DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Efektivitas pemberian preloading dan coloading cairan dalam mengatasi hipotensi pada pasien operasi section caesarea dengan spinal anestesi: literature review
Latar Belakang : Pemberian cairan dalam kasus ibu hamil yang menjalani operasi
sectio caesarea dengan spinal anestesi merupakan salah satu teknik dalam
mencegah terjadinya hipotensi. Komplikasi hipotensi pada ibu dapat menyebabkan
terjadinya bradikardi, mual dan muntah yang dapat menyebabkan morbiditas pada
ibu.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas preloading cairan
dan coloading cairan dalam mengatasi hipotensi pada pasien sectio caesarea
dengan spinal anestesi.
Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review dengan jurnal yang
didapatkan dari Research Gate, PubMed, dan ScienceDirect yang diterbitkan pada
tahun 2016-2021
Hasil : Sebanyak 13 penelitian yang layak untuk dilakukan review sebanyak 9
artikel mengatakan bahwa coloading lebih efektif dalam mengatasi hipotensi
dibandingkan preloading dan 4 artikel lainnya mengatakan bahwa keduanya
kurang efektif dalam mengatasi hipotensi
Kesimpulan : Coloading cairan yang dilakukan pada pasien yang menjalani sectio
caesarea lebih efektif dalam mengatasi kejadian hipotensi dibandingkan dengan
preloading
Saran : Untuk penelitian selanjutnya dapat mengganti atau membandingkan cairan
jenis yang berbeda
Keefektifan pemberian informasi prabedah dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi (literatur review)
Latar Belakang: Operasi atau pembedahan merupakan pengobatan yang
menggunakan cara invasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh
yang akan ditangani, pembedahan akan mengakibatkan kecemasan yang berbeda
beda pada setiap pasien. Pemberian informasi secara jelas kepada pasien dan
keluarga tentang keadaan dan rencana yang akan dilakukan bertujuan untuk
mengubah perilaku dan meningkatkan pengetahuan pasien sehingga bisa
mengurangi tingkat kecemasan yang sedang dialami pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian
Informasi Pra Bedah Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi berdasarkan
penelusuran literature.
Metode: Penelitian ini menggunakan pencarian database Mendeley, PubMed, dan
Science Direct (2017-2022) dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seleksi
literature dengan naskah sesuai topik penelitian dengan desain quasi exsperimen
dan cross sectional. Analisis artikel dengan menggunakan JBI quasi exsperimen
dan cross sectional.
Hasil: Penelusuran literatur review terdapat pengaruh pemberian informasi pra
bedah dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi. Setelah dilakukan
literature review terhadap empat jurnal tentang keefektifan pemberian informasi
pra bedah dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi.
Kesimpulan: Bahwa pemberian informasi pra bedah adalah salah satu cara yang
dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam membantu pasien untuk mengurangi
kecemasan pasien pre operasi.
Saran: Diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian
mengenai bagaimana keefektifan pemberian informasi pra bedah dalam
menurunkan kecemasan pasien pre oprasi
Perbedaan pengaruh latihan stabillizing reversal dan latihan tandem terhadap keseimbangan dinamis pada lansia
Latar Belakang: Lansia secara umum adalah seseorang yang biasa di katakan lanjut usia apabila usia nya 65 tahun keatas, Lansia sendiri bukan suatu penyakit melainkan keadaan fisik yang mengalami penurunan fungsi dan kemampun beradaptasi dengan lingkungan yang menyebaabkan terjadinya epidemiologi dari penurunan degneratif. Tujuan: Untuk mengetahui Perbedaan pemberian Latihan Stabillizing Reversal dan Latihan Jalan Tandem Terhadap Keseimbangan Dinamis Pada Lansia Metode: Quasy experimental, penelitian menggunakan metode rancangan pre and post two group design. Sampel di dapat dengan metode Purvosive sampling, sample terdiri dari 17 orang Uji normalitas dengan shapiro wilk test, uji homogenitas menggunakan Lavene’s test. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji paired sample test untuk mengetahui peningkatan keseimbangan dinamis pada kelompok I dan II menggunakan uji independent sample T-test. Hasil: Uji dengan menggunakan Paired Sample T-testuntuk kelompok perlakuan I nilai p=0,000 (p0,05). Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian Latihan Stabillizing Reversal dan pemberian Latihan Jalan Tandem terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Simpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh Latihan Stabillizing Reversal dan Latihan Jalan Tandem terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan dengan kriteria sample yangg lebih banyak dengan perlakuan Stabillizing Reversal yang terhadap keseimbangan dinamis pada lansia
Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi anestesi umum di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar belakang : Pembedahan dapat menimbulkan respon fisiologis maupun
psikologi pada pasien, misalnya kecemasan, beberapa studi menyatakan bahwa
90% pasien pra operasi berpotensi mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil
penelitian ditemukan bahwa penggunaan teknik anestesi umum dalam
pembedahan menghasilkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan teknik spinal anestesi. Kecemasan dapat dipengaruhi oleh tingkat
pengetahuan, dari hasil riset ditemukan pada tingkat cemas ringan sampai dengan
cemas berat sekali pada pasien dengan tingkat pengetahuan rendah.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan
antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan pasien pra operasi anestesi
umum.
