virtual reality berbasis video
games pada kemampuan fungsional pasien stroke
STUDY NARATIVE REVIEW EFEKTIFITAS PHYSICAL ACTIVITY TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN ANAK
Latar belakang: Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh yang mengaktifkan otot
dan memerlukan lebih banyak energi dibanding ketika beristirahat. Prevalensi anak
yang kurang melakukan aktivitas fisik mengalami kenaikan angka 26,1% pada tahun
2013 dan sekarang naik menjadi 33,5% ditahun 2018. Anak-anak yang kurang
melakukan aktivitas fisik dimasa yang akan datang dapat mengalami beberapa
masalah kardioresirasi, seperti sesak, seragan jantung, nyeri dada, dan stroke.
Diakibatkan oleh penurunan sensitivitas insulin, transportasi glukosa, permasalahan
fungsi sistem dan menurunkan detak jantung. Tujuan: untuk mengetahui tipe atau
jenis aktivitas yang efektif pada anak untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kebugaran pada anak. Metode: Narrative review dengan metode PEOs
yang merupakan akronim dari tiga komponen : P ( Population or Problem), E
(Exposure or Event), Os (Outcome Study Design) dan memenuhi kriteria inklusi dan
ekslusi. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar,
PubMed, dan Science direct. Hasil: Dari 10 jurnal efektifitas physical activity
terhadap peningkatan kebugaran anak menunjukkan hasil signifikan dalam
peningkatan kebugaran jasmani anak dengan 4 jenis alat ujur yang digunakan yaitu,
shuttle run test, Curl Up, Push Up, dan Trunk Lift Test.. Kesimpulan: Physical
Activity atau aktivitas fisik dengan jenis yang berbeda dan variatif pada anak ternyata
dapat meningkatkan kebugaran, kelincahan, fleksibilitas serta keseimbangan anak.
Saran: Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode
penelitian lain, seperti eksperimental
PENGARUH PEMBERIAN MULLIGAN EXERCISE UNTUK PENINGKATAN RANGE OF MOTION PADA OSTEOARTHRITIS KNEE: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Osteoarthritis atau OA merupakan penyakit degeneratif yang dapat
menyebabkan kemunduran pada tulang rawan sendi, menyebabkan terjadinya gesekan
yang mengakibatkan terjadinya penurunan range of motion yang akan mengakibatkan
keterbatasan fungsional yang menganggu kegiatan sehari-hari yang lebih lanjut akan
menyebabkan kecacatan. Mulligan exercise merupakan suatu manual terapi yang dapat
diberikan kepada penderita OA, dimana terapi ini memanfaatkan glide yang dilakukan
oleh terapis dan gerak aktif yang dilakukan oleh penderita OA. Tujuan : penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mulligan exercise terhadap
peningkatan range of motion penderita osteoarthritis knee. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode narrative review yang menggunakan framework PICO
(Population, Intervention, Comparison, Outcome), dengan pencarian artikel
menggunakan database yang relevan (google scholar, Pubmed, Pedro, sciencedirect,
dan Medline) dengan kata kunci yang telah ditetapkan yang kemudian seleksi dengan
diagram flowchart yang berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Hasil : total pencarian yang didapatkan berdasarkan database didapatkan
1.653 jurnal teridentifikasi, yang kemudian discreening sehingga menjadi 10 artikel
yang akan dibahas. Dari 10 artikel membuktikan bahwa Mulligan exercise berpengaruh
signifikan terhadap peningkatan range of motion penderita OA knee. Kesimpulan :
Pemberian Mulligan exercise efektif dalam meningkatkan Range Of Motion penderita
osteoarthritis knee
DAYA TERIMA ABON IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) KOMBINASI SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT SAAT BENCANA
Latar Belakang penelitian adalah kedaruratan terutama bidang kesehatan dan gizi
muncul setelah mewabahnya COVID-19. Pikiran cemas dan konsumsi makanan yang
tidak seimbang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Telah banyak produk pangan
darurat yang telah dikembangankan, namun masih banyak yang kurang sesuai dengan
kondisi darurat, sehingga pengembangan produk abon ikan lelel dumbo yang
ditambahkan dengan ikan gabus, belut serta penambahan kacang merah dan wortel ini
perlu dilakukan uji daya terima. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya terima abon
ikan lele dumbo kombinasi sebagai pangan darurat saat bencana. Metode penelitian yang
digunakan yaitu quasi eksperiment design dengan 4 formulasi yang dilakukan uji daya
terima dengan jenis uji kesukaan/ hedonic pada 50 panelis tidak terlatih. Hasil analisis
secara deskriptif menggambarkan bahwa formulasi 2 dipilih berdasarkan parameter
warna dengan skor 27 atau 54%, formulasi 2 dan formulasi 3 dipilih berdasarkan
parameter tekstur dengan skor 29 atau 58%, formulasi 1 dan formulasi 3 dipilih
berdasarkan parameter rasa dengan skor 19 atau 38%, formulasi 4 dipilih berdasarkan
parameter aroma dengan skor 20 atau 40%. Secara keseluruhan formulasi 1 dipilih
berdasarkan parameter abon yang paling disukai dengan skor 29 atau 58%. Kelompok
formulasi tanpa pembanding yang paling disukai yaitu formulasi 2 dan formulasi 4.
Kesimpulan penelitian ini adalah produk formulasi 1 dengan bahan 100% ikan lele tanpa
kombinasi berpengaruh terhadap rasa. Produk formulasi 2 dengan bahan ikan lele dan
ikan gabus berpengaruh terhadap warna. Produk formulasi 3 dengan bahan ikan lele dan
belut berpengaruh terhadap tekstur. Produk formulasi 4 dengan bahan 100% ikan lele
dengan kombinasi berpengaruh terhadap aroma. Saran untuk penelitian selanjutnya
sebaiknya melibatkan anak-anak, remaja, lansia, ibu hamil maupun ibu menyusui.
Kata Kunci :Daya Terima, Abon Ikan Lele Dumbo Kombinasi, Panga
Mengukur Kualitas Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis Akreditasi
Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah
(FPPTMA) berperan serta membantu pembinaan Perpustakaan
Perguruan Tinggi Muhammadiyah‘Aisyiah (PTMA) menuju Standar
Nasional Perpustakaan (SNP). Salah satu programnya adalah melakukan
bimbingan akreditasi.
Untuk itu, telah disiapkan naskah Pedoman Mutu Perpustakaan
PTMA dan telah dilakukan diskusi dan sosialisasi dengan pihak-pihak
terkait. Pedoman itu akhirnya didukung penuh oleh Majelis Pendidikan
Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
dengan diterbitkannya SK Nomor 0030/KEP/I.3/M/2021 tanggal 2
Februari 2021 dan telah disosialisasikan kepada seluruh pimpinan
PTMA se Indonesia.
Sebelum keputusan itu terbit, FPPTMA telah melakukan
bimbingan akreditasi secara luring maupun daring. Alhamdulillah
sampai Februari 2021 telah terakreditasi 28 perpustakaan PTMA dari 164 perpustakaan PTMA