DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literature review: gambaran kadar malondialdehid (mda) dengan tingkat pencemaran polutan udara sebagai petanda stres oksidatif berdasarkan variasi profesi dan masa kerja
Paparan polusi udara dapat menyebabkan risiko terjadinya gangguan kesehatan
terbanyak di dunia yang diperkirakan dari data tahun 2016 sekitar 6,5 juta orang
meninggal di setiap tahunnya karena paparan polusi udara. Radikal bebas adalah
salah suatu unsur dari pencemaran udara, radikal bebas dapat menyerang asam
lemak yang akan membentuk membran sel melalui pembentukan radikal karbon,
radikal peroksil, dan peroksidasi lipid. Penyebab terjadinya peningkatan radikal
bebas dalam tubuh yaitu, tingkat polutan udara yang meningkat, di Indonesia
sekitar 70% emisi kendaraan bermotor yang membuang zat-zat berbahaya dan
dapat menyebabkan terganggunya kesehatan. Malondialdehid (MDA) merupakan
indikasi terjadinya stres oksidatif yang dapat menguraikan aktivitas radikal bebas
di dalam sel. Kadar malondialdehid yang tinggi dapat menyebabkan adanya
proses oksidasi membran sel yang bisa merusak membran sel
tersebut.Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar malondialdehid
(MDA) dengan tingkat pencemaran polutan udara sebagai petanda stres oksidatif
berdasarkan variasi profesi dan masa kerja.Metode yang digunakan yaitu
observasional deskriptif menggunakan pendekatan literature review. Hasil
penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa banyak terjadi
pada pekerja pinggir jalan yang berprofesi sebagai pekerja SPBU, pekerja bengkel
mobil dan buruh di jalan. Berdasarkan data deskriptif yang lebih tinggi kadar
malondialdehid adalah profesi pekerja pinggir jalan yaitu pekerja bengkel mobil
dengan kadar rata-rata 8,22 µmol/L. Berdasarkan hasil data deskriptif bahwa
semakin lama masa kerja seseorang maka kadar malondialdehid dalam darah akan
meningkat
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRES ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN DARING :LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Pandemi yang terjadi di Indonesia diakibatkan oleh Corona Virus Desease 2019 atau sering disebut (Covid-19) yaitu pemerintah menerapkan sosial distancing kepada masyarakat dan Mendikbut mengeluarkan surat edaran aktivitas belajar dari rumah (Daring). Orangtua sangat berperan dalam proses pendampingan belajar dari rumah. Faktanya 60% orangtua mengalami gejala depresi klinis di masa pandemi. Kasus penganiayaan anak hingga pembunuhan sudah terjadi selama sistem ini berlangsung. Salah satu upaya untuk mencegah dampak buruk tersebut adalah mengidentifikasi faktor stres salah satunya mengetahui tingkat pengetahuan orangtua. Tujuan: untuk menemukan gap menyimpulkan hubungan pengetahuan dengan tingkat stres orangtua dalam pendampingan belajar
Metode: Metode penelitian adalah studi literature review dengan strategi pencarian berbasis PICOST pada database google scholar dan pubmed. Keyword yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah “knowledge parents stress level online learning” sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah “Pengetahuan, Tingkat Stres Orangtua Pembelajaran daring”. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal penelitian Cross sectional berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris yang full text dan dapat diakses pada rentang waktu 1 Januari 2020 sampai 1 Februari 2022.
Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian didapatkan 28 jurnal kemudian di skrining dan didapatkan 3 jurnal sesuai dengan kriteria. Hasil 3 jurnal tersebut menunjukan ada hubungan pengetahuan orangtua dengan tingkat stres orangtua dalam pendampingan pembelajaran daring Selama covid-19.
