DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan physical activity terhadap musculoskeletal disorders pada school from home (SFH) mahasiswa fakultas ilmu kesehatan UNISA
Latar belakang: School From Home (SFH) merupakan salah satu bentuk dari social distancing yang dimana, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk bertatap muka dengan teman lainnya. Perkulihan secara online atau school from home (SFH) dapat menurunkan produktifitas tubuh mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan physical activity terhadap musculoskeletal disorders pada School From Home (SFH) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif yang
bersifat observasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas ilmu kesehatan Unisa sebanyak 93 orang yang terdiri dari prodi Keperawatan dan Fisioterapi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purosive sampling. Instrumen penilaian physical activity menggunakan International Physical Activity Quesioner(IPAQ) dan dikategorikan tidak aktif, aktif minimal dan aktif HEPA. Instrument penilaian
musculoskeletal disorders menggunakan Nordic Body Map (NBM) dengan 27 pertanyaan seputar keluhan pada anggota tubuh dan dikategorikan tidak sakit, agak sakit, sakit dan sangat sakit. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari hasil bivariate antara kedua variabel terdapat sebanyak 51 mahasiswa (54,8%) memiliki aktivitas fisik dalam kategori aktif
minimal dengan gangguan musculoskeletal dalam kategori rendah. Hasil dari uji chi-squaredengan nilai p-value sebesar 0,010 < 0,005. Kesimpulan: Terdapat hubungan physical activityterhadap musculoskeletal disorders pada school from home (SFH) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencari faktor-faktor lain
yang dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik dan keluhan musculoskeletal disorders pada School From Home (SFH) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa
Efektivitas isometric exercise dan closed kinetic chain exercise untuk peningkatan aktivitas fungsional pada osteoarthritis knee : narrative review
Latar Belakang: Osteoarthtitis knee merupakan permasalahan musculoskeletal yang
umum terjadi pada usia lansia karena menyebabkan tingkat kecacatan kronik. Prevalensi
osteoarthritis knee pada tahun 2050 diperkirakan sebesar 20% usia diatas 60 tahun secara
konservatif sebesar 15% akan memiliki gejala OA dan sepertiganya akan mengalami
kecacatan. Penderita OA lutut umumnya mengeluhkan rasa nyeri lutut dan kekakuan sendi
yang akan menyebabkan masalah dalam beraktifitas sehari-hari. Tujuan: untuk
mengetahui efektifitas isometric exercise dan closed kinetic chain exercise untuk
peningkatan aktifitas fungsional pada penderita osteoarthritis knee. Metode: penelitian
ini adalah narrative review, pencarian artikel dengan format P (population), I
(intervention), C (comparison), O (outcome) kemudian proses pencarian dilanjutkan
melalu portal artikel online seperti google scholar, ncbi dan sciencedirect. Hasil
Penelitian: Hasil review dari 16 artikel yang didapatkan menyatakan bahwa Isometric
Exercise dan Closed Kinetic Chain Exercise efektif dalam penurunaan rasa nyeri dan
peningkatan ROM pada sendi lutut serta peningkatan aktifitas fungsional secara signifikan
pada penderita osteoarthritis knee, dengan instrumen pengukuran fungsional yaitu
WOMAC. Kesimpulan: Isometric Exercise dan Closed Kinetic Chain Exercise efektif
dalam meningkatkan aktifitas fungsional penderita osteoarthtis knee. Saran: Peneliti
selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan penelitian lain, seperti
eksperimental
Efektivitas antara pemberian extracorporeal shock wave therapy dan ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kondisi plantar fascitis : narrative review
Latar belakang : Manusia dalam kehidupan sehari – hari akan selalu melibatkan seluruh anggota tubuh, terutama tangan dan kaki. Tangan dan kaki yang merupakan anggota gerak tubuh yang selalu digunakan saat beraktivitas dan bekerja. Kaki sebagai penerima tekanan dari seluruh tubuh dan penompang berat badan sehinga rentan terhadap keluhan nyeri tumit atau plantar fascitis. Plantar fascitis adalah rasa nyeri di tumit yang terjadi karena adanya peradangan pada plantar (telapak kaki) fascia. Kondisi ini disebabkan oleh penguluran yang berlebih pada plantar fascia sehingga akan terjadi
perobekan. Tujuan : Guna mengetahui efektivitas antara pemberian Extracorporeal Shock Wave Therapy dan Ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kondisi plantar fascitis. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan narrative review dengan metode PICO (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparasion, Outcome). Pencarian artikel
menggunakan 3 database yaitu PubMed, PEDro dan Google Scholar dan menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menetukan artikel yang akan dipilih dan direview.Hasil Penelitian : Berdasarkan 10 artikel yang telah di review adanya pengaruh pemberian Extracorporeal Shock Wave Therapy dan Ultrasound dalam mengurangi nyeri secara signifikan pada kondisi plantar fascitis. Terdapat 5 artikel tentang
pemberian Extracorporeal Shock Wave Therapy dan 5 artikel tentang pemberian Ultrasound . Kesimpulan : Berdasarkan 10 artikel menunjukan Bahwa Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) dan Ultrasound (US) efektif dalam menurunan nyeri.
