DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH AEROBIC EXERCISE TERHADAP FUNCTIONAL CAPACITY PADA PENDERITA CORONARY HEART DISEASE POST OPERASI CABG: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Coronary Heart Disease (CHD) merupakan gangguan fungsi
jantung yang diakibatkan oleh kondisi penyumbatan atau penyempitan di pembuluh
darah koroner oleh plak aterosklerosis. Penyumbatan pada pembuluh darah yang
mencapai sumbatan 70% akan dilakukan tindakan secara operatif CABG. CABG
merupakan tindakan operatif yang memiliki efek setelah tindakan, pasien akan
mengalami penurunan functional capacity. Sehingga untuk menangani penurunan
functional capacity tersebut diberikan aerobic exercise pada pasien post operasi
CABG. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari pemberian aerobic exercise
terhadap functional capacity pada penderita coronary heart disease post operasi
CABG. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu narrative review
menggunakan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome).
Menggunakan database pencarian yang relevan (PubMed, PEDro, ResearchGate,
Google Scholar) dan penggunaan keyword yang sesuai. Penggunaan flowchart untuk
menyeleksi artikel yang akan dipilih. Hasil: Hasil yang didapatkan dari pencarian
artikel melalui 4 database terjumlah dengan total 3.533 artikel. Setelah artikel dipilih
dan diperiksa berdasarkan judul dan relevansi abstrak didapatkan hasil akhir yaitu 10
artikel yang sudah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari 10
artikel menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari pemberian aerobic exercise
terhadap peningkatan functional capacity pada pasien post operasi CABG.
Kesimpulan: Pemberian intervensi aerobic exercise terbukti terdapat pengaruh dalam
meningkatkan functional capacity pada pasien post operasi CABG, dengan berupa:
Bertambahnya jarak yang mampu ditempuh ketika berlatih berjalan; Meningkatnya
kadar VO₂max pada pasien setelah latihan; Meningkatnya SBP post latihan yang
menandakan kemampuan pasien dalam mentolerir intensitas aktivitas semakin baik;
Meningkatnya skor METs pasien yang menandakan meningkatnya kemampuan
kapasitas latihan pasien dalam melakukan latihan. Saran: Diharapkan penelitian ini
dapat dilanjutkan untuk menambah informasi mengenai pengaruh aerobic exercise
terhadap peningkatan functional capacity pada penderita CHD yang menjalankan
operasi CABG dengan lebih spesifik pada bagian mekanisme pengaruhnya
Pengaruh Lifestyle Modification Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Narrative Review
Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu penyakit yang menyerang
kardiovaskuler dengan angka kejadian sebesar 1,3 miliar dari jumlah penduduk di
dunia. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke, miocardiac
infarct, jantung koroner, gagal jantung kongestif, gagal ginjal kronis, dan komplikasi
retinopati. Belum ditemukan review terkait artikel yang membahas tentang pengaruh
lifestyle modification terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
sehingga perlu dilakukan ulasan yang mendalam terkait pengaruh lifestyle
modification terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan:
Untuk menganalisis pengaruh lifestyle modification terhadap penurunan tekanan
darah pada penderita hipertensi. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu
narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison,
Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed,
ScienceDirect, dan Emerald Publishing) dengan kata kunci yang telah disesuaikan.