Saran:Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis literature dengan karakteristik responden yang sama untuk data yang akurat dan valid
Literature review : gambaran pengecatan immunohistochemistry (IHC) pada preparat jaringan kanker payudara
Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang tidak menular dimana angka kejadiannya cenderung meningkat di setiap tahunnya. Kanker payudara berada di urutan pertama sebagai jenis kanker yang diderita oleh sebagian besar perempuan di Indonesia. Diagnosis kanker payudara ditegakkan dengan berbagai pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan histopatologi sebagai standar baku emas. Pemeriksaan histopatologi bertujuan untuk memeriksa penyakit berdasarkan pada reaksi perubahan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hasil gambaran kanker payudara dengan pengecatan Immunohistochemistry (IHC). Metode yang digunakan adalah metode literature review pada beberapa data base antara lain Google Scholar, Researchgate, Academia.edu. Screening literatur dilakukan dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta Analyses) pemilihan literatur berdasarkan kriteria inklusi. Terdapat 10 jurnal yang digunakan sebagai sumber literatur yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur menunjukkan bahwa kanker payudara adalah kasus kanker yang ditemukan karena adanya mutasi dan ekspresi hasil metabolisme patologik yang berlebih over expression dari bentuk normal reseptor faktor pertumbuhan. Salah satu faktor prediktif adalah adanya invasi limfovaskuler, yaitu adanya sel tumor dalam pembuluh, baik pembuluh limfatik maupun pembuluh darah. Preparat jaringan kanker payudara diperoleh hasil pewarnaan IHC terlihat hasil yang cukup jelas karena sampel yang digunakan dapat menghalangi ikatan-ikatan nonspefik pada jaringan, namun sensitivitas dan spesifitas imunodeteksinya lebih rendah. Hal Ini mengakibatkan seringnya timbul hasil negatif palsu pada sampel pasien kanker payudara yang dideteksi status kanker payudara dengan menggunakan teknik IHC
Hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa di SMA Muhammadiyah Imogiri
Latar Belakang:Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat
guna dan berdaya guna sehingga mampu mengurangi dampak yang buruk dari
bencana tersebut baik kerusakan fisik maupun korban jiwa. Terdapat risiko yang
akan terjadi apabila anak-anak disekolah tidak memiliki kesiapsiagaan dalam
menghadapi bencana seperti gempa bumi. Tujuan: Penelitian ini yaitu untuk
mengetahui tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada
siswa SMA Muhammadiyah Imogiri Metode: penelitian ini merupakan penelitian
non-eksperiment bersifat kuantitatif dengan desain korelasi, dengan pendekatan
waktu study cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan Total sampling
sebanyak 63 responden. Analisis data yang digunakan adalah Kendall-Tau. Hasil:
Penelitian ini memiliki hasil uji statistik dengan nilai sebesar 0,336** dan taraf nilai
signifikansi atau Sig (2-tailed) antara variabel Tingkat Pengetahuan dengan
Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi adalah sebesar 0,003 < 0,05. Simpulan: Ada
hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi bencana gempa bumi
pada siswa SMA Muhammadiyah Imogiri. Saran: siswa hendaknya meningkatkan
pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dan memperbanyak membaca buku
Kadar beta karoten pada tepung wortel (daucus carota l.) dengan perlakuan perbedaan suhu dan lama pengeringan
vi
KADAR BETA KAROTEN PADA TEPUNG WORTEL
(Daucus carota L.) DENGAN PERLAKUAN PERBEDAAN
SUHU DAN LAMA PENGERINGAN1
Yuni Meriska2, Faurina Risca Fauzia3
ABSTRAK
Tingginya angka infeksi COVID-19 dan peningkatan yang terjadi di Indonesia
menjadi perhatian terutama bagi masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan sistem
kekebalan tubuh guna mencegah infeksi COVID-19. Peningkatan sistem kekebalan
tubuh sangat bergantung pada komunikasi sel yang mana dalam komunikasi tersebut
terdapat peran β-karoten dalam menjaga sistem kerja sel imun dan juga
meningkatkan sel-sel imun. satu sayuran terbaik dengan kandungan antioksidan yang
dikenal sebagai β- karoten adalah wortel. Salah satu cara untuk memperpanjang masa
simpan wortel yaitu dengan cara dikeringkan kemudian dijadikan tepung. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui kadar beta karoten pada tepung wortel dengan suhu dan
lama pengeringan yang berbeda. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan
metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama
adalah suhu menggunakan suhu 40⁰C dan 60⁰C. Faktor kedua adalah waktu
pengeringan menggunakan waktu 22 dan 30 jam dengan empat perlakuan.
Pembuatan tepung wortel dilakukan dengan metode pengeringan buatan
menggunakan alat pengering, dilanjutkan uji kandungan β-karoten menggunakan
metode spektofotometri. Hasil penelitian diperoleh pembuatan tepung wortel yang
dilakukan dengan empat perlakuan pada suhu dan waktu memiliki perbedaan kadar
β-karoten dengan kandungan β-karoten tertinggi yaitu sampel dengan suhu 40oC
dalam waktu 22 jam sebesar 773,84 μg/g. Sedangkan, kandungan β-karoten paling
rendah sebesar 62,15 μg/g pada suhu 60oC selama 30 jam. Kesimpulan yaitu
kandungan β-karoten tertinggi yaitu sampel dengan suhu 40oC dalam waktu 22 jam
sebesar 773,84 μg/g. Sedangkan, kandungan β-karoten paling rendah sebesar 62,15
μg/g pada suhu 60oC selama 30 jam. Saran yang diberikan yaitu tepung wortel
dengan kandungan tertinggi dapat dilakukan inovasi pembuatan produk
Hubungan nilai GCS dengan lama rawat inap pada pasien cedera kepala: Literatur Review
Latar belakang: Cedera kepala adalah kerusakan jaringan yang terjadi di bagian
kepala dengan di sebabkan oleh hantaman benda tumpul ataupun lancip. Sering kali
cedera kepala menjadi salah satu faktor kematian yang tinggi dalam kehidupan
sehari-hari. Untuk menghindari prognosis yang tidak di inginkan oleh sebab itu
digunakanlah metode prediktor sebagai tolak ukur outcome pasien dengan cedera
kepala.
