DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia) dalam Proses Penyembuhan Luka Diabetes: Literature Review
Latar Belakang: Luka diabetes merupakan luka yang sering terjadi pada penderita diabetes
dengan gejala umum hiperglikemi yang kronis sehingga menimbulkan kerusakan pada organ.
Luka diabetes yang tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan akan mudah terinfeksi bakteri
secara cepat, meluas dan dalam keadaan lebih lanjut menyebabkan gangren diabetik. Ekstrak daun
binahong merupakan intervensi dalam penyembuhan luka diabetes. Daun binahong mengandung
senyawa aktif alkaloid, saponin, dan flavonoid yang berperan penting dalam proses penyembuhan
luka diabetes.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah literature penelitian yang berkaitan dengan
pemberian ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) terhadap proses penyembuhan luka
diabetes.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan kata kunci berupa daun
binahong, penyembuhan luka, dan luka diabetes serta menggunakan dua database yaitu Google
Scholar dan Pubmed. Hasil dari pencarian didapatkan 11 jurnal nasional dan internasional. Jurnal
atau artikel yang digunakan adalah jurnal tentang penelitian true experiment dengan animal models
menggunakan hewan coba mencit. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA)
dengan kriteria inklusi naskah yang dapat diakses secara full text dalam rentang tahun terbit sejak
1 Januari 2015 – 30 September 2020. Penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical
appraisal.
Hasil: Hasil analisis didapatkan sebelas jurnal nasional dan internasional yang menjelaskan
adanya pengaruh pemberian ekstrak daun binahong terhadap penyembuhan luka diabetes.
Simpulan dan Saran: Ekstrak daun binahong memiliki senyawa aktif yang penting dalam proses
penyembuhan luka, baik luka akut maupun luka kronik seperti luka diabetes. Saran dalam literature
review ini diharapkan dari berbagai pihak baik tenaga kesehatan, masyarakat, dan keperawatan
ikut andil dalam membudidayakan tanaman obat tradisional binahong sebagai pengobatan luka
luar sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus dan dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif
untuk berbagai kalangan masyarakat di Indonesia
Tingkat Stres Dengan Risiko Kekambuhan Perilaku Kekerasan: Literature Review
Periaku kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat atau dapat
mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan baik fisik, seksual, ekonomi, sosial,
dan psikis terhadap korban. Tanda dan gejala pasien perilaku kekerasan yaitu wajah
memerah dan tegang, pandangan tajam, mengatupkan rahang dengan kuat,
mengepalkan tangan, bicara kasar, suara tinggi, menjerit, dan berteriak. Dampak
perilaku kekerasan yang dilakukan pasien terhadap dirinya sendiri adalah dapat
menciderai dirinya sendiri atau merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui tingkat stres mempengaruhi risiko kekambuhan perilaku
kekerasan berdasarkan penelusuran literatur. Penelusuran literature ini dilakukan
menggunakan google shcolar dan Pub Med. Penelusuran dilakukan pada 1 Januari
2015 sampai 1 Desember 2020 dengan kata kunci tingkat stres, risiko kekambuhan,
dan perilaku kekerasan. Hasil analisis didapatkan bahwa bila seseorang mengalami
tingkat stres tinggi dan tidak ditangan lebih lanjut maka dapatmemunculkan risiko
kambuh pada pasien perilaku kekerasan
STUDY NARRATIVE REVIEW: PERBEDAANPENGARUH CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY (CIMT) DAN MIRROR THERAPY TERHADAP FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PASIEN STROKE
Latar Belakang: Gangguan motorik ekstremitas atas merupakan salah satu
gangguan yang sering ditemui dan sangat bermasalah dalam aktifitas kehidupan
sehari-hari penderita stroke.Sehingga dibutuhkan intervensi untuk meningkatkan
kemampuan pada ekstremitas atas dan fungsi pada pasien stroke. Salah satu cara
untuk memperbaiki fungsi motorik pada ekstremitas atas dengan Constraint Induced
Movement Therapy (CIMT) dan mirror therapy. Tujuan: Tujuan umum untuk mengetahui
perbededaan pengaruhConstraint Induced Movement Therapy(CIMT) dan mirror therapy terhadap
fungsional motorik ekstremitas atas pada pasien stroke.Tujuan Khusus a. Untuk
mengetahui pengaruh Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional
motorik ekstremitas atas pada pasien stroke, b. Untuk mengetahui pengaruh mirror
therapy terhadap fungsional motorik ekstremitas atas pada pasien stroke. Metode:
Menggunakan narrative review dengan framework PICO. Pencarian jurnal
dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed, Pedro dan Google Scholar.
