DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh pemberian codman pendular exercise terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada frozen shoulder : narrative review
Latar Belakang: Frozen shoulder merupakan suatu kondisi dimana gerakan bahu menjadi terbatas. Frozen shoulder memiliki tingkatan keparahan yang bervariasi mulai dari nyeri ringan sampai berat dan tingkatan keterbatasan seberapa besar terhadap gerakan sendi glenohumeral. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Codman Pendular Excercise terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Pada Frozen Shoulder Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian artikel yang relevan menggunakan database (Google Scholar, PubMed, Science Direct) sesuai keywords yang telah ditentukan dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Proses seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart yang kemudian dilakukan penilaian kritis artikel dan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil: Hasil dari keseluruhan pencarian artikel dari 3 database dengan keywords yang telah ditentukan yaitu terdapat 171 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh jurnal yang membuktikan bahwa tehnik pendular codman exercise efektif dalam meningkatkan lingkup gerak sendi shoulder serta 1 jurnal yang menyatakan kurang efektif. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian pendular codman exercise pada peningkatan lingkup gerak sendi shoulder pada frozen shoulde
Depresi dan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 : literature review
Diabetes melitus merupakan kondisi penyakit yang terjadi ketika ada peningkatan
kadar glukosa dalam darah seseorang dan penurunan sekresi insulin dalam tubuh.
Diabetes melitus tipe 2 berhubungan erat dengan kualitas hidup pada penderita,
dimana salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidupnya ialah adanya depresi
pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dan
kualitas hidup pada pasien DMT2 berdasarkan literature review. Penelitian ini
menggunakan metode literature review dengan analisa PICOST. Peneliti
menggunakan dua database dalam perolehan artikel yaitu PubMed dan EBSCO
dengan rentang tahun penelitian dari 2015-2020. Seleksi artikel menggunakan
diagram PRISMA, dilakukan skrining artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi yang telah ditentukan, dan uji kelayakan artikel menggunakan JBI Tool
Critical Appraisal: studi Cross Sectional. Sehingga didapatkan 4 artikel yang
memenuhi kriteri untuk dilakukan review. Berdasarkan hasil review dari ke-4 artikel,
didapatkan hasil bahwa adanya hubungan antara depresi dan kualitas hidup pada
pasien DMT2. Dengan faktor penyebab mayoritasnya ialah usia, jenis kelamin, dan
lama menderita sakit. Terdapat hubungan antara depresi dan kualitas hidup pada
pasien DMT2. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi acuan dasar dalam pengelolaan
kualitas hidup pada pasien DMT
Hubungan self care management dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Imogiri 1 Bantul Yogyakarta
Latar Balakang: Hipertensi merupakan maasalah kesehatan komunitas yang paling
banyak dialami oleh kalangan lanjut usia. Jumlah lansia terus meningkat pada usia
diatas 60 tahun dengan angka kejadian hipertensi sebesar 50 – 60% dengan tekanan
darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Salah satu upaya pencegahan
komplikasi diperlukan adanya peningkatan pencegahan dengan melakukan self – care
management sebagai salah satu upaya pengendalian dan pengontrolan penyakit. Self –
care management yang baik didapatkan saat lansia mampu secara aktif terlibat dalam
perilaku perawatan dan pengambilan keputusan yang mendukung kesehatan.
Tujuan: Mengetahui hubungan self – care management dengan kualitas hidup pada
lansia hipertensi.
Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain penelitian
correlational. Pendekatan waktu yang digunakan cross sectional, teknik sampling
yang digunakan adalah purposive sampling dan proportionate stratified random
sampling. Jumlah responden sebanayk 62 orang. Uji statistik menggunakan Kendall
tau. Instrumen penelitian untuk self – care management menggunakan hypertention
self- management behaviour questionnaire (HSMBQ), sedangkan untuk kualitas hidup
WHOQOL – BREF.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistic menunjukan nilai koefisien korelasi (??) = 0,340
dan signifikasi (p) = 0,007 < 0,05. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan
antara self – care management dengan kualitas hidup, dengan keeratan hubungan yang
cukup dan hubungan bersifat positif.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan self – care management dengan kualitas hidup
pada lansia hipertensi. Diharapkan lansia dengan hipertensi dapat meningkatkan
kemampuan self – care management dengan menerapkan gaya hidup yang sehat serta
rutin melakukan pemantauan tekanan darah ke fasilitas kesehatan untuk mencapai
kualitas hidup yang tinggi
Pengaruh penerapan family centered care terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah pada fase pra operasi : literature review
Latar belakang: Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit
