DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MILITUS: NARRATIV REVIEW
Latar Belakang : Diabetes militus merupakan suatu penyakit atau gangguan
metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula
darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai
akibat insufisiensi fungsi insulin. Diabetes militus adalah masalah utama dalam
kesehatan di seluruh dunia yang meningkatkan rasio morbiditas dan mortalitas
karena perkembangan berbagai komplikasi yang sebagian besar terkait dengan sistem
kardiovaskular. Data dari IDF mencapai 15,5 juta berusia 20-79 tahun. Mewakili
prevalansi regional 3,3%, di Indonesia 21,3 juta pada tahun 2020 dan di provinsi
kabupaten sleman mencapai 25,383 kasus. Aktivitas fisik yang minim merupakan
salah satu faktor resiko tidak terkontrolnya kadar gula darah pada penderita diabetes
militus. Tujuan: untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah
pada diabetes mellitus Metode: Metode yang digunakan terdiri dari lima tahapan
yaitu mengidentifikasi pertanyaan narrative review dengan framework PICO
mengidentifikasi artikel menggunakan databased yaitu, SpringerLink, Pubmeddan
grey literature (Google Schoolar). Hasil: Dari pencarian ketiga database terdapat
531 artikel, setelah dilakukan seleksi artikel menggunakan PRISMA Flowcart
diperoleh 10 artikel . hasil dari 9 artikel menyatakan terdapat hubungan aktvita fisik
dengan kadar gula darah pada pasien diabetes militus dan 1 menyatakan kurang
tepat.Kesimpulan: Aktivitas fisik dan olahraga teratur memainkan peran penting
dalam kontrol glikemik dengan teratur maka akan meningkatkan kontrol glukosa
darah, dapat mencegah DM
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN CLOSED KINETIC CHAIN DAN ISOMETRIC CONTRACTION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTRITIS KNEE PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Setiap orang akan mengalami penambahan usia dan masuk pada
fase lansia yang akan menurunkan derajat kesehatan. Penurunan derajat kesehatan
yang paling sering diderita lansia yaitu penyakit menular, penyakit kronik dan penyakit
degeneratif. Penyakit degeneratif yang sering terjadi pada proses penuaan salah
satunya yaitu osteoathritis knee. Osteoarthritis knee adalah suatu kelainan sendi kronis
dimana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi ditandai
dengan pertumbuhan tulang rawan baru pada sendi yang akan menyebabkan
penurunan kemampuan fungsional pada penderitanya. Tujuan : Mengetahui apakah
ada pengaruh pemberian latihan closed kinetic chain dan isometric contraction
terhadap peningkatan kemampuan fungsional penderita osteoarthritis knee pada
lansia. Metode : Menggunakan metode narrative review, dengan mengumpulkan
artikel yang diidentifikasi menggunakan format PICO (Population, Intervention,
Comparison, Outcome) serta menentukan kriteria inklusi dan ekslusi untuk
selanjutnya menentukan artikel yang dipilih. Pencarian artikel yang digunakan
menggunakan tiga database (Google Scholar, NCBI, dan Science Direct). Hasil : Hasil
keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat 2.180 artikel. Setelah dilakukan
screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 20 artikel yang membuktikan
efektifitas closed kinetic chain dan isometric contraction dalam meningkatkan
kemampuan fungsional penderita osteoarthritis knee pada lansia. Kesimpulan :
Pemberian closed kinetic chain dan isometric contraction berpengaruh terhadap
peningkatan kemampuan fungsional penderita osteoarthritis knee pada lansia. Saran
: Penelitian ini diharapkan mampu menambah referensi atau tambahan ilmu dan juga
evidence based dalam merencanakan treatment fisioterapis untuk peningkatan
kemampuan fungsional penderita osteoarthritis knee pada lansia
Pengaruh Manipulation Under Anesthesia Terhadap Adhesive Capsulitis dalam Meningkatkan ROM dan Fungsional Shoulder: Studi Narrative Review
Latar Belakang: Manipulation Under Anesthesia (MUA) merupakan salah satu metode
pengobatan kedokteran bedah dalam mengatasi Adhesive Capsulitis. Dalam peranannya
metode ini dipilih apabila pengobatan konservatif tidak menunjukan hasil yang maksimal.