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif kuantitatif
korelasional, desain penelitian ini mengunakan metode cross sectional. Penelitian
dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel penelitian
terdiri dari 34 pasien menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien pra operasi anestesi umum
dan kuesioner HARS. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Rata-rata responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik
yaitu sebanyak 18 orang (52.9%) dan tingkat kecemasan sedang berjumlah 12
orang (35.3%). Hasil uji bivariat dengan chi square menunjukkan p-value sebesar
0.00 (p<0,05) dan hasil uji korelasi menunjukkan nilai -0.849.
Simpulan : Ada hubungan yang erat dan bersifat berlawanan antara tingkat
pengetahuan dan tingkat kecemasan pasien pra operasi anestesi umum di Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Saran : Pasien pra operasi disarankan dapat kooperatif dan memahami betul
tentang edukasi pra operasi khususnya anestesi umum untuk menurunkan tingkat
kecemasan yang terjadi sebelum operasi
Hubungan pemenuhan kebutuhan seksualitas dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik dengan terapi hemodialisa di RSUD Sleman
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah hubungan pemenuhan
kebutuhan seksualitas dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik dengan terapi
hemodialisa di RSUD Sleman. Metode penelitian ini menggunakan jenis non eksperimen dengan
kuantitatif dengan pendekatan desain studi cross-sectional. Metode yang digunakan
mrnggunakan tenik accidental sampling. Jumlah sampel 37 responden. Teknik uji statistic
parametik dengan teknik uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kualitas
hidup perempuan dan seksual perempuan terpenuhi dan baik sebanyak 20 (74,1%) sedangkan
nilai kualitas hidup perempuan dan seksual perempuan tidak terpenuhi dan baik sebanyak 3
(11,1%). Hasil analis pengujian hipotesis uji korelasi Chi-Square di dapatkan hasil signifikasi pvalue perempuan 0,495 dan laki-laki 1,000 (p>0,05)
Hubungan bentuk lutut terhadap risiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri
Latar Belakang : Futsal putri di Indonesia telah berkembang dan memiliki banyak peminat. Olahraga futsal ini memiliki gerakan yang komplit dan menuntut mobilitas yang tinggi, maka dalam olahraga ini sering sekali terjadi cedera maka tingkat resiko cedera pada olahraga futsal sering terjadi pada atlet futsal dimana terdapat banyak gerakan yang sering menyebabkan cedera olahraga seperti patellofemoral pain syndrome. Patellofemoral pain syndrome dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah bentuk lutut Tujuan : Untuk mengetahui hubungan bentuk lutut terhadap risiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 pemain futsal putri dan menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu bentuk lutut dengan menggunakan pengukuran apecs posture analysis, dan variabel dependen yaitu resiko cedera patellofemoral pain syndrome dengan menggunakan pengukuran pattelar apprehension test. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman menggunakan bantuan softwere SPSS for windows versi 26. Hasil : Ada hubungan yang signifikan antara bentuk lutut terhadap resiko cedera patellofemoral pain syndrome dengan nilai p= 0,000
(p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara bentuk lutut terhadap resiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri. Saran : Peneliti berikutnya diasarnkan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu yang panjang, selain itu tentang faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya patellofemoral pain syndrome
Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pertumbuhan balita di Posyandu Manggar Dusun Bulus Wetan Kabupaten Bantul
Pertumbuhan merupakan perubahan fungsi dan struktur dalam tubuh yang dapat
diukur seperti BB dan TB. Pertumbuhan balita penting untuk diperhatikan karena
sebagai indikator keadaan gizi masyarakat. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
salah satunya tingkat pendidikan ibu dimana ibu dengan tingkat pendidikan rendah
akan beresiko mengalami ketidakmampuan atau kurang pengetahuan tentang
pertumbuhan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pendidikan ibu dengan pertumbuhan balita di Posyandu Manggar Dusun Bulus
Wetan Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan merupakan observasional
analitikdengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan
teknik simple random sampling dengan sampel sebanyak 46 responden yaitu balita di
Posyandu Manggar dengan usia 0-60 bulan. Pengambilan datanya menggunakan
timbangan dan microtoiseserta kuesioner pengumpulan data. Analisis data
menggunakan Kendall-Tau. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis bivariat
Kendall-Tau menunjukkan bahwa P value = 0,542 (0,542 > 0,05) yang artinya tidak
terdapat hubungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini tidak
terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pertumbuhan balita di
Posyandu Manggar Dusun Bulus Wetan Kabupaten Bantul
Efektivitas extracorporeal shock wave therapy dan segmental mobilization untuk peningkatan kemampuan fungsional neck pain : narrative review