Keefektivitasan Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) menunjukan hasil lebih baik terhadap penurunan nyeri pada kondisi plantar fascitis. Hasil signifikan pemberian ESWT
ditunjukan pada artikel ke-1 dan hasil signifikan pemberian US ditunjukan pada artikel ke-6. Saran : Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan
metode eksperimental
Pengaruh pemberian brandt droff dan manuver epley terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada vertigo : narrative review
Latar Belakang : Vertigo merupakan symptom pada sistem neuromuskular yang menyebabkan rasa pusing berputar, mual, muntah, dan kesulitan untuk melangkah sehingga dapat mengganggu aktivitas fungsional suatu individu. Adapun aktivitas fungsional yang berhubungan dengan vertigo seperti gerakan berbaring ke duduk, duduk ke berdiri, berjalan
dan lain-lain. Biasanya orang yang sering melakukan aktivitas tersebut sering mengeluh pusing berputar mual muntah yang akan membuat seseorang takut melakukan gerakan yang berhubungan dengan efek vertigo. Tujuan : untuk mengetahui Pengaruh Pemberian brandt daroff dan manuver epley terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada vertigo. Metode : Penelitian ini menggunakan metode narrative review artikel berasal dari 3 database, yaitu
Google Scholar, Pubmed, dan Sciencedirect. Hasil : Dari 10 artikel yang membahas tentang pemberian brandt daroff dan manuver epley pada penderita vertigo didapatkan adanya
peningkatan aktivitas fungsional. Kesimpulan : Intervensi brandt daroff dan manuver epley memiliki pengaruh yang efektif dalam meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada penderita vertigo
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita dm tipe II : literature review
DM merupakan penyakit degeneratif yang menjadi salah satu masalah kesehatan
di Indonesia. Salah satu penatalaksanaan DM adalah menjalankan terapi diet.
Kepatuhan penderita dalam mentaati diet DM sangat berperan penting untuk
menstabilkan kadar glukosa darah. Dalam hal ini, penderita DM membutuhkan
dukungan, terutama dukungan keluarga. Peran keluarga merupakan salah satu
aspek penting dimana dapat mempengaruhi kondisi kesehatan psikologis, sosial,
emosional bagi individu. Tujuan. Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga
dengan kepatuhan diet pada lansia penderita DM tipe II. Metode. Penelitian ini
merupakan penelitian literature riview dengan study cross sectional. Bahan terdiri
dari empat jurnal dalam Bahasa Indonesia dan satu bahasa Inggris yang diakses
full-text Analisis kelayakan data menggunakan JBI Critical appraisal berupa
checklist for cross sectional. Hasil dan diskusi. Penelitian menggunakan lima
artikel 4 berbahasa Indonesia dan 1 berbahasa Inggris pencarian artikel dilakukan
dengan menggunakankata kunci (keyword) berupa dukungan keluarga, kepatuhan
diet, lansia dm. Metode pencarian artikel melalui google scholar dan PubMed.
Simpulan dan saran. Penelitian ini menunjukan bahwa dari lima artikel terdapat
adanya hubunganyang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet
lansia penderita DM. Saran bagi penderita DM tipe II diharapkan mampu
mempertahankan kepatuhan diet. Bagi keluarga diharapkan selalu mendukung
serta ikut dalam terlaksananya program diet, saling mengingatkan dan memotivasi
agar meningkatkan kepatuhan diet penderita DM tipe II
Hubungan obesitas terhadap nyeri lutut pada lansia penderita osteoatrithis : narrative review
Latar Belakang : Osteoarthritis merupakan penyakit yang banyak di jumpai
pada lansia hal itu biasanya dipengaruhi oleh degenerative usia, obesitas dan lainnya.
