DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH TANDEM GHAIT DAN BALANCE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA UNTUK MENGURANGI RESIKO JATUH: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur yang paling beresiko
mengalami gangguan keseimbangan,karena lansia mengalami kemunduran atau
perubahan morfologis pada otot yang menyebabkan perubahan fungsional otot
dengan terjadinya penurunan kekuatan dan kontraksi otot.lansia dengan gangguan
keseimbangan postural akan sangat beresiko untuk jatuh.Tujuan penelitian : Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tandem ghait dan
balance exercise terhadap peningkatan keseimbangan lansia untu menurangi resiko
jatuh.Metode penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative
review dengan langkah awal yaitu dengan melakukan identifikasi kata kunci dengan
menggunakan PICO (population/patiens/problem,intervation,compration,outcome)
dan menetapkan kriteria insklusi dan ekslusi dengan pencarian artikel menggunakan
3 database (Google scholar,Pedro,Pubmed),Selanjutkan artikel akan diseleksi
dengan menggunakan PRISMA flowchat yang kemudian akan di review.Hasil:hasil
dari seluruh pencarian 3 database dengan keywoard yang telah ditentukan di
dapatkan sebanyak 137 artikel.Setelah dilakukan screnning full text didapatkan 10
jurnal yang membuktikan bahwa pemberin tandem ghait dan balance exercise ini
dapat meningkatkan keseimbangan dan menurunkan resiko jatuh pada
lansia.Kesimpulan:sebanyak 10 artikel yang direview menunjukkan bahwa
pemberian tandem ghait dan balance exercise ini dapat mempengaruhin
keseimbangan lansia dan menurunkan resiko jatuh.Saran:peneliti selanjutnya dapat
mengembangan intervensi ini dengan melakukan metode lain,seperti eksperimental
PENGARUH PEMBERIAN ZIG ZAG UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN DRIBLING BOLA TERHADAP PEMAIN SEPAK BOLA DI SSB AMS SEYEGAN
Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena imbas dari
sepak bola. Masyarakat Indonesia sangat gemar bermain sepak bola tidak hanya
dewasa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua pun sangat menggemari
olahraga yang diciptakan di Inggris. Indonesia membentuk liga yang profesional
dengan 413 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, 92 kotadan 5 kota administrasi,
setidaknya ada lebih 500 tim sepak bola baik profesional, semi professional. Zig-
zag adalah untuk menguasai keterampilan lari, menghindar dari berbagai
halangan baik orang maupun benda yang ada disekeliling. Kelincahan juga
merupakan kemampuan untuk bergarak posisi tubuh atau arah gerak tubuh dengan
cepat, ketika sedang bergerak cepat, tanpa kehilangan keseimbangan atau
kesadaran orientasi tubuh.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh zig-zag terhadap peningkatan
kelincahan dribling bola pada pemain sepak bla di SSB AMS Seyegan.
Metodologi: Metode penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan rancangan
group pre post one group design. Teknik pengambilan sampling yang digunakan
adalah non-probability atau totak sampling. Jumlah responden yang diambil 36
siswa.
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis menggunakan wilcoxon signed dengan
nilai signifikan (p) = 0,000 < 0.05. hasil tersebut menunjukan bahwa secra
statistik terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian zig-zag untuk
meningkatkan kelincahan dribbling bola terhadap pemain sepak bola.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pemberian zig-zag untuk meningkatkan
kelincahan dribbling bola pada pemain sepak bola. Diharapkan responden dapat
melakukan latihan untuk meningkatkan kelincahan dribbling bola
STATUS GIZI ANAK DENGAN LEUKEMIA SAAT MENJALANI KEMOTERAPI
Latar belakang: Leukemia adalah suatu penyakit keganasan yang menyerang sel
darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Salah satu pengobatan
leukemia yaitu kemoterapi. Kemoterapi memiliki efek pada saluran pencernaan
yang akan mempengaruhi asupan nutrisi anak dengan leukemia yang akan
mengakibatkan malnutrisi pada anak dengan leukemia.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi anak leukemia
saat menjalani kemoterapi bedasarkan penelusuran literature.
