DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Hubungan Perilaku Penggunaan Gawai dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah di TK ABA Ledok II Sidorejo Lendah Kulon Progo

    Full text link
    Perilaku penggunaan gawai yang tidak baik dapat menimbulkan berbagai macam dampak bagi kesehatan terutama pada anak usia prasekolah. Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan adalah terganggunya perkembangan emosional anak. Anak yang sudah terdampak akan sulit mengontrol emosi dan suka menyendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan gawai dengan perkembangan emosional anak usia prasekolah di TK ABA Ledok II Sidorejo Lendah Kulon Progo. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah Sampel 35 responden diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Nilai yang didapatkan dianalisis menggunakan Uji Chi Square Fisher exact test. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai p value 0,007 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku penggunaan gawai dengan perkembangan emosional anak usia prasekolah di TK ABA Ledok II Sidorejo Lendah Kulon Progo dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,493 yang berarti cukup kuat dan terarah. Semakin baik perilaku penggunaan gawai maka perkembangan emosional anak akan semakin normal. Terdapat hubungan antara perilaku penggunaan gawai dengan perkembangan emosional anak usia prasekolah. Sehingga diharapkan orang tua agar dapat mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan gawai agar tidak mengganggu perkembangan emosionalnya

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Siswa Dengan Sikap Pencegahan HIV/Aids Pada Remaja di SMK Muhammadiyah 2 Bantul

    Full text link
    Latar Belakang: Human Immunodefiency Virus (HIV) merupakan kelompok retrovirus yang mempunyai kemampuan dalam menduplikasi, mencetak dan memasukan materi genetik sehingga menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS). sementara itu Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) yaitu sebuah penyakit yang dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh seseorang dan merupakan penyebab infeksi ikutan (oportunistik). Remaja adalah masa individu berada pada mobilitas sosial yang paling tinggi karena akan membuka peluang baginya untuk terpapar terhadap berbagai perubahan sosial, kultural, budaya, serta fisik maupun psikologis. Akibatnya remaja mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penularan berbagai jenis penyakit salah satunya HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMK Muhamadiyah 2 Bantul. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 72 siswa dan siswi. Teknik pengambilan sampel adalah Teknik total sampling sebanyak 62 siswa dan siswi. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan Analisa data menggunakan uji hipotesis Chi Square. Hasil: Hasil uji statistic dengan chi square didapatkan nilai p-value 0,01 (<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan siswa dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMK muhammadiyah 2 bantul dengan keeratan hubungan berada di kategori sangat lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan siswa dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMK Muhammadiyah 2 Bantul

    Pengaruh pemberian kefir terhadap kadar interleukin-10 pada penyakit tuberculosis

    Full text link
    Latar belakang : Tuberculosis sebagai masalah global, telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Kefir merupakan salah satu produk probiotik yang dapat menurunkan colitis histologis sehingga menurunkan IL-10(Senol et al., 2015). Kefir merupakan produk yang efektif memberikan pengaruh terhadap IL-10 terutama pada penderita TB. Keunikan kefir dibandingkan susu fermentasi lain adalah cara pengolahannya yang menggunakan biji-biji kefir (kefir grains), berisi berbagai mikroorganisme yang memiliki manfaat (Sirirat, 2012). Sitokin anti inflamasi adalah berbagai jenis imun molekul regulasi dengan respons terhadap sitokin pro inflamasi. Tujuan Penelitian : a) pengaruh pemberian kefir terhadap kadar interleukin-10 pada penyakit tuberculosis; b) mekanisme kefir merubah kadar IL-10 pada penderita Tuberculosis; c) faktor yang mempengaruhi perubahan IL-10 pada pasien Tuberculosis dengan pemberian kefir.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian toksikologi atau literature review.Pencarian elektronik mencakup dua database yaitu, Google Scholar terbitantahun 2011-2021. Hasil penelitian : 1) Terdapat pengaruh pemberian kefir terhadap kadar interleukin-10pada penyakit tuberculosis. Berbagai jurnal menunjukkan bahwa kadar IL-10 mengalami perubahan setelah mendapatkan terapi berupa pemberian kefir dengan takaran tertentu. Semakin banyak takaran kefir akan mampu mengubah kadar IL-10 untuk membantu meningkatkan respon imun pada pasien penderita TB. 2) Mekanisme kefir merubah kadar IL-10 pada penderita Tuberculosis. Mekanisme kefir atau probiotik didalam pencernaan dimulai dari epitel usus, memodulasi dan melepaskan sitokin dan kemokin; 3)Faktor yang mempengaruhi perubahan IL-10 pada pasien Tuberculosis dengan pemberian kefir antaralain disebabkan faktor komposisi atau dosisi pengenceran kefir yang akan dikonsumsi pasien. TB, selain itu juga dapat dipengaruhi jenis TB yang diderita pasien

    Hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien penderita diabetes melitus di puskesmas Imogiri 1 Bantul Yogyakarta