Selain itu, pengobatan ini dipilih karena harganya yang lebih murah dan memiliki hasil
hampir sama dengan metode teknik pembedahan yang lebih modern. Selama proses
pencapain target dalam menjaga ROM, menghilangkan nyeri dan meningkatkan
kemampuan Fungsional peranan Fisioterapi sangat penting dan dibutuhkan dalam proses
rehabilitasi agar menjaga kekambuhan tidak terjadi lagi. Penelitian ini dipilih dari
perbedaan pendapat tentang keefektifan Manipulation Under Anesthesia (MUA) dan
belum banyak ditemukan kajian peranan Fisioterapi pada pasien Post Op Manipulation
Under Anesthesia (MUA). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian Manipulation Under Anesthesia (MUA) dalam meningkatkan lingkup gerak
sendi dan aktifitas fungsional pada pasien Adhesive Capsulitis (AC). Metode: Metode
penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Otcome). Mengindentifikasi artikel menggunakan database
yang relevan (GoogleScholar, Pubmed, dan ScienceDirect) serta menetapkan PRISA
flowchart yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan selanjutkan penilaian
menggunakan critical appraisal dan menyusun ulasan narasi. Hasil Peneilitian: Hasil
review yang ditemukan didalam 12 jurnal didapatkan adanya pengaruh Manipulation
Under Anesthesia (MUA) dalam mengatasi nyeri yang diukur dengan VAS (Visual
analogue Scale), meningkatkan ROM Sendi Shoulder dan meningkatkan aktifitas
fungsional yang diukur dengan SPADI (Shoulder Pain and Disability Index),OSS (Oxford
Shoulder Score), ASES (American Shoulder and Elbow Surgeons), dan DASH
(Disabilities of the Arm, Shoulder and Hand). Selain itu, peran Fisioterapis sangat penting
dalam proses rehabilitasi. Kesimpulan: Ada pengaruh Manipulation Under Anesthesia
(MUA) serta peranan Fisioterapis dalam mengatasi nyeri, meningkatkan ROM dan
Aktifitas Fungsional pada pasien Adhesive Capsulitis Saran: Hasil penelitian ini
diharapkan bisa dijadikan bahan lanjutan penelitian dan menambah pengetahuan bagi
Profesi Fisioterapis
PENGARUH PEMBERIAN WILLIAM FLEKSI EXERCISE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS FUNGSIONAL TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Keluhan low back pain merupakan keluhan pada otot skeletal
yang dirasakan dengan intensitas nyeri yang berbeda-beda, dari nyeri yang ringan
sampai nyeri yang sangat sakit. William exercise bertujuan untuk penguatan otot-
otot lumbosakral (khususnya otot perut dan otot gluteus maximus) dan penguluran
otot ekstensor punggung. Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian william
fleksi exercise dalam meningkatkan aktivitas fungsional terhadap nyeri punggung
bawah. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian yang
menggunakan system Narative Review, yang merupakan uraian tentang teori,
temuan-temuan baru dan penemuan lainnya yang diperolah dari bahan acuan yang
dijadikan landasan dalam melakukan sebuah penelitian. Hasil Penelitian :
Program William flexion exercise bisa mengurangi tekanan pada bagian posterior
elemen tulang belakang lumbar, serta mengembalikan gerakan punggung bawah
dan kekuatan yang membantu dalam pereda nyeri dan mencegah kambuhnya nyeri
punggung bawah serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan low
back pain. Kesimpulan : Ada pengaruh dari Latihan William exercise terhadap
nyeri punggung bawah, namun beberapa intervensi pembanding lainnya seperti
Quantum Movement Technique dan Feldenkrais Exercise juga berfungsi
mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungional pasien dengan low back
pain. saran : Dapat menjadi acuan sebagai penelitian selanjutnya agar dapat
menyempurnakan penelitian sebelumnya dan juga dapat memberikan saran
kepada penulis sebelumnya. Penelitian yang dilakukan dapat berupa penelitian
dengan intervensi (experiment)
PENGARUH PEMBERIAN BRANDT DAROFF EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PADA BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Benign Paroxysmal Positional Vertigo bukan merupakan suatu
penyakit, tetapi merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terjadi akibat
gangguan keseimbangan pada sistem vestibular. Brandt Daroff Exercise merupakan
salah satu intervensi fisioterapi yang bertujuan meningkatkan keseimbangan pasien.