Seleksi artikel dengan menggunakan flowchart Proses Pemilihan artikel, selanjutnya
dilakukan tahap penilaian artikel menggunakan penilaian kritis artikel dan menyusun
hasil ulasan narasi. Hasil: Hasil keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat
10,177 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 7
dari 10 artikel yang di-review membuktikan pengaruh lifestyle modification terhadap
penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Komponen lifestyle modification
yang dapat diberikan adalah diet sehat (mengurangi asupan garam, mengonsumsi
sayur dan buah, mengurangi konsumsi lemak, daging dan tepung, tidak
mengonsumsi alkohol, dan tidak merokok), beraktivitas fisik, dan program berjalan
kaki. Aktivitas fisik yang dilakukan adalah aktivitas fisik intensitas rendah dengan
nilai METs <3000/minggu, melakukan program berjalan kaki selama 180
menit/minggu atau setara dengan 10.000 langkah/hari. Hipertensi sering terjadi pada
wanita dibandingkan pria, dan hipertensi lebih lebih sering menyerang individu
dengan usia ≥40 tahun. Kesimpulan: intervensi lifestyle modification terbukti
efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN RETROWALKING TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL OSTEOARTRITIS KNEE PADA LANSIA : NARATIVE REVIEW
Latar belakang : Osteoartritis adalah penyakit sendi yang sering ditemukan dan
menjadi penyebab kecacatan, terutama pada usia lanjut , dewasa, muda, dan tua,
bahkan sering juga dijumpai pada anak dengan berbagai kelompok usia. Kelainan
yang terutama pada osteoartritis adalah keruskan tulang rawan sendi yang diikuti
pertumbuhan osteofit , yaitu pembentukan tulang baru pada ujung tulang, peradangan
siovium dan keruskan ligament. Tujuan : untuk mengetahui adanya pengaruh
latihan Retrowalking terhadap peningkatan aktivitas fungsional Osteoartritis Knee
pada lansia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah penelitian narrative
review. Pencarian artikel dilakukan di portal artikel online seperti google scholar,
PubMedCentral, researchgate. Hasil penelusuran artikel didapatkan sebanyak 10
artikel yang dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil analisis
dari 10 artikel yang mayoritas dari 7 artikel dari India,serta 1 artikel Arab Saudi, 1
artikel dari Amerika Utara Dan 1 artikel dari Indonesia, 5 Artikel yang mana intervensi
retro-walking memang membuktikan adannya peningkatan fungsional dan 5 jumlah artikel lain
menunjukkan bahwa retro-walking mampu menurunkan nyeri terhadap osteoartritisknee
Kesimpulan : Pemberian Latihan Retrowalking efektif untuk meningkatan aktifitas
fungsional osteoarthitis Knee pada lansia Saran : Latihan Retrowalking dapat
dijadikan refrensi dalam merancang sebuah latihan dan dilakukan secara rutin untuk
meningkatkan aktivitas fungsional sehingga menurunkan resiko terjadinya
Osteoartritis Knee pada lansia
PROVOKING ANKLE STRATEGY TERHADAP TINGKAT KELINCAHAN PEMAIN FUTSAL PASCA CEDERA SPRAIN ANKLE: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Cedera Sprain Ankle adalah yang mengenai sistem musculoskeletal serta
semua sistem yang dapat mempengaruhi aktivitas fisik seseorang harus terbebas dari cedera dan
penyakit. Ketidak mampuan seseorang dalam melakukan aktivitas olahraga disebabkan oleh
adanya cedera yang dialaminya . Pacsa cedera ankle dengan program latihan Provoking Ankle
Strategy Terhadap Tingkat Kelincahan Pemain Futsal Pasca Cedera sprain Ankle. Sebanyak
39% pemain futsal mengalami cedera ankle, sehingga dapat memperngaruhi tingkat kelincahan
pemain futsal. Salah satu cara menangani cedera ankle yaitu provoking ankle strategy terhadap
tingkat kelincahan pemain futsal pasca cedera sprain ankle. Tujuan: untuk mengetahui
provoking ankle strategy terhadap tingkat kelincahan pemain futsal pasca cedera sprain ankle
berdasarkan 13 jurnal narrative review. Metode: jenis Penelitian ini adalah narrative review,
dimana pencarian literatur melalui Google Schoolar dan PudMed yaitu jurnal ilmiah yang di
terbitkan minimal pada tahun 2010. Strategi pencarian menggunakan kata kunci dengan format
PICO, kemudian di pilih berdasarkan kriteria insklusi dan esklusi. Hasil studi literatur dari 2
database di dapatkan 25 artikel yang di anggap bisa memberikan kontribusi data artikel terkait
hasil yang ingin di capai penulis. Tahap selanjutnya dilakukan penyaringan data termasuk
