DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Dampak fisiologis post kemoterapi pada anak yang menderita leukemia: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang: kanker yang paling banyak dialami oleh anak di Indonesia adalah leukemia, pengobatan umum leukemia yang paling efektif ialah kemoterapi. Kemoterapi yang dilakukan dalam waktu jangka panjang akan menimbulkan efek samping. Tujuan: untuk mengetahui Dampak Fisiologis Post Kemoterapi Pada Anak yang Menderita Leukemia. Metode: Penelitian ini merupakan Literature Review dengan studi Cross Sectional. Metode pencarian artikel melalui Google Scholar dan ScienceDirect dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Didapatkan hasil literatur berjumlah empat artikel menggunakan Bahasa Indonesia yang diakses full-text. Hasil: Penelitian menggunakan empat artikel nasional, pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci (keyword) berupa Dampak Fisiologis, Post Kemoterapi, dan Anak Leukemia. Hasil analisis didapatkan bahwa dampak fisiologis post kemoterapi yaitu mual muntah, diare, konstipasi, alopesia, anemia, penurunan nafsu makan toksisitas kulit, kelelahan, penurunan berat badan, neuropati perifer, perubahan rasa dan nyeri. Simpulan dan Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat artikel terdapat Dampak Fisiologis Post Kemoterapi Pada Anak Yang Menderita Leukemia. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu melakukan penelitian lanjutan terkait Dampak Fisiologis Post Kemoterapi Pada Anak Yang Menderita Leukemia

    Analisis kualitas pewarnaan papanicolaou pada sediaan apusan dan blok sel efusi pleura : literature review

    Get PDF
    Efusi pleura adalah akumulasi atau penumpukan cairan di rongga pleura. Munculnya efusi pleura merupakan manifestasi klinis. Analisis sitologi cairan pleura di laboratorium Patologi Anatomi berperan penting dalam deteksi dini keganasan. Metode analisis sitologi yang paling umum adalah dengan membuat sediaan apus kemudian dilanjutkan dengan membuat blokade sitologi (blok sel). Pewarnaan Papanicolaou merupakan pewarnaan yang lazim digunakan pada pemeriksaan sitologi, pewarnaan ini dapat digunakan pada pemeriksaan blok sel karena merupakan metode pengecatan polikromatis atau kombinasi pengecatan hematoksilin untuk mewarnai inti sel dan sitoplasma pada bagian pewarna lainnya. Metode yang digunakan yaitu literature review pada dua database yaitu Google Scholar dan PubMed dengan metode pencarian PICO. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ketentuan jurnal yang terbit pada tahun 2012-2021 dan dapat diakses full text. Hasil penelusuran literatur diperoleh sepuluh jurnal yang menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan Papanicolaou pada sediaan apus terdapat bentuk sel yang jelas, intensitas sitoplasma jelas, intensitas warna pada inti jelas, dengan sensitivitas pemeriksaan sebesar 40-70%. Kualitas pewarnaan Papanicolaou pada sediaan blok sel terdapat bentuk sel yang kurang jelas, intensitas sitoplasma kurang jelas, intensitas warna atau inti kurang jelas. Kesimpulan, kualitas pewarnaan Papanicolaou pada sediaan apus baik dan kualitas pewarnaan Papanicolaou pada sediaan blok sel kurang bai

    Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post operasi dengan Spinal Anestesi di Recovery Room RSUD DR. Soedirman Kebumen