Hasil: Adanya peningkatan kekuatan otot pada individu dengan hemofilia oleh
penambahan resistance exercise pada hidroterapi pada beberapa jurnal yang telah
di review. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian Constraint Induced Movement Therapy
(CIMT) danmirror therapypada stroke terhadap peningkatan kemampuan fungsi motorik
ekstremitas atas. Saran: Peneliti selanjutnya dapat meneliti kasus dan penanganan
yang sama seperti dalam penelitian ini dengan metode yang berbeda seperti
eksperimental
Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi pada Lansia Di Indonesia: Literature Review
Pengaruh relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah hipertensi pada
lansia di Indinesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pegaruh relaksasi
progresif terhadap penurunan tekanan darah hipertensi pada lansia di Indonesia.
Keyword yang digunakan “Relaksasi Progresif AND Hipertensi AND Lansia”.
Penelusuran literature menggunakan database google scholar dan portal garuda dari
rentang tahun 2015-2020. Hasil analisis didapatkan bahwa setelah diberikan
intervensi relaksasi progresif terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Terjadinya penurunan tekanan darah diduga karena adanya perlakuan relaksasi
progresif. Relaksasi progresif yang dilakukan secara teratur dapat memberikan
penurunan tekanan darah hipertensi pada lansia
Dampak Menonton Drama Korea Tehadap Identitas Diri Remaja: Literature Review
Latar Belakang: Remaja adalah fase dimana seorang anak mencari jati diri, sehingga
membuat remaja mencari contoh figure dari orang-orang yang dianggap berpengaruh
dalam kehidupannya. Faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas diri
diantaranya adalah adanya significant other atau tokoh ideal (idola) yang dikagumi.
Remaja menonton drama Korea karena mereka melihat pemain atau tokoh dalam
drama yang mereka anggap sebagai idola. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui dampak menonton drama Korea terhadap identitas diri remaja. Metode
Penelitian: Metode penelitian Kuantitatif dengan model deskriptif. Penelusuran
literature ini dilakukan melalui 3 data base yaitu Google Scholar, Portal Garuda dan
EBSCO. Penelusuran artikel dilakukan dari 1 januari 2015 sampai 30 desember 2020
dengan kata kunci bahasa Indonesia: Dampak drama Korea, "Konsep diri", Drama
Korea, "Identitas diri", Remaja. Dan kunci bahasa Inggris: Impact Korean Drama,
"Self Concept", Adolescent, Korean Drama, "Self Identity", Teeneger. Hasil
penelusuran didapatkan 5 artikel yang sesuai topic penelitian. Hasil Penelitian: Hasil
analisa didapatkan bahwa terdapat dampak yang positif dan negatif dari menonton
drama Korea terhadap identitas diri remaja. Dampak positifnya yaitu remaja
menambah pesan moral yang didapat dari drama yang telah ditonton, remaja ingin
mendapatkan gambaran mengenai bagaimana berperilaku, untuk mencapai
kepercayaan diri guna hidup bermasyarakat. Dan remaja juga menonton drama Korea
sebagai referensi hidup bersosial, remaja ingin mengetahui peran sosial apa yang bisa
mereka ambil dalam masyarakat sehingga remaja yang menonton drama Korea,
sebagian ada yang memiliki hubungan sosial yang baik. Dampak negatifnya yaitu
remaja mengimitasi atau meniru hal-hal yang dilihat dalam drama, Semakin tinggi
perilaku modeling maka semakin rendah citra diri, dan sebaliknya. Remaja juga
kurang bersosialisasi, sehingga membuat remaja meninggalkan aktivitas nyata yang
membuat remaja tidak bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Remaja cenderung
ingin mengetahui hal-hal di lingkungannya, sehingga membuat remaja ingin
mengetahui bagaimana gambaran mengenai berperilaku dan mencapai kepercayaan
diri guna hidup bermasyarakat. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti
bagaimana cara mengatasi dampak-dampak negatif dari menonton drama Korea bagi
remaja untuk penyempurnaan penelitian yang akan dilaksanakan
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GADGET AKIBAT SCHOOL FROM HOME TERHADAP TENSION HEADACHE PADA MAHASISWA DI ERA COVID-19
Latar Belakang: Efek dari virus corona membuat berbagai hal di lakukan dari
rumah salah satunya adalah School From Home, KEMENDIKBUD mengeluarkan
surat edaran tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat
penyebaran corona virus disease COVID-19 yang salah satu isinya adalah belajar
dari rumah dengan kegiatan pembelajaran secara daring atau jarak jauh. Menurut
National Institute of Occupational Safety and Health, 90% orang yang menghabiskan
tiga jam atau lebih di depan gadget mengalami masalah salah satunya Tension
Headache.Tujuan: untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget akibat
School From Home terhadap Tension Headache pada mahasiswa di era COVID-19.