Metode: Penulusuran literature dilakukan melalui Google Scholar dan Science
Direct. Keyword yang digunakan dalam bahasa inggris yaitu “Child Nutritional
Status, Leukemia Cancer, Chemotherapy”dan bahasa Indonesia yaitu “Status Gizi
Anak, Leukemia, Kemoterapi”. Penelusuran literature dilakukan dari Januari 2011
sampai Desember 2021. Hasil Penelusuran didapatkan 227 artikel. Dari 227 artikel
terdapat 5 artikel yang duplikasi. Dari 222 artikel tersebut dikeluarkan bedasarkan
kriteria yang tidak sesuai dengan inklusi sebanyak 215 dan sesuai dengan kriteria
eksklusi sebanyak 91 artikel dan didapatkan 7 artikel yang lolos untuk uji kelayakan
dengan menggunakan JBI Critical Appraisal tool: cross sectional study dan
penelitian kualitatif, sehingga artikel yang direview adalah sebanyak 7 artikel,
Penelitian ini berfokus pada status gizi anak dengan leukemia saat menjalani
kemoterapi.
Hasil: Status gizi anak dengan leukemia saat menjalani kemoterapi mengalami tiga
katagori yaitu status gizi buruk (malnutrisi), Status gizi normal dan status gizi lebih
(obesitas). Dari lima jurnal didapatkan hasil status gizi buruk sebanyak (71,4%),
satu jurnal didapatkan status gizi normal sebanyak (14,2%) dan satu jurnal
didapatkan hasil status gizi lebih (obesitas) sebanyak (14,2%).
Simpulan dan saran: Dari tujuh artikel yang didapat oleh peneliti, pasien anak
leukemia saat menjalani kemoterapi mengalami penurunan, normal dan ada pula
yang mengalami kenaikan status gizi. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi
orang tua pasien dan perawat untuk meningkatkan atau mempertahankan status gizi
anak leukemia dalam kondisi baik. Dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan
mengupdate penelitian terkait status gizi anak dengan leukemia saat menjalani
kemoterapi
PERBEDAAN KUALITAS CITRA CT SCAN THORAX VARIASI SLICE THICKNESS STUDY LITERATURE TUMOR PARU
Pemeriksaan CT Scan terdapat parameter scaning salah satunya yaitu
Slice thickness yang mempengaruhi kualitas citra, nilai slice thickness akan
mempengaruhi spatial resolusi, contrast resolution, noise dan artifact pada citra
CT Scan (Bisra, Marido, 2018). Menurut Wijokongko, S, et al, (2017) teknik
pemeriksaan CT Scan thorax menggunakan parameter slice thickness 10 mm.
Sedangkan menurut Samsun, S. et al. (2017) dalam penelitiannya teknik
pemeriksaan CT Scan thorax mengunakan slice thickness 2,5 mm, 5 mm, 7,5 mm
dan 10 mm.
Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Literatur (literature
review), penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 – Juli 2021. Data-data
yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan cara
mendeskripsikan fakta-fakta dan disusul dengan analisis, serta memberi
pemahaman dan penjelasan secukupnya.
Hasil penelitian menunjukan Prosedur Pemeriksaan CT Scan Thorax Study
Literature Tumor Paru yaitu persiapan pasien yaitu pasien melepaskan benda-
benda yang menimbulkan artefak pada Radiograf dan melampirkan Inform
Consent pasien. Teknik pemeriksaan CT Scan Thorax tidak menggunakan media
kontras, pasien diposisikan supine di atas meja pemeriksaan dengan kaki dekat
gantry (feet first) atau kepala dekat gantry (head first). Pembuatan topogram
mulai ujung Apex paru sampai ujung sinus costoprenicus. Parameter Pemeriksaan
CT Scan Thorax yaitu terdapat beberapa variasi Parameter Pemeriksaan seperti
faktor kv, mAs, slice thickness, FOV dan parameter lainnya sesuai dengan
standar yang digunakan pada pesawat. Perbedaan Kualitas Citra CT Scan Thorax
Variasi Slice Thickness 2,5 mm, 5 mm dan 10 mm, menunjukan penggunaan slice
thickness 5 mm lebih baik dan optimal dalam menunjukan kualitas citra
dibandingkan penggunakan slice thickness yang lainnya. Sebaiknya teknik
pemeriksaan CT Scan Thorax dengan kasus tumor Paru untuk mendapatkan
kualitas citra yang baik dan optimal di perlukan pengaturan parameter CT Scan
salah satunya yaitu pengaturan slice thicknes
HUBUNGAN BERPIKIR POSITIF DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA DI YOGYAKARTA
Latar belakang: Penampilan fisik merupakan salah satu bentuk citra tubuh
yang menjadi perhatian utama seorang perempuan yang terkadang
membentuk pola pikir positif yang berorientasi pada kebaikan. Disamping
itu, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh menimbulkan ketidakpuasan
terhadap diri sendiri yang menandakan bahwa dirinya tidak dapat berpikir
secara positif
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
berpikir positif dengan citra tubuh.