duplikasi artikel screening abstrak, full text, dan flowchart sehingga meninggalkan 13 artikel
untuk dilakukan review akhir. Artikel yang telah di dapatkan dan sesuai dengan topik Penelitian,
selanjutnya di lakukan ekstrasi data. Hasil: Ada provoking ankle Strategy terhadap tingkat
kelicahan pemain futsal pasca cedera sprain ankle tapi berdasarkan analisis 13 jurnal banyak
program latihan yang meningkatkan kelincahan. Kesimpulan: Provoking ankle Strategy dapat
meningkatkan kelicahan pemain futsal pasca cedera sprain ankle. Saran: Penelitian ini
diharapkan dapat dijadikan evidence based fisioterapis dalam mengenai cedera ankle saat futsal
dengan mengunakan latihan provoking ankle Strategy terhadap tingkat kelicahan pemain futsal
pasca cedera sprain ankle
PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN TUBUH LANSIA : NARRATIF REVIEW
Latar Belakang : Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Lansia
adalah klasifikasi umur pada manusia yang telah menghadapi tahap akhir dari
sebuah fase kehidupan. lansia ini umumnya menjalani suatu proses dalam
kehidupan yang disebut Aging Process atau proses menjadi tua. lansia dan dapat
menyebabkan masalah kesehatan dan kebugaran, termasuk penurunan kekebalan,
pengecilan otot, resiko jatuh, penyakitkardiovaskuler, diabetes, kecemasan dan
depresi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Latihan aerobik terhadap
peningkatan kebugaran tubuh lansia dan Macam-macam latihan aerobik beserta
dosisnya. Metode: Metode yang digunakan Narrative Reviewdan mengidentifikasi
research question dengan framework PICO. Identifikasi artikel yang publikasi dari
tahun 2010-2020 berkaitan dengan Latihan Aerobik terhadap peningkatan
kebugaran tubuh dengan menggunakan database yang relevan (Pubmed, Science
Direct, Google schoolar)dengan kata kunci yang telah ditentukan. Seleksi artikel
menggunakan critical Appraisal setelah itu dimasukkan ke dalam prisma flowchart.
Hasil : berdasarkan 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai
Latihan Aerobik terhadap kebugaran tubuh pengaruh latihan Aerobik terhadap
peningkatan kebugaran tubuh. Saran: diharapkan lebih banyak mencari literature
yang membahas tentang pengaruh latihan aerobik terhadap kebugaran tubuh lansia
dan menjadikan promosi kesehatan dapat dilakukan untuk memberikan Edukasi
kepada masyarakat bahwa latihan Aerobik dapat dijadikan home program untuk
peningkatankebugaran tubuh lansia
LITERATURE REVIEW:KUALITAS HIDUP PASIEN JANTUNG KORONER
Latar belakang : Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020,
penyakit kardiovaskuler menyumbang sekitar 25% dari angka kematian dan
mengalami peningkatan khususnya di negara-negara berkembang, salah satu
diantaranya berada di Asia Tenggara. Pada tahun 2017, angka kematian akibat
Penyakit Jantung Koroner 42,3% atau 7,4 juta jiwa. Faktor yang mempengaruhi
kualitas hidup pada pasien PJK adalah cemas, depresi dan revaskularisasi jantung
dengan depresi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup
pasien PJK dibanding kedua faktor yang lain. Lebih jauh hasil penelitian
menjelaskan bahwa pasien PJK yang tidak mengalami kecemasan kualitas hidupnya
4,7 kali lebih baik dibanding pasien cemas, sedangkan pasien yang tidak mengalami
depresi memiliki kualitas hidup 5,4 kali lebih baik dibanding dengan pasien depresi
dan pasien yang menjalani revaskularisasi memiliki kualitas hidup 3,23 kali lebih
baik dibanding pasien yang tidak menjalani revaskularisasi.Oleh karna itu, perlu
untuk melakukan penelusuran literatur jurnal tentang kualitas hidup pasien jantung
koroner untuk meningkatkan kualitas hidup pasien jantung koroner
Tujuan : mengetahui kualitas hidup pasien jantung koroner
Metode : Penelusuran dengan menggunakan database google scholar dan pubmed,
dengan kriteria insklusi kualitas hidup pasien jantung koroner, tahun publikasi 2016-
2020, berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia, desain penelitian deskriptif,
cross sectional, jurnal fulltext. Jurnal yang didapat dinilai kelayakan menggunakan
JBI appraisal critical dengan skor lebih dari 50%. Keywords yang digunakan dalam
bahasa Inggris quality of life, coronary deseases sedangkan bahasa Indonesia
“kualitas hidup, jantung koroner”. Didapatkan 183 artikel, 15 jurnal duplikasi, 5
jurnal yang memenuhi kriteria insklusi dan layak dengan skor JBI appraisal critical
55,56% dan sesuai dengan fokus pencarian.