    Get PDF
    Latar belakang: Post Anesthetic Shivering (PAS) adalah salah satu komplikasi potensi anestesi yang dapat meningkatkan morbiditas pasien suatu fasikulasi otot rangka yang berlangsung lebih dari 15 detik, Post Anesthetic Shivering (PAS) dapat menyebabkan pasien mengalami berbagai efek samping salah satunya adalah ketidaknyamanan pasien karena sensasi dingin atau peningkatan rasa nyeri yang disebabkan oleh kontraksi otot di daerah dilakukannya operasi, Kejadian shivering pasca anestesi bisa terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah usia, jenis kelamin, indeks masa tubuh. Tujuan: penelitian ini adalah Diketahuinya hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian shivering pada pasien pasien post operasi dengan spinal anestesi. Metode penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penellitian observasional analitik, peneliti melakukan observasi terhadap kejadian shivering dan indeks massa tubuh dengan satu kali pengukuran dengan menggunakan lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 49 responden dengan teknik Non probality sampling (Purposive Sampling). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi derajat shivering Alfonsi. Dalam penelitain ini analisa data menggunakan uji spearman-rho. Hasil penelitian: didapatkan Karakteristik responden berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sebagian besar responden adalah termasuk kategori Normal yaitu sebanyak 20 responden (40,8%). Karakteristik responden berdasarkan Kejadian Shivering, sebagian besar responden adalah termasuk kategori Shivering sedang yaitu sebanyak 16 responden (32,7%). Hasil uji didapatkan nilai dengan significancy p value 0,022 lebih kecil dari 0,05 (p = 0,022 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara Indeks masa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post operasi dengan spinal anestesi di Recovery room Rsud Dr. Soedirman Kebumen

    Pengaruh edukasi CA Mammae menggunakan komik digital terhadap minat sadari pada mahasiswi fakultas sains dan teknologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Ca mammae dapat dideteksi secara dini menggunakan SADARI pada kelompok usia remaja.Minat SADARI perlu ditingkatkan agar ca mammae dapat ditemukan pada stadium dini. Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta belum mengetahui tentang ca mammae maka edukasi ca mammae diperlukan agar mengetahui tentang ca mammae termasuk SADARI sehingga berminat melakukan SADARI secara rutin. Tujuan Penelitian: Diketahui pengaruh edukasi ca mammae menggunakan komik digital terhadap minat SADARI pada Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Quasi eksperiment design dengannon equivalent control group. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 34 Mahasiswi yang belum pernah mendapatkan penyuluhan kanker payudara. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner minat SADARI. Analisis data menggunakan Paired Sample TTest dan Independent Sample T-Test. Hasil Penelitian: Diketahui minat SADARI pada kelompok intervensi sebelum diberikan edukasi ca mammae menggunakan komik digital berada dalam kategori minat sedang 12 (66.7%) dan setelah diberikan edukasi ca mammae dalam kategori minat tinggi 9 (50%). Minat SADARI pada kelompok kontrol sebelum diberikan edukasi ca mammae menggunakan powerpoint berada dalam kategori minat sedang 12 (66.7%) dan setelah diberikan edukasi ca mammae dalam kategori minat tinggi 9 (50%). Simpulan dan Saran: Tidak ada perbedaan pengaruh edukasi ca mammae antara kelompok intervensi menggunakan komik digital dan kelompok kontrol menggunakan powerpoint terhadap minat SADARI pada Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan Sig. (2-tailed) 0,538 > 0,05. Disarankan untuk dapat mengembangkan media komik digital dan menggunakan metode edukasi yang lebih efektif sehingga mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik

    Tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah tipe ii di komunitas: literature review

    Get PDF
    Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang memerlukan strategi dan penanganan untuk mengurangi berbagai resiko terkait peningkatan kadar glikemik. Diabetes melitus seringkali undiagnosed selama bertahun-tahun karena kadar gula glikemik meningkat secara bertahap dan gejala yang dirasakan pasien masih ringan. Untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah Tipe II di Komunitas. Dalam menilai kualitas literatur, peneliti menggunakan metode cross sectional, quantitative. Database yang digunakan untuk mencari artikel adalah Google Scholar dan Pubmed yang dipublikasikan dalam rentang waktu tanggal Juni 2016 sampai dengan 10 Maret 2021.Dalam penelitian kami Tingkat Kepatuhan Minum Obat Diabetes Melitus dalam mengendalikan kadar gula darah tipe II di Komunitas. Secara umum tingkat kepatuhan pada pasien digambarkan dengan presentase jumlah obat dan waktu minum obat dalam jangka waktu tertentu. Rendahnya kepatuhan disebabkan karena lupa, tidak mematuhi pengobatan sesuai petunjuk dokter, kesalahan pembacaan etiket, serta banyak obat sehingga pasien sulit mengikuti. Jumlah obat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan, yaitu jika jumlah item obat meningkat maka nilai skor pada kepatuhan pasien DM tipe II akan menurun.Peningkatan jumlah pil yang ditelan dalam sehari dapat menurunkan tingkat kepatuhan, sehingga perlu adanya modifikasi terapi seperti mempertimbangkan resep kombinasi dosis tetap jika itu memungkinkan. Dampak dari ketidakpatuhan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius pada pasien. Pasien dengan kepatuhan yang baik dalam mengkonsumsi obat cenderung memiliki kadar gula darah yang stabil