    Full text link
    Diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi secara kronik atau menahun disebabkan karena tubuh tidak mempunyai hormone insulin yang cukup untuk disekresi, lebih tepatnya juga karena adanya peningkatan gula darah dalam waktu yang lama hingga terjadi penumpukan gula darah berlebih. Penurunan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pada pengobatan. Dengan mengkonsumsi obat secara rutin dan patuh membantu penderita DM menstabilkan kadar gula darah hingga tetap pada rentang yang normal hingga meningkatan kualitas hidup. Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien penderita diabetes melitus di Puskesmas Imogiri 1 Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien penderita diabetes melitus di Puskesmas Imogiri 1 Bantul Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 responden. Penelitian terhadap kepatuhan minum obat pada pasien penderita diabetes melitus di Puskesmas Imogiri 1 Bantul paling banyak memiliki kepatuhan tinggi sebanyak 45 (60,8%) responden dan paling banyak memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 58 (78,4%) responden. Hasil dari perhitungan statistic uji Kendall-tau diperoleh dengan nilai koefisien p-value sebesar 0,000 < α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien penderita diabetes melitus di Puskesmas Imogiri 1 Bantul Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi wawasan serta sumber informasi baru bagi seluruh pembaca terutama untuk tenaga kesehatan, keluarga pasien, maupun pasien diabetes melitus terkait kepatuhan minum obat yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus itu sendiri

    Pengaruh penggunaan dompet digital dan gaya hidup hedonisme terhadap perilaku keuangan mahasiswa di Yogyakarta

    Full text link
    Latar Belakang : Pertumbuhan perekonomian di Indonesia memberikan dampak terhadap perilaku keuangan setiap orang untuk mencukupi kebutuhannya. Perilaku keuangan yang baik dapat dilihat pada penggunaan dompet digital masing – masing individu serta gaya hidup hedonisme dimana mahasiswa yang selalu mengikuti tren yang ada. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan dompet digital dan gaya hidup hedonisme terhadap perilaku keuangan mahasiswa di Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini bentuk hubungan kausal, yaitu pola hubungan yang bersifat sebab akibat. Sumber data primer menggunakan kuesioner dengan 161 responden mahasiswa di Yogyakarta dengan Purposive Sampling. Uji Validitas instrumen menggunakan R hitung dan R tabel, sedangkan Uji Reabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Dan Teknik analisis data menggunakan Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linier Berganda, Uji Signifikansi (t), Uji Simultan (F), serta Uji Determinasi R2. Hasil Penelitian : Hasil yang diperoleh setelah analisis data secara parsial adalah Penggunaan Dompet Digital (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Perilaku Keuangan (Y). Hal ini mendukung hipotesis yang diajukan. Sedangkan Gaya Hidup Hedonisme (X2) tidak berpengaruh terhadap Perilaku Keuangan (Y). Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Secara simultan Penggunaan Dompet Digital (X1) dan Gaya Hidup Hedonisme (X2) berpengaruh terhadap Perilaku Keuangan (Y). Hal ini sesuai dengan yang dihipotesiskan. Kesimpulan : Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Dompet Digital (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Perilaku Keuangan (Y) dan Gaya Hidup Hedonisme (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Perilaku Keuangan (Y), sedangkan secara simultan Penggunaan Dompet Digital (X1) dan Gaya Hidup Hedonisme (X2) berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Keuangan (Y

    Perbandingan Penerapan Self Care Behavior Pada Penderita Hipertensi Berdasarkan Kelompok Usia di Puskesmas Bantul I

    Full text link
    Latar belakang: Hipertensi menjadi silent killer (penyakit mematikan) karena pada sebagian kasus tidak menunjukan gejala apapun pada penderitanya, hingga pada suatu hari hipertensi tersebut menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke yang menyebabkan penderitanya menjadi meninggal. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mematikan di dunia, karena penyakit ini tidak menyerang penderitanya secara langsung tetapi dapat memicu terjadi penyakit berat. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan penerapan self care behavior pada penderita hipertensi berdasarkan kelompok usia. Pasien hipertensi perlu diperhatikan,agar pasien hipertensi dapat melakukan self care dengan intervensi yang efektif. Dengan menggunakan self care pasien hipertensi dapat menurunkan komplikasi dan gejala yang dirasakan pasien hipertensi sebagai gangguan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini adalah metode survei dengan Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner HBP-SCP yang berjumlah 58 responden berusia dewasa (40-59 tahun) dan lansia (60≥). Analisa data dilakukan menggunakan uji Independent T-Test. Hasil: Dari 58 responden didapatkan hasil bahwa responden yang melakukan self care behavior dengan baik 15 orang (25,9%), yang melakukan self care behavior kurang 43 orang (74,1%) dengan hasil rata-rata penerapan self care behavior pada usia dewasa 57,00 dan usia lansia 52,58. Berdasarkan hasil uji Independent T Test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,003<0,05 yang artinya terdapat perbedaan penerapan self care behavior pada penderita hipertensi pada usia dewasa dan usia lansia. Simpulan dan Saran: Terdapat perbedaan penerapan self care antara usia dewasa dan usia lansia, usia dewasa lebih baik dari pada usia lansia dalam penerapan self care behavior. Responden disarankan untuk lebih baik dalam penerapan self care pada hipertensi guna menurunkan hipertensi bahkan untuk menghindari dari komplikasi hipertensi itu sendiri terutama bagi lansia disarankan pendampingan keluarga