Metode: observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Sempel
penelitian ini adalah mahasiswa FIKes dengan total pengisi kuisioner sebanyak 305
mahasiswa dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Didapatkan p 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Adanya hubungan durasi penggunaan gadget akibat School From
Home terhadap Tension Headache
Peaceful End Of Life pada Pasien Kanker: Literature Review
Penderita kanker mengalami perubahan kualitas hidup antara lain dimensi
fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Peaceful end of life sebagai
perawatan kanker mengutamakan kenyamanan untuk mati dengan damai.
Penelitian bertujuan mengetahui konsep peaceful end of life pada pasien kanker
berdasarkan literature review. Penelusuran literature review dilakukan melalui
google scholar, pubmed, ebsco, proquest dengan kata kunci palliative care,
chronic illness, peaceful end of life, dying, cancer, penyakit kronik, menjelang
ajal, kematian damai, akhir hidup, kanker. Temuan penelitian ditemukan 1.013
jurnal sesuai kata kunci. Dilakukan review terdapat 3 jurnal sesuai inklusi.
Didapatkan 3 jurnal proses kematian baik. Kematian baik antara lain
meringankan gangguan fisik dan psikologis, belajar hal baru, mendengarkan,
siap secara fisik, spiritual dan mental dukungan keluarga, masyarakat serta
tenaga medis
Kajian Literatur: Gambaran Kadar Karboksihemoglobin dalam Darah Pekerja Bengkel dan Basement Berdasarkan Umur, Lama Bekerja dan Masa Kerja
Latar Belakang: Aktivitas yang dihasilkan dari buangan kendaraan terutama gas
karbon monoksida (CO) merupakan sumber polusi, sebesar 70%-80%, dimana
hampir 60% dari polutan yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida. (CO)
mempunyai daya ikat 200 kali lebih kuat dapat menghalangi pengikatan Hb
terhadap oksigen dan karbon dioksida. Terutama pada para pekerja bengkel dan
basement yang berpotensi tinggi terpapar karbon monoksida (CO). Tujuan
Penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HbCO dalam
darah berdasarkan variasi umur, lama bekerja dan masa kerja. Metode penelitian:
Melakukan dengan pengumpulan data pustaka atau obyek penelitian melalui dua
database yaitu PubMed dan Google Scholar dengan metode pencarian PICO,
serta metode kajian literatur. Penelitian ini juga menggunakan kriteria inklusi
terkait profesi kerja, tahun terbit jurnal dan pengguanaan alat spektrofotometri dan
ekskusi yaitu dengan pencarian metode selain spektrofotometri sebagai fokus
penelitian. Hasil: Penelitian mengenai kontaminan CO dalam darah menunjukkan
bahwa umur dan lama bekerja tidak mempengaruhi kadar karboksihemoglobin
pekerja bengkel dan basement, tingginya peningkatan kadar HbCO dalam darah
disebabkan lama masa kerja yang diatas >3 lebih mempengaruhi kadar
karboksihemoglobin pekerja bengkel dan basement dan peningkatan juga terjadi
pada pekerja yang tidak menggunakan APD. Simpulan: Profesi pekerja bengkel
dan basement sama-sama memiliki potensi besar terpapar karbon monoksida
(CO), semakin lama masa kerja setiap propesi maka akumulasi kadar
karboksihemoglobin dalam darah semakin meningkat
Efektivitas Pemberian Balance Training Terhadap Peningkatan Keseimbangan pada Osteoporosis: Narrative Review
Latar Belakang : Seiring bertambahnya usia tulang akan mengalami yang namanya
pengeroposan yang diakibatkan adanya penipisan tulang dan membuat rongga pada
tulang ketika semakin menuanya seseorang. Osteoporosis penyakit yang menyerang