    Efektifitas pemberian cairan Koloid dan Kristaloid terhadap penurunan tekanan darah pada pasien Sectio Caesarea: Literatur Review

    Get PDF
    Latar belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan mengeluarkan janin melalui insisi abdomen atau yang biasa di sebut dengan laparatomi dan dinding uterus atau histerotomi. Sectio caesarea menggunakan anestesi spinal, efek dari anestesi spinal membuat penurunan yang tajam pada tekanan darah pada ibu. Untuk menjaga kestabilan tekanan darah pada ibu dengan anestesi spinal maka harus terpenuhi volume cairan, yaitu dengan menggunakan cairan koloid dan kristaloid. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian cairan koloid dan kristaloid terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesarea berdasarkan literature. Metode penelitian: Penelitian ini adalah literature review tentang efektifitas pemberian cairan koloid terhadap penurunan tekanan darah pada pasien sectio caesarea. Penelusuran literature dilakukan melalui Google Scholar, dan Pubmed.. Hasil penelusuran dari Google Scholar, dan Pubmed.Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cairan koloid dan kristaloid terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesarea setelah dilakukan tindakan anestesi efektif dalam menangani penurunan tekanan darah, namun diberikan sesuai dengan dosis serta kebutuhan cairan pasien dan diberikan pada pasien dengan BMI (Body Mass Index) di atas normal dan pasien dengan risiko memiliki komplikasi edema. Simpulan dan saran: Pemberian cairan koloid dan kristaloid terhadap penurunan tekanan darah pasien pada pasien sectio caesarea memiliki efektifitas dalam menangani masalah hemodinamika ketika dilakukan tindakan anestesi spinal. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut terkait efektifitas pemberian cairan koloid terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesarea. Kata Kunci : Cairan koloid, Cairan Kristaloid, Tekanan darah, Sectio caesare

    Literatur review: pengaruh stabilitas penyimpanan sampel darah k2edta dan k3edta terhadap jumlah leukosit metode hematology analyzer

    Get PDF
    Keberhasilan pemeriksaan hematologi tergantung dari kualitas sampel yang akan diperiksa. Hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas sampel yaitu antikoagulan serta penyimpanan sampel darah. Penyimpanan yang tidak tepat dapat memberikan hasil pemeriksaan yang bervariasi. Pemeriksaan jumlah leukosit dilakukan menggunakan sampel darah vena dengan antikoagulan EDTA. Antikoagulan K2EDTA merupakan antikoagulan berbentuk serbuk kering dan tidak menyebabkan penyusutan pada sampel, sedangkan antikoagulan K3EDTA merupakan antikoagulan berbentuk cair, menyebabkan pengenceran dan penyusutan pada sampel sehingga jumlah leukosit menjadi lebih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh stabilitas penyimpanan sampel darah K2EDTA dan K3EDTA terhadap jumlah leukosit metode hematology analyzer. Penelitian dilakukan menggunakan metode literatur review, pencarian data dilakukan dengan metode PICO dari database Google Scholar, Wiley Online Library, dan PubMed. Berdasarkan uji Two Way ANOVA didapatkan nilai signifikansi suhu sebesar 0.744 (>0.05) dan nilai signifikansi waktu sebesar 0.964 (>0.05), artinya suhu dan waktu penyimpanan darah K2EDTA maupun K3EDTA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah leukosit. Hasil analisis juga didapatkan nilai signifikansi antikoagulan sebesar 0.036 (<0.05), artinya terdapat perbedaan jumlah leukosit menggunakan K2EDTA dan K3EDTA. Rata-rata jumlah leukosit menggunakan sampel darah K2EDTA berkisar antara 7.54-8.35x10 sel/uL, sedangkan rata-rata jumlah leukosit menggunakan sampel darah K3EDTA berkisar antara 7.11-7.56x10 3 sel/uL. Bagi tenaga kesehatan, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan jenis antikoagulan, serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan segera setelah pengambilan sampel. Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian secara langsung dengan penambahan antikoagulan Na2EDTA untuk mengetahui stabilitas masing-masing antikoagulan