    Faktor yang menyebabkan kecemasan ibu hamil trimester iii dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Depok 2

    Full text link
    Masa kehamilan dimulai saat terjadi pembuahan yaitu dimana bertemunya sel telur yang dihasilkan induk telur dan sel sperma. Kecemasan dalam kehamilan yaitu keadaan emosi negatif yang melibatkan kekhawatiran tentang kehamilan seperti kondisi diri sendiri dan keadaan janin, proses melahirkan yang akan dilalui, serta masalah kesiapan menjadi ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia, paritas pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat kecemasan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruan ibu hamil trimester III yang menjadi pasien di Puskesmas Depok 2 dengan sebesar sampel sebanyak 50 sampel. Instrumen penelitian dengan kuesioner HARS. Analisa bivariat menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 31 responden ( 62%). Banyak yang menjadi ibu rumah tangga ada 33 responden (66%). Pendidikan terakhir mayoritas SMA sebanyak 39 responden (78%). Paritas mayoritas primigravida sebanyak 28 responden (56%). Usia dengan kategori 35 tahun sebanyak 43 responden (86%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan ibu hamil (p-value 0,041), dan tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan ibu hamil dengan usia (p-value 0,340,) paritas (p-value 0,288), dan pendidikan (p-value 0,553). Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau bahan perbandingan bagi penelitian lain selanjutnya dan kiranya dapat mengembangkan penelitian dengan menghubungkan faktor lain seperti status kesehatan, pengetahuan dan dukungan keluarga

    Hubungan durasi bermain game terhadap resiko de quervien’s syndrome pada pemain game online di Yogyakarta

    Full text link
    Latar Belakang: Game online merupakan permainan yang paling sering di mainkan disegala usia yang menyebabkan ketagihan, mengganggu waktu, perhatian, serta perilaku pengguna. Durasi penggunaan jari jempol secara terus menerus dalam waktu lama pada permainan game online menyebabkan gangguan berupa De Quervain Syndrome. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan durasi bermain game online terhadap resiko de quervien‟s syndrome pada komunitas game online di Kelurahan Wedomartani Sleman DIY. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional. Responden penelitian adalah komunitas game online dikelurahan Wedomartani Selman DIY berjumlah 24 orang diambil dengan rumus Slovin. Instrument penelitian berupa kuesioner, pemeriksaan test Finkelstein dan What test. Hasil: Hasil uji Spearman nila p=0.00 (p<0.05), correlatione coefficient (0.836) yang dapat disimpulkan ada hubungan sangat kuat antara durasi bermain game online dengan De Quervain Syndrome pada pemain game online. Kesimpulan: Ada hubungan durasi bermain game online terhadap resiko de quervein syndrome pada pemain game online komunitas game online wedomartani sleman DI

    Hubungan postur kerja terhadap riwayat keluhan low back pain pada pekerja bakpia di Yogyakarta

    Full text link
    Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah keluhan rasa nyeri yang dirasakan pada bagian punggung bawah yang bersumber dari tulang belakang daerah spinal, otot, saraf, dan strukur lainnya.Umumnya nyeri punggung bawah (Low Back Pain) terjadi di daerah punggung yaitu antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai pada bagian lumbosacral (sekitar tulang ekor). Keluhan ini juga merupakan salah satu keluhan yang dapat menurunkan produktifitas kerja.Tujuan: Mengetahui hubungan postur kerja terhadap riwayat keluhan low back pain pada pekerja bakpia di Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 70 pekerja. Teknik pengambilan sampel adalah Teknik total sampling sebanyak 61 pekerja. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan REBA dengan analisa data menggunakan uji hipotesis kendalls tau. Hasil: Hasil uji statistic dengan kendalls tau didapatkan nilai antara postur kerja low back pain dengan p- value 0,000, (<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara postur kerja terhadap riwayat keluhan low back pain pada pekerja bakpia di Yogyakarta. Kesimpulan: Terdapat hubungan postur kerja terhadap riwayat keluhan low back pain pada pekerja bakpia di Yogyakarta. Saran: Diharapkan kepada para pekerja bakpia agar lebih memperhatikan dan harus menyadari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dari timbulnya nyeri punggung bawah ini, seperti menggunakan kursi yang ergonomis dan disarankan untuk stretching setelah selesai kerja atau beristirahat, dan semoga penelitian ini dapat memberikan informasi mengenaihubungan postur kerja terhadap riwayat keluhan low back pain pada pekerja bakpi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