Hasil : kualitas hidup pasien jantung koroner berbeda beda berdasarkan Gender atau
Jenis Kelamin, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Status Pernikahan, Penghasilan,
Hubungan dengan Orang Lain, Standar Referensi.
Kesimpilan dan saran :kualitas hidup pasien janung koroner dapat ditingkatkan
dengan memamtuhi pengobatan dari dokte
TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI STUDY LITERATURE REVIEW
Latar belakang: Nyeri haid merupakan keluhan yang paling umum dan banyak
dialami oleh wanita termasuk pada remaja. Nyeri haid yang tidak ditangani dapat
mengganngu aktivitas keseharian, dan menstruasi dapat bergerak mundur
(Retrograd). Salah satu terapi nonfarmakologi yaitu dengan terapi musik klasik.
Musik klasik dapat dapat mempengarui kondisi tubuh, antara lain menurunkan
hormon yang berhubungan dengan stress, mengalihkan perhatian seseorang dari
rasa takut, cemas, tegang dan masalah sehari – hari lainnya, mengaktifkan hormon
endorfin (semacam protein yang dihasilkan di dalam otak dan berfungsi untuk
menghilangkan rasa sakit),dan dapat meningkatkan perasaan rileks.
Tujuan: Mengkaji ulang literatur dan menyimpulkan literatur mengenai pengaruh
terapi musik klasik terhadap nyeri haid pada remaja putri.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
literature review. Database yang digunakan dalam pencarian yaitu menggunakan
Google scholar yang dapat diakses secara full text.
Hasil: Terdapat 4 artikel yang direview berdasarkan kriteria inklusi yang
menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh pada pemberian terapi musik klasik yang
dilakukan saat nyeri haid dan dapat mengurangi intensitas nyeri pada remaja putri.
Menurut teori hasil jurnal yang didapat pemberian terapi musik dilakukan 1-2 kali
dalam 1 hari dan dilakukan selama 20-30 menit. Terdapat pengaruh pemberian
terapi musik klasik pada remaja putri.
Simpulan dan saran: Berdasarkan artikel yang didapat nyeri haid dapat diatasi
dengan intervensi terapi musik klasik yang dilakukan selama 20-30 menit.
diharapkan dapat menjadi tambahan untuk penangan nyeri haid pada remaja
dengan terapi musik klasik
LITERATURE REVIEW : PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP ANGKA HIDUP SERTA ANGKA KEMATIAN LARVA Aedes aegypti DAN LARVA Anopheles spp
Penyakit malaria dan demam berdarah merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di
Indonesia. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti
yang menyebabkan malaria dan nyamuk Anopheles spp yang menyebabkan demam
berdarah. Sebelum terbentuknya nyamuk dewasa terdapat larva yang kemudian akan
tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Larva nyamuk dapat tumbuh di perairan bersih maupun
kotor dan pertumbuhan larva sendiri juga dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pertumbuhan larva Aedes
aegypti dan larva Anopheles spp dengan pengaruh suhu dan kelembapan pada tampungan
air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Literature riview.
Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa pada suhu 26°C dapat
mempengaruhi pertumubuhan larva nyamuk Aedes aegypti dan larva Anopheles spp, pada
larva Aedes aegypti ditemukan sebanyak 44,8% larva hidup dan 55,2% larva mati,
sedangkan pada larva Anopheles spp terdapat 28,0% larva hidup dan 72% larva mati.
Kelembapan 76% terdapat 41,4% larva Aedes aegypti hidup dan 78,6% larva mati ,
sedangkan pada larva Anopheles spp 40,5% larva hidup dan 59,5% larva mati. Kelembapan
84,30% larva Aedes aegypti ditemukan 58,6% untuk larva hidup dan 21,4% larva mati.
Larva Anopheles spp pada kelembapan tersebut ditemukan 40,5% larva hidup dan 59,5%
larva mati. Larva nyamuk juga dapat dipengaruhi oleh pH, Salinitas air dan juga faktor
biologi seperti keberadaan tumbuhan dan pengaruh sinar matahari