Latar Belakang: Penyebab nyeri leher bersifat traumatik maupun non-traumatik. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi tidak terjadi komplikasi lebih lanjut pada penderita yaitu dengan meningkatkan fungsional mobilization tindakan fisioterapi berupa Extracorporeal shock wave therapy (ESWT) dan Segmental mobilization. Extracorporeal shock wave therapy (ESWT) adalah Tindakan terapi untuk menghilangkan nyeri dengan menggunakan gelombang terkejut dari luar tubuh. Segmental mobilization menunjukkan peningkatan kemampuan fungsional dan pengurangan nyeri pada pasien radiculopathy serviks.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi efektivitas peningkatan fungsional leher pada penderita neck pain.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian narrative review dengan mengumpulkan literature menggunakan 2 database Google
Scholar dan Pubmed dari research question yaitu efektivitas ESWT dan segmental mobilization untuk peningkatan mobilitas neckpain. Penelian ini melakukan pencarian artikel menggunakan metode PICO dengan kriteria Inklusi dan Eksklusi yang ditentukan. Narrative review mendapatkan 10 artikel yang baik dan dapat dijadikan sumber database Hasil: hasil yang didapatkan yaitu memberikan terapi segmental mobilization menunjukkan bahwa terapi efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional yang disesuaikan oleh dosis. Selain itu, terapi ESWT juga efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional dan terjadi peningkatan skor NDI dengan pemberian segmental mobilization sehingga dapat terbukti mengurangi kadar nyeri dan ADL.Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari 10 jurnal yang telah direview
menyatakan bahwa extracorporeal shock wave therapy dan Segmental Mobilization disimpulkan bahwa hasil pengukuran menggunakan NDI dapat meningkatkan kemampuan fungsional leher pada kasus neck pain. Pemberian terapi Extracorporeal shock wave therapy lebih efisien dalam mengurangi intensitas nyeri dan dapat memperbaiki kemampuan fungsional. Perawatan ESWT dilakukan setelah intervensi 4 minggu sehingga menunjukkan peningkatan yang signifikan
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku konsumsi makanan pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Lendah 2 Kulon Progo
Latar Belakang Penelitian: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit
kronis ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak
dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. DM tipe II adalah
penyakit hiperglikemi akibat insensivitas sel terhadap insulin. Meningkatnya jumlah
penderita diabetes melitus salah satunya disebabkan oleh kebiasaan makan yang
tidak baik dapat memperparah resistensi insulin.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku konsumsi
makanan pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Lendah 2 Kulon Progo.
Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
korelatif cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan total sampling
dengan melibatkan sebanyak 43 orang responden di Puskesmas Lendah 2 Kulon
Progo. Pengukuran tingkat pengetahuan dan perilaku konsumsi makanan
menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji koelasi chi square.
Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat dari 43 responden dalam penelitian ini
mayoritas 55,8% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 53,5% memiliki perilaku
konsumsi makanan buruk. Uji korelasi chi square menandakan adanya hubungan
tingkat pengetahuan terhadap perilaku konsumsi makanan dengan nilai p value =
0,027 (<0,05).
Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap
perilaku konsumsi makanan pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas
Lendah 2 Kulon Progo. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk dapat
meningkatkan pengetahuannya sehingga menjadikan perilaku konsumsi makanan lebih baik
Efektivitas pemberian aquatic exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada knee osteoatritis : narrative review
Latar belakang: Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif non
inflamasi dijumpai akibat dari terkikisnya tulang rawan artikular secara
progresif dan terjadi penurunan cairan sinovial untuk melumasi persendian
serta adanya tumbuh tulang baru (osteofit) sehingga menimbulkan rasa nyeri,
mengakibatkan munculnya keterbatasan gerak dan penurunan aktivitas
fungsional pada penderita osteoarthritis. Metode untuk meningkatkan
aktivitas fungsional Osteoatritis dengan Aquatic Exercise. Tujuan: Untuk
mengetahui apakah ada Pengaruh Pemberian Aquatic Exercise Terhadap
Peningkatan Kemampuan Fungsional Pada Knee Osteoatritis dengan
menggunakan metode Narrative Review. Metode: Penelitian ini
menggunakan penelitian narrative review dengan mengunnakan PICO
sebagai pencarian artikel dilakukan di portal jurnal online yaitu PubMed,
Google Scholar, dan Sciencedirect. Hasil dari penelusuran didapatkan
sebanyak 10 artikel Aquatic Exercise yang dilakukan review dalam penelitian
ini. Hasil: Hasil review 10 artikel yang membahas Aquatic Exercise
didapatkan bahwa terdapat peningkatan fungsional pada responden setelah
dilakukan latihan. Kesimpulan: Dari hasil review latihan aquatic terbukti
effektif dalam peningktanan fungsional. Saran: Latihan Aquatic di
rekomendasikan pada penderita Osteoatritis yang mengalami gangguan
fungsiona