dan dirawat di Rumah Sakit. Kemampuan adaptasi seseorang ataupun individu berbeda
beda, sehingga bisa muncul kondisi stres atau kecemasan. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Family Centered Care terhadap
tingkat kecemasan anak usia prasekolah pada fase pra operasi. Metode: Jenis penelitian
ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Pencarian literature
menggunakan 2 database Google Scholar dan PubMed (1 Januari 2017 – 31 Juli
2022). Hasil: Terdapat 815 artikel yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2017-
2022. Dari 815 artikel, terdapat 4 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lulus uji
JBI yang menunjukkan bahwa pendampingan orang tua berbasis Family Centered
Care berpengaruh terhadap tingkat kcemasan anak usia prasekolah yang akan
menjalani operasi. Didukung dengan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan
salah satu alat ukur tingkat kecemasan yaitu Modifiet Yale Preoperatif Anxiety Scale
(MYPAS). Simpulan: Penerapan Family Centered Care yang baik dan terarah dengan
melibatkan keluarga dalam beberapa tindakan berpengaruh terhadap penurunan
kecemasan anak usia prasekolah yang sedang menjalani fase pra operasi. Saran: Bagi
peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti pengaruh lain
yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan hospitalisasi anak prasekolah yang
belum diteliti dalam penelitian ini
Hubungan tingkat stres terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Bantul
Stres menghasilkan berbagai respon diantaranya respon fisiologis, kognitif emosi,
dan tingkah laku. Saat stres, hormon adrenalin akan meningkatkan tekanan darah
melalui kontraksi arteri (vasokontriksi) dan peningkatan denyut jantung.Tujuan
mengetahui hubungan antara tingkat stres terhadap tekanan darah pada lansia
hipertensi di PKU Muhammadiyah Bantul. Jenis penelitian ini menggunakan
pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan
non probability sampling dengan teknik total sampling dan didapatkan sampel
sebanyak 66. Analisis data menggunakan uji statistik Kendall Tau. Hasil analisis
bivariat dari 66 responden dalam penelitian ini mayoritas tingkat stress berat (43,9%)
dan mayoritas tekanan darah sedang (42,4%). uji korelasi kendall’s tauu menandakan
adanya hubungan tingkat stress terhadap tekanan darah dengan nilai p value = 0,004
(<0,05).Terdapat hubungan antara tingkat stress terhadap tekaanan darah pada
lansia hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Berdasarkan hasil penelitian ini
disarankan untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stress
Hubungan pengetahuan pasien pada tindakan pre operatif dengan tingkat kecemasan: literature review
Latar Belakang : Pengetahuan pre operatif adalah hasil dari tahu pasien, dimana hal
ini didapatkan setelah pasien melakukan penginderaan (melihat dan mendengar)
terhadap suatu objek tertentu.kurangnya pengetahuan sebelum dilakukan tindakan
operasi akan mengakibatkan kecemasan.
Tujuan : Untuk hubungan pengetahuan pasien pada tindakan pre operatif dengan
tingkat kecemasan pasien.
Metode Penelitian : Penelusuran literature dilakukan melalui Google Scholar,
pumbed dan Science Direct (2016-2021). Artikel yang lulus uji kelayakan JBI
Critical Appraisal didapatkan 5 artikel.
Hasil : Perdapat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien pre opratif dengan
tingkat kecemasan.
Kesimpulan : Pemberian informasi terhapat pasien dapat meningkatkatkan
pengetahuan pasien dan menurunkan tingkat kecemasan .
Saran : bagi dosen Univeritas ‘Aisyiyah Yogyakarta: menjadikan hasil literature ini
sebagai reverensi. Bagi penata anestesi: meningkatkan edukasi terkait pembedahan.
Bagi peneliti selanjutnya: dapat mengembangkan penelitian ini
Hubungan pegetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas cilongok ii jatisaba kabupaten banyumas
Stunting merupakan salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia
secara global, maka balita yang mengalami stunting akan mengalami gangguan
tumbuh kembang. Stunting merupakan kondisi serius yang terjadi saat seseorang tidak
mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat dalam waktu yang lama
(kronik). Prevalensi balita sangat pendek dan pendek usia 0-59 bulan di Indonesia
tahun 2017 adalah 9,8% dan 19,8%. Prevalensi balita pendek tahun 2019 di Jawa
Tengah sebesar 7,4%, di kabupaten Banyumas sebesar 15,8%, dan di puskesmas
Cilongok II pada September tahun 2021 sebesar 14,28%. Stunting yang terjadi pada
balita disebabkan oleh banyak faktor salah satunya yaitu pengetahuan gizi ibu. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tantang gizi dengan
kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan studi observasional, dengan
desain studi Case Control. Subjek penelitian adalah ibu balita yang berusia 24-59
bulan di wilayah kerja Puskesmas Cilongok II. Penelitian ini dilakukan pada bulan
Agustus 2022. Data Stunting didapatkan dari data sekunder dan Pengetahuan ibu
tentang gizi didapatkan dengan cara mengisi kuesioner. Jumlah sampel 120 balita
dengan dipilih menggunakan simple random sampling dari 2072 populasi balita 2459
bulan.