Belum terdapat penelitian yang melakukan review terkait artikel yang membahas
tentang pengaruh pemberian Brandt Daroff Exercise untuk meningkatkan
keseimbangan pada Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Yang dimana pemberian
intervensi ini bisa dilakukan kepada usia anak muda, orang dewasa, orang tua hingga
lansia. Dan Brandt Daroff Exercise ini bisa dilakukan secara mandiri dirumah dan
diulang secara rutin setiap hari. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian
Brandt Daroff Exercise Untuk Meningkatkan Keseimbangan Pada Benign Paroxysmal
Positional Vertigo. Metode Penelitian: Narrative Review. Dengan framework PICO
(Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel
menggunakan database yang relevan (Google Schoolar, Scinedirect dan PubMed)
dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISA
Flowchart, selanjutnya dilakukan tahapan penilaian artikel menggunakan critical
appraisal dan menyusun hasil ulasan narasi. Hasil Penelitian: Dari hasil keseluruhan
pencarian 3 database terdapat 646 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan
relevansi abstrak diperoleh 13 artikel yang menyebutkan bahwa Brandt Daroff
Exercise terbukti meningkatkan keseimbangan pada Benign Paroxysmal Positional
Vertigo. Dapat diketahui bahwa pada jurnal 11 membuktikan bahwa Brandt Daroff
Exercise yang ditambah dengan intervensi lainnya bisa meningkatkan keseimbangan
pasien 100%. Kesimpulan: Pemberian Brandt Daroff Exercise pada penderita Benign
Paroxysmal Positional Vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan dengan
diberinya dosis pelaksanaan yang dilakukan setiap hari, dalam 1 hari dilakukan
sebanyak 3x pengulangan selama 1 bulan
EFEKTIFITAS MODERAT EXERCISE TERHADAP RESPON SISTEM IMUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI DI MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Selama masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masing-
masing individu harus mampu menjaga kesehatan tubuhnya agar tidak mudah
tertular virus corona dengan melakukan pencegahan sejak dini. Salah satu upaya
untuk menjaga imunitas tubuh dimasa pandemi Covid-19 ini agar tetap kuat adalah
dengan melakukan moderat exercises. Latihan dengan intensitas sedang atau
moderat exercise dapat merangsang parameter yang berkaitan dengan imunitas
seluler dan oleh karena itu menurunkan risiko infeksi. Moderate exercise dapat di
jadikan sebagai salah satu modalitas oleh fisioterapis untuk meningkatkan respon
system imun pasien sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit infeksi.Tujuan:
Untuk mengetahui efektivitas moderat exercise terhadap respon sistem imun sebagai
upaya pencegahan infeksi di masa pandemi covid-19. Metode Penelitian: Jenis
penelitian ini menggunakan narrative review, dengan framework PEOs (Population
or Patient or Problem, Exposure, Outcome, Study Design.. Mengidentifikasi artikel
menggunakan database yang relevan (Google scholar, PubMed, PEDro dan
pencarian manual) berdasarkan artikel yang telah didapat dan sesuai dengan topik
penelitian, selanjutnya dilakukan ekstraksi data untuk menggolongkan beberapa
bagian penting dari artikel yaitu judul/penulis/tahun, Intervensi, Out come
Measurement, responden dan jumlah sampel dan hasil atau respon imun. Pada
langkah ini penulis juga menggolongkan hal yang diamati yaitu Efektifitas moderat
exercise terhadap respon sistem imun sebagai upaya pencegahan infeksi covid 19.