Salah satu tanda dan gejala osteoarthritis adalah kejadian nyeri lutut yang bias di
pengaruhi oleh obesitas, Obesitas yang terjadi pada lansia dapat mengakitbatkan
penekanan pada sendi lutut. Nyeri yang hampir dirasakan oleh semiua lansia penderita
osteoarthritis ini biasanya ditandai dengan kekakan pada sendi lutut, kerpitasi, dan
kekakuan pada otot penggerak sendi lutut, tentu hal-hal tersebut amat sangat
mempengaruhi dan menganggu aktivitas sehari-hari pada lansia. Tujuan : Untuk
mengetahui Hubungan Obesitas Terhadap Nyeri Lutut Pada Lansia Penderita
Osteoarthritis. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review
dengan framework PEOS (Population, Exposure, Outcomes, Study Design).
Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang sesuai (Google scholar,
Pubmed. Scient Direct). Hasil : dari 12 artikel yang di review menyatakan bahwa
Terdapat Hubungan Obesitas Terhadap Nyeri Lutut Pada Lansia Penderita
Osteoarthritis. Namun pada beberapa jurnal ada yang mendapatkan hasil tidak
signifikan. Kesimpulan : Terdapat Hubungan Obesitas Terhadap Nyeri Lutut Pada
Lansia Penderita osteoarthritis. Saran : bagi profesi fisoterapi diharapkan bias
mengedukasi masyarakat terhadap kejadian osteoarthritis karena obesitas, bagi
masyarakat supaya bisa menambah wawasan dan informasi terkait hubungan obesitas
terhadap nyeri lutut pada lansia dengan osteoarthritis, bagi penelitian selanjutnya
diharapkan dapat melakukan penelitian secara observasi dan dapat melakukan
penelitian bagaimana melakukan intervensi
Otago home exercise programme terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah dan penurunan risiko jatuh pada lansia : narrative review
Latar Belakang: Lansia merupakan tahap akhir dari proses penuaan. Proses tersebut
menjadikan kondisi tubuh seseorang mengalami penurunan fungsi dan kekuatan otot
yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan
tubuh yang berkaitan erat dengan melemahnya otot ekstremitas bawah sehingga dapat
meningkatkan resiko jatuh pada lansia. Otago home exercise programme merupakan
salah satu intervensi yang di desain khusus untuk lansia dengan tujuan meningkatkan
keseimbangan, mengurangi resiko jatuh serta meningkatkan kemampuan fungsional
pasien. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Otago home exercise programme
terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah dan penurunan resiko jatuh
pada lansia. Metode Penelitian: Narrative review dengan framework PICO
(Population, Intervention, Comparison, Outcome) dan menetapkan kriteria inklusi
dan kriteria ekslusi. Pencarian artikel menggunakan 3 database (Pubmed, Google
Scholar, Science Direct), selanjutnya artikel akan diseleksi menggunakan flowchart
yang kemudian akan di review. Hasil: Dari seluruh pencarian artikel dari 3 database
dengan keywords yang telah ditentukan terdapat 613 artikel. Setelah dilakukan
screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh 12 artikel
yang membuktikan bahwa Otago Home Exercise Programme dapat meningkatkan
keseimbangan, meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah serta mengurangi
resiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Sebanyak 12 artikel yang di review
menunjukan hasil bahwa pemberian Otago Home Exercise Programme dengan dosis
dan durasi latihan yang tepat secara signifikan dapat meningkatkan keseimbangan,
meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah serta mengurangi resiko jatuh pada
lansia. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian experiment
tentang pengaruh Otago home exercise programme terhadap peningkatan kekuatan
otot ekstremitas bawah dan penurunan resiko jatuh pada lansia
Pengaruh penyuluhan mobilisasi pasca spinal anestesi terhadap pengetahuan pasien di rsia mitra plumbon majalengka cirebon jawa barat
Latar Belakang: Tindakan spinal anestesi merupakan suatu tindakan untuk
menegakkan diagnosis ataupun untuk kesembuhan suatu penyakit, cidera atau cacat
serta untuk mengobati penyakit ketika dengan obat sederhana tidak bisa sembuh.
Ketidaktahuan dan rendahnya tingkat pengetahuan pasien tentang pentingnya
mobilisasi pasca operasi menjadi salah satu faktor penghambat pelaksanaan
mobilisasi.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap
pengetahuan pasien tentang mobilisasi pasca spinal anestesi.
Metode: Metode penelitian menggunakan pre-experimental design tipe one group
pretest-posttest (tes awal – tes akhir kelompok tunggal). Pelaksanaan penelitian
tanggal 07 Febaruari 2022 – 25 Februari 2022. Populasinya adalah pasien spinal
anestesi yang dirawat di Ranap 1 (satu) Rumah Sakit Ibu Dan Anak Mitra Plumbon
Majalengka yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling sebanyak 34 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.
Hasil : Pengetahuan responden pre spinal anestesi sebagian besar memiliki
pengetahuan kurang sebanyak 22 responden dengan persentase (64,7%).