Hasil penelitian menunjukkan 85,5% pengetahuan tentang gizi responden
dalam kategori baik. Uji analisis Chi-Square menunjukkan nilai p=0.4322 (α=0,05),
disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian
stunting. Analisis OddsRatio (OR) didapatkan 1.5 (95%CI=0.47-5.06), ibu balita yang
memiliki pengetahuan tantang gizinya kurang beresiko 1,5 kali terjadi stunting.
Kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan iu tentang
gizi dengan kejadian balita stunting. Hal ini karena pengetahuan ibu tentang giz
Literature review: perbedaan kadar glukosa darah post prandial 2 jam dengan pemberian plasma naf dan serum
Penundaan pemeriksaan glukosa darah menyebabkan glikolisis pada eritrosit, sel darah putih (WBCs) dan trombosit. Glikolisis terjadi akibat pengaruh suhu, lama penyimpanan, dan kontaminasi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar glukosa darah setelah penundaan 2 jam dengan pemberian plasma NaF dan Serum. Metode penelitian ini adalah literature review ini dilakukan dengan database electronic menggunakan PubMed. Garuda Portal, PMC, dan Google Cendekia. Hasil penelitian ini adalah terjadi penurunan yang signifikan pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan, dikarenakan terjadi glikolisis dalam sel yang terdapat pada tabung darah. Kadar gula darah segera diperiksa memiliki nilai rata-rata 219.20 mg/dL dan nilai rata-rata kadar glukosa dengan penundaan 2 jam adalah 210.67 mg/dL. Penurunan kadar glukosa sebesar 6,52% pada 2 jam pertama saat pengambilan darah, dan 11,34 % terjadi penurunan kadar glukosa darah setelah 3 jam, terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara glukosa darah yang telah di berikan Plasma NaF dan tanpa Plasma
Literature review: perbedaan jumlah trombosit antara penggunaan antikoagulan edta dengan sodium sitrat pada alat hematologi analyzer
Seiring berkembangnya pemeriksaan laboratorium, saat ini pemeriksaan hematologi rutin lebih banyak dikerjakan dengan menggunakan alat otomatisasi. Salah satu yang perlu dilakukan saat menerima alat dengan metode baru adalah verifikasi metode dari alat tersebut. Tujuan dari verifikasi metode uji yaitu sebagai jaminan mutu serta pemenuhan peraturan sistem manajemen mutu. Penelitian ini dilakukan pada sampel darah EDTA dan darah sitrat menggunakan alat otomatisasi metode impedansi. Tujuannya adalah untuk memastikan dan mengevaluasi metode uji yang digunakan apakah mempunyai kesesuaian atau belum terhadap penggunaannya. Penelitian ini dilakukan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan studi perbandingan (comparative study) yaitu membandingkan jumlah trombosit antara penggunaan antikoagulan EDTA dan sodium sitrat metode hematologi analyzer. Penelitian ini berbasis literature review dengan melakukan identifikasi jurnal mengenai nilai trobosit terhadap penggunaan antikoagulan EDTA dan sodium sitrat serta menggunakan strategi pengumpulan data PICO. Hasil analisis literature review menunjukkan jumlah trombosit menggunakan antikoagulan Sitrat lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah trombosit menggunakan antikoagulan EDTA. Hal tersebut dibuktikan oleh penelitian Artati, 2021 yang menyatakan bahwa hasil pemeriksaan trombosit menunjukan adanya perbedaan signifikan, dengan rata-rata jumlah trombosit menggunakan Sitrat berkisar
197.000 sel/mm3 darah, sedangkan EDTA berkisar 92.700 sel/mm3 darah. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengujian eksperimen terkait pengaruh antikoagulan EDTA dan Sitrat terhadap nilai trombosit metode hematologi Analyzer
Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien ODHA (HIV-AIDS) Literature Review
Penyakit HIV-AIDS menyebabkan masalah pada individu yang terinfeksi
yaitu masalah fisik, sosial dan psikologinya. Kasus depresi pada orang yang hidup
dengan HIV diperkirakan mencapai hingga 60% dari semua kasus depresi. Angka ini
lebih tinggi dari prevalensi depresi pada populasi umum yang hanya sekitar 5-10%
dari seluruh kasus depresi. Depresi dapat ditekan dengan dukungan-dukungan yang
diberikan oleh keluarga atau orang terdekat meliputi: dukungan emosional,
dukungan penghargaan, dukungan informatif dan dukungan instrumental. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahuai hubungan dukungan keluarga dengan tingkat
depresi pada penderita ODHA (HIV-AIDS). Studi ini menggunakan Literature
Review dengan desain penelitian Cross Sectional. Database yang digunakan adalah
Google Scholar dan Pubmed.dengan tahun terbit 2012sampai 2022. Seleksi studi
sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat 4 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi.
Setelah dianalisis menggunakan desain penelitian cross sectional dan secara
keseluruhan menunjukkan ODHA yang mengalami depresi dari ringan ke berat dan
secara keseluruhan menunjukan bahwa dukungan keluarga meupakan hal yang
sangat penting yang dapat menurunkan depresi pada orang yang terkena HIV-AIDS