Tujuan penelitian: Menganalisis hubungan nilai gcs dengan lama rawat pada pasien
cedera kepala melalui literatur review.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian literatur review, dengan analisis
masalah menggunakan PICOST dan penilian kelayakan menggunakan JBI Critical
Appraisel, peneliti menggunakan tiga database : Googlr Scholar, Perpusnas, dan
Pubmed.
Hasil penelitian: Dari 4 (empat) artikel yang dilakukan analisis menyebutkan adanya
pengaruh nilai GCS dengan lama perawatan psien cedera kepala.
Simpulan dan saran: dengan tingginya kasus cedera kepala maka penanganan yang
tanggap dan tepat menjadi salah satu faktor penting dalam kelangsungan hidup dari
pasien di samping itu GCS sebagai prediktor outcome pasien cedera kepala
khususnya lama rawat atau (LOS) dapat di bilang akurat. Kesimpulan dari 4 jurnal
yang dianalisis dengan metode cross sectional yang menyatakan bahwa adanya
hubungan nilai GCS dengan lama perawatan pada pasien cedera kepala. Saran yang
dapat diberikan oleh peneliti dengan adanya metode-metode prediktor outcome
pasien cedera kepala sebaiknya di dapat di maksimalkan dengan sebaik-baiknya
khusunya oleh perawat untuk menghindari dan meminimalkan prognosis yang di
tidak di inginkan. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan bermanfaat dalam
penelitian selanjutnya melalui literature review yang lain dan dapat melakukan
penelitian secara langsung
Hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik : Literature Review
Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan
masyarakat global dengan prevalens dan insidens gagal ginjal yang terus meningkat,
prognosis yang buruk, dan biaya yang tinggi. Hemodialisa merupakan salah satu
terapi untuk menggantikan sebagian dari fungsi ginjal yang dilakukan secara rutin
pada pasien PGK. Terapi hemodialisa yang membutuhkan waktu lama dapat
menyebabkan sejumlah komplikasi yang bisa menyebabkan stresor fisiologis dan
psikologis pada pasien yang kemudian akan mempengaruhi kualitas hidup.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan
antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal
kronik.
Metode : Desain penelitian ini merupakan literature review dengan pendekatan
systematic review. Sumber data berupa artikel yang diambil dari Google Scholar dan
Pubmed. Kriteria inklusi : Subyek pasien PGK, yang menjalani hemodialisa, naskah
fulltext, menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, tahun terbit 1 Januari
2017 sampai 31 Desember 2021, free download, dan dapat diakses. Artikel yang
layak untuk di review terdapat 7 artikel yaitu 6 artikel berbahasa Indonesia dan satu
artikel berbahasa Inggris.
Hasil : Hasil dari Review Literatur 7 artikel terdapat 6 jurnal yang mengatakan tidak
berhubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal
ginjal kronik, dan terdapat 1 jurnal yang mengatakan terdapat hubungan. Mayoritas
artikel mengatakan bahwa kualitas hidup merupakan suatu perasaan subyektif yang
dimiliki oleh masing-masing individu, dimana hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor
yang lain.
Simpulan :.Analisis dari 7 artikel menunjukan bahwa lama menjalani hemodialisa
tidak berhubungan terhadap kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik
Pengaruh relaksasi progresif terhadap kadar gula darah lansia penderita diabetes melitus tipe 2: literature review
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan
ketidakmampuan tubuh melakukan pemecahan metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein. Hal tersebut terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan hormon yang
mengatur gula darah. IDF memperkirakan prevalensi diabetes akan terus meningkat
seiring pertambahan usia penduduk yaitu antara umur 65-79 tahun atau lansia.
Penanganan diabetes mellitus oleh tenaga kesehatan di rumah sakit selama ini masih
berpacu pada pengobatan konvensional yang disarankan oleh dokter, belum
memperhatikan penanganan pada stress, padahal faktor psikologis sangat berpengaruh
terhadap kondisi kesehatan penderita diabetes mellitus. Pengelolaan stress pada
penderita diabetes melitus dapat diatasi dengan pemberian terapi relaksasi otot
progresif.
Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian terapi relaksasi otot progresif terhadap
kadar gula darah lansia yang menderita diabetes melitus tipe 2.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah literature review. Penelurusan literature
dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed. Keyword yang digunakan dalam
bahasa Inggris adalah Progressive Relaxation, Blood Sugar Level, elderly dan Type 2
Diabetes Mellitus. Dalam bahasa Indonesia adalah Relaksasi Progresif, Kadar Gula
Darah, Lansia dan Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelurusan dilakukan dari tahun 2017
Sampai 2022. Didapatkan 5 jurnal yang telah diskrinning sesuai dengan kriteria inklusi
yang diterima dan dianalisis.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis tersebut dapat
disimpulkan bahwa pemberian terapi relaksasi otot progresif efektif terhadap
penurunan tingkat kadar gula darah pasien penderita diabetes melitus tipe 2.
Saran: Diharapkan bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan upaya
promotif,preventif maupun kuratif dalam penanganan pasien penderita diabetes
melitus tipe 2