    Literature review: gambaran korelasi kadar logam berat merkuri (Hg) dan kadmium (Cd) pada spesimen tubuh terhadap resiko penyakit gagal ginjal kronik

    Get PDF
    Logam berat merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Logam berat adalah nama unsur metal toksik yang memiliki densitas atau massa atom yang berat. Keberadaan logam berat dapat memberikan dampak negatif seperti mencemari lingkungan. Akibat pencemaran logam berat dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit yang dapat membahayakan kesehatan makhuk hidup. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran korelasi kadar logam berat Merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) pada spesimen tubuh terhadap penyakit gagal ginjal kronik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian literature review yang membahas tentang korelasi kadar logam berat Merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) pada spesimen tubuh terhadap penyakit gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) yang berada dalam tubuh penduduk di setiap wilayah yaitu Lombok memiliki kadar merkuri (Hg) sebesar 69,39

    Literature review: perbandingan jumlah trombosit antara metode manual menggunakan sediaan apus darah tepi (SADT) dan metode automatic dengan prinsip impedansi

    Get PDF
    Metode yang digunakan untuk pemeriksaan hitung jumlah trombosit, diantaranya adalah menggunakan cara manual dan automatic. Cara manual dibagi menjadi dua, yakni cara langsung dan cara tak langsung. Cara langsung dengan menggunakan bilik hitung dan cara tak langsung menggunakan sediaan apus darah tepi (SADT), sedangkan cara automatic menggunakan autoanalyzer. Masing – masing metode pemeriksaan memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbedaan metode serta adanya kelebihan dan kekurangan dalam pemeriksaan trombosit ini, kemungkinan besar akan menjadikan hasil hitung jumlah trombosit menjadi berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan jumlah trombosit metode manual menggunakan Sediaan Apus Darah Tepi (SADT) dan metode automatic dengan prinsip impedansi. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menjabarkan data topik penelitian dengan pendekatan persamaan topik kajian literatur yang akan dilakukan. Dari 10 jurnal referensi yang di review, 7 jurnal menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit metode manual menggunakan sediaan apus darah tepi (SADT) dan jumlah trombosit metode automatic dengan prinsip impedansi dilihat dari nilai p value <0.05. Sedangkan 3 jurnal lainnya menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit metode manual menggunakan sediaan apus darah tepi (SADT) dan jumlah trombosit metode automatic menggunakan autoanalyzer dengan prinsip impedansi dilihat dari nilai p value >0.05. Dalam berbagai kondisi pemeriksaan trombosit secara otomatis memberikan hasil yang tidak akurat. Oleh karena itu, hasil perhitungan otomatis harus diperiksa dengan metode manual. Metode manual juga memberikan hasil yang andal dan akurat yang serupa dengan penganalisis otomatis dan dapat digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan dimana tidak tersedia alat otomatis

    Perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva pada pemeriksaan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) covid-19: literature review

    Get PDF
    Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. COVID-19 disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Metode Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan sampel swab nasofaring-orofaring adalah metode gold standard yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk diagnosis infeksi SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva pada pemeriksaan RT-PCR COVID-19. Jenis penelitian ini adalah literature review yang menggunakan jurnal penelitian ilmiah, pencarian jurnal menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil penelitian menyatakan nilai sensitivitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang 91,0% - 96,67%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang 80,0% - 95,7%. Nilai spesifisitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang 98,0%-100,0%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang 90,0%-100,0%. Nilai sensitivitas dan spesifisitas sampel swab nasofaring�orofaring lebih tinggi daripada sampel saliva. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan artikel atau jurnal sebagai referensi penelitian mengenai perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva untuk diagnosis COVID-19

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