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner menggunakan skala
likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product
moment dan uji regresi.
Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji
korelasi adalah 0,000 yang mana kurang dari nilai signifikansi yang
ditetapkan sehingga dapat dinyatakan bahwa adanya hubungan antara
berpikir positif dan citra tubuh. Skor product moment sebesar 0,731 bernilai
positif sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir positif memiliki
hubungan yang signifikan dengan citra tubuh.
Simpulan: menurut penelitian ini, adanya hubungan yang signifikan antara
berpikir positif terhadap citra tubuh.
Saran: berpikir positif dapat dilatih dengan berbagai cara yakni seperti
berkata dengan kalimat positif, dapat menyesuaikan diri dengan keadaan
sebenarnya. Maka seseorang yang berpikiran positif akan tercermin dalam
keseharian termasuk dalam mempersepsikan citra tubuh
UJI KEBOCORAN TABUNG PESAWAT SINAR-X MOBILE DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Setiap pesawat sinar-X harus sesuai dengan spesifikasi keselamatan alat,
perlengkapan proteksi radiasi, keselamatan operasional, proteksi pasien dan uji
kepatuhan/uji kesesuain (compliance test). Universitas „Aisyiyah Yogyakarta
mendatangkan alat baru yaitu pesawat sinar-X Mobile dan pesawat tersebut belum
melakukan uji kesesuain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya
kebocoran pada tabung pesawat sinar-x mobile di Universitas „Aisyiyah
Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
eksperimental. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 – Juni 2021.
Analisa data dilakukan dengan mengumpulkan hasil pengukuran dan diolah
dengan cara mengkonversikan satuan nGy/s ke satuan mGy/j yaitu mengalikan
hasil rata-rata mGy/s dengan 3.600s/j. Lalu dibandingkan dengan nilai lolos uji
yang telah dikeluarkan oleh BAPETEN yaitu < 1 mGy/j.
Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada bagian bawah tabung pesawat
terjadi kebocoran sebesar 1,37 mGy/j, sehingga dikatakan melebihi ambang batas
yang telah ditetapkan Perka BAPETEN no 15 tahun 2014 dengan nilai < 1 mGy/j.
Sedangkan pada bagian kanan, depan, atas, kiri dan belakang tabung pesawat
sinar-X dikatakan aman. Terbukti bahwa nilainya sebesar 0,81 mGy/j, 0,42
mGy/j, 0,36 mGy/j, 0,30 mGy/j dan 0,36 mGy/j nilai tersebut masih dibawah
ambang batas dari yang telah ditetapkan. Agar tidak terjadi kebocoran yang
semakin besar, sebaiknya dilakukan perbaikan pada bagian bawah tabung.
Perbaikan dilakukan dengan menambah timbal pada bagian kolimator
LITERATURE REVIEW: PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA SERUM DAN PLASMA (Ethylen Diamin Tetra Acetate (EDTA) dan Natrium Flourida (NaF))
Pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu menegakkan
diagnosa suatu penyakit salah satunya pemeriksaan glukosa yang digunakan
sebagai pemeriksaan screening pada pasien Diabetes Mellitus. Spesimen yang
digunakan pada pemeriksaan kadar glukosa darah yaitu serum dan plasma.
Perbedaan antara plasma dan serum terjadi karena serum tidak mengandung
bahan-bahan seperti adanya penambahan antikoagulan sehingga komponen-
komponen yang terkandung di dalam serum tidak terganggu aktifitas atau
reaksinya berbeda dengan plasma yang menggunakan penambahan antikoagulan
seperti EDTA, NaF, ammonium oksalat dan heparin. Penilitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa pada sampel serum
dan plasma (EDTA dan NaF). Penelitian ini menggunakan desain penelitian
literature review dengan pola pencarian PICO. Hasil penelitian menunjukan
bahwa nilai deviasi serum yaitu 99,671 mg/dL dan plasma EDTA yaitu 100,963
mg/dL dimana hasil uji menunjukan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,138
GAMBARAN HASIL KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN GLUKOSA DAN KOLESTEROL PADA POOLED SERA BERDASARKAN VARIASI PENYIMPANAN: LITERATURE REVIEW
Pengendalian mutu laboratorium dilakukan untuk memantau ketepatan
dan mengawasi kualitas hasil pemeriksaan dengan menggunakan bahan kontrol.