Pengetahuan responden pasca spinal anestesi sebagian besar memiliki pengetahuan
cukup sebanyak 16 responden dengan persentase (47,1%). Hasil penelitian dengan
uji Wicolxon menunjukkan adanya pengaruh antara penyuluhan terhadap
pengetahuan pasien tentang mobilisasi pasca spinal anestesi (p = 0,000).
Simpulan : Pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar
memiliki pengetahuan kurang (64,7%) dan Pengetahuan responden setelah
dilakukan penyuluhan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup (47,1%).
Saran : Penata anestesi diharapkan dapat mengisi indeks massa tubuh pada lembar
observasi dan mempertimbangkan indeks masa tubuh dalam pemantauan kondisi
pemulihan kesadaran pasien post general anestesi terutama pada pasien dengan
indeks massa tubuh gemuk yang beresiko mempunyai waktu pulih sadar lebih
lama
Pengaruh pmt nugget daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap perubahan berat badan pada balita di posyandu dusun trini desa trihanggo kecamatan gamping sleman
Pada masa balita proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan sangat
pesat, sehingga diperlukan asupan nutrisi yang tinggi. Asupan makan merupakan
salah satu penyebab langsung yang mempengaruhi status gizi balita. Profil
Kesehatan Kabupaten Sleman (2020), menunjukkan prevalensi status gizi buruk dan
gizi kurang masih di bawah target Indikator kinerja program gizi yaitu sebanyak
8,17%. Prevalensi balita dengan status gizi sangat kurang dan kurang di Daerah
Trihanggo sebesar 2,74% dan belum mencapai target prevalensi balita gizi kurang
yaitu <1% (Puskesmas Gamping II, 2020). Solusi yang dapat dilakukan yaitu
mengembangkan formula PMT dengan produk pangan bernilai gizi tinggi untuk
balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh PMT nugget kelor (moringa
oleifera) terhadap perubahan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah
quasy experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel pada
penelitian ini adalah balita dengan usia 36-59 bulan dengan kriteria eksklusi nilai Zscore
pada
BB/U
>1,0
SD
(overweight)
dipilih
dengan
teknik
pengambilan
sampel
Purposive
Sampling sebanyak 25 responden. Lokasi penelitian di Posyandu
Padukuhan Trini. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan pengukuran berat
badan. Pengolahan dan analisis data menggunakan program STATA 14 dengan uji
Paired T-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat
badan balita sebelum intervensi 13,56±3,08 dan rata-rata berat badan sesudah
intervensi 14,28±2,99. Hasil analisis uji Paired T-test nilai Sig. (2-tailed) sebesar
0,000 < 0,05, maka menunjukkan bahwa nugget kelor dapat mempengaruhi
perubahan berat badan pada balita. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perubahan
berat badan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi nugget kelor dengan perubahan
yaitu meningkat sebesar 0,38 kg. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk
memperhatikan perlunya kelompok kontrol
LITERATURE REVIEW : PENGARUH SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP ANGKA HIDUP SERTA ANGKA KEMATIAN LARVA Aedes aegypti DAN LARVA Anopheles spp
Penyakit malaria dan demam berdarah merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di
Indonesia. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti
yang menyebabkan malaria dan nyamuk Anopheles spp yang menyebabkan demam
berdarah. Sebelum terbentuknya nyamuk dewasa terdapat larva yang kemudian akan
tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Larva nyamuk dapat tumbuh di perairan bersih maupun
kotor dan pertumbuhan larva sendiri juga dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pertumbuhan larva Aedes
aegypti dan larva Anopheles spp dengan pengaruh suhu dan kelembapan pada tampungan
air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Literature riview.
Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa pada suhu 26°C dapat
mempengaruhi pertumubuhan larva nyamuk Aedes aegypti dan larva Anopheles spp, pada
larva Aedes aegypti ditemukan sebanyak 44,8% larva hidup dan 55,2% larva mati,
sedangkan pada larva Anopheles spp terdapat 28,0% larva hidup dan 72% larva mati.
Kelembapan 76% terdapat 41,4% larva Aedes aegypti hidup dan 78,6% larva mati ,
sedangkan pada larva Anopheles spp 40,5% larva hidup dan 59,5% larva mati. Kelembapan
84,30% larva Aedes aegypti ditemukan 58,6% untuk larva hidup dan 21,4% larva mati.
Larva Anopheles spp pada kelembapan tersebut ditemukan 40,5% larva hidup dan 59,5%
larva mati. Larva nyamuk juga dapat dipengaruhi oleh pH, Salinitas air dan juga faktor
biologi seperti keberadaan tumbuhan dan pengaruh sinar matahari