Seleksi artikel dengan menggunakan PRISMA Flowchart, selanjutnya dilakukan
tahapan penilaian artikel menggunakan critical appraisal dan menyusun hasil ulasan
narasi Hasil Penelitian: Dari hasil yang diperoleh melalui pencarian menggunakan 3
database dan pencarian manual, didapatkan sebanyak 10 literatur yang sesuai dengan
kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Selanjutnya diketahui bahwa tempat
dilakukannya ke sepuluh penelitian tersebut tersebar beberapa negara yang berbeda.
Dengan total dari keseluruhan sampel yang digunakan sebanyak 186 orang dan alat
ukur yang digunakan adalah dengan mengamati keterlibatan dan respon sel, sel imun
dan molekul humoral, diantaranya meliputi: Leukosit, neutrofil, granulosit, Limfosit,
Sel NK, Sitokin dan interleukin (IL), Faktor Nekrosis Tumor (TNF-α), Interferon-
Gamma (IFN-γ), Imunoglobulin (Ig) dan Molekul Adhesi, setelah individu
melakukan moderate exercise atau aktivitas fisik
MOTIVASI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERKAIT KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Latar Belakang : Kepatuhan pembatasan asupan cairan merupakan masalah penting pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Motivasi dan dukungan keluarga
merupakan factor penting dalam menjaga kepatuhan pembatasan asupan cairan.
Tujuan : Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana motivasi dan dukungan
keluarga terkait kepatuhan pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang
menjalani hemodialisis.
Metode: Penelusuran literature dilakukan melalui Google scholar dan Database dari
PubMed. Keywords yang digunakan dalam Bahasa Inggris adalah motivation, family
support, fluid adherence, and chronic kidney disease sedangkan dalam Bahasa Indonesia
adalah “ motivasi, dukungan keluarga, kepatuhan cairan dan gagal ginjal kronik”.
Penelusuran dilakukan sampai 25 Januari 2021. Hasil penelusuran didapatkan 362 artikel
peneliti menghilangkan 221 artikel karena tidak sesuai kriteria inklusi, tidak dapat
didownload, tidak dapat dibuka, tidak mengandung kata kunci yang sesuai, dan tidak
lengkap. Sehingga tersisa 141 artikel. Dari 141 artikel dikeluarkan 92 artikel, sehingga
tersisa 49 artikel. Ke-49 artikel tersebut dilakukaan uji kelayakan dan artikel yang di review
sebanyak 13.
Hasil : ke-13 artikel menggambarkan motivasi dan dukungan keluarga merupakan factor
penting dalam menjaga kepatuhan pembatasan asupan cairan. Dari 13 artikel tersebut
didapatkan bahwa karakteristik responden penelitian tersebut mayoritas berusia >40 th,
jenis kelamin laki-laki, pendidikan menengah dan merupakan pasien gagal ginjal kronik
yang rutin melakukan hemodialisa di rumah sakit. Mayoritas responden mendapatkan
dukungan keluarga serta motivasi yang baik terkait kepatuhan pembatasan asupan cairan.