Bahan kontrol dapat dibuat sendiri menggunakan sisa serum pasien yang
dikumpulkan atau disebut pooled sera. Pemilihan parameter glukosa dan kolesterol
dikarenakan pada tahun 2015, sebanyak 8,67 juta orang meninggal akibat penyakit
jantung koroner dan diabetes juga menjadi faktor risiko penting terjadinya penyakit
jantung koroner. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hasil penelusuran literatur
terkait kontrol kualitas pemeriksaan glukosa dan kolesterol menggunakan pooled
sera pada beberapa variasi penyimpanan diperoleh nilai CV% yang memenuhi
syarat. Metode yang digunakan, yaitu metode literature review pada beberapa
database antara lain Google Schoolar dan Pubmed. Screening literatur dilakukan
dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and
Meta Analyses) pemilihan literatur berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Terdapat
10 jurnal yang digunakan sebagai sumber literatur dianalisis secara deskriptif
kuantitatif. Hasil olah data pada beberapa jurnal menunjukkan bahwa nilai CV
paling rendah glukosa adalah 0,02% dan kolesterol 0,05%, nilai CV paling tinggi
glukosa adalah 16,78% dan kolesterol 3,9%, rata-rata nilai CV glukosa adalah
4,29% dan kolesterol 2,07%. Terdapat beberapa hasil kontrol kualitas pemeriksaan
glukosa menggunakan pooled sera yang memiliki nilai CV% tidak memenuhi
syarat yaitu melebihi 5% sedangkan hasil kontrol kualitas pemeriksaan kolesterol
menggunakan pooled sera pada beberapa variasi penyimpanan memiliki nilai CV%
yang memenuhi syarat yaitu dibawah 6%
LITERATURE REVIEW: PROFIL PEMERIKSAAN CKMB ,TROPONIN I, TROPONIN T dan High Sensitivity TROPONIN PADA PENDERITA INFARK MIOKARD AKUT (IMA)
Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu penyebab utama kematian
di dunia. Penyakit ini adalah gangguan aliran darah ke jantung yang menyebabkan
sel otot jantung mati atau otot jantung tidak mendapatkan cukup darah serta
oksigen akibat aterosklerosispembuluh darah jantung. Penelitian ini bertujuan
mengetahui gambaran hasil dari pemeriksaan CKMB, troponin I, troponin T dan
high-sensitivity troponin pada penderita infark miokard akut. Metode yang
digunakan, yaitu menggunakan literature riviewdengan penelusuran 11 jurnal
penelitian terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit 2010-
2020. Hasil data dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa pada penderita infark
miokard akut(IMA) sebagian besar merupakan laki-laki dan adanya hubungan
yang signifikan antara pemeriksaan CKMB, troponin I, troponin T dan high-
sensititivity troponin pada penderita infark miokard akut(IMA). Disimpulkan
adanya hubungan antara pemeriksaan CKMB, troponin I, troponin T dan high-
sensititivity troponin pada penderita infark miokard akut(IMA). Pengamatan
pemeriksaan ini perlu dilakukan, agar selalu memberikan data dan informasi
tentang infark miokard akut(IMA)
KEKAMBUHAN GEJALA PADA PASIEN GAGAL JANTUNG: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Kekambuhan adalah peristiwa timbulnya lagi gejala-gejala yang
sebelumnya sudah memperoleh kemajuan atau perbaikan. Kejadian kekambuhan
pada gagal jantung dapat mengakibatkan rawat inap ulang.
Tujuan: Untuk mengetahui kekambuhan gejala pada pasien gagal jantung.
Metode: Literatur review dilakukan dengan melakukan pencarian artikel jurnal
menggunakan database search engine Google Schoolar dan Pubmed dengan kata
kunci kekambuhan/recurrence, gagal jantung/heart failure, tanda dan gejala/sign
and symptoms.
Hasil: Hasil pencarian dengan kata kunci yang dimasukkan adalah 157 artikel
penelitian. Selanjutnya dilakukan skrining dan didapatkan sebanyak 2 buah artikel
yang sesuai dengan kriteria seleksi dan dipilih untuk direview. Hasil review
didapatkan hanya 1 dari 2 artikel yang mendukung bahwa kekambuhan pada pasien
gagal jantung dapat dikenali gejalanya.
Simpulan dan Saran: Kekambuhan gejala pada pasien gagal jantungantara
lain:kenaikan berat badan secara tiba-tiba, penurunan berat badan, batuk parah,
tekanan darah rendah/ortostatik, kelelahan yang mendalam, penurunan olahraga,
gelisah/kebingungan, nadi tidak teratur, dan palpitasi. Selanjutnya, bagi pasien
gagal jantungdiharapkan untuk lebih mengenali tanda dan gejala kekambuhan
gagal jantung agar pasien dapat mengendalikan tanda dan gejala yang memburuk
pada penderita gagal jantung