22 juta wanita antara usia 50-84 tahun dengan angka kasus yang cukup tinggi. Lansia
merupakan penderita terbanyak osteoporosis akibat faktor keseimbangan buruk dan
meningkatkan risiko jatuh. Salah satu cara untuk meningkatkan keseimbangan pada
lansia yaitu dengan pemberian balance training. Tujuan : Untuk mengetahui
efektivitas pemberian balance training terhadap peningkatan keseimbangan pada
osteoporosis. Metode : Metode penelitian ini yaitu narrative review dengan
framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome), dimana
pencarian artikel menggunakan database yang relevan (PubMed, PeDro, dan Google
Scholar) tahun terbit 2011-2021 dengan kata kunci yang telah dibuat dan seleksi
artikel menggunakan PRISMA flowchart berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil : Hasil pada keseluruhan pencarian 3
database terdapat 4.794 artikel. Setelah dilakukan screening artikel didapatkanlah 10
jurnal yang membuktikan pengaruh balance training untuk meningkatkan
keseimbangan pada osteoporosis. Kesimpulan : Pemberian balance training efektif
dalam meningkatkan keseimbangan pada osteoporosis. Saran : Penelitian narrative
review ini dapat dijadikan evidence based fisioterapi untuk menangani osteoporosis
dengan gangguan keseimbangan
PENGARUH PEMBERIAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN DIAPHRAGMATIC BREATHING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang
ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang normal yaitu diatas 140/90 mmHg.
Hipertensi sendiri dikenal sebagai “The Silent Killer” karena pada umumnya penderita
tidak mengetahui dan menyadari bahwa dirinya mengalami hipertensi. Hipertensi yang
tidak terkontrol atau tidak diatasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat
berakhir pada kematian. Pengobatan Hipertensi dibagi menjadi pengobatan farmakologi
dan non farmakologi. Pemberian Intervensi Progressive Muscle Relaxation dan
Diaphragmatic Breathing merupakan terapi non farmakologi sebagai optimalisasi fungsi
Kardiovaskular sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Kedua Intervensi ini memiliki keunggulan diantaranya mudah dilakukan secara mandiri,
tidak memerlukan biaya, dan bisa dilakukan dimanapun. Tujuan: Untuk mengetahui
Pengaruh Pemberian Progressive Muscle Relaxation dan Diaphragmatic Breathing
terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi dan Faktor apa saja yang
mempengaruhi tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Narrative review
dengan menggunakan framework PICOT P (Population, patient, problem), I
(Intervention), C (Comparison), O (Outcome), dan T (Time) dan memenuhi kriteria inklusi
dan ekslusi. Pencarian jurnal dilakukan pada tiga database (Google Scholar, PubMed, dan
ProQuest). Hasil: Hasil keseluruhan pencarian tiga database terdapat 719 artikel. Setelah
dilakukan seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart diperoleh 12 jurnal dari kedua
Intervensi. Hasil Review 6 jurnal Progressive Muscle Relaxation bahwa terdapat
penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil Review 6 jurnal Diaphragmatic
Breathing bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Kesimpulan: Pemberian Progressive Muscle Relaxation dan Diaphragmatic Breathing
berpengaruh terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Faktor yang
mempengaruhi tekanan darah dibagi menjadi faktor yang dapat dikontrol dan faktor yang
tidak dapat di kontrol