Kesimpulan : Motivasi dan dukungan keluarga yang baik merupakan proses terpenting
dalam memberikan support kepada pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal kronik
untuk melakukan kepatuhan pembatasan asupan cairan
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS(ODHA): LITERATURE REVIEW
Penyakit HIV/AIDS dapat menyerang fisik penderita, juga menyerang dari sisi
psikologis. Penderita mengalami diskriminasi dan stigma buruk dari masyarakat
yang berpengaruh menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup orang dengan
HIV/AIDS (ODHA)
Penelitian menggunakan literature review. Kata kunci yang digunakan dukungan
sosial, kualitas hidup, dan ODHA. Menggunakan dua database Google Scholar dan
Proquest. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA) dan dilakukan
penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal. Hasil penelitian
ini didapatkan 3 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional. Keempat jurnal
mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap
kualitas hidup ODHA. Ada hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup
ODHA. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dan mempertahankan dukungan
sosial untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA menjadi lebih baik
LITERATUR REVIEW: DEFISIT PERAWATAN DIRI PASIEN SKIZOFRENIA
Latar belakang: Defisit perawatan adalah keadaan dimana individu tidak mampu
melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri. Skizofrania adalah gangguan
yang terjadi pada fungsi otak proses pikir.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi terkait defisit
perawatan diri pada pasien skizofrenia berdasarkan penelusuran literatur.
Metode: Penelitian menggunakan literature review dengan Database Google Scholar
dan Pubmed. Kata kunci Bahasa Indonesia yaitu defisit perawatan diri, pasien
skizofrenia dan Bahasa Inggris meliputi self care deficit, schizophrenia patient.
Analisis data menggunakan diagram PRISMA dengan kriteria inklusi naskah full text
yang dapat diakses dengan rentang waktu 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2020.
Disain penelitian menggunakan studi Quasy Experimental design dan Randomized
Controlled Trial design. Setelah dianalisis terdapat 3 jurnal yang diterima dan
memenuhi syarat untuk di lakukan penelitian.
Hasil: Hasil pembahasan disimpulkan bahwa pemberian terapi aktifitas kelompok
defisit perawatan diri sebelum (pre) dan sesudah (post) dapat mempengaruhi terhadap
kemandirian pasien dalam melakukan aktifitas sehari-hari terutama pada pemberian
terapi kelompok suportif terhadap kemandirian pasien skizofrenia yang mengalami
defisit perawatan diri.
Simpulan dan Saran: Terdapat tiga intervensi yaitu: terapi kelompok suportif, terapi
aktifitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi, dan terapi kelompok kognitif perilaku.
Terdapat perbedaan bermakna kemampuan sebelum dan sesudah dilakukannya
intervensi. Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya mengembangkan intervensi lain
untuk mengatasi masalah defisit perawatan diri pada pasien skizofrenia
PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA DAN SUHU KAMAR GELAP PADA LABORATORIUM RADIOLOGI KAMAR GELAP UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Kamar gelap merupakan ruangan dimana tahap akhir dari proses pembuatan
radiograf dilakukan. Selain itu, kamar gelap juga berfungsi sebagai tempat
penyimpanan film yang belum terekspose. Kelembapan dan suhu udara pada
kamar gelap perlu dijaga karena akan mempengaruhi penyimpanan film di kamar
gelap. Penulis memilih laboratorium kamar gelap Universitas Aisyiyah Yoyakarta
karena penulis ingin meneliti lebih lanjut standar kelembapan udara dan suhu
laboratorium kamar gelap Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta kemudian di
bandingkan dengan kualitas udara menurut Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No.1077/MENKES/PER/V/201.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan
teknik pengambilan data pengukuran. Pengukuran dilakukan terhadap kondisi
kelembapan dan suhu udara di kamar gelap laboratorium radiologi. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Radiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang
dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2021.
Hasil penelitian pada kali ini pengukuran kelembapan pada laboratorium
kamar gelap radiologi yaitu 83,35% melebihi batas yang ditentukan menurut
Kepmenkes No. 1077 Tahun 2011, sedangkan pengukuran suhu yaitu 27,60°C
hampir mendekati batas yang ditentukan Kepmenkes No. 1077 Tahun 2011.
Upaya mengatasi ketidak sesuaian kelembapan udara pada Kamar Gelap
Laboratorium Radiologi perlu di lengkapi 2 buah Eaxhaust Fan yang berfungsi
sebagai penghisap dan mengeluarkan udara. Kamar gelap pada Laboratorium
Radiologi sebakanya di lengkapi AC (Air Conditioner) untuk meminimalisir
terjadinya peningkatan suhu